Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.243 views

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

 

Oleh: Nurhayati

(Aktivis Muslimah Kaltim)

 

Perang melawan Covid-19 masih terus berlanjut. Cukup memilukan karena Indonesia menghadapi pandemi dengan daya dan upaya seadanya. Sebagai bagian yang berada di garda terdepan, tenaga medislah yang paling merasakan bagaimana pandemi ini menyerang rakyat Indonesia tanpa henti. Tak ada waktu beristirahat, Covid-19 menyita tenaga hingga siang dan malam.

Dr Prastuti Asta Wulaningrum (Ketua Satgas Corona RS Unair Surabaya) mengakui pihaknya kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk menangani pasien Covid-19 yang tengah dirawat (Sumber: liputan6.com, 20/3/2020).

Kondisi ini diperparah dengan sejumlah tenaga medis yang merasa kelelahan dan mulai dirumahkan satu per satu. Para dokter kekurangan masker untuk melindungi diri padahal profesi mereka sangat rentan terinfeksi langsung dengan pasien Covid-19 (Sumber: CNBC Indonesia, 18/3/2020).

Minimnya sumber daya tenaga medis dan alat penunjang kesehatan membuat para tenaga medis bertaruh nyawa. Jas hujan, masker terbatas dan sarung tangan seadanya menjadi tameng pertahanan diri ketika menangani pasien-pasien terpapar Covid-19. Para tenaga medis berjuang mati-matian tanpa fasilitas yang memadai dari negara.

Dengan APD terbatas, ada di antara tenaga medis yang positif terjangkit hingga meregang nyawa. Akhirnya, lima organisasai profesi kesehatan di Indonesia ancam tak mau layani pasien Covid-19 jika pemerintah tak memberi APD sebagai upaya penjagaan diri. Tanpa APD, tenaga medis berpotensi tertular dan menularkan virus kepada pasien lainnya. Menghadapi situasi darurat ini, kenapa kebijakan lockdown tidak dilakukan?

Presiden RI Joko Widodo  memberi pengarahan kepada gubernur se-Indonesia melalui video conference dengan menyampaikan setiap negara memiliki karakter, budaya dan kedisiplinan yang berbeda-beda. Oleh Karena itu Indonesia tidak mengambil langkah lockdown. Hingga saat ini, Jokowi hanya menghimbau agar menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Tentu kebijakan lockdown memiliki konsekuensi logis. Jika Indonesia melakukan lockdown, berdasarkan UU No. 16 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan maka pemerintah pusat bertanggungjawab atas pelayanan kesehatan dasar, kebutuhan pangan dan kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya. Siapkah pemerintah Indonesia menghadapi konsekuensi ini?

Keseriusan Pemerintah dalam Penanganan Covid-19

Sungguh Indonesia tidak siap menghadapi pandemi Covid-19. Sejak awal kemunculan virus ini di Cina, Indonesia mengabaikan berbagai peringatan dari para pengamat, pakar dan para ahli. Indonesia tak siap dan tak bersiap-siap menghadapi kemungkinan terburuk yang ada.

Angka positif Covid-19 terus meningkat signifikan setiap harinya. Dalam kurun waktu hampir satu bulan angka tersebut tembus hingga mencapai ribuan orang. Tentu dalam hal ini, kredibilitas serta kapabilitas institut kenegaraan tertinggi akan sangat dipertanyakan. Apalagi sikap tak melakukan lockdown, upaya apa yang akan dilakukan dalam melindungi rakyat yang terserang pandemi?

Jubir Presiden dalam pernyataan pers di Jakarta menyampaikan keselamatan rakyat menjadi prioritas utama dalam penanganan Covid-19. Realitasnya jumlah orang positif membludak, yang meregang nyawa mencapai angka seratus, tenaga medis tak ditunjang dengan peralatan memadai. Kesimpulannya pemerintah tak serius menangani Covid-19.

Tentu kebijakan lockdown sukar diputuskan. Pasalnya ekonomi Indonesia terlanjur bergantung pada asing. Bunga hutang yang kian menggunung dengan nilai tukar rupiah menguat ke 16.075 per dollar AS, menanggung pangan rakyat Indonesia hanya akan menambah pembengkakan anggaran negara. Pertimbangan ini menjadi salah satu alasan menapa negara berkembang tak mampu lockdown.

Dalam kondisi darurat pandemi, rakyat sangat membutuhkan pemimpin cekatan dan yang memperjuangkan nasib rakyat. Hari ini rakyat Indonesia kehilangan figur tersebut. Rakyat hanya dibekali himbauan untuk melakukan social distancing dirumah. Tak ada lockdown. Tak ada pemenuhan jaminan kesehatan dan Jaminan Pemenuhan kebutuhan hidup.

Permasalahannya adalah rakyat tidak bisa mengindahkan himbauan tersebut karena desakan ekonomi. Banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Isolasi di rumah sama saja membunuh mata pencaharian mereka. Apalagi negara tak hadir sebagai problem solver dan penjamin kebutuhan pokok tetap terpenuhi di tengah kondisi pandemi seperti ini.

Inilah dampak negara yang menganut sistem kapitalisme. Negara manapun jika mengambil sistem ini tolok ukurnya pastilah materi. Negara tak sanggup lockdown, perekonomian bergantung pada asing, hingga intervensi internasional atas kebijakan nasional, semua adalah dampak dari penerapan sistem kapitalis. Termasuk dalam kondisi darurat Covdid-19 ini, tolok ukurnya pasti lagi-lagi adalah materi.

