Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.879 views

Jerat Pajak Mencekik Rakyat

 

Oleh:

Isna Yuli

Women Movement Institute

 

SEOLAH negeri ini telah kehabisan sumber daya alam untuk operasional negara. Hingga negara berencana mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tak lazim bagi negara kaya seperti Indonesia.

Diantaranya wacana pengenaan cukai pada plastik yang tengah digodok oleh pemerintah. Namun, meski sekedar wacana, hal ini telah menuai pro dan kontra dibeberapa kalangan terutama kalangan industri. Pemerintah telah mengusulkan besaran tarif cukai plastik adalah Rp 30.000 per Kg dengan asumsi 1 Kg terdiri dari 150 lembar plastik.

Meskipun demikian usulan tersebut belum disetujui oleh Komisi XI DPR RI yang masih ingin melakukan pendalaman lebih lanjut. Dari kebijakan tersebut pemerintah mengklaim bahwa kebijakan itu dalah sebagai titik tengah antara kelestarian lingkungan hidup dan keberlangsungan industri plastik di Tanah Air. Tidak dipungkiri bahwa hasil pungutan cukai plastik ditargetkan bisa menjadi penerimaan baru bagi negara.

Disisi lain, Industri pengguna plastik mempertanyakan sikap pemerintah yang berkeras memberlakukan cukai atas kemasan plastik mulai 2017 karena dinilai kontraproduktif terhadap penerimaan negara. Pungutan cukai atas kemasan plastik juga tidak akan  berdampak positif pada penerimaan pemerintah. Penerimaan negara justru terganggu karena pengenaan cukai atas kemasan plastik akan menekan kinerja industri pengguna plastik. Pungutan cukai atas kemasan plastik tidak akan efektif karena pemerintah tidak memiliki sistem dan sumber daya untuk mengawasi industri plastik dan peredaran barang berkemasan plastik. (http://www.kemenperin.go.id/artikel/16188/Industri-Pertanyakan-Kebijakan-Cukai-Plastik).

Selain wacana cukai plastik, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan kepada DPR perubahan bea materai menjadi satu harga yaitu Rp 10.000 per lembar. Saat ini bea materai terbagi dua harga yaitu Rp 3.000 dan Rp 6.000 per lembar. Dan alasan yang sama diutarakan Kemenkeu dalam kenaikan bea materai adalah untuk kenaikan penerimaan negara.

Mencermati kebijakan pemerintah tersebut, kita perlu fahami bahwa dalam konteks negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis, pajak adalah pos pendapatan pertama dan sumber utama pendapatan negara. Lihat saja disekitar kita, hampir semua barang pribadi kita pembelian maupun pemeliharaannya kena pajak. Artinya roda kehidupan negara bertumpu pada hisapan pajak dari rakyat.

Lantas, kemanakah larinya kekayaan negeri yang melimpah ini? Hasil tambang, minyak bumi, kayu, ikan, air, dan lain sebagainya semua itu hanya dikuasai oleh segelintir pengusaha dan konglomerat serta pihak asing yang saling bekerjasama dengan penguasa atas dasar swastanisasi dan privatisasi. Bukannya mengelola Sumber Daya Alam (SDA) secara mandiri untuk kepentingan negara, malah justru rezim berlomba menambah utang guna mendanai kepentingan rakyat. Sedangkan kekayaan alam negeri sendiri diberikan kepada pihak asing. Dan parahnya rakyatlah yang menanggung beban finansial negara beserta utang plus bunganya.

Jeritan rakyat tak lagi didengar, sebab penguasa sudah bersepakat dengan pengusaha, suara rakyat hanya digunakan sebagai legitimasi menduduki tampuk kepemimpinan. Selanjutnya, rakyat jugalah yang menanggung semuanya.

Langkah besar harus segera dilakukan oleh bangsa ini jika ingin menyelamatkan diri keluar dari cengkraman kapitalis. Hal yang paling utama adalah menghentikan dan memutus segala kerjasama yang berkaitan dengan SDA yang tak terbatas dengan pihak swasta maupun asing. Dengan demikian semua yang kita miliki segera dikelola secara mandiri oleh negara, hasilnya dikembalikan untuk kepentingan rakyat.

