Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.896 views

Terowongan Silaturahmi, Bukti Presiden Busung Lapar Sejarah?

 

Oleh: Nuraisah Hasibuan S.S.

Rencana pembangunan terowongan silaturahmi dari masjid Istiqlal menuju gereja Katedral dinilai banyak pihak hanya sebagai simbol yang kosong esensi.

Usulan rencana pembangunan terowongan ini sendiri baru muncul saat presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo melakukan tinjauan proyek renovasi masjid Istiqlal. Artinya, rencana itu sebenarnya tidak ada di awal rancangan renovasi masjid yang telah dimulai sejak 6 Mei 2019 itu.

Kontan, rencana tersebut menuai pro dan kontra. Pihak yang setuju di antaranya Kepala Bagian Humas dan Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah. Ia menilai ide rencana ini adalah rasa toleransi yang sangat tinggi. Bagaimana tidak? Jemaat gereja Katedral yang selama ini memarkir kendaraan di halaman masjid Istiqlal dan merasa kesulitan saat menyebrang akan dimudahkan dengan adanya terowongan ini. Bahkan, menurutnya, dulu sempat ada rencana merubuhkan pagar masjid agar akses lebih terbuka lagi. Namun rencana ini batal karena alasan keamanan.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas juga mengatakan setuju dengan pembangunan terowongan ini, karena terdapat maslahat di dalamnya. Menunjukkan agama Islam yang toleran, katanya.

Pendapat serupa juga dikuatkan oleh Wakil Ketua Komisi Agama Departemen Perwakilan Rakyat (DPR), Ace Hasan. Menurutnya, terowongan tersebut akan menjadi ikon toleransi beragama, karena menghubungkan dua rumah ibadah terbesar di Indonesia.

Namun tak begitu halnya dengan Sejarahwan J.J. Rizal. Ia mengkritik keras pembangunan terowongan ini, sampai-sampai menyebut Presiden Jokowi “busung lapar sejarah” (tempo.co). Pasalnya, jika melihat sejarah pembangunan masjid Istiqlal yang berseberangan dengan gereja Katedral, itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan toleransi antar umat beragama Islam dan Kristen. Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno memilih lokasi di dekat gereja Katedral karena memang ketika itu ada lahan yang cukup luas di sana. Saat itu Soekarno ingin ada rumah Tuhan yang dekat dengan pusat pemerintahan, agar para penguasa selalu ingat pada Tuhannya.

Jadi, sangat tidak tepat jika teworongan tersebut selalu dikait-kaitkan dengam toleransi. Dan memang teramat keliru jika toleransi dianggap hanya sekedar ikon saja.

Hal ini disampaikan dengan sangat gamblang oleh Sekretaris Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom. Menurutnya daripada sibuk dengan pembangunan simbol-simbol yang formalistik, ada baiknya pemerintahan Jokowi fokus pada perbaikan kerukunan yang eksistensial semisal perizinan pembangunan rumah ibadah.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Direktur Riset Setara Institute, Halili. Meski ia mengapresiasi pembangunan terowongan ini sebagai simbol toleransi, namun hal tersebut harus dibarengi dengan perbaikan masalah-masalah keagamaan yang justru melampaui urgensitas pengadaan infrastruktur sebagai simbol-simbol.

Sejak periode pertama pemerintahan Jokowi, sebenarnya rakyat sudah sangat berharap agar pemerintah melakukan upaya yang serius dalam mengartasi masalah kerukunan antar umat beragama di negeri ini. Namun ironisnya, masalah ini justru semakin meruncing hinga memasuki periode ke-dua pemerintahan. Tambahan lagi karena ada kesan pemerintah lebih pro minoritas, dimana masalah-masalah yang menyangkut agama minoritas sanngat cepat direspon. Sementara masalah yang berkaitan dengan agama mayoritas dalam hal ini Islam, terkesan diabaikan.

Disamping itu, hal ihwal pendanaan juga harus dipertimbangkan. Di tengah krisis keuangan negeri, akan lebih elok jika pembangunan infrastruktur yang tidak urgent di-delay dulu hingga kondisi keuangan membaik. Saking tingginya biaya pembangunan terowongan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sampai mengusulkan agar yang dibangun jembatan saja dan bukannya terowongan.

Intinya adalah, seluruh rakyat negeri ini berharap agar pemerintah lebih jeli melihat prioritas. Prioritas untuk lebih meningkatkan penyelesaian masalah antar umat beragama di lapangan, dan prioritas untuk menggunakan Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN) untuk halbyang lebih mendesak. Rakyat sudah jemu dengan tontonan gimik politik. Jika terowongan silaturahmi itu memudahkan akses penyebrangan bagi jemaat gereja Katedral saat memarkir kendaraannya di halaman masjid Istiqlal, lalu fungsinya untuk jamaah masjid Istiqlal apa?

Seharusnya pemerintah sadar, pengambilan kebijakan-kebijakan yang bertujuan ingin menarik simpati sebagian golongan umat beragama pada akhirnya bukannya membawa perbaikan dalam negeri, melainkan justru akan membawa perpecahan. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Signal Terus Tumbuh di Tengah Kontroversi WhatsApp

Signal Terus Tumbuh di Tengah Kontroversi WhatsApp

Rabu, 20 Jan 2021 14:08

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

Rabu, 20 Jan 2021 12:54

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

Rabu, 20 Jan 2021 12:42

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Rabu, 20 Jan 2021 12:30

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Rabu, 20 Jan 2021 10:55

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Selasa, 19 Jan 2021 22:52

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Selasa, 19 Jan 2021 22:30

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Selasa, 19 Jan 2021 22:11

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

Selasa, 19 Jan 2021 22:00

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Selasa, 19 Jan 2021 20:45

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Selasa, 19 Jan 2021 18:15

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Selasa, 19 Jan 2021 17:00

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Selasa, 19 Jan 2021 15:34

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Selasa, 19 Jan 2021 14:43

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Selasa, 19 Jan 2021 14:35

Dukun pun Dikriminalisasi

Dukun pun Dikriminalisasi

Selasa, 19 Jan 2021 12:55

Telegram Tutup Ratusan Seruan Kekerasan di AS

Telegram Tutup Ratusan Seruan Kekerasan di AS

Selasa, 19 Jan 2021 12:10

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Selasa, 19 Jan 2021 10:44

Renungan Dibalik Bencana

Renungan Dibalik Bencana

Selasa, 19 Jan 2021 08:10

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-200)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-200)

Selasa, 19 Jan 2021 06:26


MUI

Must Read!
X