Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.918 views

Kenaikan BPJS: Bukti Solidaritas yang Tak Berbalas

 

IURAN BPJS kembali naik hingga dua kali lipat untuk golongan I dan II dan berlaku mulai 1 Juli 2020, sedang golongan III akan naik pada 2021. Iuran kelas I ditetapkan Rp 150.000 per orang per bulan untuk Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Iuran kelas II ditetapkan sebesar Rp 100.000 per orang per bulan. Sementara, kelas III ditetapkan Rp 25.500 dan akan menjadi Rp 35.000 pada tahun 2021 dan seterusnya detikFinance (15/5).

Sebagaimana dilansir oleh CNBC Indonesia (14/5), Pelaksana Tugas Deputi 2 Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Abetnego Tarigan menuturkan bahwa kenaikan BPJS ini merupakan bentuk solidaritas rakyat kepada negara, yang menjadi penting dalam kondisi seperti ini. "Jadi justru semangat solidaritas kita di dalam situasi ini. Yang menjadi penting itu perlu dimonitor oleh masyarakat, setelah ini dijalankan hal-hal buruk apalagi yang masih terjadi," ujarnya.

Melihat fakta yang kian miris di tengah kondisi krisis ini maka wajar jika Din Syamsuddin, sekretaris umum Majelis Ulama Indonesia periode 2000-2005, sampai mengeluarkan pernyataan bahwa penetapan kenaikan iuran BPJS ini adalah sebagai bentuk kezaliman yang nyata. "Keputusan itu merupakan bentuk kezaliman yang nyata, dan lahir dari pemimpin yang tidak merasakan penderitaan rakyat," tuturnya (VIVA.co.id 15/5).

Setidaknya ada dua poin yang bisa kita soroti dari peristiwa ini. Pertama, sejak awal kemunculannya BPJS memang banyak menuai kontradiksi. Menjadi wajar sebab negara sejatinya menyerahkan tanggungjawab atas jaminan kesehatan masyarakat kepada masing-masing pribadi. Kedua, tidaklah etis bagi negara “memalak” rakyat ditengah kondisi krisis seperti ini. Sudahlah untuk memenuhi kebutuhan hidup susah apalagi menanggung iuran BPJS yang kian meninggi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa BPJS memang merupakan pengalihan tanggungjawab negara kepada setiap individu secara mandiri. Fasilitas kesehatan dikapitalisasi dan rakyat dituntut untuk memenuhi sendiri kebutuhan mendasarnya ini. Sungguh dalam pengaturan Islam hal yang demikian itu tidak akan pernah kita temui.

Aturan Islam menuntut negara bertanggungjawab penuh dalam menjamin kesehatan masyarakat. Hal ini nampak jelas pada pengadaan fasilitas-fasilitas kesehatan oleh negara yang disediakan secara gratis ketika Islam diterapkan secara komprehensif pada masanya. Sebut saja rumah sakit yang dibangun di Kairo oleh Khalifah Al-Mansyur pada tahun 1248 M yang mempunyai kapasitas hingga 8000 tempat tidur. Layanan berupa obat-obatan dan makanan diberikan secara gratis, disamping juga pakaian, bahkan uang saku yang cukup selama perawatan. Perawatan terhadap pasien juga tidak mengenal batas waktu. Perawatan terus dilakukan hingga pasien benar-benar sembuh dan sehat. Rumah sakit ini juga tidak pernah membedakan ras, warna kulit, dan  agama. Bahkan selain masjid juga disediakan kapel bagi yang beragama Kristen. Lantas darimana pembiayaannya? Dari pengelolaan secara mandiri sumber daya alam yang melimpah di setiap negeri kaum muslimin, yang kemudian dikumpulkan dan dikelola secara apik dalam pos-pos baitul maal.