Belajar dari Kisah Tha’un Amwas dan Sikap Pemimpin Islam

Covid-19 bukan pandemi pertama dalam sejarah kehidupan manusia. Di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, kaum muslimin pernah terserang wabah tha’un amwas yang menewaskan hingga sekitar 25.000 muslimin termasuk para sahabat terbaik Rasul. Wabah ini menyebar begitu cepat dan menjadi penyakit yang paling mematikan pada masa itu.

 

Menghadapi situasi ini, setelah diskusi panjang dengan kalangan Anshar, Muhajirin serta para sahabat yang terlibat dalam pembebasan kota Mekah, Khalifah Umar memutuskan untuk mengisolasi wilayah Syam dan sekitarnya yang menjadi tempat wabah tha’un menyebar. Keputusan ini diambil berdasarkan sabda Rasulullah SAW.

"Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Meski sempat mempertanyakan kebijakan tersebut, Abu Ubaidah bin Al Jarrah (kepala daerah kota Syam) akhirnya menerima dengan ikhlas keputusan khalifah dan kembali memimpin kota Syam. Sebuah keputusan telah ditetapkan. Syam dikarantina hingga wabah tha’un menghilang.

Sebagai kepala negara, inilah sikap khalifah Umar bin Khattab dalam menyelesaikan pandemi yang terjadi di wilayah Islam. Abu Ubaidah sebagai kepala daerah pun tak tinggal diam. Bersama masyarakat kota Syam berupaya mengentaskan wabah hingga beliau wafat karena wabah tersebut. Akhirnya khalifah menunjuk Amr Bin Ash sebagai kepala daerah kota Syam selanjutnya. Alhamdulillah, berkat penelitian yang cepat dari kepala daerah yang baru, Syam terbebas dari wabah tha’un.

Demikianlah sikap pemimpin Islam. sikap yang layak ditiru oleh pemimpin manapun di dunia ini. Kebijakan diambil berdasarkan kemaslahatan umat dengan mempertimbangkan nasib rakyat. Masalah ekonomi adalah konsekuensi logis dari pandemi ini, namun hal tersebut tak menjadi keragu-raguan negara dalam mempertimbangkan yang terbaik bagi rakyatnya.

Sesungguhnya pemimpin itu adalah pelindung. Rakyat bergantung kepada kepala negara karena demikianlah fitrahnya. Ketakwaan sang pemimpin menjadi jaminan bagi rakyatnya untuk taat. Tidak seperti sikap pemimpin dunia hari ini, yang mengambil sikap, membuat sebuah kebijakan berdasarkan pertimbangan ekonomi dan mengabaikan kebutuhan mendasar rakyatnya. Wallahu a’lam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Jaminan Pangan Halal

Jaminan Pangan Halal

Senin, 20 Sep 2021 14:08

Politisi PKS: Pemerintah Jangan Gegabah Mengumbar Tuduhan Radikal

Politisi PKS: Pemerintah Jangan Gegabah Mengumbar Tuduhan Radikal

Senin, 20 Sep 2021 13:00

Taliban Sebut Anak Perempuan Dapat Kembali Bersekolah Setelah Lingkungan Aman

Taliban Sebut Anak Perempuan Dapat Kembali Bersekolah Setelah Lingkungan Aman

Senin, 20 Sep 2021 12:55

Kecam Penyerangan Tokoh Agama di Tangerang dan Makassar, Legislator Desak Polri Tangkap Pelaku

Kecam Penyerangan Tokoh Agama di Tangerang dan Makassar, Legislator Desak Polri Tangkap Pelaku

Senin, 20 Sep 2021 12:27

Fahira Idris Dukung Langkah Pemprov DKI Jalankan Putusan Pengadilan Soal Polusi Udara

Fahira Idris Dukung Langkah Pemprov DKI Jalankan Putusan Pengadilan Soal Polusi Udara

Senin, 20 Sep 2021 11:58

Laporan: Mossad Bunuh Ahli Nuklir terkemuka Iran Dengan 'Robot Pembunuh'

Laporan: Mossad Bunuh Ahli Nuklir terkemuka Iran Dengan 'Robot Pembunuh'

Ahad, 19 Sep 2021 21:00

ISIS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Pemboman Pipa Gas Alam Utama Di Tenggara Suriah

ISIS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Pemboman Pipa Gas Alam Utama Di Tenggara Suriah

Ahad, 19 Sep 2021 20:35

Israel Klaim Tangkap Kembali 2 Pejuang Palestina Tersisa Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Israel Klaim Tangkap Kembali 2 Pejuang Palestina Tersisa Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Ahad, 19 Sep 2021 20:06

Bekali UMKM, Yayasan Amaliah Astra Gelar Workshop 'Usaha Moncer di Masa Pandemi'

Bekali UMKM, Yayasan Amaliah Astra Gelar Workshop 'Usaha Moncer di Masa Pandemi'

Ahad, 19 Sep 2021 19:53

Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Ahad, 19 Sep 2021 15:35

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Ahad, 19 Sep 2021 14:30

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Ahad, 19 Sep 2021 11:46

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Ahad, 19 Sep 2021 09:18

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ahad, 19 Sep 2021 08:20

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Sabtu, 18 Sep 2021 21:31

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

Sabtu, 18 Sep 2021 20:25

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Sabtu, 18 Sep 2021 19:48

 HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

Sabtu, 18 Sep 2021 16:55


MUI

Must Read!
X