Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.745 views

Kepemimpinan Umat Islam: Refleksi Peringatan Isra Mi’raj

 

BEBERAPA hari lagiakan datang 27 Rajab 1441 H yang mana kembali umat islam memperingati sebuah peristiwa yang luar biasa. Perjalanan ajaib dimalam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang juga memiliki dimensi sains dan teknologi. Pelajaran (‘ibrah) yang diambil dari peringatan itu umumnya hanya satu, yaitu diwajibkannya shalat lima waktu. Tentu itu benar. Tapi apakah hanya itu? Kalau kita kaji lebih dalam, sebenarnya Isra’ Mi’raj mengandung pelajaran-pelajaran lain yang tak kalah penting. Salah satunya adalah isyarat kepemimpinan umat Islam atas seluruh agama, bangsa, dan umat lain di seluruh dunia.

Prof. Rawwas Qal’ahjie telah menerangkan isyarat kepemimpinan itu dalam kitabnya, Sirah Nabawiyah : Qira`ah Siyasiyah. Menurut Qal’ahjie, dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, terkandung isyarat peralihan kepemimpinan dunia. Dunia yang semula di bawah kekuasaan Bani Israil, kemudian beralih di bawah kekuasaan umat Muhammad SAW. Seperti diketahui, kepemimpinan dunia hingga terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj, ada di bawah kepemimpinan Bani Israil, sebab agama-agama samawi yang masih ada –yaitu Yahudi dan Nasrani— adalah agama-agama bangsa Israil. Namun tak dapat disangkal, kepemimpinan Bani Israil ini telah cacat dan rusak. Karena agama Yahudi dan Nasrani telah mengalami penyimpangan dan tidak murni lagi. Karena itu, tongkat kepemimpinan dunia harus segera dipindahtangankan kepada umat lain yang lebih berhak dan lebih mampu memimpin dunia yaitu umat muslim.

Dalam peristiwa Isra’, Rasulullah SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Nah, di Masjidil Aqsha inilah, Rasulullah SAW shalat bersama para nabi dan Rasulullah SAW tampil sebagai imam. Berarti di belakang Rasululah SAW adalah para makmum yang terdiri dari nabi-nabi, di antaranya Nabi Musa dan Nabi Isa. Dari peristiwa itulah, ada isyarat kepemimpinan umat Islam. Kata Qal’ahjie, dalam peristiwa shalat jamaah tersebut telah terjadi pencabutan kepemimpinan Bani Israil yang selanjutnya diberikan kepada umat Muhammad SAW. Dengan demikian, sejak peristiwa itu, manusia menjadi tidak sah beramal dengan agama-agama Bani Israil (Yahudi dan Nasrani) yang telah mengalami banyak sekali distorsi dan perubahan. Agar amal manusia sah dan diterima Allah, haruslah beralih kepada agama baru yang masih murni, yaitu Islam.

Peralihan kepemimpinan ini adalah peralihan yang absah alias konstitusional. Sebab yang mengubah kiblat kepemimpinan adalah benar-benar para wakil dari seluruh umat. Dan mereka pun cendekiawan yang tidak mungkin berbuat salah, karena mereka adalah para nabi. Hal menarik lain yang dikemukakan Qal’ahjie, bahwa dengan peristiwa itu, berarti Masjidil Aqsha akan menjadi milik umat Islam. Mengapa? Karena dalam shalat jamaah yang dilakukan di suatu tempat, yang paling berhak menjadi imam adalah pemilik tempat itu. Jadi, karena yang menjadi imam adalah Rasululah SAW, berarti beliaulah yang menjadi pemilik Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha).

Dalam sejarah kepemimpinan umat ini benar-benar terbukti. Setelah Rasulullah berhijrah ke Madinah (622 M) dan kemudian menegakkan negara dan masyarakat Islam, kepemimpinan Islam mulai terwujud. Sebab di negara baru tersebut, umat Islam memimpin umat-umat lain. Islam berhasil menyatukan berbagai macam suku di bawah naungan islam. Mendamaikan pertikaian antara suku ‘Aus dan suku Khazraj yang sudah berlangsung berabad-abad lamanya . Dalam masyarakat Islam ada warga negara kaum Yahudi sebagaimana disebut dalam Piagam Madinah (Watsiqah Al-Madinah).

Tercatat, kaum Yahudi itu adalah Yahudi : Bani Auf, Bani Najjar, Bani Harits, Bani Saidah, Bani Jusyam, Bani Aus, dan Bani Tsa’labah. Dalam perkembangan berikutnya, kaum Yahudi Bani Quraizhah, Yahudi Bani Nadhir, dan Bani Qainuqa’ juga menandatangani Piagam Madinah itu (Taqiyuddin an-Nabhani, Ad-Daulah Al-Islamiyah, hal. 54). Kepemimpinan umat Islam di masa Nabi atas kaum Nasrani juga mulai terwujud. Untuk pertama kalinya, kaum muslimin berperang dengan kaum Nasrani di wilayah Syam dalam Perang Mu`tah. Perang Mu`tah ini menjadi jalan awal untuk penaklukan Syam (Fathu Syam) di masa Khalifah Umar bin Khaththab.

