Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.964 views

Mengilhami Kebenaran dari Objek Kritikan

ADA yang menarik dari pernyataan salah seorang tokoh yang belakangan ia sedang mencari-cari sosok bernama Nasjo, akronim dari Nasrudin Joha dan bersikeras mengungkap siapa sosok dibalik tulisan-tulisannya yang seringkali viral. Tulisan-tulisan Nasjo dianggap mengganggu iklim peradaban dunia maya yang dibangun untuk perdamaian.  Atas alasan itulah Gus Muwafiq mencari tokoh penulis dibalik nama Nasrudin Joha (www.badriologi.com / 06/06/2019)

Bila ditelusuri bersama, tulisan-tulisan penulis dengan nama pena Nasrudin Joha ini telah mewarnai jagat media sosial sejak Juni 2018 silam. Dalam blog-nya, sudah ada sekitar 108 tulisan yang tayang disana. Secara faktual, tulisan bernada kritik terhadap problematika kepemimpinan yang mewarnai rezim saat ini memang sangat lugas, dan tidak jarang analogi yang ringan diberikan sebagai gambaran contohnya berikut analisanya.

Marilah kita sejenak menarik garis lurus, soal apa yang mestinya dimaknai dari sebuah kritikan yang sebetulnya bisa saja mengandung esensi kebenaran didalamnya. Sebuah kritikan dibangung atas dasar kepedulian. Peduli untuk menyampaikan yang sebetulnya tidak sesuai dengan yang sebenarnya dipahami oleh pemberi kritik, atau hasil dari pandangan bersama yang dihimpun oleh subjek penyalur atau penyampai kritik. Sederhananya seperti itu.

Kemudian yang menjadi masalah adalah bila yang diberik kritik lantas tidak memahami sama sekali objek inti dari kritik yang diberikan, atau bisa jadi gagal paham dengan objek kritik tersebut, atau bahkan memilih untuk tidak menerima apapun bentuk kritik yang dilayangkan kepadanya karena menganggap hal itu adalah tudingan semata berasas kebencian padanya. Tentu pemaknaan terhadap kritik itulah yang nantinya akan menentukan apakah memunculkan sikap penyelesaian berdasarkan cernaan yang bijak, atau malah memunculkan permasalahan lain yang baru lagi, sebagai respon atas ketidaksukaannya pada kritik yang dilayangkan tadi.

Disinilah pentingnya bagi mereka yang dikritik agar memiliki kemampuan untuk turut mengilhami kebenaran dari kritik tersebut. Hal yang diperlukan adalah kepiawaian sikap Ikhlas. Ikhlas adalah kebesaran jiwa untuk menerima kenyataan sekalipun itu pahit adanya. Sebab mereka yang ikhlas tidak akan mempertimbangkan perkataan para pendengki, apatah lagi sekedar mencari muka para pemuji. Ini tidak perlu, sebab bertambahnya kebaikan pada diri adalah karena apa yang tersemat pada diri, bukan karena penilaian yang lain.

Kita bisa belajar keikhlasan dari para Imam Madzhab, salah satunya Imam Syafi'i Rahimahullah, dalam setiap persoalan yang menjadi ijtihad beliau, beliau tidak malu untuk mengakui kekhilafan dan kesalahan. Diantara perkataan yang masyhur berkenaan dengan keputusan ijtihad tersebut adalah :

رأيي صواب ويحتمل الخطأ ورأي غيري خطأ يحتمل الصواب

“Pendapatku benar, tapi bisa jadi salah. Dan pendapat selain ku itu salah, tapi bisa jadi benar”

Demikianlah sikap pemimpin yang semestinya. Bisa dibayangkan bila pemimpin berlaku adil seperti itu, tentulah atmosfer kedamaian atau ketentraman adalah suatu keniscayaan. Jadi pernyataan sebelumnya diatas yang menganggap kritikan sebagai pengganggu iklim peradaban dunia maya yang dibangun atas perdamaian adalah kekeliruan yang mesti dibantah. Sebab bila tidak ada kritikan sama sekali, bagaimana seorang pemimpin bisa mengevaluasi kebijakan atau sikapnya yang salah? Tidak ada tolok ukur yang pasti selain apa yang dianggap benar dalam kacamatanya. Bukankah hal ini justru akan menimbulkan asumsi adanya sikap otoritarianism kekinian bagi rakyat?

Agaknya hari ini kita merasakan adanya kekeliruan sikap pemimpin kita. Dimana pengungkap kebenaran yang tidak sesuai dengan kacamata pemerintah, pasti dikatakan hoax. Adapun berita yang itu mengkritik pemerintah akan dikatakan sebagai ujaran kebencian, dan banyak fenomena lain yang membuat geleng-geleng kepala.

