Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.362 views

BPJS Merugi dan Premi Tinggi, Rakyat Jadi Korban Lagi

 

Oleh:

Puput Hariyani, S.Si, pemerhati masalah sosial

 

SETIAP orang mendambakan hidup sehat. Namun hari ini sehat itu mahal. Tak mudah dijangkau oleh sembarang orang. Pameo “Orang miskin dilarang sakit” sepertinya masih relevan untuk menggambarkan keadaan yang ada. Pasalnya orang sakit harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar sejumlah premi agar mendapatkan pelayanan.

Celakanya, premi BPJS yang selama ini dibayarkan belum mampu menutupi defisit keuangan. Kini rakyat kembali dipusingkan dengan rencana menteri keuangan Sri Mulyani untuk menaikkan iuran BPJS hingga dua kali lipat. Alasannya agar keuangan BPJS yang selama ini defisit menjadi sehat (Republika.co.id).

Per 1 januari 2020 mendatang iuran kelas mandiri 1 dinaikkan menjadi 100%, dari Rp.80 ribu masyarakat  harus siap membayar Rp.160 ribu per orang setiap bulannya, begitupun kelas lainnya. Kenaikan premi BPJS ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang ditandatangani pada 24 Oktober 2019.

Sebelumnya beberapa upaya menyelamatkan keuangan BPJS sudah pernah dilakukan. Diantaranya mendorong pemerintah membayar penuh iuran penerima bantuan berikut TNI, Polri dan ASN untuk tahun 2019 yang semestinya dibayar secara bulanan. Namun ternyata upaya itu dipandang belum cukup, bahkan tahun ini diperkirakan BPJS terancam defisit hingga Rp.32,8 triliyun dan disaat yang sama BPJS menghadapi hutang jatuh tempo sebesar lebih dari RP.11 Triliyun. Maka dengan skema iuran yang baru ini, Sri Mulyani berharap BPJS bisa diselamatkan.

Berkaitan dengan sistem skema kesehatan ini sebenarnya sejak awal dinilai oleh beberapa pihak sangat bermasalah dan sudah cukup lama menuai pro kontra. Hal utama yang memberatkan adalah skemanya berupa asuransi social. Kalau asuransi pasti bersifat wajib meskipun katanya pendekatan sosial. Tetapi pada faktanya unsur-unsur yang terlibat tidak bisa lepas dari keuntungan profit semisal rumah sakit, dokter, perawat, direksi BPJS. dll.

Kemudian skema ini berkembang menjadi lembaga profit maka wajar jika terus dinaikkan. Konsep gotong royong dalam skema BPJS juga ambigu. Kalau gotong royong seharusnya bersifat sukarela. Namun dikatakan keikutsertaanya bersifat wajib. Apalagi pada kenyataannya sangat membebani rakyat, sehingga  jelas bukan lagi gotong royong.

Kenaikan iuran BPJS disinyalir sebagai akibat kinerja keuangan BPJS yang terus merugi sejak lembaga ini berdiri pada 2014 (Kompas.com). Disisi lain kenaikan premi BPJS kesehatan juga bisa menimbulkan persoalan lain. Betapa kebijakan yang tak bijak ini akan menambah beban rakyat yang semakin berat.

Secara pasti pengeluaran masyarakat akan bertambah. Disaat yang sama masyarakat juga harus siap-siap menanggung kenaikan seperti yang telah disebut oleh pejabat terkait seperti tarif dasar listrik karena subsidi akan dikurangi. Kenaikan TDL ini tentu akan berdampak luas karena listrik merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan ekonomi yang lain, sehingga barang-barang ekonomi pun akan naik, diikuti inflasi pastinya.

Ditengah kesulitan ekonomi yang terus tidak merata akibat tatanan kehidupan yang berpijak pada sistem kapitalisme-neoliberal hanya menguntungkan pihak kapital. Kini masyarakat harus kembali menerima pesakitan yang bertubi-tubi. Ironi yang terus menggelayuti masyarakat ketika kita berpaling dari hukum-hukum Allah. 

Dalam sistem ini negara diminimalisir pelayanannya terhadap rakyat. Sementara rakyat didorong untuk melakukan swadaya untuk mengurusi secara mandiri kebutuhan komunal mereka seperti kesehatan, pendidikan pun juga keamanan.

Pihak swasta diberi peluang selebar-lebarnya untuk berebut mengelola kepentingan publik sehingga mereka pun merampok keuntungan sebesar-besarnya dari rakyat tanpa terikat batasan apapun baik norma ataupun agama. Prinsipnya adalah dimana ada peluang disitu ada kesempatan yang harus dimanfaatkan.

 

Kesehatan dalam Islam

Rasulullah SAW bersabda, “Imam (khalifah) yang menjadi pemimpin manusia adalah laksana penggembala. Dan hanya dialah yang bertanggungjawab terhadap (urusan) rakyatnya.” (HR Al-Bukhari). Dalam Islam negara memiliki tanggungjawab penuh untuk menjamin dan memastikan terpenuhinya kebutuhan asasi rakyatnya salah satunya adalah kesehatan. Penguasa menjadi pihak terdepan dalam pencegahan dan peniadaan penderitaan publik.

Dengan demikian negara tidak diperbolehkan hanya berfungsi sebagai fasilitator atau sekedar regulator dalam urusan kepentingan publik. Negara akan mengelola kekayaan negara untuk menjalankan berbagai fungsi dan tanggungjawabnya. Seluruh rakyat akan mendapatkan pelayanan yang sama baik kaya atau miskin.

Pelayanan kesehatan dimasa kejayaan Islam terbukti menjadi teladan pelayanan kesehatan terbaik. Negara menerapkan konsep anggaran mutlak dengan memenuhi seberapapun biaya yang dibutuhkan untuk kesehatan tanpa memungut iuran kepada rakyat. Dipastikan pelayanan kesehatan cepat, tepat dan berkualitas.

Ketersediaan rumah sakit baik di kota besar maupun kota kecil sangat diperhatikan. Berikut ketersediaan tenaga medis, dokter, alat-alat kesehatan, obat-obatan dan berbagai sarana penunjang lainnya. Siapapun yang datang ke rumah sakit diperlakukan dengan rasa terhormat dengan pelayanan prima.

Semua itu terealisasi dalam sebuah negara yang dipimpin oleh seorang Imam yang takut kepada Rabbnya sehingga kepemimpinannya berpijak pada hukum-hukum buatan Tuhannya, yakni dengan penerapan Islam secara menyeluruh. Demikianlah fakta sejarah yang terlanjur terukir dalam peradaban Islam. Tidakkah kita merindukannya. Wallahu’ Alam bi ash-shawab.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Kamis, 24 Sep 2020 21:45

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

Kamis, 24 Sep 2020 21:30

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Kamis, 24 Sep 2020 21:20

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Kamis, 24 Sep 2020 20:15

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Kamis, 24 Sep 2020 19:50

Jadilah Remaja Anti Baper

Jadilah Remaja Anti Baper

Kamis, 24 Sep 2020 08:43

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Kamis, 24 Sep 2020 07:34

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Kamis, 24 Sep 2020 06:39

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Kamis, 24 Sep 2020 06:22

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Kamis, 24 Sep 2020 06:17

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Rabu, 23 Sep 2020 20:28

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Rabu, 23 Sep 2020 19:58

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Rabu, 23 Sep 2020 19:45

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Rabu, 23 Sep 2020 19:30

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Rabu, 23 Sep 2020 18:40

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Rabu, 23 Sep 2020 17:45

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Rabu, 23 Sep 2020 17:15

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Rabu, 23 Sep 2020 15:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X