Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.168 views

Mengilhami Kebenaran dari Objek Kritikan

ADA yang menarik dari pernyataan salah seorang tokoh yang belakangan ia sedang mencari-cari sosok bernama Nasjo, akronim dari Nasrudin Joha dan bersikeras mengungkap siapa sosok dibalik tulisan-tulisannya yang seringkali viral. Tulisan-tulisan Nasjo dianggap mengganggu iklim peradaban dunia maya yang dibangun untuk perdamaian.  Atas alasan itulah Gus Muwafiq mencari tokoh penulis dibalik nama Nasrudin Joha (www.badriologi.com / 06/06/2019)

Bila ditelusuri bersama, tulisan-tulisan penulis dengan nama pena Nasrudin Joha ini telah mewarnai jagat media sosial sejak Juni 2018 silam. Dalam blog-nya, sudah ada sekitar 108 tulisan yang tayang disana. Secara faktual, tulisan bernada kritik terhadap problematika kepemimpinan yang mewarnai rezim saat ini memang sangat lugas, dan tidak jarang analogi yang ringan diberikan sebagai gambaran contohnya berikut analisanya.

Marilah kita sejenak menarik garis lurus, soal apa yang mestinya dimaknai dari sebuah kritikan yang sebetulnya bisa saja mengandung esensi kebenaran didalamnya. Sebuah kritikan dibangung atas dasar kepedulian. Peduli untuk menyampaikan yang sebetulnya tidak sesuai dengan yang sebenarnya dipahami oleh pemberi kritik, atau hasil dari pandangan bersama yang dihimpun oleh subjek penyalur atau penyampai kritik. Sederhananya seperti itu.

Kemudian yang menjadi masalah adalah bila yang diberik kritik lantas tidak memahami sama sekali objek inti dari kritik yang diberikan, atau bisa jadi gagal paham dengan objek kritik tersebut, atau bahkan memilih untuk tidak menerima apapun bentuk kritik yang dilayangkan kepadanya karena menganggap hal itu adalah tudingan semata berasas kebencian padanya. Tentu pemaknaan terhadap kritik itulah yang nantinya akan menentukan apakah memunculkan sikap penyelesaian berdasarkan cernaan yang bijak, atau malah memunculkan permasalahan lain yang baru lagi, sebagai respon atas ketidaksukaannya pada kritik yang dilayangkan tadi.

Disinilah pentingnya bagi mereka yang dikritik agar memiliki kemampuan untuk turut mengilhami kebenaran dari kritik tersebut. Hal yang diperlukan adalah kepiawaian sikap Ikhlas. Ikhlas adalah kebesaran jiwa untuk menerima kenyataan sekalipun itu pahit adanya. Sebab mereka yang ikhlas tidak akan mempertimbangkan perkataan para pendengki, apatah lagi sekedar mencari muka para pemuji. Ini tidak perlu, sebab bertambahnya kebaikan pada diri adalah karena apa yang tersemat pada diri, bukan karena penilaian yang lain.

Kita bisa belajar keikhlasan dari para Imam Madzhab, salah satunya Imam Syafi'i Rahimahullah, dalam setiap persoalan yang menjadi ijtihad beliau, beliau tidak malu untuk mengakui kekhilafan dan kesalahan. Diantara perkataan yang masyhur berkenaan dengan keputusan ijtihad tersebut adalah :

رأيي صواب ويحتمل الخطأ ورأي غيري خطأ يحتمل الصواب

“Pendapatku benar, tapi bisa jadi salah. Dan pendapat selain ku itu salah, tapi bisa jadi benar”

Demikianlah sikap pemimpin yang semestinya. Bisa dibayangkan bila pemimpin berlaku adil seperti itu, tentulah atmosfer kedamaian atau ketentraman adalah suatu keniscayaan. Jadi pernyataan sebelumnya diatas yang menganggap kritikan sebagai pengganggu iklim peradaban dunia maya yang dibangun atas perdamaian adalah kekeliruan yang mesti dibantah. Sebab bila tidak ada kritikan sama sekali, bagaimana seorang pemimpin bisa mengevaluasi kebijakan atau sikapnya yang salah? Tidak ada tolok ukur yang pasti selain apa yang dianggap benar dalam kacamatanya. Bukankah hal ini justru akan menimbulkan asumsi adanya sikap otoritarianism kekinian bagi rakyat?

Agaknya hari ini kita merasakan adanya kekeliruan sikap pemimpin kita. Dimana pengungkap kebenaran yang tidak sesuai dengan kacamata pemerintah, pasti dikatakan hoax. Adapun berita yang itu mengkritik pemerintah akan dikatakan sebagai ujaran kebencian, dan banyak fenomena lain yang membuat geleng-geleng kepala.