Poin berikutnya, memaksa rakyat hadir untuk negara di saat negara sedang sulit adalah tindakan yang sangat tidak etis. Kondisi ini berbalik 180⁰ dari kewajiban negara yang sesungguhnya yang kini kian berusaha untuk ditepis. Negara yang pada hakikatnya berkewajiban menjadi penopang hidup rakyat, pengurus urusan mereka, penjamin kesejahterannya justru wajib hadir secara mutlak untuk meringankan beban rakyat di tengah kondisi krisis. Bukan malah berbantah dengan dalih keuangan negara yang semakin menipis.

Di sisi lain kita dapati proyek pemindahan ibu kota dan kartu prakerja dengan anggaran fantastis masih berjalan. Bukankah merupakan sebuah ketidaktepatan? Negara yang sedang minim pemasukan harusnya menggunakan anggaran dengan bijaksana dan penuh pertimbangan, bukan malah salah memprioritaskan. Selama ini yang senantiasa digaungkan adalah agar masyarakat menjaga kesehatan dan keselamatan dengan berbagai cara yang bisa mereka upayakan, namun jika negara memang menempatkannya sebagai sesuatu yang sangat penting lantas kenapa anggaran tidak dialokasikan? Dialokasikan pada kebutuhan yang lebih mendesak seperti penanganan Covid-19 dan penjaminan kesehatan masyarakat untuk menekan jumlah korban dan angka kematian.

Tiadalah sebanding pemindahan ibu kota dan kartu prakerja disandingkan dengan nyawa. Ditambah lagi fakta bahwa kebijakan kartu prakerja banyak menuai kontra. Bagaimana tidak, selain dari sejumlah uang yang masih harus dibayarkan oleh para peserta, materi yang didapatkan pun dirasa tiadalah setara, tersebab materi serupa banyak bersliweran di youtube yang bisa didapati secara gratis adanya.

Di tengah kondisi pandemi yang semkain runyam dan tak kunjung bisa dipastikan kapan akan berakhir, telah nyata dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, utamanya ekonomi. Banyak di antara mereka yang sumber penghasilannya tak lagi didapati. Tiada lain sebab terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan dirumahkan yang sejak lama telah disoroti. Sedang kebutuhan hidup tak pernah mengenal toleransi, maka “memalak” rakyat di kondisi seperti ini sungguh perbuatan yang keji.

Jika kita melihat pada pengaturan Islam, maka sepanjang sejarahnya tidak akan kita temui adanya “pemalakan” yang dilakukan oleh negara kepada rakyat sebagai bentuk solidaritas rakyat kepada negara. Dalam sistem Islam negara dalam wujud para pemimpinnya menyadari betul posisinya sebagai pelayan rakyat, bukan sebaliknya. Ketaqwaannya pada Allah ﷻadalah jaminan pelayannya terhadap rakyat. Ia sadar betul bahwa kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap kepala yang berada di bawah naungan kepemimpinannya. Dengan demikian maka negara akan hadir dengan sungguh di setiap pengurusan urusan rakyat.

Jika keseriusan pelayanan negara pada rakyat telah diwujudkan secara tuntas, maka kepuasan rakyat atas pelayanan negara akan berbuah pada kecintaan dan solidaritas. Solidaritas murni tanpa adanya pemaksaan negara yang bersifat culas. Sebab kita tahu betul jika terdapat pemaksaan di dalamnya, maka menjadi jelas ialah bukti solidaritas yang tak berbalas. Hadanallahu waiyyakum.*

Muntik A. Hidayah

Aktivis Dakwah Kampus dan Pegiat Literasi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Islamic State Lancarkan Serangan Besar di Dua Bagian Terpisah Di Pusat Suriah

Islamic State Lancarkan Serangan Besar di Dua Bagian Terpisah Di Pusat Suriah

Kamis, 06 Aug 2020 20:45

Libanon Tempatkan Pejabat Pelabuhan Beirut Dalam Tahanan Rumah Sambil Menunggu Penyelidikan

Libanon Tempatkan Pejabat Pelabuhan Beirut Dalam Tahanan Rumah Sambil Menunggu Penyelidikan

