Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.387 views

Dekadensi Moral Generasi Meningkat Selama Pandemi, Salah Siapa?

 

Oleh:

Wahyu Utami, S.Pd || Guru di Bantul Yogyakarta

 

ISLAM menempatkan anak dalam kedudukan yang istimewa. Islam menjadikan anak sebagai cahaya mata keluarga. Allah SWT berfirman di dalam QS Al Furqan ayat 74 yang artinya, “Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

Selain sebagai cahaya mata keluarga, Islam juga menjadikan anak sebagai investasi pahala bagi kedua orang tuanya. Rasulullah SAW bersabda, “Bilamana manusia telah meninggal dunia , terputuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang senantiasa mendoakannya (HR Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

Anak-anak shalih akan senantiasa mengalirkan pahala bagi kedua orang tuanya sekalipun keduanya telah meninggal dunia. Oleh karena itu sudah seharusnya orang tua memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya agar mereka menjadi generasi yang sholih dan sholihah. Pendidikan yang terbaik adalah pendidikan yang memperhatikan dua aspek yaitu bekal iman dan ilmu.

Bagi sebuah bangsa, anak juga memiliki nilai strategis yaitu generasi emas pengisi peradaban di masa yang akan datang. Maju mundurnya bangsa sangat tergantung bagaimana kualitas generasi hari ini. Tapi lihatlah saat pandemi covid-19, dekadensi moral generasi justru semakin memprihatinkan. Pada Juli 2020, masyarakat dihebohkan dengan terjaringnya 37 pasangan ABG saat razia hotel di Jambi. Diduga 37 pasangan ABG tersebut akan melakukan pesta seks untuk merayakan ulang tahun (Kompas.com 11/7/2020). Masih pada bulan yang sama, demi kuota internet siswi SMP di Batam nekat jual diri melalui prostitusi online dengan tarif Rp 500.000 sekali kencan (Kompas.com, 29/7/2020).

Selama pandemi pula, aksi tawuran pelajar marak di berbagai kota di Indonesia khususnya di Jabodetabek. Kalau melihat sebelum dan sesudah Covid-19 ini, ada kecenderungan meningkat (kasus tawuran pelajar), “kata Hery Purnomo, Kasat Reskrim Polres Bekasi selasa, 29/9 (Jpnn.com 30/9). Hampir setiap hari ada tawuran pelajar dan kejadian tawuran banyak terjadi pada malam hari.  Yang lebih memprihatinkan, tawuran dianggap sebagai hiburan oleh pelajar saat pemberlakukan kebijakan Belajar dari Rumah.

Begitu pula kasus Narkoba, terjadi peningkatan sejak Maret hingga akhir Juni 2020. Jadi kalau kita bandingkan sebelum dan saat pandemi, sebelum tinggi tapi saat pandemi faktanya lebih tinggi lagi, “kata Inspektur Jenderal Nana Sudjana, Kapolda Metro Jaya, Jumat 13/6 (tempo.co, 29/6/2020).

Kondisi ini sepatutnya membuat kita prihatin. Bila potret generasi seperti ini, maka bagaimana mungkin bisa menjadi cahaya mata keluarga, investasi akhirat bagi kedua orang tuanya dan juga calon pemimpin yang baik bagi bangsanya? Siapa yang patut disalahkan dan bagaimana solusinya?

Dalam persoalan ini, kita tidak bisa menyalahkan remaja karena mereka sesungguhnya juga korban. Sebagai seorang muslim, maka kita harus mengembalikan seluruh persoalan di atas ke hadapan syariat Islam. Penyelesaian berbagai problem dekadensi moral generasi memerlukan satu sistem menyeluruh yang mengoptimalkan fungsi tiga pilar penegak syariat yaitu keluarga, masyarakat dan negara.

Pertama, keluarga. Keluarga tidak hanya memiliki fungsi reproduksi, tetapi juga memiliki fungsi perlindungan dan kasih sayang sehingga anak akan tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, pemenuhan hak anak adalah hal yang sangat penting. Hak-hak tersebut antara lain hak hidup, hak mendapatkan nama yang baik, hak penyusuan, hak pengasuhan, hak mendapatkan kasih sayang, hak mendapat perlindungan dan nafkah, hak mendapat pendidikan dan juga mendapatkan pemenuhan kebutuhan pokok.

Kedua, kontrol masyarakat. Masyarakat merupakan tempat dimana anak tinggal dan berinteraksi sosial. Baik buruknya masyarakat akan mempengaruhi sikap dan perilaku anak. Ibarat lumpur, anak yang sudah dididik dengan baik dalam keluarga pasti tetap akan terkotori jika masuk ke dalam lumpur. Anak yang hidup dalam masyarakat bebas nilai akan sangat sulit untuk menjadi anak yang sholih dan sholihah. Oleh karena itu penting membentuk masyarakat yang menjalankan fungsinya yaitu menciptakan lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang anak, juga menjalankan fungsi amar ma’ruf nahi mungkar saat terjadi penyimpangan perilaku. 

Ketiga, peran negara. Secara garis besar peran tersebut ada dua yaitu mendukung ekonomi keluarga dan fungsi pendidikan keluarga. Negara mengelola ekonomi dengan ekonomi Islam sehingga negara mampu memberikan pendidikan dan kesehatan gratis kepada rakyat. Negara juga menyediakan lapangan pekerjaan bagi rakyat.

Bagi yang tidak mampu karena cacat atau sakit sementara ahli waris atau kerabat juga tidak mampu maka negara juga akan mencukupinya. Dengan dukungan ekonomi keluarga oleh negara tersebut maka keluarga tidak akan berat menjalankan fungsi perlindungan dan kasih sayang terhadap anak.

Dalam fungsi pendidikan keluarga, negara memberikan pemahaman dan pendidikan kepada orang tua agar paham kewajibannya melalui pendidikan formal di sekolah maupun edukasi non formal di masyarakat. Negara wajib memastikan setiap keluarga telah menjalankan fungsinya dengan baik sehingga tidak ada anak-anak yang tercerabut haknya.

Jika ketiga pilar ini telah menjalankan fungsinya dengan baik, maka profil generasi sebagai cahaya mata, investasi pahala orang tua dan aset bangsa di masa depan akan bisa terwujud.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Pro Kontra Vaksin

Pro Kontra Vaksin

Ahad, 17 Jan 2021 19:19

Dark Joke, Humor Gelap yang Berlagak Openminded?

Dark Joke, Humor Gelap yang Berlagak Openminded?

Ahad, 17 Jan 2021 14:30

Sejumlah Bencana Alam Terjadi, Anis Matta: Kita Butuh Kolaborasi Agar Indonesia Selalu Diberkahi

Sejumlah Bencana Alam Terjadi, Anis Matta: Kita Butuh Kolaborasi Agar Indonesia Selalu Diberkahi

Ahad, 17 Jan 2021 11:29

Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Sabtu, 16 Jan 2021 23:17

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Sabtu, 16 Jan 2021 21:25

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Sabtu, 16 Jan 2021 21:05

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Sabtu, 16 Jan 2021 20:13

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Sabtu, 16 Jan 2021 16:41

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Sabtu, 16 Jan 2021 11:59

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

Sabtu, 16 Jan 2021 11:19

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Sabtu, 16 Jan 2021 07:51

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Sabtu, 16 Jan 2021 07:37

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Sabtu, 16 Jan 2021 06:27

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10


MUI

Must Read!
X