Aspek yang dipikirkan bukan lagi kebenaran dari objek kritikan, melainkan pembenaran semata. Apakah sedemikian pentingnya kekuasaan bila dibandingkan dengan harga diri sebagai seorang pemimpin? sampai-sampai segala celah yang dipandang bisa merugikan diri dan kekuasaan akan dibatasi dan diawasi sedemikian rupa bahkan sampai menghalalkan segala cara, termasuk mengkadali hukum agar tidak leluasa menjerat sang empunya kuasa.*

Salsabila Maghfoor

Aktivis Mahasiswa, Demisioner Staff Kastrat BEM FTP

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Latest News
Namanya Dicatut untuk Penipuan, Direktur LPPOM MUI Akan Tempuh Langkah Hukum

Namanya Dicatut untuk Penipuan, Direktur LPPOM MUI Akan Tempuh Langkah Hukum

Rabu, 19 Jun 2019 10:24

Disebut sebagai Wakil Tuhan, Mardani Minta Hakim MK Bersikap Adil

Disebut sebagai Wakil Tuhan, Mardani Minta Hakim MK Bersikap Adil

Rabu, 19 Jun 2019 09:44

Pengkhianatan Politisi dan Sidang MK

Pengkhianatan Politisi dan Sidang MK

Rabu, 19 Jun 2019 07:31

'Patroli Siber' untuk WhatsApp: Tanda-tanda Neo-Otoriter

'Patroli Siber' untuk WhatsApp: Tanda-tanda Neo-Otoriter

Rabu, 19 Jun 2019 05:31

Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muhammadiyah Jajaki Kerjasama Baru

Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muhammadiyah Jajaki Kerjasama Baru

Selasa, 18 Jun 2019 21:33

Anies Baswedan Bawa Jakarta Turun Peringkat sebagai Kota Termacet

Anies Baswedan Bawa Jakarta Turun Peringkat sebagai Kota Termacet

Selasa, 18 Jun 2019 20:42

Ada Sanksi Seumur Hidup untuk Wasit, Adakah Sanksi untuk Hakim?

Ada Sanksi Seumur Hidup untuk Wasit, Adakah Sanksi untuk Hakim?

Selasa, 18 Jun 2019 19:59

MK Netral?

MK Netral?

Selasa, 18 Jun 2019 19:55

Optimisme BPN Harus Belajar dari Sukses Liverpool

Optimisme BPN Harus Belajar dari Sukses Liverpool

Selasa, 18 Jun 2019 17:56

Pejabat AS: Amerika Serikat Bersiap Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

Pejabat AS: Amerika Serikat Bersiap Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

Selasa, 18 Jun 2019 17:08

Diskualifikasi

Diskualifikasi

Selasa, 18 Jun 2019 16:50

Mursi: Dari Preiden Pertama yang Terpilih Secara Demokratis, Hingga Meninggal Sebagai Tahanan

Mursi: Dari Preiden Pertama yang Terpilih Secara Demokratis, Hingga Meninggal Sebagai Tahanan

Selasa, 18 Jun 2019 16:00

Wasit Lapangan Hijau dan Meja Hijau Dalam Sorotan

Wasit Lapangan Hijau dan Meja Hijau Dalam Sorotan

Selasa, 18 Jun 2019 15:58

Mursi Dimakamkan di Kairo Setelah Rezim Mesir Larang Jenazahnya Dikuburkan di Kampung Halaman

Mursi Dimakamkan di Kairo Setelah Rezim Mesir Larang Jenazahnya Dikuburkan di Kampung Halaman

Selasa, 18 Jun 2019 15:06

KPU Nilai Pemohon (02) Tidak Miliki Bukti Nyata Terkait Kecurangan

KPU Nilai Pemohon (02) Tidak Miliki Bukti Nyata Terkait Kecurangan

Selasa, 18 Jun 2019 14:49

Menanti Jawaban Termohon, KPU

Menanti Jawaban Termohon, KPU

Selasa, 18 Jun 2019 14:13

Kewenangan MK dalam Perselisihan Hasil Pemilu

Kewenangan MK dalam Perselisihan Hasil Pemilu

Selasa, 18 Jun 2019 14:00

Mesir Perintahkan Pasukan Keamanan Siaga Penuh Menyusul Meniggalnya Mursi

Mesir Perintahkan Pasukan Keamanan Siaga Penuh Menyusul Meniggalnya Mursi

Selasa, 18 Jun 2019 14:00

Kisah Anak Cerdas di Zaman Khilafah

Kisah Anak Cerdas di Zaman Khilafah

Selasa, 18 Jun 2019 10:54

Mengawali Mahligai Cinta di Bulan Syawal

Mengawali Mahligai Cinta di Bulan Syawal

Selasa, 18 Jun 2019 10:41


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X