Kamis, 06 Aug 2020 20:30

Pejabat Israel Peringatkan Ledakan Mematikan di Beirut Bisa Saja Terjadi di Haifa

Pejabat Israel Peringatkan Ledakan Mematikan di Beirut Bisa Saja Terjadi di Haifa

Kamis, 06 Aug 2020 20:00

Jerat Kemiskinan Bukan Karena Sesama Keluarga Miskin Besanan

Jerat Kemiskinan Bukan Karena Sesama Keluarga Miskin Besanan

Kamis, 06 Aug 2020 20:00

Hadirnya Negara dalam Pendidikan di Masa Pandemi

Hadirnya Negara dalam Pendidikan di Masa Pandemi

Kamis, 06 Aug 2020 19:45

Kisah Reynhard Dibuat Film Dokumenter, Bukti Tersebarnya Ide Liberal

Kisah Reynhard Dibuat Film Dokumenter, Bukti Tersebarnya Ide Liberal

Kamis, 06 Aug 2020 19:15

Bukan Dispensasi Nikah yang Dibutuhkan

Bukan Dispensasi Nikah yang Dibutuhkan

Kamis, 06 Aug 2020 18:50

Dilema Muslimah: Feminin atau Feminis?

Dilema Muslimah: Feminin atau Feminis?

Kamis, 06 Aug 2020 18:14

Sekolah Muhammadiyah Harus Berkemajuan dan Miliki Karakter Islami

Sekolah Muhammadiyah Harus Berkemajuan dan Miliki Karakter Islami

Kamis, 06 Aug 2020 17:42

Jadilah Youtuber Panutan yang Bermanfaat

Jadilah Youtuber Panutan yang Bermanfaat

Kamis, 06 Aug 2020 17:39

Keterbatasan Pembelajaran Daring Amputasi Hak Siswa

Keterbatasan Pembelajaran Daring Amputasi Hak Siswa

Kamis, 06 Aug 2020 17:25

Vonis Atas Pembunuhan Mantan PM Libanon Rafik Hariri Ditunda Menyusul Ledakan Mematikan di Beirut

Vonis Atas Pembunuhan Mantan PM Libanon Rafik Hariri Ditunda Menyusul Ledakan Mematikan di Beirut

Kamis, 06 Aug 2020 16:15

VIQQ: Video Invitation QQ spesial untuk pernikahan tak terlupakan

VIQQ: Video Invitation QQ spesial untuk pernikahan tak terlupakan

Kamis, 06 Aug 2020 16:05

Hamas Serukan Pengungsi Palestina di Libanon Donorkan Darah untuk Korban Ledakan di Beirut

Hamas Serukan Pengungsi Palestina di Libanon Donorkan Darah untuk Korban Ledakan di Beirut

Kamis, 06 Aug 2020 15:36

300.000 Kehilangan Rumah Akibat Ledakan Besar di Pelabuhan Beirut

300.000 Kehilangan Rumah Akibat Ledakan Besar di Pelabuhan Beirut

Kamis, 06 Aug 2020 14:45

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Kamis, 06 Aug 2020 11:17

Kisah Nabi Yusuf: 'Drakor' Terbaik Sepanjang Masa

Kisah Nabi Yusuf: 'Drakor' Terbaik Sepanjang Masa

Kamis, 06 Aug 2020 09:55

Dari Persembunyian, Budi Djarot Teriak Benci Khilafah

Dari Persembunyian, Budi Djarot Teriak Benci Khilafah

Kamis, 06 Aug 2020 09:19

Legislator: PHK Harus Ikuti Aturan dalam UU Ketenagakerjaan

Legislator: PHK Harus Ikuti Aturan dalam UU Ketenagakerjaan

Kamis, 06 Aug 2020 06:24

PKS: Batalkan IPO Subholding Pertamina!

PKS: Batalkan IPO Subholding Pertamina!

Kamis, 06 Aug 2020 05:40


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X