Pada masa Khalifah Umar bin Khaththab inilah, penaklukan Syam terjadi pada tahun 15 H. Dalam penaklukan Syam ini, Khalifah Umar dan para sahabat Rasulullah serta pasukan kaum muslimin memasuki kota Al-Quds dengan penuh kehormatan. Khalifah Umar menerima kunci kota Al-Quds dari kepala pemerintahaan Nasrani, yaitu Sefrounius. Setelah memasuki kota Al-Quds ini, Khalifah Umar dan kaum muslimin melakukan shalat di Masjidil Aqsha. Inilah shalat yang kedua di bawah kepemimpinan umat Islam, setelah shalat pertama yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pada malam Isra`. (As’ad Bayudh At-Tamimi, Impian Yahudi dan Kehancurannya Menurut Al-Qur`an, hal. 21). Subhanallah, isyarat kepemimpinan umat Islam terwujud sempurna.

Lalu, bagaimanakah kondisi kepemimpinan umat Islam saat ini? Masihkah umat Islam menjadi imam dunia, ataukah justru sekarang hanya menjadi makmum, mengikuti kaum lainnya? Pada saat kita memperingati Isra’ Mi’raj, tentu sangat baik kita merenungkan persoalan kepemimpinan umat Islam ini. Fakta yang ada sungguh tak dapat disangkal, bahwa kepemimpinan dunia saat ini tengah dipegang oleh kaum kafir, yaitu kaum Yahudi dan Nasrani. Amerika Serikat dan negara-negara kapitalis lainnya adalah pemimpin dunia saat ini.

Selain itu dunia Islam juga dicengkeram masalah yang tak selesai-selesai, yaitu masalah Penjajahan di negeri-negeri muslim. Kaum kafir Yahudi dengan negara Israelnya menjadi pihak yang dominan atas umat Islam Timur Tengah, dengan perlindungan dan dukungan Amerika Serikat yang Nasrani. Jadi, kepemimpinan dunia sekarang berada di tangan Yahudi dan Nasrani, bukan lagi di tangan umat Islam.

Para pemimpin negeri-negeri Islam pun pada umumnya adalah para pengkhianat. Mereka tidak berani melawan atau menentang kaum Yahudi dan Nasrani, tapi malah menjadi antek-antek mereka. Kondisi umat yang hanya mengekor kaum Yahudi dan Nasrani ini sudah diisyaratkan juga oleh Rasulullah SAW. Sabda Rasulullah SAW,”Sungguh kamu akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta, hingga kalau mereka masuk lubang biawak, kamu akan mengikuti mereka.” Sahabat bertanya,”Apakah mereka Yahudi dan Nasrani?” Jawab Rasul,”Lalu siapa lagi?” (HR Bukhari & Muslim).

 Seharusnya, yang menjadi pemimpin dunia adalah umat Islam, bukan umat Yahudi dan Nasrani. Allah SWT tidak membenarkan umat Islam menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Firman Allah (artinya) : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu, mereka satu sama lain adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu tergolong ke dalam kelompok mereka…” (QS Al-Maidah : 51).

Maka dari itu, jelaslah bahwa umat Islam berkewajiban merebut kembali kepemimpinan dunia yang kini dipegang kaum kafir Yahudi dan Nasrani. Mereka tidak boleh lagi menjadi pemimpin dunia, sebab yang seharusnya memimpin adalah umat Islam, bukan umat kafir.

Namun, kepemimpinan umat ini membutuhkan dua syarat yang penting, seperti dijelaskan oleh Prof. Rawwas Qal’ahjie dalam kitabnya, Sirah Nabawiyah : Qira`ah Siyasiyah. Pertama, adanya sistem kehidupan yang baik, yang terwujud dalam pelaksanaan syariah dalam negara Khilafah, bukan dalam negara sekuler. Kedua, adanya para pemimpin yang amanah, bukan pemimpin yang khianat seperti saat ini. Pemimpin yang punya hati nurani.

