Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.061 views

Indonesia Darurat LGBT, Segera Tuntaskan!

 

Oleh:

Ulfiatul Khomariah

Founder Ideo Media, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

 

RUPANYA masalah LGBT masih tetap eksis mengisi ruang dalam tajuk berita kita. Bahkan belakangan ini muncul beberapa permasalahan yang cukup viral dan menjadi perbincangan, tidak hanya dilingkup remaja, akan tetapi di semua kalangan di Indonesia terkait LGBT. Seperti kasus prostitusi sesama jenis, perdebatan anggota DPR mengenai penolakan LGBT, unjuk rasa kaum LGBT, dan yang terbaru adalah penolakan Kapuspenkum terhadap CPNS yang mengidap LGBT. Semua permasalahan tersebut mengarah pada penyimpangan LGBT.

Sebagaimana yang dilansir dalam Liputan6.com, seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 Kejaksaan RI jadi perhatian publik lantaran salah satu syaratnya adalah pelamar tidak boleh berorientasi seksual Lesbian, Gay, Biseks, dan tergolong Transgender yang dikenal dengan LGBT.Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Mukri menyatakan, pihaknya tidak ingin berurusan dengan pelamar LGBT."Artinya kita kan pengen yang normal-normal lah, wajar-wajar saja," tutur Mukri di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019). Menurut Mukri, LGBT adalah suatu keanehan yang terjadi dalam lingkungan sosial bermasyarakat. Untuk itu, Kejaksaan RI memilih membatasi dari fenomena yang dinilai kontroversial tersebut.

Namun setelah Kejaksaan Agung mengeluarkan kebijakannya terkait penolakannya terhadap LBGT, nyatanya diluar sana ada pihak yang tidak sepakat bahkan memprotes kebijakan Kejaksaan Agung tersebut. Misalkan cuitan yang ditulis oleh akun resmi Twitter Gerindra @gerindra yang pada akhirnya memicu polemik seusai menuliskan protes atas kebijakan Kejaksaan Agung yang menolak LGBT ikut CPNS. “Yang terhormat @KejaksaanRI, kami tidak setuju dengan keputusan penolakan Kejaksaan Agung terhadap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan orientasi seksual LGBT. #SuaraGerindra,” tulis akun @Gerindra, Kamis 28 November 2019.

Sebenarnya dari awal hingga sampai saat ini masalah LGBT tak pernah usai menuai kontroversi. Ada pihak pro, adapula yang kontra. Pihak pro mendukung keberadaan LGBT atas nama kebebasan yang dianut di Indonesia. Sedangkan pihak kontra menolak dengan beberapa alasan seperti masalah yang akan ditimbulkan jika penyimpangan LGBT dibiarkan. Pertanyaannya, sebelum kita mengkritisi masalah LGBT ini, sudahkah kita memahami darimana datangnya budaya yang menyimpang ini? Apa dampak yang akan ditimbulkan jika LGBT dibiarkan dan bagaimana seharusnya kita menyikapi masalah LGBT yang mulai merebak?

LGBT Bukan Budaya Indonesia

Indonesia merupakan sebuah negara yang berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa. Jika berbicara tentang Ketuhanan, maka dalam menjalankan kehidupan ini tidak bisa dilepaskan dengan aturan agama. Terlebih Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas muslim, maka menjadikan agama sebagai landasan menciptakan aturan seharusnya menjadi ciri khas didalamnya. Apalagi jika kita membahas masalah LGBT, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa semua agama telah sepakat menolak keberadaan perilaku menyimpang ini.

LGBT bukanlah budaya Indonesia. Sebab Indonesia adalah negara beragama yang  dilahirkan dan diperjuangkan oleh tokoh-tokoh yang beragama. Tentu menjadi pertanyaan besar dalam diri kita, darimanakah sebenarnya datangnya budaya LGBT ini? Jika kita melihat data statistik perkembangan LGBT di Indonesia, memang terlihat selalu ada pertambahan setiap tahunnya. Yang mula-mulanya perilaku LGBT ini sangat dihinakan, tapi saat ini dengan asas kebebasan mereka berani menunjukkan dirinya ke permukaan.

