Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.350 views

Listrik Mati, Tanggung Jawab Siapa?

LISTRIK menjadi salah satu sumber kehidupan saat tanpa ada listrik maka aktivitas kita tidak akan berjalan, banyak sekali bidang yang membutuhkan listrik salah satunya bidang ekonomi. Dengan adanya listrik akan memudahkan aktivitas kerja manusia. Melihat begitu banyak bidang yang membtuhkan listrik maka bertambah besarlah saham PLN juga bertambah besarlah tanggung jawabnya.

Tidak ada yang bisa menyangka, bahwa di tahun 2019, saat pembangkit baru terus bertambah dan rasio elektrifikasi semakin mencubah, masih bisa terjadi musibah pemadaman listrik massal. Walaupun PT PLN (Persero) memiliki cadangan listril melimpah dan disokong dengan sistem kelistrikan yang handal, tapi seperti yang kita tahu  belum lama ini terjadi pemadaman listrik di Pulau Jawa pada Minggu (4/8/2019) selama 9 jam. Dan saat ini ada berita jadwal pemadaman listrik. Apakah ini sepenuhya menjadi kesalalahan PT PLN (Persero) ataukah kesalahan negara yang melepas tanggung jawab listrik ini sepenuhnya kepada PT PLN (Persero)?.

 Banyak sekali kerugian yang didapatkan akibat pemadaman listrik dan meminta kompensasi kepada PLN salah satunya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI),  Tulus sebagai ketua pengurus mengungkapkan, ‘’Banyak masyarakat yang merugi akibat pemadaman massal tersebut. Ia menjelaskan, kerugian masyrakat tentunya terjadi secara material, khususnya para pelaku usaha. Bukan hanya merugikan konsumen residensial saja tetapi juga sektor pelaku usaha.’’ (CNN indonesia, 04/08/2019)

Permasalahan ini terus diungkit-ungkit hingga sekarang bahkan sempat menjadi Trending Topik Dunia, dikrik karena memiliki dampak luas terhadap kegiatan masyarakat. Anggota Komisi VI DPR RI Drmadi Durianto meminta institusi perusahaan listrik Negara untuk bertanggung jawab terkait pemadaman listrik tersebut, walaupun PLN sudah meminta maaf tapi itu belum cukup dibanding kerugian masyarakat. (VIVA.co.id, 4/08/2019)

Kejadian ini membuat Presiden Indonesia Joko Widodo marah dan mendatangi kantor pusat PLN, Kedatangannya dengan maksud meminta penjelasan PLN mengenai padamnya listrik di sebagian  besar wilayah Pulau Jawa. Seharusnya ini menjadi tanggung jawab bersama bukan malah memojokkan satu pihak, melihat pemerintah tidak pernah sibuk untuk membantu urusan kelistrikan tapi ketika ada masalah bukan malah meniai sejauh kebijkannya malah menyalahkan tanpa menyadari kesalahnnya.

Pengamat energi dari Indonesia Marwan Batu Bara, mengkritik Presiden Jokowi yang sempat emosioanal, “ Tidak sepaantasnya Pak Jokowi marah-marah kalau dia sadar, dia juga ikut berkontribusi terhadap masalah kemarin. Cuma kalau dia enggak tahu dia salah, ini yang repot,’’ kata Marwan saat dihubungi Kompas.com, Selasa (6/8/2019) malam. (KOMPAS.com, 7/08/2019).

Andil pemerintah, kata Marwan, dalam hal kebijakan pemerintah terhadap PLN, adalah larangan menaikkan tarif listrik  sementara sementara dollar AS terus menguat juga tidak ada kucuran dana yang signifikan dari pemerinah melalui APBN dan kewajiban membeli listrik swasta dengan take or pay yang dinilai untuk tujuan besar antara pemerintah dan para penguasa di luar kepentingan PLN, kebijakan ini mengahruskan PLN membeli listrik dalam jumlah yangmelebihi kebutuhannya dengan keterbatasan dana yang dimiliki PLN. Sehingga, “Jadi ada kelebihan daya listrik yang harus ditanggaung sendiri. Ini jadi beban operasiaonal PLN. Kenapa ini harus diterima, ya karena bisa saja ada oligarki antara penguasa dan pengusaha  yang tidak bisa dilawan PLN,’’ kata Marwan (KOMPAS.com, 7/08/2019)

Pemerintah juga memiliki peran besar terhadap kekacauan yang terjadi dalam kegiatan operasional PLN, jangan hanya memberi kebijakan tanpa adanya mengucuran dana juga tidak diperhatikan, ketika ada masalah baru berkunjung dengan emosiaonal meminta pertanggungjawaban seolah menyalahkan tanpa mengatauhui sehurnya bagaimana kebeijakan pemerintah.