Jika dari semua SDA yang kita miliki belum mampu memenuhi kebutuhan negara, maka barulah negara berfikir untuk menarik pajak dari rakyat. Namun bukan seperti wacana pemungutan pajak yang berkembang saat ini, dimana semua barang kena pajak. Hanya orang-orang tertentu dan benda-benda tertentu sajalah yang terpajaki.

Penulis meyakini dari hasil kekayaan SDA saja Indonesia mampu menghidupi dan menjalankan negara tanpa perlu berhutang dan memalak rakyat dengan berbagai pajak yang tak masul akal.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Mardani Dukung Wapres Fokus Kembangkan Perekonomian dan Keuangan Syariah Nasional

Mardani Dukung Wapres Fokus Kembangkan Perekonomian dan Keuangan Syariah Nasional

Jum'at, 22 Nov 2019 17:06

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

Jum'at, 22 Nov 2019 13:31

Suara untuk Anak-anak Gaza

Suara untuk Anak-anak Gaza

Jum'at, 22 Nov 2019 12:18

Jokowi Diusulkan Tiga Periode, Pengamat: Nanti Dikasih Tiga Minta Empat Terus Seumur Hidup

Jokowi Diusulkan Tiga Periode, Pengamat: Nanti Dikasih Tiga Minta Empat Terus Seumur Hidup

Jum'at, 22 Nov 2019 11:25

Empat Hari Pasca Musywil, PW Persis DKI Jakarta Masa Jihad 2019-2023  Dilantik

Empat Hari Pasca Musywil, PW Persis DKI Jakarta Masa Jihad 2019-2023 Dilantik

Jum'at, 22 Nov 2019 10:42

Kalau Ahok Kangen Bentak-bentak, Kerja di Swasta Saja

Kalau Ahok Kangen Bentak-bentak, Kerja di Swasta Saja

Jum'at, 22 Nov 2019 08:45

Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, KH Tengku Zulkarnain: Driver Ojol Saja Wajib Punya SKCK

Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, KH Tengku Zulkarnain: Driver Ojol Saja Wajib Punya SKCK

Jum'at, 22 Nov 2019 07:30

Adhie Massardi: Jika Pertamina Banyak Mafianya Kenapa Bukan Kirim Polisi?

Adhie Massardi: Jika Pertamina Banyak Mafianya Kenapa Bukan Kirim Polisi?

Jum'at, 22 Nov 2019 06:17

Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Kamis, 21 Nov 2019 22:08

Rindu untuk Gaza

Rindu untuk Gaza

Kamis, 21 Nov 2019 22:07

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Kamis, 21 Nov 2019 21:50

Ustaz Yusuf Martak: Sukmawati Lakukan Penistaan Islam Tingkat Tinggi

Ustaz Yusuf Martak: Sukmawati Lakukan Penistaan Islam Tingkat Tinggi

Kamis, 21 Nov 2019 21:07

Sukmawati Telah Membuat Kemarahan Umat Islam dan Kegaduhan Bangsa

Sukmawati Telah Membuat Kemarahan Umat Islam dan Kegaduhan Bangsa

Kamis, 21 Nov 2019 21:04

Doa-doa Saat Pergi Shalat Jum’at

Doa-doa Saat Pergi Shalat Jum’at

Kamis, 21 Nov 2019 21:00

Mohammed Ali Umumkan Proyek Baru Untuk Gulingkan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-sisi

Mohammed Ali Umumkan Proyek Baru Untuk Gulingkan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-sisi

Kamis, 21 Nov 2019 21:00

Yordania Batalkan Konferensi Antar Agama di Amman yang Akan Dihadiri Delegasi Israel

Yordania Batalkan Konferensi Antar Agama di Amman yang Akan Dihadiri Delegasi Israel

Kamis, 21 Nov 2019 20:30

Reuni Akbar Mujahid 212 Bukan untuk Gagah-gagahan

Reuni Akbar Mujahid 212 Bukan untuk Gagah-gagahan

Kamis, 21 Nov 2019 20:00

Ideologi Radikalisme

Ideologi Radikalisme

Kamis, 21 Nov 2019 19:53

Marak Perceraian Diadakan Sertifikasi Perkawinan, Solutifkah?

Marak Perceraian Diadakan Sertifikasi Perkawinan, Solutifkah?

Kamis, 21 Nov 2019 19:38

Reuni 212, Mengukur Kekuatan Oposisi

Reuni 212, Mengukur Kekuatan Oposisi

Kamis, 21 Nov 2019 19:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X