Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.767 views

Luka Baru Wacana Impor Guru

WACANA impor guru yang digagas oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, memunculkan sejumlah tanya. Apakah yang demikian sifatnya mendesak dan berhubungan dengan hajat hidup bangsa Indonesia ataukah sebaliknya? Sebagaimana dilansir dalam situs berita online, Tirto.id, Puan Maharani mengatakan pada momen Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas (9/5/2019), “Kami ajak guru dari luar negeri untuk mengajari ilmu-ilmu yang dibutuhkan di Indonesia.”

Barangkali saat ini masih riuh di negeri sendiri tenaga pengajar yang belum diberdayakan secara maksimal oleh negara. Tentu ini seperti menabur garam pada luka tenaga pengajar Indonesia, khususnya yang masih belum berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Ramli Rahim menyebutkan asumsi data sarjana kependidikan yang bisa dihasilkan negeri ini dalam setahun bisa tembus sekitar 300.000 orang dari jumlah mahasiswa kependidikan sekitar 1,44 juta tersebar di kurang lebih 429 LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) baik negeri maupun swasta.

Lulusan tenaga kependidikan tersebut ironisnya harus melalui proses yang sangat panjang dan melelahkan untuk bisa mendapatkan tempat yang bisa memberdayakan potensi mereka. Karena dari 300 ribu lulusan sarjana kependidikan, negara hanya mampu menyerap sekitar 40.000 per tahunnya. Artinya  akan banyak sarjana pendidikan yang mengalami hibernasi profesi.

Dengan kenyataannya seperti itu, sudah sepatutnya seorang petinggi negeri ini merasa prihatin dan menjadikan fokus pemerataan guru di semua wilayah Indonesia lebih tertata dibandingkan harus menambah luka baru bagi calon guru di negeri ini. Masih hangat di ingatan kita, puluhan ribu guru honorer K2 melakukan aksi di depan istana presiden. Mereka mempertanyakan nasib mereka pada yang berhajat di negeri ini hingga rela harus bermalam di depan gedung istana presiden karena Presiden Jokowi enggan menemui perwakilan dari Forum Honorer K2 (Kompas.com, 1/11/2018). Sebelumnya, kejadian guru hononer melakukan aksi mogok mengajar di Sukabumi karena jerih payah mereka digaji dengan upah yang sangat minim (Kompas.com, 20/9/2018).

Menangggapi dari pernyataan Menko PMK, banyak pihak yang tidak setuju mengundang guru dari luar negeri ke Indonesia. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) pernah menyampaikan bahwa impor guru dari luar negeri sekalipun tidak dinilai serta merta memperbaiki kualitas pendidikan (Kompas.com,25/11/2018).

Berarti letak permasalahan memang bukan pada kualitas guru dalam negeri, namun pada manajemen negeri ini dalam mendistribusikan guru. Sangat disayangkan, seorang menteri mengeluarkan pandangan secara serampangan dan kurang perhitungan. Tentu hal ini kemudian menjadi sorotan banyak pihak.

Sakit hati guru honorer tidak hanya karena nasibnya yang tidak jelas, gaji yang sangat minim dan tuntutan yang cukup besar oleh lembaga pendidikan tempat mereka mengabdi, namun sekarang luka baru itu ditambah lagi dengan adanya wacana impor guru yang pasti mereka akan diberikan insentif dan gaji pokok lebih besar dari yang diterima guru dalam negeri. Mereka percaya harapan baru, namun seketika diguyur dengan pesimisme baru.

Mereka menaruh masa depan dengan mengabdi pada negeri ini, namun seketika kehadiran mereka pada pemimpinnya sendiri tak kunjung ditanggapi. Luka sang pahlawan tanpa tanda jasa yang seharusnya menjadi duka bersama. Bukan sekedar wacana yang wira- wiri di berita televisi saja. Alangkah bijak pemimpin kita dengan berjiwa besar menghadapi masalah ini kemudian menenangkan ratusan ribu guru honorer negeri ini dengan solusi yang tak menyakiti. Menenangkan dengan putusan seadil-adilnya.