Pemimpin yang adil dan bijaksana, bukan pemimpin otoriter dan sok kuasa. Pemimpin yang pro-rakyat, bukan pemimpin yang hanya menjadikan rakyat sebagai pijakan meraih kekuasaan. Pemimpin yang peduli rakyat, bukan pemimpin yang mementingkan citra politik dan melanggengkan kekuasaanya. Dengan dua syarat ini, insya Allah kepemimpinan umat Islam atas seluruh dunia akan dapat terwujud kembali di masa depan. Inilah salah satu pelajaran terpenting dari peristiwa Isra’ Mi’raj. Wallahu a’lam.*

Fitriani, S.Sos

Kota Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara Prov. Kalimantan Selatan

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
PKS Ajak Eks Pegawai KPK Bergabung

PKS Ajak Eks Pegawai KPK Bergabung

Jum'at, 15 Oct 2021 20:57

Legislator Nilai Pembukaan Penerbangan Internasional Bali untuk Wisman Terlalu Dini

Legislator Nilai Pembukaan Penerbangan Internasional Bali untuk Wisman Terlalu Dini

Jum'at, 15 Oct 2021 20:50

Kontes Ratu Transgender, Membanggakan?

Kontes Ratu Transgender, Membanggakan?

Jum'at, 15 Oct 2021 19:52

Dua Santri SMA Ar-Rohmah Putri Raih Medali Emas Olimpiade Bahasa Indonesia 2021

Dua Santri SMA Ar-Rohmah Putri Raih Medali Emas Olimpiade Bahasa Indonesia 2021

Jum'at, 15 Oct 2021 19:22

Qatar Berikan 100 USD Tunai kepada 95.000 Warga di Gaza

Qatar Berikan 100 USD Tunai kepada 95.000 Warga di Gaza

Jum'at, 15 Oct 2021 18:45

Serangan Udara Koalisi Pimpinan Saudi Tewaskan Lebih dari 150 Pemberontak Syi'ah Houtsi di Marib

Serangan Udara Koalisi Pimpinan Saudi Tewaskan Lebih dari 150 Pemberontak Syi'ah Houtsi di Marib

Jum'at, 15 Oct 2021 16:45

Meresahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Tim Khusus Berantas Pinjol Ilegal

Meresahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Tim Khusus Berantas Pinjol Ilegal

Jum'at, 15 Oct 2021 16:29

Status Ibadah Menjadi Rutinitas

Status Ibadah Menjadi Rutinitas

Jum'at, 15 Oct 2021 16:00

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Jum'at, 15 Oct 2021 15:07

Prancis Mulai Tarik Pasukan dari Mali

Prancis Mulai Tarik Pasukan dari Mali

Jum'at, 15 Oct 2021 10:30

Jelang Muktamar IV, DPP Wahdah Islamiyah Sowan ke Hidayatullah Sulsel

Jelang Muktamar IV, DPP Wahdah Islamiyah Sowan ke Hidayatullah Sulsel

Jum'at, 15 Oct 2021 07:14

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Jum'at, 15 Oct 2021 06:27

Nigeria Konfirmasi Kematian Pemimpin Cabang ISIS Di Afrika Barat Abu Musab al-Barnawi

Nigeria Konfirmasi Kematian Pemimpin Cabang ISIS Di Afrika Barat Abu Musab al-Barnawi

Kamis, 14 Oct 2021 22:30

Webinar Indonesia Halal Watch Keluarkan Rekomendasi Terkait Kewajiban E-Commerce

Webinar Indonesia Halal Watch Keluarkan Rekomendasi Terkait Kewajiban E-Commerce

Kamis, 14 Oct 2021 22:03

PKS Tegas Tolak APBN untuk Danai Kereta Cepat, Jazuli Juwaini: Presiden Inkonsistensi

PKS Tegas Tolak APBN untuk Danai Kereta Cepat, Jazuli Juwaini: Presiden Inkonsistensi

Kamis, 14 Oct 2021 21:47

6 Orang Tewas 30 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Senjata Di Ibukota Beirut Libanon

6 Orang Tewas 30 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Senjata Di Ibukota Beirut Libanon

Kamis, 14 Oct 2021 21:46

PIA Tangguhkan Penerbangan Ke Afghanistan Setelah Diminta Turunkan Harga Tiket Oleh Taliban

PIA Tangguhkan Penerbangan Ke Afghanistan Setelah Diminta Turunkan Harga Tiket Oleh Taliban

Kamis, 14 Oct 2021 21:10

Kemenag dan BWI Siapkan Program Sertifikasi Nazir

Kemenag dan BWI Siapkan Program Sertifikasi Nazir

Kamis, 14 Oct 2021 20:48

Menlu Qatar: Normalisasi Dengan Israel Tidak Sesuai Dengan Kebijakan Doha

Menlu Qatar: Normalisasi Dengan Israel Tidak Sesuai Dengan Kebijakan Doha

Kamis, 14 Oct 2021 20:04

Childfree, Yakin Suka – Suka?

Childfree, Yakin Suka – Suka?

Kamis, 14 Oct 2021 19:44


MUI

Must Read!
X