Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.519 views

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

 

Oleh: Nurhayati

(Aktivis Muslimah Kaltim)

 

Perang melawan Covid-19 masih terus berlanjut. Cukup memilukan karena Indonesia menghadapi pandemi dengan daya dan upaya seadanya. Sebagai bagian yang berada di garda terdepan, tenaga medislah yang paling merasakan bagaimana pandemi ini menyerang rakyat Indonesia tanpa henti. Tak ada waktu beristirahat, Covid-19 menyita tenaga hingga siang dan malam.

Dr Prastuti Asta Wulaningrum (Ketua Satgas Corona RS Unair Surabaya) mengakui pihaknya kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk menangani pasien Covid-19 yang tengah dirawat (Sumber: liputan6.com, 20/3/2020).

Kondisi ini diperparah dengan sejumlah tenaga medis yang merasa kelelahan dan mulai dirumahkan satu per satu. Para dokter kekurangan masker untuk melindungi diri padahal profesi mereka sangat rentan terinfeksi langsung dengan pasien Covid-19 (Sumber: CNBC Indonesia, 18/3/2020).

Minimnya sumber daya tenaga medis dan alat penunjang kesehatan membuat para tenaga medis bertaruh nyawa. Jas hujan, masker terbatas dan sarung tangan seadanya menjadi tameng pertahanan diri ketika menangani pasien-pasien terpapar Covid-19. Para tenaga medis berjuang mati-matian tanpa fasilitas yang memadai dari negara.

Dengan APD terbatas, ada di antara tenaga medis yang positif terjangkit hingga meregang nyawa. Akhirnya, lima organisasai profesi kesehatan di Indonesia ancam tak mau layani pasien Covid-19 jika pemerintah tak memberi APD sebagai upaya penjagaan diri. Tanpa APD, tenaga medis berpotensi tertular dan menularkan virus kepada pasien lainnya. Menghadapi situasi darurat ini, kenapa kebijakan lockdown tidak dilakukan?

Presiden RI Joko Widodo  memberi pengarahan kepada gubernur se-Indonesia melalui video conference dengan menyampaikan setiap negara memiliki karakter, budaya dan kedisiplinan yang berbeda-beda. Oleh Karena itu Indonesia tidak mengambil langkah lockdown. Hingga saat ini, Jokowi hanya menghimbau agar menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Tentu kebijakan lockdown memiliki konsekuensi logis. Jika Indonesia melakukan lockdown, berdasarkan UU No. 16 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan maka pemerintah pusat bertanggungjawab atas pelayanan kesehatan dasar, kebutuhan pangan dan kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya. Siapkah pemerintah Indonesia menghadapi konsekuensi ini?

Keseriusan Pemerintah dalam Penanganan Covid-19

Sungguh Indonesia tidak siap menghadapi pandemi Covid-19. Sejak awal kemunculan virus ini di Cina, Indonesia mengabaikan berbagai peringatan dari para pengamat, pakar dan para ahli. Indonesia tak siap dan tak bersiap-siap menghadapi kemungkinan terburuk yang ada.

Angka positif Covid-19 terus meningkat signifikan setiap harinya. Dalam kurun waktu hampir satu bulan angka tersebut tembus hingga mencapai ribuan orang. Tentu dalam hal ini, kredibilitas serta kapabilitas institut kenegaraan tertinggi akan sangat dipertanyakan. Apalagi sikap tak melakukan lockdown, upaya apa yang akan dilakukan dalam melindungi rakyat yang terserang pandemi?

Jubir Presiden dalam pernyataan pers di Jakarta menyampaikan keselamatan rakyat menjadi prioritas utama dalam penanganan Covid-19. Realitasnya jumlah orang positif membludak, yang meregang nyawa mencapai angka seratus, tenaga medis tak ditunjang dengan peralatan memadai. Kesimpulannya pemerintah tak serius menangani Covid-19.

Tentu kebijakan lockdown sukar diputuskan. Pasalnya ekonomi Indonesia terlanjur bergantung pada asing. Bunga hutang yang kian menggunung dengan nilai tukar rupiah menguat ke 16.075 per dollar AS, menanggung pangan rakyat Indonesia hanya akan menambah pembengkakan anggaran negara. Pertimbangan ini menjadi salah satu alasan menapa negara berkembang tak mampu lockdown.

Dalam kondisi darurat pandemi, rakyat sangat membutuhkan pemimpin cekatan dan yang memperjuangkan nasib rakyat. Hari ini rakyat Indonesia kehilangan figur tersebut. Rakyat hanya dibekali himbauan untuk melakukan social distancing dirumah. Tak ada lockdown. Tak ada pemenuhan jaminan kesehatan dan Jaminan Pemenuhan kebutuhan hidup.