Sebenarnya kemunculan budaya LGBT bermula dari negara seberang, Amerika Serikat (AS). Negara berpenduduk 320 juta lebih itu melegalkan pernikahan sesama jenis (same-sex marriage) di seluruh negara bagiannya melalui keputusan Mahkamah Agung AS pada Jumat 26 Juni 2015.Peristiwa legalisasi pernikahan sesama jenis di AS dan negara Barat lainnya, sejatinya menunjukkan kepada dunia betapa rusaknya masyarakat yang dibangun dengan tatanan demokrasi-liberal. Dengan mekanisme demokratis pelaku LGBT bisa bebas dan legal menyebarkan virus penyimpangan seksual mereka.

Dengan adanya hal ini kita harus paham bahwa pelaku LGBT beserta para pendukungnya bisa bergerak bebas dan menyebarkan pikiran tak beradab itu karena telah mendapatkan justifikasi dari ide liberalisme. Ide tersebut berupa kebebasan berekspresi dan berperilaku, kebebasan ini muncul akibat penerapan ideologi sekuler yang memisahkan antara agama dan kehidupan. Hal ini dilegitimasi juga oleh ide HAM, dan dilestarikan oleh negara demokrasi. Maka tak heran jika saat ini LGBT mulai merebak di Indonesia. Sebab penerapan sistem sekuler dan paham kebebasan di dalamnya akan semakin melanggengkan keberadaan LGBT.

Sebagaimana yang diberitakan oleh sindonews.com, Indonesia saat ini benar-benar darurat LGBT. Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi mencatat jumlah orang dengan homoseksual hampir mencapai ribuan orang di wilayahnya. Akibat perilaku hidup bebas sesama jenis tersebut membuat penyakit menular human immunodeficiency virus (HIV) menjadi momok menakutkan di Kabupaten Bekasi. Bahkan Komisioner KPAD Bidang Kesehatan dan Narkoba, Mohammad Rojak mengatakan, berdasarkan penelusuran terdapat sebanyak 4.000 orang warga Bekasi maupun Karawang terindetifikasi kelainan seks atau LGBT."Setelah kami telusuri ada sekitar 4.000 orang, dari jumlah itu diduga sebagian warga Kabupaten adalah LGBT," katanya.

Ini masih di Bekasi, belum lagi di kota-kota lainnya yang menjadi sarang LGBT. Tak hanya kota metropolitan, namun sekaliber Jember yang biasa disebut sebagai kota Santri ternyata tak lepas dari jejak LGBT. Dan saat ini dunia kesehatan benar-benar dibuat resah, sebab banyak pasien berguguran karena mengidap penyakit HIV AIDS akibat perilaku menyimpang LGBT. Lalu masihkah kita membiarkan generasi terancam virus LGBT? Dan masihkah kita membiarkan LGBT melenggang bebas atas landasan HAM? Sungguh perbuatan ini benar-benar menyimpang!!!

Waspada Bahaya LGBT!

Dari awal kemunculannya, LGBT memang sudah memiliki predikat perbuatan yang tercela, dalam bentuk apapun itu. Sebab dampak yang ditimbulkan oleh perilaku menyimpang ini sangat luarbinasa mudharatnya. Namun meski sudah jelas dampak buruknya, nyatanya masih ada saja yang mendukung dan melanggengkan keberadaannya atas landasan hak asasi manusia. Maka sebelum kita ikut-ikutan mendukung keberadaan LGBT ini, layak bagi kita untuk memahami terlebih dahulu apa saja bahaya dan dampak buruk dari perilaku menyimpang ini. Berikut beberapa bahaya apabila LGBT dibiarkan eksis keberadaannya:

Pertama, hancurnya regenerasi dalam sebuah tatanan keluarga, sebab kaum LGBT tidak mungkin menghasilkan keturunan. Meskipun berbagai cara dapat dilakukan, misalnya melakukan bayi tabung ataupun dengan proses mengadopsi anak. Namun sayangnya hal tersebut tidak akan menghasilkan perilaku sebagaimana anak yang terlahir dari perkawinan yang sah yakni antara wanita dan pria. 

Kedua, dari segi kesehatan para pelaku LGBT akan menularkan penyakit kelamin. Dimana perbuatan ini bisa menimbulkan dampak yang sangat buruk, yaitu timbulnyawabah penyakit kelamin atau yang biasa disebut dengan AIDS. Dimana dalam sebuah penelitian menyebutkan, bahwa 78% dari perilaku LGBT (homoseksual) akan berdampak pada penularan penyakit AIDS. Dan bayangkan saja jika penyakit mematikan ini ditularkan dalam sebuah institusi keluarga, tentu ini sangat membahayakan untuk keberlangsungan hidup selanjutnya.

