Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.927 views

Ashabul Kafe

SEBAGAIMANA kopi sudah banyak di-filosofi-kan oleh para bijak bestari, waktunya kini kafe juga didekati dengan kredo semacamnya. Karena yang tak kalah penting dari sekadar membidas penghuni tempat adalah membahas nilai yang melingkupi tempat itu sendiri. Kata Malik bin Nabi mensyarah filsafat manusia-nya: manusia bijak adalah mereka yang dapat leluasa “mendayagunakan tanah (turōb).. untuk dapat membangun visi- visi besarnya.”   

Jean Paul Sartre (1905- 1980)‒ seorang eksistensialis kenamaan dari Perancis‒ adalah salah satu yang memahami hakikat itu selagi dini. Setelah tempat cukur yang membuatnya menyadari wujud eksistensial ketampanannya yang dipantulkan kaca, celetukkan Raymond Aron‒ teman ngopinya‒ adalah yang seturutnya membuatnya ber-dahsyat untuk kali kesekiannya. Kata Raymond kepada Sartre sambil menunjuk gelasnya: “Jika Anda fenomenolog, seharusnya Anda bisa mem-filosofi-kan koktail ini.”  

Kalau bukan “lari dari sesuatu” orang- orang yang bersambang ke kafe memang “datang untuk sesuatu.” Sartre adalah yang terakhir. Ia datang ke kafe untuk mendayagunakan tanahnya‒ demi memupuk filosofinya  dalam diskusi- diskusi hangat. Bersama sahabat setianya, Simone de Beauvoir, Sartre bukan hanya bisa menghirup dengan bebas wewangian kopi. Di Kafe, ia bisa dengan bebas menertawakan ke-absurd-an orang- orang dengan pemaknaan sendiri‒ sambil tutup kuping mendengar diktum orang kebanyakan. 

Kafe memang adalah tempat yang pas dihuni oleh ragam orang yang mengusung pikiran. Nuansanya ragam, kafe tidak pernah memihak. Muda- mudi yang mendaras Das Kapital Karl Marx bisa duduk dengan tenang di pojok kanan. Di sebelahnya para Syabab pendamba khilafah sedang mengaji Nudzum Islamiyyah. Begitupun para kader Tarbiyah‒  syahdu mendengar wasiat amal murobbi-nya. Alih- alih saling menggulung, kutub- kutub pemikiran itu dapat bersila dengan nyaman dalam satu ruangan.

Seperti kopi yang tergolek di atas meja- meja kafe, begitupun pikiran yang berada di sana; semuanya ragam cita rasa. Yang suka Arabika tidak bisa menghakimi mereka para penikmat Robusta hanya karena benci kafein berlebih. Begitupun sebaliknya, para penyuka Robusta tak punya kuasa menghujat penikmat Arabika hanya karena benci kadar gula yang bergempita. Pada akhirnya di kafe, orang- orang yang terjangkit diabetes harus bertenggang rasa dengan para insomnia.       

Oleh karena suasana tenggang rasa itulah; menjajakkan pikiran di Kafe bisa jadi kesempatan yang amat menjanjikan. Revolusi kedai kopi adalah corak paling mendasar yang menggambarkan strategi para reformis (islāhi) seperti Malik bin Nabi dan Hasan al- Banna.  Benabi muda adalah sosialita di Ben Yaminah‒ sebuah kafe di jantung kota Tebessa. Lewat diskusi- diskusinya di sana, Benabi jadi bisa mengenal dialektika dua kutub sentral pemikiran yang hingga kini terus bergulat: konservatif dan progresif. 

Hasan al- Banna tidaklah jauh berbeda. Tentang kopi, di risalah-nya, secara metaforik ia mengutip perkataan Bernard Shaw yang mengesimpahkan betapa agungnya kepribadian Muhammad shalallahu alaihi wa sallam di matanya. Kata Bernard: “alangkah butuhnya dunia ini kepada seorang seperti Muhammad, yang dapat memecahkan berbagai persoalan pelik sembari meneguk secangkir kopi.”Tak ayal, al- Banna terlihat begitu yakin memulai dakwahnya dengan meneroka kedai- kedai kopi seantero Kairo.