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat". (An-Nisa’ : 58)

Meyra Kris Hartanti, S.KM

Pemerhati pendidikan

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Latest News
Namanya Dicatut untuk Penipuan, Direktur LPPOM MUI Akan Tempuh Langkah Hukum

Namanya Dicatut untuk Penipuan, Direktur LPPOM MUI Akan Tempuh Langkah Hukum

Rabu, 19 Jun 2019 10:24

Disebut sebagai Wakil Tuhan, Mardani Minta Hakim MK Bersikap Adil

Disebut sebagai Wakil Tuhan, Mardani Minta Hakim MK Bersikap Adil

Rabu, 19 Jun 2019 09:44

Pengkhianatan Politisi dan Sidang MK

Pengkhianatan Politisi dan Sidang MK

Rabu, 19 Jun 2019 07:31

'Patroli Siber' untuk WhatsApp: Tanda-tanda Neo-Otoriter

'Patroli Siber' untuk WhatsApp: Tanda-tanda Neo-Otoriter

Rabu, 19 Jun 2019 05:31

Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muhammadiyah Jajaki Kerjasama Baru

Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muhammadiyah Jajaki Kerjasama Baru

Selasa, 18 Jun 2019 21:33

Anies Baswedan Bawa Jakarta Turun Peringkat sebagai Kota Termacet

Anies Baswedan Bawa Jakarta Turun Peringkat sebagai Kota Termacet

Selasa, 18 Jun 2019 20:42

Ada Sanksi Seumur Hidup untuk Wasit, Adakah Sanksi untuk Hakim?

Ada Sanksi Seumur Hidup untuk Wasit, Adakah Sanksi untuk Hakim?

Selasa, 18 Jun 2019 19:59

MK Netral?

MK Netral?

Selasa, 18 Jun 2019 19:55

Optimisme BPN Harus Belajar dari Sukses Liverpool

Optimisme BPN Harus Belajar dari Sukses Liverpool

Selasa, 18 Jun 2019 17:56

Pejabat AS: Amerika Serikat Bersiap Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

Pejabat AS: Amerika Serikat Bersiap Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

Selasa, 18 Jun 2019 17:08

Diskualifikasi

Diskualifikasi

Selasa, 18 Jun 2019 16:50

Mursi: Dari Preiden Pertama yang Terpilih Secara Demokratis, Hingga Meninggal Sebagai Tahanan

Mursi: Dari Preiden Pertama yang Terpilih Secara Demokratis, Hingga Meninggal Sebagai Tahanan

Selasa, 18 Jun 2019 16:00

Wasit Lapangan Hijau dan Meja Hijau Dalam Sorotan

Wasit Lapangan Hijau dan Meja Hijau Dalam Sorotan

Selasa, 18 Jun 2019 15:58

Mursi Dimakamkan di Kairo Setelah Rezim Mesir Larang Jenazahnya Dikuburkan di Kampung Halaman

Mursi Dimakamkan di Kairo Setelah Rezim Mesir Larang Jenazahnya Dikuburkan di Kampung Halaman

Selasa, 18 Jun 2019 15:06

KPU Nilai Pemohon (02) Tidak Miliki Bukti Nyata Terkait Kecurangan

KPU Nilai Pemohon (02) Tidak Miliki Bukti Nyata Terkait Kecurangan

Selasa, 18 Jun 2019 14:49

Menanti Jawaban Termohon, KPU

Menanti Jawaban Termohon, KPU

Selasa, 18 Jun 2019 14:13

Kewenangan MK dalam Perselisihan Hasil Pemilu

Kewenangan MK dalam Perselisihan Hasil Pemilu

Selasa, 18 Jun 2019 14:00

Mesir Perintahkan Pasukan Keamanan Siaga Penuh Menyusul Meniggalnya Mursi

Mesir Perintahkan Pasukan Keamanan Siaga Penuh Menyusul Meniggalnya Mursi

Selasa, 18 Jun 2019 14:00

Kisah Anak Cerdas di Zaman Khilafah

Kisah Anak Cerdas di Zaman Khilafah

Selasa, 18 Jun 2019 10:54

Mengawali Mahligai Cinta di Bulan Syawal

Mengawali Mahligai Cinta di Bulan Syawal

Selasa, 18 Jun 2019 10:41


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X