Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.889 views

Korupsi dan Demokrasi

Oleh: Hetik Yuliati, S.Pd (Aktivis Dakwah, Pengajar)

Transparency International Indonesia (TII) merilis data indeks persepsi korupsi atau corruption perception index (CPI) Indonesia pada 2019. Manager Departemen Riset TII Wawan Suyatmiko mengatakan, skor indeks persepsi korupsi Indonesia saat ini berada di angka 40 dengan nilai tertinggi 100.

Indeks persepsi korupsi mengacu pada 13 survei dan penilaian ahli untuk mengukur korupsi sektor publik di 180 negara dan teritori. Pernilaian CPI didasarkan pada skor 0 untuk sangat korup dan skor 100 sangat bersih. Jika dilihat berdasarkan peringkat, Indonesia berada di posisi 85 dari 180 negara (Nasional Kompas, 23/01/2020)

Di Indonesia, kasus korupsi ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sepanjang tahun 2016-2019 KPK telah melakukan 87 operasi tangkap tangan (OTT) dengan total tersangka awal setelah OTT adalah 327 orang.

Selain itu, KPK juga melakukan 498 penyelidikan, 539 penyidikan, 433 penuntutan, 286 inckracht (telah berkekuatan hukum tetap), dan 383 eksekusi (Nasional Tempo, 17/12/2019).

Tingginya angka korupsi di Indonesia bukanlah prestasi yang harus kita banggakan, namun ini adalah aib dan harus dicari tahu apa penyebab.

Pertama, rendahnya akhlak para penguasa. Akhlak merupakan pondasi seorang dalam bertingkah laku. Namun di zaman ini, seorang yang memiliki akhlakul karimah sangat langka. Hal ini dikarenakan pendidikan yang ada di Indonesia berideologikan sekuler yaitu memisahkan agama dari kehidupan, sehingga menjadikan para agent of change kesulitan membedakan mana yang benar (haq) dan yang salah (bathil). Sifat tamak/rakus, moral yang buruk, dan gaya hidup yang konsumtif hasil dari didikan sekuler kapitalis, menjadikan para penerus bangsa tidak segan melakukan tindakan korupsi.

Kedua, lingkungan dan sanksi ringan bagi para koruptor. Saat ini kita sedang berada di lingkungan yang sangat rusak dan jauh dari Islam. Kerusakan lingkungan yang akut ini menjadikan kecenderungan para penguasa untuk melakukan kecurangan dan korupsi. Korupsi yang sudah menjangkiti sistem demokrasi sejak lahir, pasti sangat sulit untuk dihindari dan dicegah. Apalagi hukuman (sanksi) untuk para pelaku korupsi di negeri ini sangat ringan. Belum lagi adanya pemotongan hukuman dan remisi yang diberikan untuk para koruptor, menjadikan koruptor pantang takut melakukan tindakan korupsi.

Ketiga, sistem yang rusak. Indonesia saat ini menganut sistem demokrasi kapitalis sekuler, segala aturan dan kebijakan dibuat dari pemikiran manusia dan kesepakatan untuk meraih kemaslahatan (manfaat). Mengutip kalimat dari Mahfud MD “Malaikat masuk ke dalam sistem Indonesia pun bisa jadi iblis juga” menandakan betapa sulitnya menjadi pemimpin yang lurus di sistem demokrasi.

Hal ini bukan karena masalah kepribadian dari manusia itu sendiri, namun sistem yang menjadikan mereka ramai-ramai melakukan korupsi dan kecurangan. Biaya kampanye untuk menjadi pejabat di negara demokrasi sangat mahal, namun gaji para pejabat negara dinilai kurang, efek dari gaya hidup mewah para pejabat dan penguasa. Hal ini sering kali menjadikan mereka gelap mata melakukan tindakan korupsi untuk mengembalikan modal saat kampanye dan memperoleh keuntungan pribadi.

Pemerintah saat ini sudah berusaha keras menekan angka korupsi dengan membentuk badan independen KPK. Pemerintah juga melakukan langkah-langkah pencegahan korupsi dengan cara mengelola dan mencegah benturan kepentingan dalam politik, mengontrol pendanaan politik, memperkuat integritas Pemilu, mengatur keterbukaan aktivitas lobi politik, perlakuan yang sama terhadap warga negara, memperkuat peran masyarakat sipil, penguatan fungsi checks and balances.

Namun langkah-langkah konkrit pemerintah ini belum dapat menekan angka korupsi di Indonesia. Bahkan awal tahun 2020, Indonesia tersandung kasus mega korupsi Jiwasraya dan Asabri yang nilainya sangat fantastis hingga mencapai puluhan triliun rupiah.

Sistem demokrasi yang rusak ini, sudah saatnya kita tinggalkan. Kita harus realistis dan mencari sistem yang lebih relevan untuk mengatasi permasalahan kompleks di Indonesia. Islam memiliki sistem yang sempurna dalam mengatur kehidupan manusia.

