Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.797 views

Stop Diskriminasi dan Kriminalisasi

Oleh: M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik dan Hukum)

Kasus penahanan Syahganda Nainggolan, Djumhur Hidayat, dan Anton Permana adalah kriminalisasi. Begitu juga dengan Gus Nur dan tokoh KAMI Sumatera Utara.

Bahwa hal itu mengacu pada ucapan di media elektronik mungkin benar, tetapi UU ITE adalah "undang-undang kolonial" artinya seperti jaman kolonial yang dengan mudah menggunakan Wetboek van Straftrecht "Haatzai Artikelen" untuk mencari dalih hukum memenjarakan para pejuang politik.

Tebang pilih sudah dapat dipastikan. Banyak orang menulis, mengomentari, atau mendistribusikan sesuatu yang serupa dengan yang dituangkan oleh para tokoh tersebut di atas dan hal itu lolos atau biasa saja karena bukan target. Apalagi jika itu dilakukan oleh mereka yang dikelompokkan sebagai pegiat pembela penguasa. Buzzer sebutannya untuk suatu keahlian menyebarkan hoax, ujaran kebencian, dan permusuhan.

Kini HRS juga terus dicari sampai "lubang semut" untuk adanya perbuatan kriminal. Urusan pernikahan puterinya pun dimasalahkan dan dilempar opini akan adanya suatu perbuatan pidana. Sementara kasus pernikahan atau kerumunan serupa di tempat lain tidak menjadi persoalan apa-apa. Inilah yang namanya diskriminasi dan kriminalisasi.

Kepentingan politik sangat kentara. HRS dianggap tokoh berbahaya yang harus dibungkam dan dibuat tak berdaya. Pergantian Polda Metro Jaya menjadi momen untuk ini.

Kapolda baru menyatakan "dipastikan ada unsur perbuatan pidana atau dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan saat acara akad nikah puteri Habib Rizieq Shihab di Petamburan".

Dipaksakan adalah kesan paling kuat. Ada beberapa faktor yang mesti dikritisi atas kesimpulan dini Kapolda, yaitu :

Pertama, masih terjadi beda tafsir soal pemberlakuan UU No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Pemda DKI, juga Presiden, memberlakukan PSBB bukan Karantina Wilayah, karenanya sanksi hanya denda berdasarkan Perda dan itu sudah dijalankan. Sanksi pidana berlaku untuk kebijakan "lock down" atau karantina.

Kedua, Kapolda melanggar asas "praduga tak bersalah" dimana semestinya pidana dianggap terjadi setelah ada Putusan in kracht dari Pengadilan. Demikian juga tidak dapat seenaknya dinyatakan ada tindak pidana sebelum HRS sendiri diperiksa. Apalagi jika terlalu ambisius membuat SPDP kepada Kejaksaan. Semua menabrak-nabrak hukum kelaziman.

Ketiga, jika "kerumunan" adalah sebab dari terjadinya tindak pidana, maka semua orang yang berkerumun pada acara tersebut harus dipidana. artinya ribuan bahkan mungkin puluhan ribu orang-orang terlibat harus diproses hukum. Titelnya adalah "deelneming" bukan "alleen dader". Lagi pula UU Kekarantinaan Kesehatan sama sekali tidak menyebut "kerumunan" sebagai unsur.

Keempat, jika HRS diduga bersalah karena akad dan walimah pernikahan puterinya yang berujung pada pencopotan Kapolda Metro terdahulu, maka bukan saja cukup dicopot tetapi Kapolda karena "by omission" juga dipidana. Ini konsekuensi dari penegakkan hukum yang obyektif, bukan diskriminatif.

Pemerintahan Jokowi sebaiknya kembali ke rel yang benar dalam menjalankan amanat rakyat. Janganlah Pak Jokowi memperalat para penegak hukum untuk berlaku zalim di negeri ini. Tegakkan keadilan sebagai amanat moral berideologi Pancasila. Tidak perlu memperpanjang catatan penggunaan hukum untuk kepentingan politik sesaat.

Saatnya untuk bersikap jujur, tidak berkoar tentang basis milenial pada perilaku yang sebenarnya kolonial.

Stop diskriminasi dan kriminalisasi karena Itu adalah sikap zalim dan anti demokrasi.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
AS Akan Bantu Saudi Pertahankan Diri Dari Serangan Di Wilayahnya

AS Akan Bantu Saudi Pertahankan Diri Dari Serangan Di Wilayahnya

Senin, 25 Jan 2021 17:15

RESENSI BUKU: Mengupas Pemikiran Politik Buya Hamka

RESENSI BUKU: Mengupas Pemikiran Politik Buya Hamka

Senin, 25 Jan 2021 16:44

Banjir Jakarta, Tiba Saatnya Salahkan Anies

Banjir Jakarta, Tiba Saatnya Salahkan Anies

Senin, 25 Jan 2021 16:23

Efek Buruk dari Dosa yang Menumpuk, Tinggalkan!