Ketiga, dari sudut sosiologi, perilaku ini akan menyebabkan peningkatan gejala sosial dan maksiat hingga tidak dapat dikendalikan. Bukan tidak mungkin bagi pelaku LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) akan melakukan segala cara demi hawa nafsunya semata. Mereka umumnya akan mencapai kepuasaan seksual dengan berbagai macam cara. Misalnya saja seperti berganti pasangan, memilih pasangan sesama jenis, hingga melakukan perbuatan yang sangat bertentangan dengan ajaran islam. Hal tersebut bukan hanya merugikan bagi kehidupan sosialnya, namun juga akan menjerumuskan dirinya ke hal-hal yang lebih negatif.

Jika dilihat dari sisi psikologi, kebiasaan jelek ini akan mempengaruhi kejiwaan dan memberikan efek yang sangat kuat pada syaraf. Sehingga pelaku merasa dirinya bukan lelaki atau perempuan sejati, dan merasa khawatir terhadap identitas diri dan seksualitasnya. Hal ini akan sangat berdampak buruk bagi kelangsungan hidupnya. Sebab pelaku LGBT tidak akan bisa menentukan sikapnya sebagai laki-laki atau perempuan yang sejati. Dan yang jelas, budaya LGBT sangat bertentangan dengan nilai agama dan jauh dari fitrah sebagai manusia.

Perilaku LGBT mungkin bukanlah suatu hal baru yang ada di kehidupan masyarakat saat ini. Dulunya perilaku menyimpang ini hanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Namun sejak adanya kelegalan atas perilaku yang dilakukan oleh sesama jenis ini.Maka perilaku yang dulunya hanya sebuah noda kecil di dalam masyarakat. Kini seakan sudah semakin banyak untuk dilakukan apalagi secara terang-terangan mereka berani mengakui dirinya di hadapan publik.

Hal inilah yang sangat ditakutkan oleh sebagian umat manusia. Dimana apabila perilaku menyimpang ini terus dilakukan dan memiliki jumlah yang semakin banyak. Maka bumbu kemaksiatan di kehidupan masyarakat pun juga akan semakin merajalela.Itulah, mengapa LGBT sangat dilarang dan bahkan diharamkan dalam islam. Dan Islam memiliki cara jitu untuk menuntaskannya dengan penerapan hukum yang jelas di dalamnya. Lalu bagaimana cara menyikapi mereka yang sudah terpapar LGBT?

Yang jelas, LGBT adalah perbuatan yang menyimpang dan harus ditolak, artinya tidak dibiarkan bebas keberadaannya. Islam adalah agama yang sempurna, dan setiap hukum didalamnya adalah dalam rangka memuliakan dan memanusiakan manusia. Maka tugas kita sebagai insan yang bertakwa adalah beramar ma’ruf nahi munkar. Memberikan tindakan kuratif maupun preventif melalui hukuman yang berlaku agar LGBT tidak semakin merajalela. Dan bagi yang sudah terpapar, maka selayaknya menyegerakan diri untuk bertaubat dan kembali kepada jalan yang benar. Wallahu a’lam bish-shawwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Masa Pandemi, Pembelajaran PAUD Tak Boleh Berhenti

Masa Pandemi, Pembelajaran PAUD Tak Boleh Berhenti

Rabu, 15 Jul 2020 11:27

AHY: Partai Demokrat Siap Suarakan Perjuangan MUI

AHY: Partai Demokrat Siap Suarakan Perjuangan MUI

Rabu, 15 Jul 2020 08:31

Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Rabu, 15 Jul 2020 07:17

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Rabu, 15 Jul 2020 06:17

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Selasa, 14 Jul 2020 22:35

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Selasa, 14 Jul 2020 20:55

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 20:30

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Selasa, 14 Jul 2020 20:00

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 19:41

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Selasa, 14 Jul 2020 18:15

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Selasa, 14 Jul 2020 17:55

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Selasa, 14 Jul 2020 16:49

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

Selasa, 14 Jul 2020 15:59

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Selasa, 14 Jul 2020 11:51

Islam Apa?

Islam Apa?

Selasa, 14 Jul 2020 11:44

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

Selasa, 14 Jul 2020 10:41

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

Selasa, 14 Jul 2020 10:23

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Selasa, 14 Jul 2020 09:29

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Selasa, 14 Jul 2020 09:02

Komisi VI DPR Aceh Minta Proses Pendidikan pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

Komisi VI DPR Aceh Minta Proses Pendidikan pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

Selasa, 14 Jul 2020 08:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X