Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.040 views

Perlukah Impor Tenaga Pengajar?

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, pada acara Musrenbangnas beberapa waktu lalu mewacanakan akan mengundang guru dari luar negeri untuk menjadi tenaga pengajar di Indonesia. Menurutnya, import guru dilakukan untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang dibutuhkan di Indonesia.

Rencana tersebut juga disambut positif oleh Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi. Unifah mengatakan, guru asing didatangkan bukan untuk menggantikan guru lokal melainkan untuk memberi motivasi kepada guru lokal serta memberi masukan bagaimana cara mengajar yang baik. “Keberadaan mereka hanya bersifat temporer tidak selamanya disini”, lanjutnya (09/05/19).

Munculnya wacana kebijakan impor guru di tengah rusaknya moral anak bangsa tentu bukanlah wacana kebijakan yang arif. Generasi bangsa kini tengah mengalami krisis identitas sebagai generasi yang harusnya membawa perubahan lebih baik untuk bumi pertiwi, kenyataannya justru kebanyakan dari mereka terlibat seks bebas, prostitusi serta tindakan kriminal. Mengapa bukan hal ini yang menjadi fokus pemerintah untuk segera disolusi? Tak hanya masalah generasi bangsa, Pemerintah juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk menuntaskan  persoalan kesejahteraan guru honorer.

Tak sedikit dari para guru honorer yang kesejahteraannya masih sangat rendah. Di Sragen, gaji guru honorer sekitar Rp 650 ribu perbulan. Itupun berlaku untuk guru yang memenuhi persyaratan, jika belum maka akan di bayar dari sekolah (13/04/19). Di Sumedang bahkan terdapat seorang guru honorer yang hanya menerima gaji Rp 300 ribu perbulan (03/05/19).

Sementara itu di Kabupaten Sumba Timur, banyak guru honorer yang sudah mengabdi lama namun hanya diberi honor Rp 300 ribu perbulan. Bahkan ada yang hanya menerima Rp 50 ribu perbulan. Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumba Timur Yusuf Wulawanja “Jangankan Rp 300 ribu perbulan. Honor dengan Rp 50 ribu perbulan juga masih ada, tetapi paling hanya sekitar satu atau dua orang saja” (23/02/18).  Padahal tugas mencerdaskan anak bangsa bukan perkara gampang. Tak hanya sekadar menyampaikan materi, terkadang mereka juga harus berhadapan dengan para siswa yang bermasalah. Sehingga membuat para guru tersebut memberikan porsi waktu lebih banyak dari jam kerja yang seharusnya.

Di dalam Islam impor tenaga pengajar diperbolehkan untuk dilakukan jika memang dibutuhkan oleh negara, hal ini juga menjadi kebijakan yang biasa diterapkan oleh pemerintah Islam. Namun perlu dipahami bahwa impor tenaga pengajar asing hanya pada bidang ilmu sains dan teknologi saja yang diperlukan untuk kemaslahatan umat.

Sementara pada bidang ilmu lain yang mengandung pandangan barat maka Islam tidak memperbolehkan mengambil orang kafir sebagai tenaga pengajar. Sebab hal ini berkaitan dengan tujuan pendidikan dalam Islam yaitu untuk membentuk kepribadian Islam. Sehingga bagaimana mungkin para pengajar tadi dapat membentuk kepribadian Islami siswa sementara mereka kosong dari tsaqofah Islam.

Tentu sebelum impor tenaga pengajar dilakukan maka Islam mengharuskan negara memprioritaskan permasalahan yang urgen untuk diselesaikan, dalam kasus di atas adalah rusaknya moral remaja yang terjadi akibat dari sistem pendidikan hari ini hanya terfokus pada nilai bukan pada aplikasinya. Sehingga wajar meskipun nilai akademisnya tinggi tak menjamin seorang anak memiliki kepribadian yang baik.

Oleh karenanya jika ingin menciptakan generasi berkepribadian Islam maka negara tidak menjadikan nilai sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan. Disamping itu impor guru juga harus memperhatikan kesejahteraan guru lokal. Hal ini tak menjadi masalah jika kesejahteraan guru lokal terpenuhi yakni tercukupi kebutuhan primernya.

Namun jika kondisinya berkebalikan maka rencana impor tenaga pengajar harus dikesampingkan dan menyelesaikan terlebih dahulu masalah tersebut. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Pemimpin (kepala negara) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggungjawab atas pengurusan mereka” (HR Muslim).

Berdasarkan uraian diatas jelas bahwa impor tenaga pengajar harus ditolak sebab permasalahan sesungguhnya yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah adalah kerusakan moral anak bangsa serta belum tuntasnya persoalan kesejahteraan guru. Namun berharap permasalahan tersebut segera diselesaikan rasanya mustahil dilakukan pada sebuah negara bersistem demokrasi yang syarat akan kepentingan.

Oleh karena itu sudah saatnya kita beralih pada sistem Islam yang terbukti  mampu melahirkan generasi emas serta sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.

Sri Wahyuni, S.Pd (Guru tinggal di Banyuwangi, Jawa Timur)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Rabu, 30 Sep 2020 08:25

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Rabu, 30 Sep 2020 06:35

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Rabu, 30 Sep 2020 05:59

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Selasa, 29 Sep 2020 23:53

Bola Pantul Itu Bernama KAMI

Bola Pantul Itu Bernama KAMI

Selasa, 29 Sep 2020 22:54

Film G 30S PKI, Cara Bangsa Menolak Lupa Kekajaman PKI

Film G 30S PKI, Cara Bangsa Menolak Lupa Kekajaman PKI

Selasa, 29 Sep 2020 22:30

Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah Wafat di Usia 91 Tahun

Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah Wafat di Usia 91 Tahun

Selasa, 29 Sep 2020 22:07

Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Selasa, 29 Sep 2020 21:41

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Selasa, 29 Sep 2020 21:30

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Selasa, 29 Sep 2020 20:55

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Selasa, 29 Sep 2020 20:51

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Selasa, 29 Sep 2020 20:50

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

Selasa, 29 Sep 2020 20:37

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Selasa, 29 Sep 2020 20:15

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Selasa, 29 Sep 2020 19:57

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Selasa, 29 Sep 2020 19:45

DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat Atas Penghancuran Ribuan Masjid di China

DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat Atas Penghancuran Ribuan Masjid di China

Selasa, 29 Sep 2020 14:46

Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Selasa, 29 Sep 2020 13:37

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Selasa, 29 Sep 2020 13:27

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Selasa, 29 Sep 2020 12:33


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X