Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.117 views

PTM Pertaruhkan Nyawa Generasi

 

Hak belajar bagi anak memang merupakan hal yang harus dipenuhi bahkan dijamin sepenuhnya oleh negara. Namun urgenitas kesehatan di kala pandemi tentu menjadi indikator yang paling diperhatikan.

Oleh:

Siti Subaidah || Pemerhati Lingkungan dan Generasi

 

SIMULASI PTM ( Pembelajaran Tatap Muka) telah usai di laksanakan. Diketahui dalam rentang waktu simulasi PTM yakni 14-17 Desember 2020 untuk 35 SMP dan 45 SD di Balikpapan, ada beberapa sekolah yang tidak jadi melakukan simulasi. Salah satu penyebabnya yaitu ditemukannya beberapa guru yang terindikasi positif Covid-19.

“SD ada 5 sekolah, SMP ada 2 sekolah, ya tadi karena ada gurunya yang positif covid-19,” ujar Kepala Disdikbud Kota Balikpapan Muhaimin, Rabu (16/12).

Rangkaian simulasi PTM yang telah digelar akan menjadi bahan evaluasi terkait kesiapan Pembelajaran Tatap Muka di bulan Januari nanti. Keputusan akhir jadi atau tidaknya PTM akan di putuskan oleh Wali kota setempat dengan mempertimbangkan hasil evaluasi. (Inibalikpapan.com)

Jujur saja, dilihat dari sudut pandang manapun wacana PTM tetaplah sangat berpotensi meningkatkan kasus Covid-19. Walaupun klaim akan membuat siswa kembali bergairah untuk belajar ataupun mengurangi stres kaum ibu karena daring. Namun tetap saja urgensi kesehatan untuk anak jauh lebih penting.

Ditambah lagi dengan banyaknya potensi keramaian di bulan Desember mulai dari pilkada, libur panjang hingga Natal dan Tahun Baru yang biasanya dijadikan momentum berkumpul oleh masyarakat. Belum lagi kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan yang masih sangat kurang. Ini saja sudah sangat mengkhawatirkan, apalagi harus ditambah dengan PTM setelahnya.

Selain itu, jika di tinjau dari strategi Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Timur yang mencanangkan 80% upaya pencegahan dan 20% penanganan kesehatan. Tentu pelaksanaan PTM ini sangat jauh bertolak belakang dengan strategi penanganan yang telah dibuat. Jangankan mencapai indikator zona hijau, berlepas dari zona oranye saja tidak mampu.

 

PTM Buah Hasil Kegagalan PJJ

Di ketahui sebelumnya, PJJ (Pelajaran Jarak Jauh) menjadi metode yang dirumuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersama instansi terkait. Namun realisasi di lapangan banyak menimbulkan kendala. Bahkan setelah berjalan 8 bulan lamanya masalah-masalah baru timbul seperti ancaman putus sekolah, kurangnya tumbuh kembang anak serta meningkatnya potensi kekerasan pada anak.

Melihat fakta tersebut, pemerintah kembali mencanangkan PTM sebagai pengganti PJJ. Namun apakah kebijakan lanjutan ini akan memberikan efek yang lebih baik?. Tentu saja tidak, seperti yang dipaparkan di atas PTM bahkan menjadi kebijakan coba-coba dengan mempertaruhkan nyawa generasi kita. Dari sini nampak jelas bahwa kebijakan PTM merupakan kebijakan tambal sulam akibat gagalnya PJJ dalam memenuhi hak belajar anak. Terlihat bahwa pemerintah hanya sekedar menutup masalah yang ada dengan masalah yang baru.

Selain itu, dampak yang diklaim timbulkan akibat PJJ dalam aplikasinya merupakan masalah klasik. Masalah tersebut sudah ada sebelum PJJ di berlakukan, bahkan sebelum pandemi ada. Kekerasan pada anak telah sering kita temui bahkan angka kasus kian meningkat tiap tahunnya. Pun ancaman putus sekolah merupakan masalah yang tak pernah selesai karena ini berkaitan dengan ekonomi masyarakat. Alhasil adanya pandemi hanya semakin memperlihatkan kepada kita bahwa pemerintah gagal menyelesaikan permasalahan pendidikan dan anak.