Permasalahannya adalah rakyat tidak bisa mengindahkan himbauan tersebut karena desakan ekonomi. Banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Isolasi di rumah sama saja membunuh mata pencaharian mereka. Apalagi negara tak hadir sebagai problem solver dan penjamin kebutuhan pokok tetap terpenuhi di tengah kondisi pandemi seperti ini.

Inilah dampak negara yang menganut sistem kapitalisme. Negara manapun jika mengambil sistem ini tolok ukurnya pastilah materi. Negara tak sanggup lockdown, perekonomian bergantung pada asing, hingga intervensi internasional atas kebijakan nasional, semua adalah dampak dari penerapan sistem kapitalis. Termasuk dalam kondisi darurat Covdid-19 ini, tolok ukurnya pasti lagi-lagi adalah materi.

Belajar dari Kisah Tha’un Amwas dan Sikap Pemimpin Islam

Covid-19 bukan pandemi pertama dalam sejarah kehidupan manusia. Di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, kaum muslimin pernah terserang wabah tha’un amwas yang menewaskan hingga sekitar 25.000 muslimin termasuk para sahabat terbaik Rasul. Wabah ini menyebar begitu cepat dan menjadi penyakit yang paling mematikan pada masa itu.

 

Menghadapi situasi ini, setelah diskusi panjang dengan kalangan Anshar, Muhajirin serta para sahabat yang terlibat dalam pembebasan kota Mekah, Khalifah Umar memutuskan untuk mengisolasi wilayah Syam dan sekitarnya yang menjadi tempat wabah tha’un menyebar. Keputusan ini diambil berdasarkan sabda Rasulullah SAW.

"Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Meski sempat mempertanyakan kebijakan tersebut, Abu Ubaidah bin Al Jarrah (kepala daerah kota Syam) akhirnya menerima dengan ikhlas keputusan khalifah dan kembali memimpin kota Syam. Sebuah keputusan telah ditetapkan. Syam dikarantina hingga wabah tha’un menghilang.

Sebagai kepala negara, inilah sikap khalifah Umar bin Khattab dalam menyelesaikan pandemi yang terjadi di wilayah Islam. Abu Ubaidah sebagai kepala daerah pun tak tinggal diam. Bersama masyarakat kota Syam berupaya mengentaskan wabah hingga beliau wafat karena wabah tersebut. Akhirnya khalifah menunjuk Amr Bin Ash sebagai kepala daerah kota Syam selanjutnya. Alhamdulillah, berkat penelitian yang cepat dari kepala daerah yang baru, Syam terbebas dari wabah tha’un.

Demikianlah sikap pemimpin Islam. sikap yang layak ditiru oleh pemimpin manapun di dunia ini. Kebijakan diambil berdasarkan kemaslahatan umat dengan mempertimbangkan nasib rakyat. Masalah ekonomi adalah konsekuensi logis dari pandemi ini, namun hal tersebut tak menjadi keragu-raguan negara dalam mempertimbangkan yang terbaik bagi rakyatnya.

Sesungguhnya pemimpin itu adalah pelindung. Rakyat bergantung kepada kepala negara karena demikianlah fitrahnya. Ketakwaan sang pemimpin menjadi jaminan bagi rakyatnya untuk taat. Tidak seperti sikap pemimpin dunia hari ini, yang mengambil sikap, membuat sebuah kebijakan berdasarkan pertimbangan ekonomi dan mengabaikan kebutuhan mendasar rakyatnya. Wallahu a’lam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Selasa, 26 May 2020 08:57

Aa Gym Terkena Hoaks

Aa Gym Terkena Hoaks

Selasa, 26 May 2020 07:43

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Selasa, 26 May 2020 06:52

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

Selasa, 26 May 2020 05:46

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Senin, 25 May 2020 23:05

Lebaran Seru #diRumahAja

Lebaran Seru #diRumahAja

Senin, 25 May 2020 22:30

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Senin, 25 May 2020 21:35

Pria Bersenjata Serang dan Bakar Markas Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Maysan Irak

Pria Bersenjata Serang dan Bakar Markas Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Maysan Irak

Senin, 25 May 2020 21:15

Pemerkosaan Hak Asasi Habib Bahar bin Smith

Pemerkosaan Hak Asasi Habib Bahar bin Smith

Senin, 25 May 2020 21:14

Jepang Akhiri Keadaan Darurat Virus Corona di Seluruh Wilayah

Jepang Akhiri Keadaan Darurat Virus Corona di Seluruh Wilayah

Senin, 25 May 2020 20:45

Kemenhub Perketat Larangan Arus Balik ke Jakarta

Kemenhub Perketat Larangan Arus Balik ke Jakarta

Senin, 25 May 2020 20:36


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X