Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.364 views

Iuran BPJS Melambung Tinggi, Rakyat Gigit Jari

 

Oleh:

Sri Lestari, ST

Wirausaha dan Pemerhati Sosial

 

LAGI-LAGI kenaikan iuran BPJS menjadi isu seksi dan selalu naik daun. Kesehatan yang menjadi kebutuhan kini menjadi persoalan yang wajib dibicarakan. Kini kenaikan iuran BPJS seolah menjadi keputusan yang sangat tepat dalam menangani kesehatan.  

Kesehatan diperlukan oleh setiap manusia bagaikan kebutuhan makan. Isu kenaikan iuran BPJS benar-benar mengejutkan hati dan menyakitkan hati. Bagaimana tidak, ditengah kesulitan ekonomi yang menggigit rakyat nantinya harus membayar iuran kesehatan yang melambung tinggi.

Kenaikan premi BPJS Kesehatan ini telah diatur di dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang ditandatangani pada 24 Oktober 2019.

Dikabarkan mulai 1 Januari 2020, iuran BPJS Kesehatan naik hingga lebih dari dua kali lipat. Adapun besaran iuran yang harus dibayarkan yaitu Rp 160.000 untuk kelas I dari sebelumnya Rp 80.000, sedangkan pemegang premi kelas 2 harus membayar Rp 110.000 dari sebelumnya Rp 51.000. Kelas 3 sedikit lebih beruntung karena kenaikan yang dialami lebih kecil, yakni dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.

Kenaikan ini disinyalir sebagai akibat kinerja keuangan BPJS Kesehatan yang terus merugi sejak lembaga ini berdiri pada 2014. Tahun ini, BPJS Kesehatan diprediksi akan mengalami defisit hingga Rp 32,8 triliun. Oleh karena itu, diperlukan stimulus agar lembaga tersebut dapat tetap berjalan melayani masyarakat yang membutuhkan fasilitas kesehatan.

Menurut Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf, kenaikan iuran ini diyakini akan memperbaiki postur keuangan mereka. "Jangan ragu iuran naik, defisit tak tertangani. Ini sudah dihitung hati-hati oleh para ahli," kata Iqbal di Jakarta. KOMPAS.com.

Melihat kenaikan iuran BPJS yang melambung tinggi tidak dipungkiri dapat melahirkan persoalan baru. Diantaranya: Masifnya masyarakat menurunkan kelas mereka karena merasa tidak mampu membayar premi yang dibebankan, munculnya tunggakan yang lebih besar, dan rumah sakit akan semakin kwalahan dalam menangani pasien. Sebab para peserta BPJS Kesehatan diduga akan memilih turun ke kelas 3 yang sebetulnya sudah diisi pasien penerima bantuan iuran (PBI).

Selain itu, kenaikan iuran BPJS yang melambung tinggi juga akan menambah beban hidup rakyat. Penampakannya, rakyat diberi pelayanan kesehatan tetapi dalam realitanya rakyat sendiri yang menanggung beban kesehatan. Hal demikian tampak setiap bulan rakyat harus membayar iuran BPJS dan dari iuran itu layanan kesehatan akan diperoleh.

Mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma seolah jauh dari angan-angan.  Hal demikian dirasakan karena sistem yang berlaku saat ini adalah kapitalis yang identik dengan bisnis. Penanganan layanan kesehatan diserahkan kepada badan BPJS yang bertujuan mendapat untung. Sehingga penyelesaian masalah kesehatan berujung dengan menaikkan iuran yang akhirnya memberi beban kepada rakyat dan membuat rakyat gigit jari karena sulit memdapat haknya dalam kesehatan.

Islam memandamg kesehatan adalah kebutuhan dasar rakyat. Negara bertanggung jawab untuk memenuhinya secara optimal dan terjangkau oleh masyarakat. Negara memposisikan dirinya sebagai penanggung jawab urusan rakyat, termasuk urusan kesehatan.

Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab untuk orang-orang yang dipimpin. Jadi, penguasa adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya.” (Bukhari dan Muslim)

Negara tidak akan menyerahkan urusan kesehatan pada lembaga asuransi seperti BPJS. Islam meletakkan dinding tebal antara kesehatan dengan kapitalisasi, sehingga kesehatan bisa diakses oleh semua orang tanpa ada kastanisasi secara ekonomi.

Layanan diberikan tanpa membedakan ras, warna kulit, dan agama pasien. Tanpa batas waktu sampai pasien benar-benar sembuh. Perawatan, obat, dan makanan gratis diberikan kepada rakyat secara cuma-cuma tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Ini seperti pada masa Sultan Mahmud (511-525 H). Adanya rumah sakit keliling yang dilengkapi dengan alat-alat terapi kedokteran, dengan sejumlah dokter. Rumah sakit ini menelusuri pelosok-pelosok negara.

Pembiayaan rumah sakit seluruhnya ditanggung oleh negara. Dananya diambil dari baitulmal yakni:

Pertama, dari harta zakat, sebab fakir atau miskin (orang tak mampu) berhak mendapat zakat.

Kedua, dari harta milik negara baik fai’, ghanimah, jizyah, ‘usyur, kharaj, khumus rikaz, harta ghulul pejabat dan aparat.

Ketiga, dari harta milik umum seperti hutan, kekayaan alam dan barang tambang. Jika semua itu belum cukup, barulah negara boleh memungut pajak yang hanya dari laki-laki muslim dewasa yang kaya.

Demikianlah, layanan kesehatan dalam Islam yang begitu bagus kualitasnya dan juga gratis. Layanan kesehatan seperti ini hanya dapat terwujud dengan sistem Islam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Senin, 17 Feb 2020 20:15

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Senin, 17 Feb 2020 20:06

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

Senin, 17 Feb 2020 20:00

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Senin, 17 Feb 2020 15:38

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Senin, 17 Feb 2020 14:05

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Senin, 17 Feb 2020 13:53

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Senin, 17 Feb 2020 08:54

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Senin, 17 Feb 2020 08:05

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Ahad, 16 Feb 2020 20:35

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Ahad, 16 Feb 2020 20:11

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Ahad, 16 Feb 2020 17:19

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Ahad, 16 Feb 2020 17:15

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Ahad, 16 Feb 2020 16:17


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X