 

Harus Tuntas Dahulu!

Hak belajar bagi anak memang merupakan hal yang harus dipenuhi bahkan dijamin sepenuhnya oleh negara. Namun urgenitas kesehatan di kala pandemi tentu menjadi indikator yang paling diperhatikan. Hak belajar anak yang teramputasi karena pandemi sejatinya murni kesalahan dalam menentukan arah kebijakan penanganan pandemi sedari awal.

Karantina wilayah harusnya menjadi titik poin kebijakan agar wabah tidak ke mana-mana. Sehingga pendidikan, sosial dan ekonomi di wilayah lain tidak akan terganggu dan tetap bisa berjalan. Masyarakat masih bisa mencari nafkah. Anak-anak masih bisa bersekolah sedang pemerintah cukup mengarahkan perhatian penuh untuk mengurus daerah yang terdampak wabah dengan menanggung sepenuhnya biaya kesehatan serta ekonomi masyarakat di sana sehingga warga yang sakit bisa fokus dengan proses penyembuhannya tanpa khawatir soal ekonomi dan lain-lain.

Inilah yang dicontohkan oleh Islam dalam menanggulangi pandemi atau wabah. Komprehensif dan tepat sasaran sehingga pandemi yang dirasakan masyarakat tak akan berkepanjangan layaknya sekarang. Jika kebijakan PTM memang diarahkan untuk memenuhi hak belajar anak maka sudah seharusnya pemerintah menuntaskan permasalahan pandemi dahulu. Tidak ada option lain. Tetap memaksakan PTM di tengah pandemi, hanya akan memperkeruh keadaan. Wallahu a’lam bishawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Survei Internal Pentagon: Pasukan Militer AS Tidak Siap Untuk 'Bertempur Malam Ini'

Survei Internal Pentagon: Pasukan Militer AS Tidak Siap Untuk 'Bertempur Malam Ini'

Kamis, 28 Oct 2021 21:00

Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Kamis, 28 Oct 2021 20:40

UEA Kirim 12 Mantan Tahanan Guantanamo Ke Yaman

UEA Kirim 12 Mantan Tahanan Guantanamo Ke Yaman

Kamis, 28 Oct 2021 20:35

Fraksi PKS Tolak Rencana Kenaikan Harga Pertalite

Fraksi PKS Tolak Rencana Kenaikan Harga Pertalite

Kamis, 28 Oct 2021 20:35

Tes PCR Jadi Syarat Penerbangan:  Urgensi atau Bisnis?

Tes PCR Jadi Syarat Penerbangan: Urgensi atau Bisnis?

Kamis, 28 Oct 2021 20:22

Peretas Bocorkan Rincian Pribadi Ratusan Personel Tentara Israel

Peretas Bocorkan Rincian Pribadi Ratusan Personel Tentara Israel

Kamis, 28 Oct 2021 20:06

Demi Kualitas Pilpres, Capres Independen Layak Diperjuangkan

Demi Kualitas Pilpres, Capres Independen Layak Diperjuangkan

Kamis, 28 Oct 2021 19:08

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kamis, 28 Oct 2021 13:55

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Kamis, 28 Oct 2021 12:25

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Kamis, 28 Oct 2021 10:18

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

Kamis, 28 Oct 2021 08:09

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Rabu, 27 Oct 2021 23:34

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Rabu, 27 Oct 2021 23:16

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Rabu, 27 Oct 2021 23:08

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Rabu, 27 Oct 2021 22:50

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Rabu, 27 Oct 2021 22:15

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Rabu, 27 Oct 2021 21:55

Waspada Propaganda LGBT

Waspada Propaganda LGBT

Rabu, 27 Oct 2021 18:49

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Rabu, 27 Oct 2021 18:28

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Rabu, 27 Oct 2021 17:30


MUI

Must Read!
X