Di tengah arus budaya pop yang tak berkesudahan, romantisisme tumbuh subur meninabobokan pikiran cemerlang persona di dunia. Muda- mudi yang harusnya digelorakan dengan tradisi ilmu pengetahuan, malah digiring untuk selalu jadi korban perasaan. Jika alur seperti ini terus dipertahankan, jangan heran kalau anak- anak peradaban Islam akan akrab berakhir seperti Werther di novelnya Goethe‒ yang bunuh diri sebatas karena pupus harapan menjejaki hubungan percintaan.  

Persona- persona Islam harus kembali mencari gua- guanya seperti para ashabul kahfi yang pergi untuk menyelamatkan iman. Bukan hanya perasaan, para persona itu juga harus diarahkan untuk menyelamatkan akal budi mereka. Karena kebenaran hari ini adalah yang konsisten masuk di akal. Kenyataan seperti itu tak mungkin digapai kecuali dengan menyatukan pikiran dalam diskusi- diskusi sengit meloloskan dalil. Kafe boleh jadi adalah tempat yang pas menyediakan suasana semacam itu.      

Kafe adalah gua- gua baru tempat para persona menilik ragam permasalahannya. Bukan hanya sekadar ditangisi kemudian dilupakan, permasalahan dunia Islam yang disajikan di meja- meja kafe haruslah mendalam pantang hanya mengawang di permukaan. Kalau para gagak putih itu belum juga ketemu, arahkan mereka paling tidak untuk pantang pulang nir- kesimpulan. Camkan kata Galileo: “ukurlah yang dapat diukur, dan buatlah agar dapat diukur sesuatu yang tidak dapat diukur.”

Kholaf bin Mutsanna pernah bersaksi: “kami telah melihat sepuluh orang berkumpul di Bashrah dalam sebuah majlis yang tidak pernah terjadi di dunia.” Jika majlis itu terlahir kembali, meja jenjang di kafe boleh jadi adalah yang mempersuakan kembali mereka. Sambil menyeruput aneka rasa shisha, seorang syiah beradu syair dengan kerabat sunni di sebelahnya. Pemuda Yahudi asyik bercengkarama dengan sejawatnya yang Nashrani. Saking asyiknya, mereka sampai lupa mempermasalahkan perbedaan curam yang melingkupi mereka.

Di kafe, perbedaan curam memang melarut seperti gula di pusaran secangkir teh. Semua diputuskan dengan sehat lewat dialog. Kafe menggambarkan betul apa yang Muhammad Khatami‒ mantan presiden Iran‒ tuliskan di bukunya The Dialog of Civilizations. Di sana ia berterus terang mengungkapkan kegembiraannya bisa duduk membersamai mahasiswa. “Semua urusan selalu dikembalikan pada aktivitas diskusi, menyimak, dan memahamkan,”begitu dedas Khatami‒ kagum. 

Jika Sartre menemukan ketampanannya yang  eksistensial hanya dengan memaku pandangan di cermin, persona Islam harusnya bisa lebih dalam memahami itu selagi dulu. "Hāsibū anfusakum qabla an tuhāsabū."" Rajin- rajin bercermin untuk memerhati kekurangan diri adalah wasiat Umar bin Khattab untuk persona Islam jauh- jauh hari. Mungkin, masalahnya terletak saat kekurangan- kekurangan itu samar dicarap; karena persona Islam rabun menengarai aibnya yang direfleksikan kaca.

Bercermin di derasnya air yang mengalir memang lebih sulit ketimbang di air yang tenang. Di helaan kebisingan politik ibu kota, para persona memang sudah selayaknya sesekali memancangkan kaki ke sudut- sudut warung kopi. "Saya minum (kopi), maka saya ada", Roger Secruton saja sampai berani menyelewengkan kata Descartes yang satu ini demi meyakinkan pembacanya. Ragam masalah eksistensial diri memang terkadang harus diselesaikan dengan tenang sambil menyilang kaki─ menyeruput secangkir kopi. Allahu a’lam.*

