Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.749 views

Kesabaran dalam Ketaatan

BULAN Dzulhijjah telah menyapa kita. Salah satu dari bulan haram yang ditetapkan Allah. Bulan yang memiliki banyak keutamaan. Nilai ibadah di dalamnya akan dilipatgandakan. Khususnya untuk sepuluh hari pertama.

Sebagaimana disebutkan dalam Hadits yang disampaikan Rasulullah SAW: "Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah 'Azza wa Jalla daripada hari-hari ini (yakni 10 hari pertama Dzulhijah). Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah? Beliau menjawab, "Tidak juga jihad fi sabilillah kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa, raga, dan hartanya, kemudian tidak bersisa lagi." (HR Bukhari).

Mengapa hari-hari itu begitu istimewa? Karena di dalamnya terkumpul banyak ibadah utama, yang ibadah tersebut tak bisa dikerjakan di bulan lainnya. Setidaknya ada tiga ibadah besar yang dilaksanakan di awal Dzulhijjah ini, yakni puncak ibadah haji (wukuf di Padang Arafah), Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan ibadah qurban. Ibadah tersebut memberi banyak hikmah untuk kita. Hikmah yang paling utama adalah mengajarkan tentang kesabaran dan keikhlasan dalam ketaatan kepada Allah.

Ibadah haji merupakan bagian dari rukun Islam. Diwajibkan bagi muslim yang mampu melaksanakannya. Mampu secara fisik, finansial, maupun kondisi dirinya.

Salah satu makna yang terkandung dari pelaksanaan ibadah haji adalah tentang pengorbanan demi melaksanakan perintah Allah. Untuk melaksanakan haji, jamaah harus mengeluarkan uang yang tak sedikit. Kemudian melakukan perjalanan yang jauh dan melelahkan. Meninggalkan keluarga dan kampung halaman. Menghadapi kondisi yang kadang tak terduga. Namun semua dilakukan dengan keikhlasan, demi meraih keridhaan Allah.

Ibadah haji juga mengandung makna ketundukan dan kepatuhan terhadap aturan Allah. Para jamaah melaksanakan ritual ibadah sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Tidak menambah, mengurangi, ataupun mengubah syariat tersebut. Misal, tak ada seorangpun yang berani menggeser tanggal pelaksanaan wukuf. Semua melaksanakan secara serentak di tanggal 9 Dzulhijjah. Tak ada yang protes. Pun begitu dengan tatacara thawaf, sa'i dan ritual ibadah haji yang lain.

Jika saat ibadah haji, kita bisa menerima aturan dan hukumnya apa adanya, tidak berani mengubahnya, lalu bagaimana dengan aturan Allah yang lainnya? Padahal perkara ibadah hanyalah salah satu bagian dari Syariat Islam.

Secara keseluruhan Islam meliputi tiga dimensi. Hubungan manusia dengan Pencipta, meliputi akidah dan ibadah. Hubungan manusia dengan dirinya sendiri, meliputi masalah makanan, pakaian, dan akhlak. Hubungan manusia dengan sesama manusia yang meliputi masalah muamalah (kehidupan secara umum) juga masalah persanksian (hukum) dan pemerintahan.

Bukankah kita diperintahkan agar mengambil ajaran Islam secara sempurna, sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Baqarah [2] : 208. Lantas Allah juga memerintahkan kita agar senantiasa berhukum dengan hukum-Nya, dan melarang berhukum dengan yang lainnya. Hal itu ditegaskan dalam banyak ayat Alquran, salah satunya QS Al-Maidah [5] : 49.

Maka patut kita renungkan, sudahkah kita melaksanakan perintah tersebut?  Atau kita masih memilah-milah hukum, mengambil yang dianggap menguntungkan, lalu meninggalkan yang dianggap memberatkan? Padahal sikap seperti ini merupakan sikap yang tercela, dan tentunya harus ditinggalkan.

Selain ibadah haji, ibadah lain yang juga sarat dengan hikmah adalah ibadah qurban. Sebagaimana jamak diketahui, syariat qurban berawal dari peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim dengan anaknya Ismail. Di mana kala itu Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk menyembelih putra kesayangannya. Putra yang telah lama ditunggu kehadirannya. Di tengah kecintaan itulah Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk mempersembahkan putranya.

