Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.279 views

PSBB, Solusi Tambal Sulam yang Membingungkan

 

Oleh:

Rifka Hasmi Munajat

Mahasiswa FK ULM

 

SETELAH melalui rapat yang cukup lama, pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Banjarmasin secara resmi diperpanjang. Keputusan ini sendiri diambil usai rapat di Aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin pada Kamis (7/05/2020) sore.

Usai penetapan perpanjangan PSBB atau PSBB Jilid 2. Walikota Banjarmasin berkata, akan segera digelar rapat teknis untuk merumuskan hal-hal yang teknis. Termasuk soal jarring pengaman sosial yang nantinya akan dibuka pengaduan jika masyarakat yang berhak tidak mendapatkan bantuan sosial.

Disamping itu, pemberlakuan PSBB Jilid 2 menuai kontroversi dari masyarakat, terutama para pedagang yang tokonya berimbas ditutup akibat pelaksanaan PSBB. Hal ini karena dalam revisi Perwali Nomor 33 Tahun 2020 ini justru menerapkan peraturan sementara aktivitas pasar, terkecuali untuk pedagang atau kios yang menjual kebutuhan pokok seperti di Pasar Sentra Antasari dan Pasar Lima.

Tentu saja, penetapan hal tersebut menjadi pemantik emosi para pedagang yang terkena imbasnya. Terlebih untuk pedagang yang barang dagangannya tidak masuk kategori penjual kebutuhan pokok, seperti toko kosmetik, pakaian, kain, ataupun yang lainnya.

Dilaksanakannya kebijakan PSBB Jilid 2 menuai kritikan. Ada sisi yang diuntungkan, yakni menekan angka penyebaran virus dan penerapan social distancing serta psychal distancing. Sedangkan sisi negatifnya, ada begitu banyak pihak yang terdampak, sehingga pendapatan untuk pemenuhan kebutuhan hidup menjadi merosot secara drastis. Seperti tidak diperbolehkannya aktivitas jual,beli barang pada toko yang tidak menjual kebutuhan pokok.

Hal ini menjadi semakin aneh, tatkala penutupan beberapa toko di pasar-pasar Banjarmasin tidak sejalan dengan adanya penutupan salah satu Mall yang ada di Kalimantan Selatan tersebut. Karena, dengan bebasnya mereka bisa beroperasi sebagaimana biasanya, tanpa adanya larangan dari pemerintah setempat, ataupun pemberian hukuman akibat pelanggaran PSBB yang diterapkan. Semakin memperjelas, betapa longgarnya pemberlakuan PSBB yang diterapkan, serta tebang pilihnya kebijakan.

Penetapan PSBB  diberbagai daerah serta ketimpangan dalam pelaksanaannya semakin memperjelas betapa kejamnya penerapan sistem kapitalisme liberal terhadap rakyat, bahkan dalam kondisi genting atau wabah sekarang, mereka tak pandang bulu dalam penerapan.

Dalam penerapan sistem kapitalisme, negara yang menjadikannya sebagai asas dalam bernegara, hanyalah memiliki peran sebagai sosok regulator, tidak lebih daripada hal tersebut. Negara hanya menjadi penyalur akan penerapan kebijakan-kebijakan yang dipilihkan oleh pemerintah yang ada, bukan sebagai pelindung rakyat, alih-alih menjadi tameng warga negaranya. Hal ini terbukti, dengan munculnya kebijakan-kebijakan lainnya disaat pandemik, seperti kenaikan iuran BPJS, ataupun pembagian bansos yang tidak tepat sasaran. Alhasil, kini, peran negara dan pemerintah dipertanyakan, apakah berpihak kepada rakyat kebanyakan, atau malah pada pihak yang lain?

Permasalahan pandemik, dalam kacamata islam, tentu sudah pernah diterapkan dan diberlakukan jauh-jauh hari sebelum adanya kebijakan layaknya sekarang. Bahkan, solusi yang ditawarkan oleh Islam, jauh lebih solutif dan masuk akal, sehingga bisa memberikan kemaslahatan bagi masyarakat secara keseluruhan. Bukan sebagian seperti halnya sekarang, akan tetapi rahmatan lil alamiin.

Hal ini sudah dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khatab, ketika menghadapi situasi yang amat sulit, yakni saat wabah Tha’un menyebar di negeri Syam. Pada saat itu kebijakan yang dipilih oleh Khalifah adalah secara langsung menetapkan kebijakan lockdown wilayah Syam. Maka, otomatis, tidak ada yang boleh keluar dari wilayah tersebut, ataupun masuk ke dalam wilayah Syam. Tidak hanya sampai penerapan kebijakan lockdown lokal, mengingat situasinya adalah saat penyebaran wabah, maka hal ini akan sangat berdampak kepada penurunan pendapatan warga Syam. Sehingga Khalifah Umar menjamin kebutuhan warga Syam, tanpa terkecuali. Tidak pandang bulu, dan juga pastinya, tidak salah sasaran.

Kebijakann lockdown wilayah tersebut, serta pemberian bantuan kepada warga Syam berlangsung, hingga Allah mengangkat wabah tersebut dari wilayah Syam. Maka oleh sebab itu, ketika islam dijadikan sebagai landasan pemecahan problem masyarakat dan mengembalikan islam sebagai acuan, Allah akan semakin memperdekat pertolongan. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik (QS. Al-An’am: 57). Wallahu’allam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Kemenkes: 88 dari 100 ribu Orang Meninggal Akibat Rokok

Kemenkes: 88 dari 100 ribu Orang Meninggal Akibat Rokok

Kamis, 01 Oct 2020 22:18

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Kamis, 01 Oct 2020 22:07

Iran Seludupkan Senjata Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman Melalui Pangkalan di Somalia

Iran Seludupkan Senjata Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman Melalui Pangkalan di Somalia

Kamis, 01 Oct 2020 21:45

Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Kamis, 01 Oct 2020 20:45

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Kamis, 01 Oct 2020 20:30

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Kamis, 01 Oct 2020 20:05

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Kamis, 01 Oct 2020 19:47

Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Kamis, 01 Oct 2020 16:37

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Kamis, 01 Oct 2020 16:14

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Kamis, 01 Oct 2020 16:10

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Kamis, 01 Oct 2020 16:06

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

Kamis, 01 Oct 2020 16:03

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

Kamis, 01 Oct 2020 15:59

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

Kamis, 01 Oct 2020 15:56

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Kamis, 01 Oct 2020 11:47

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Kamis, 01 Oct 2020 11:21

 Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Kamis, 01 Oct 2020 11:16

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Kamis, 01 Oct 2020 11:08

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Rabu, 30 Sep 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Rabu, 30 Sep 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X