Faris Ibrahim

Mahasiswa jurusan Aqidah- Filsafat Universitas al- Azhar Kairo

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

Latest News
Wahdah Jakarta Buka Kelas Inkubasi UKM Bersama Trainer Google

Wahdah Jakarta Buka Kelas Inkubasi UKM Bersama Trainer Google

Sabtu, 21 Sep 2019 22:07

Kepala Mossad Israel Bersiap Gantikan Netanyahu sebagai Pimpinan Partai Likud

Kepala Mossad Israel Bersiap Gantikan Netanyahu sebagai Pimpinan Partai Likud

Sabtu, 21 Sep 2019 21:45

Aparat Keamanan Mesir Tangkap Ratusan Orang Setelah Demonstrasi Menuntut Pemecatan Al-Sisi

Aparat Keamanan Mesir Tangkap Ratusan Orang Setelah Demonstrasi Menuntut Pemecatan Al-Sisi

Sabtu, 21 Sep 2019 21:15

Pasukan Israel Tembak 2 Wartawan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pasukan Israel Tembak 2 Wartawan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sabtu, 21 Sep 2019 20:45

Ratusan Ribu Tweet Tuntut Abdel Fattah Al-Sisi Dipecat dari Jabatan Presiden Mesir

Ratusan Ribu Tweet Tuntut Abdel Fattah Al-Sisi Dipecat dari Jabatan Presiden Mesir

Sabtu, 21 Sep 2019 20:16

Rencana Kemenag Hapus Materi Perang dari Kurikulum Madrasah itu Lacut!

Rencana Kemenag Hapus Materi Perang dari Kurikulum Madrasah itu Lacut!

Sabtu, 21 Sep 2019 19:54

Waketum DMI: Pemuda Islam Harus Siap Meneruskan Tongkat Estapet Kepemimpinan

Waketum DMI: Pemuda Islam Harus Siap Meneruskan Tongkat Estapet Kepemimpinan

Sabtu, 21 Sep 2019 19:36

Perkenalkan Peradaban Islam Lewat Masjid

Perkenalkan Peradaban Islam Lewat Masjid

Sabtu, 21 Sep 2019 17:44

Tiga Pesan BJ. Habibie untuk ICMI Sebelum Wafat

Tiga Pesan BJ. Habibie untuk ICMI Sebelum Wafat

Sabtu, 21 Sep 2019 15:26

Umat Islam Dilarang Bangga Terhadap Agamanya?

Umat Islam Dilarang Bangga Terhadap Agamanya?

Sabtu, 21 Sep 2019 14:27

Inkubasi Bisnis Syariah dan Ukhuwah Islamiyah Jadi Fokus MUI

Inkubasi Bisnis Syariah dan Ukhuwah Islamiyah Jadi Fokus MUI

Sabtu, 21 Sep 2019 13:14

Superfood Ini Bagus untuk Meningkatkan Fungsi Otak

Superfood Ini Bagus untuk Meningkatkan Fungsi Otak

Sabtu, 21 Sep 2019 13:13

Sandiwara Sepatu Kotor

Sandiwara Sepatu Kotor

Sabtu, 21 Sep 2019 12:27

Inspirasi dari International Islamic University of Malaysia

Inspirasi dari International Islamic University of Malaysia

Sabtu, 21 Sep 2019 11:14

Akan Terbang ke Antariksa, Astronot Pertama UEA Berlatih Bersama Awak ISS

Akan Terbang ke Antariksa, Astronot Pertama UEA Berlatih Bersama Awak ISS

Sabtu, 21 Sep 2019 11:09

Fahri Hamzah Ragu Kalau Presiden Bersih dari Korupsi

Fahri Hamzah Ragu Kalau Presiden Bersih dari Korupsi

Sabtu, 21 Sep 2019 10:27

Provinsi Babel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres Umat Islam 2020

Provinsi Babel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres Umat Islam 2020

Sabtu, 21 Sep 2019 10:15

Akhirnya Mahasiswa Bergerak

Akhirnya Mahasiswa Bergerak

Sabtu, 21 Sep 2019 09:55

Kerja Seorang Muslim

Kerja Seorang Muslim

Sabtu, 21 Sep 2019 09:51

Pak Menteri, RRC yang Paling Senang Penghapusan Sejarah Perang Jihad

Pak Menteri, RRC yang Paling Senang Penghapusan Sejarah Perang Jihad

Sabtu, 21 Sep 2019 09:02


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X