Aspek yang dipikirkan bukan lagi kebenaran dari objek kritikan, melainkan pembenaran semata. Apakah sedemikian pentingnya kekuasaan bila dibandingkan dengan harga diri sebagai seorang pemimpin? sampai-sampai segala celah yang dipandang bisa merugikan diri dan kekuasaan akan dibatasi dan diawasi sedemikian rupa bahkan sampai menghalalkan segala cara, termasuk mengkadali hukum agar tidak leluasa menjerat sang empunya kuasa.*

Salsabila Maghfoor

Aktivis Mahasiswa, Demisioner Staff Kastrat BEM FTP

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
PKS Sarankan Presiden dan Menteri Gunakan Mobil 'Sejuta Umat'

PKS Sarankan Presiden dan Menteri Gunakan Mobil 'Sejuta Umat'

Sabtu, 24 Aug 2019 16:20

Penata Kata Masyarakat Dunia

Penata Kata Masyarakat Dunia

Sabtu, 24 Aug 2019 15:40

Majelis Tarjih Muhammadiyah Rumuskan Risalah Akhlak

Majelis Tarjih Muhammadiyah Rumuskan Risalah Akhlak

Sabtu, 24 Aug 2019 14:33

Mardani: Hentikan Kriminalisasi Ustaz Abdul Somad

Mardani: Hentikan Kriminalisasi Ustaz Abdul Somad

Sabtu, 24 Aug 2019 13:48

Menerima Perlakuan Hukum yang Berbeda

Menerima Perlakuan Hukum yang Berbeda

Sabtu, 24 Aug 2019 12:51

Anies Baswedan Bawa Jakarta Raih Penghargaan Internasional Pertama yang Diraih Kota Asia Tenggara

Anies Baswedan Bawa Jakarta Raih Penghargaan Internasional Pertama yang Diraih Kota Asia Tenggara

Sabtu, 24 Aug 2019 11:31

Yunahar Ilyas Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2019

Yunahar Ilyas Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2019

Sabtu, 24 Aug 2019 10:59

Ampun! Ngutang Lagi, ke Cina Lagi?

Ampun! Ngutang Lagi, ke Cina Lagi?

Sabtu, 24 Aug 2019 10:51

Ustaz Yusuf Mansur Doakan Ustaz Abdul Somad dan HRS

Ustaz Yusuf Mansur Doakan Ustaz Abdul Somad dan HRS

Sabtu, 24 Aug 2019 10:51

Oknum Polisi Diduga Beri Miras ke Mahasiswa Papua, Fahira Idris: Saya Nggak Habis Pikir

Oknum Polisi Diduga Beri Miras ke Mahasiswa Papua, Fahira Idris: Saya Nggak Habis Pikir

Sabtu, 24 Aug 2019 09:52

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Sabtu, 24 Aug 2019 09:20

Narasi Radikalisme yang Absurd dan Tendensius

Narasi Radikalisme yang Absurd dan Tendensius

Sabtu, 24 Aug 2019 08:44

Iman

Iman

Sabtu, 24 Aug 2019 07:32

Jokowi Akan Dikenang Bukan Karena Memindahkan Ibu Kota

Jokowi Akan Dikenang Bukan Karena Memindahkan Ibu Kota

Sabtu, 24 Aug 2019 06:28

Mesir Tangkap Putra Ppejabat Palestina Terkait Aktivitas Anti Israel

Mesir Tangkap Putra Ppejabat Palestina Terkait Aktivitas Anti Israel

Jum'at, 23 Aug 2019 22:52

Ibu Kota Pindah Ke Kalimantan, Kenapa Gak Ke Beijing?

Ibu Kota Pindah Ke Kalimantan, Kenapa Gak Ke Beijing?

Jum'at, 23 Aug 2019 22:00

Para pejabat AS Mengkonfirmasi Serangan Udara Israel di Irak

Para pejabat AS Mengkonfirmasi Serangan Udara Israel di Irak

Jum'at, 23 Aug 2019 21:51

Lebih dari 150 Orang Dirawat karena Gas Air Mata dan Luka Tembak di Kashmir

Lebih dari 150 Orang Dirawat karena Gas Air Mata dan Luka Tembak di Kashmir

Jum'at, 23 Aug 2019 21:48

Demonstran di Hong Kong Siap Duduki Bandara Lagi

Demonstran di Hong Kong Siap Duduki Bandara Lagi

Jum'at, 23 Aug 2019 21:44

Referendum Pindah Ibu Kota

Referendum Pindah Ibu Kota

Jum'at, 23 Aug 2019 20:42


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X