Dalam islam sendiri air,api (termasuk didalamya listrik) dan pandang rumput adalah tanggung jawab negara dan tidak akan diijinkan diolah secara pribadi negaralah yang bertanggung jawab penuh terhadap urusan ini, sehingga kalau ada masalah negaralah yang bertanggung jawab, bukan seperti sekarang segaanya di privatisasi sehingga kalau ada masalah kita bingung mau menyalahkan siapa, karena semuanya punya argument masing-masing.

Eka Budi Utari

Mahasiswi UINSU Medan, Sumatera Utara

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Pilih Oposisi, Kader PKS Diminta Sosialiasikan Sikap Partai

Pilih Oposisi, Kader PKS Diminta Sosialiasikan Sikap Partai

Selasa, 22 Oct 2019 13:19

Saudi Akan Hapuskan Hukum yang Melarang Wanita untuk Bepergian Tanpa Mahram

Saudi Akan Hapuskan Hukum yang Melarang Wanita untuk Bepergian Tanpa Mahram

Selasa, 22 Oct 2019 12:30

Bukan Periode Menikmati

Bukan Periode Menikmati

Selasa, 22 Oct 2019 12:13

Gadget Addict dan Teori Karl Marx Tentang Candu Agama

Gadget Addict dan Teori Karl Marx Tentang Candu Agama

Selasa, 22 Oct 2019 11:44

Merasa Dikhianati, Warga Kurdi di Qamishli Suriah Lempari Pasukan AS dengan Batu dan Buah Busuk

Merasa Dikhianati, Warga Kurdi di Qamishli Suriah Lempari Pasukan AS dengan Batu dan Buah Busuk

Selasa, 22 Oct 2019 11:30

Refleksi Hari Santri di Kota Santri

Refleksi Hari Santri di Kota Santri

Selasa, 22 Oct 2019 09:38

Ustaz Fauzil Adhim: Jangan Cepat Mencela, Jangan Cepat Memuji

Ustaz Fauzil Adhim: Jangan Cepat Mencela, Jangan Cepat Memuji

Selasa, 22 Oct 2019 08:30

Sambut Hari Santri, Fraksi PKS Gelar FGD dengan Pimpinan Pondok Pesantren

Sambut Hari Santri, Fraksi PKS Gelar FGD dengan Pimpinan Pondok Pesantren

Selasa, 22 Oct 2019 07:33

Tumpas Crosshijabers Hingga ke Akarnya

Tumpas Crosshijabers Hingga ke Akarnya

Selasa, 22 Oct 2019 01:27

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

Senin, 21 Oct 2019 22:16

BPJS, Pemalakan Model Baru di Bidang Kesehatan?

BPJS, Pemalakan Model Baru di Bidang Kesehatan?

Senin, 21 Oct 2019 21:27

Gangguan Mental, Akibat Layar di Genggaman Tangan?

Gangguan Mental, Akibat Layar di Genggaman Tangan?

Senin, 21 Oct 2019 21:11

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Pernyataan Forum Umat Islam

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Pernyataan Forum Umat Islam

Senin, 21 Oct 2019 18:32

RI Jadi Anggota Dewan HAM PBB, PKS Minta Perjuangkan Palestina, Rohingya dan Uighur

RI Jadi Anggota Dewan HAM PBB, PKS Minta Perjuangkan Palestina, Rohingya dan Uighur

Senin, 21 Oct 2019 16:55

Meong Tetap Meong, Tak Akan Menggonggong

Meong Tetap Meong, Tak Akan Menggonggong

Senin, 21 Oct 2019 16:22

Tentara Yaman Rebut Kembali Tal Al-Khadr di Taiz dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Tentara Yaman Rebut Kembali Tal Al-Khadr di Taiz dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Senin, 21 Oct 2019 16:00

Jokowi Optimis Indonesia Jadi Negara Maju 2045, Mufida Ingatkan PR Periode Sebelumnya

Jokowi Optimis Indonesia Jadi Negara Maju 2045, Mufida Ingatkan PR Periode Sebelumnya

Senin, 21 Oct 2019 15:21

Pasukan Tunisia Klaim Tewaskan Pemimpin Senior Cabang Al-Qaidah Katibat Uqba Bin Nafi

Pasukan Tunisia Klaim Tewaskan Pemimpin Senior Cabang Al-Qaidah Katibat Uqba Bin Nafi

Senin, 21 Oct 2019 14:00

4 Tewas dalam Kerusuhan di Bangladesh Terkait Penghinaan Nabi Muhammad di Facebook

4 Tewas dalam Kerusuhan di Bangladesh Terkait Penghinaan Nabi Muhammad di Facebook

Senin, 21 Oct 2019 12:45

Mengkritisi dan Menangkal Upaya Asing dalam Menghancurkan Bangunan Keluarga

Mengkritisi dan Menangkal Upaya Asing dalam Menghancurkan Bangunan Keluarga

Senin, 21 Oct 2019 10:19


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X