Islam memiliki sistem politik yang lengkap beserta sistem ekonomi, sistem kesehatan, sistem pendidikan, sistem sosial, sistem politik luar negeri dan dalam negeri. Sistem islam ini dikatakan sempurna karena segala kebijakan berasal dari sang Khaliq yang tertuang dalam Alquran dan Assunnah.

Untuk itu kita harus bersegera move on dari sistem rusak kepada sistem sempurna yaitu Islam. Wallohu a’lam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Anies: DKI Kerjasama dengan Ojol Antar Belanjaan Warga

Anies: DKI Kerjasama dengan Ojol Antar Belanjaan Warga

Rabu, 01 Apr 2020 09:37

Mardani: Kebijakan Darurat Sipil Bukti Pemerintah Tidak Peka

Mardani: Kebijakan Darurat Sipil Bukti Pemerintah Tidak Peka

Rabu, 01 Apr 2020 08:27

Tiga Karya Inovasi Robotika UIN SGD Hadapi Covid-19

Tiga Karya Inovasi Robotika UIN SGD Hadapi Covid-19

Rabu, 01 Apr 2020 07:19

3 Apotek di Dubai UEA Didenda Karena Naikan Harga Masker Wajah

3 Apotek di Dubai UEA Didenda Karena Naikan Harga Masker Wajah

Selasa, 31 Mar 2020 22:15

Saudi Akan Tingkatkan Ekspor Minyak ke Level Rekor di Tengah Perang Harga dengan Rusia

Saudi Akan Tingkatkan Ekspor Minyak ke Level Rekor di Tengah Perang Harga dengan Rusia

Selasa, 31 Mar 2020 22:05

Politisi PKS Minta Jokowi Lupakan Darurat Sipil

Politisi PKS Minta Jokowi Lupakan Darurat Sipil

Selasa, 31 Mar 2020 21:52

Rumah Masjid

Rumah Masjid

Selasa, 31 Mar 2020 21:18

Serangan Balasan Koalisi Pimpinan Saudi Targetkan Pemberontak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Serangan Balasan Koalisi Pimpinan Saudi Targetkan Pemberontak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Selasa, 31 Mar 2020 21:15

Polisi Turki Tahan 11 Orang Peserta Pesta Rumah Bertema 'Virus Corona' di Istanbul

Polisi Turki Tahan 11 Orang Peserta Pesta Rumah Bertema 'Virus Corona' di Istanbul

Selasa, 31 Mar 2020 20:17

Lawan Corona dengan Darurat Sipil, Ini Tanggapan Yusril Ihza Mahendra

Lawan Corona dengan Darurat Sipil, Ini Tanggapan Yusril Ihza Mahendra

Selasa, 31 Mar 2020 20:10

Remehkan Himbauan Social Distancing Memperburuk Keadaan dan Percepat Penyebaran Virus

Remehkan Himbauan Social Distancing Memperburuk Keadaan dan Percepat Penyebaran Virus

Selasa, 31 Mar 2020 19:12

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Selasa, 31 Mar 2020 19:11

Menyikapi Pandemi Covid-19

Menyikapi Pandemi Covid-19

Selasa, 31 Mar 2020 18:34

SBY Dorong Ilmuwan dan Peneliti Kesehatan Dunia Segera Temukan Vaksin Corona

SBY Dorong Ilmuwan dan Peneliti Kesehatan Dunia Segera Temukan Vaksin Corona

Selasa, 31 Mar 2020 18:20

Update 31 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1528 Positif, 81 Sembuh, 136 Meninggal

Update 31 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1528 Positif, 81 Sembuh, 136 Meninggal

Selasa, 31 Mar 2020 17:49

Mudik, Arus Penyebaran Covid-19 yang Paling Efektif

Mudik, Arus Penyebaran Covid-19 yang Paling Efektif

Selasa, 31 Mar 2020 17:35

Selama Wabah Corona, Pendaftaran Nikah Dilakukan Secara Online

Selama Wabah Corona, Pendaftaran Nikah Dilakukan Secara Online

Selasa, 31 Mar 2020 16:23

KSPI Tolak Omnibus Law dan Darurat Sipil Corona

KSPI Tolak Omnibus Law dan Darurat Sipil Corona

Selasa, 31 Mar 2020 15:14

Kebijakan Darurat Sipil, ‘Hand Sanitizer’ Ala Penguasa?

Kebijakan Darurat Sipil, ‘Hand Sanitizer’ Ala Penguasa?

Selasa, 31 Mar 2020 14:53

3 Dokter Muslim Jadi Dokter Pertama di Inggris yang Meninggal Karena Virus Mematikan Cina Covid-19

3 Dokter Muslim Jadi Dokter Pertama di Inggris yang Meninggal Karena Virus Mematikan Cina Covid-19

Selasa, 31 Mar 2020 14:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X