Efek Buruk dari Dosa yang Menumpuk, Tinggalkan!

Senin, 25 Jan 2021 14:23

Persiapkan Diri Wujudkan Pernikahan Impian

Persiapkan Diri Wujudkan Pernikahan Impian

Senin, 25 Jan 2021 14:10

Komisi Khusus Majelis Nasional Prancis Setujui RUU Yang Menargetkan Umat Muslim

Komisi Khusus Majelis Nasional Prancis Setujui RUU Yang Menargetkan Umat Muslim

Senin, 25 Jan 2021 14:05

6 Tentara Mali Tewas 18 Terluka Dalam Dua Serangan Dekat Perbatasan Dengan Burkina Faso

6 Tentara Mali Tewas 18 Terluka Dalam Dua Serangan Dekat Perbatasan Dengan Burkina Faso

Senin, 25 Jan 2021 13:15

Madam dan Pak Lurah Keluarlah

Madam dan Pak Lurah Keluarlah

Senin, 25 Jan 2021 12:39

Mengapa Barang Gunaan Seperti Kulkas, Alat Masak dll Harus Disertifikasi Halal?

Mengapa Barang Gunaan Seperti Kulkas, Alat Masak dll Harus Disertifikasi Halal?

Senin, 25 Jan 2021 09:12

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Lanjutkan Pembicaraan Pertukaran Tahanan

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Lanjutkan Pembicaraan Pertukaran Tahanan

Ahad, 24 Jan 2021 22:05

Pria AS Ditangkap Karena Gunakan Dana Bantuan Virus Corona Untuk Membeli Mobil dan Rumah Mewah

Pria AS Ditangkap Karena Gunakan Dana Bantuan Virus Corona Untuk Membeli Mobil dan Rumah Mewah

Ahad, 24 Jan 2021 20:30

Perpres No. 7/2021 Sangat Berbahaya

Perpres No. 7/2021 Sangat Berbahaya

Ahad, 24 Jan 2021 19:59

Erick Thohir Dipilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini Pesan dan Harapan Anis Byarwati

Erick Thohir Dipilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini Pesan dan Harapan Anis Byarwati

Ahad, 24 Jan 2021 19:46

Sukamta Minta Pemerintah Atasi Ekstremisme Tanpa Timbulkan Perpecahan

Sukamta Minta Pemerintah Atasi Ekstremisme Tanpa Timbulkan Perpecahan

Ahad, 24 Jan 2021 19:22

11 Milisi Syi'ah Dukungan Iran Tewas Dalam Penyergapan Pejuang Islamic State di Tikrit Irak

11 Milisi Syi'ah Dukungan Iran Tewas Dalam Penyergapan Pejuang Islamic State di Tikrit Irak

Ahad, 24 Jan 2021 19:21

Italia Perintahkan TikTok Blokir Akun Pengguna Setelah Kematian Bocah Berusia 10 Tahun

Italia Perintahkan TikTok Blokir Akun Pengguna Setelah Kematian Bocah Berusia 10 Tahun

Sabtu, 23 Jan 2021 21:30

Cina Beri Wewenang Penjaga Pantai Untuk Menembak Dan Menghancurkan Kapal Asing

Cina Beri Wewenang Penjaga Pantai Untuk Menembak Dan Menghancurkan Kapal Asing

Sabtu, 23 Jan 2021 20:15

Putra Pengusaha Suriah Yang Terkait Ledakan Beirut Selamat Dari Upaya Pembunuhan

Putra Pengusaha Suriah Yang Terkait Ledakan Beirut Selamat Dari Upaya Pembunuhan

Sabtu, 23 Jan 2021 19:45

Pemerintahan Biden Akan Tinjau Kesepakatan Perjanjian Dengan Taliban

Pemerintahan Biden Akan Tinjau Kesepakatan Perjanjian Dengan Taliban

Sabtu, 23 Jan 2021 18:15

Ketua Komnas HAM Bagaikan Merangkap Ketua Tim Pembela Polisi

Ketua Komnas HAM Bagaikan Merangkap Ketua Tim Pembela Polisi

Sabtu, 23 Jan 2021 17:55


MUI

Must Read!
X