Pilihan yang berat, menaati perintah Allah dengan mengorbankan putranya atau melindungi anaknya dengan mengabaikan perintah Allah. Di situlah ujian keimanan. Dan Nabi Ibrahim beserta anaknya telah memberikan contoh teladan kesabaran dalam ketaatan. Mereka rela mengorbankan apa yang paling dicintai demi memenuhi perintah Allah. Dan pengorbanan itu dibalas Allah dengan balasan yang terbaik pula.

Dalam konteks kekinian, ketaatan kita kepada Allah pun pasti akan menemui ujian. Apalagi dalam sistem sekularisme saat ini. Di mana banyak orang yang sudah mengabaikan aturan agama. Bahkan mereka yang berusaha taat dianggap terlalu fanatik, bahkan diberi cap radikal atau cap negatif lainnya.

Tak bisa dipungkiri, banyak orang yang terlena dengan dunia. Rela menempuh jalan apa saja demi mengumpulkan harta, meraih jabatan dan kekuasaan, memuaskan nafsu duniawinya. Dalam kondisi ini, orang yang taat justru menjadi terasingkan. Dan itulah ujian keimanan.

Maka marilah kita merenung, jika Nabi Ibrahim mampu mengorbankan anaknya demi ketaatan dan kecintaannya kepada Allah, Lalu bagaimana dengan kita? Sudah seberapa besar ketaatan kita kepada Allah? Sudahkah kita mengorbankan apa yang kita miliki demi meraih kecintaan Allah? Jika belum, maka inilah saatnya. Mumpung Allah masih memberi kesempatan hidup.

Mari bersama kita kembali kepada aturan Allah. Melaksanakan dan memperjuangkannya. Siap dengan segala konsekwensinya. Bersabar dan rela mengorbankan apa saja demi menjalankan ketaatan dan meraih keridhaan Allah. Dengannya, kita bisa meraih keberkahan hidup di dunia dan akhirat.*

Pahriati, S.Si

Guru di Tabalong, Kalimantan Selatan

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Selasa, 21 Jan 2020 23:08

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Selasa, 21 Jan 2020 22:48

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

Selasa, 21 Jan 2020 22:24

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Selasa, 21 Jan 2020 22:17

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Selasa, 21 Jan 2020 22:05

Kapal Rombongan Wartawan Terbalik di Labuan Bajo, DPR Ingatkan SOP di Kawasan Wisata

Kapal Rombongan Wartawan Terbalik di Labuan Bajo, DPR Ingatkan SOP di Kawasan Wisata

Selasa, 21 Jan 2020 21:12

Fahira Idris: Kegaduhan Tak Pernah Berhenti, Gimana Bangsa Ini Mau Maju

Fahira Idris: Kegaduhan Tak Pernah Berhenti, Gimana Bangsa Ini Mau Maju

Selasa, 21 Jan 2020 20:18

Kalau Mau ke Neraka Sendirian Saja, Tidak Usah Ngajak-ngajak

Kalau Mau ke Neraka Sendirian Saja, Tidak Usah Ngajak-ngajak

Selasa, 21 Jan 2020 19:00

Antara Tipu Daya Wanita dan Tupu Daya Setan

Antara Tipu Daya Wanita dan Tupu Daya Setan

Selasa, 21 Jan 2020 14:59

Kapal Pinisi Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Kapal Pinisi Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Selasa, 21 Jan 2020 13:22

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Selasa, 21 Jan 2020 12:54

Sukses Belum Identik Bahagia

Sukses Belum Identik Bahagia

Selasa, 21 Jan 2020 12:01

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Selasa, 21 Jan 2020 11:49

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Selasa, 21 Jan 2020 11:46

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Selasa, 21 Jan 2020 10:57

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selasa, 21 Jan 2020 08:51

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Selasa, 21 Jan 2020 08:04

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Selasa, 21 Jan 2020 01:01

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Senin, 20 Jan 2020 23:56

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Senin, 20 Jan 2020 22:42


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Selasa, 21/01/2020 01:01

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa