Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.712 views

PTM Pertaruhkan Nyawa Generasi

 

Hak belajar bagi anak memang merupakan hal yang harus dipenuhi bahkan dijamin sepenuhnya oleh negara. Namun urgenitas kesehatan di kala pandemi tentu menjadi indikator yang paling diperhatikan.

Oleh:

Siti Subaidah || Pemerhati Lingkungan dan Generasi

 

SIMULASI PTM ( Pembelajaran Tatap Muka) telah usai di laksanakan. Diketahui dalam rentang waktu simulasi PTM yakni 14-17 Desember 2020 untuk 35 SMP dan 45 SD di Balikpapan, ada beberapa sekolah yang tidak jadi melakukan simulasi. Salah satu penyebabnya yaitu ditemukannya beberapa guru yang terindikasi positif Covid-19.

“SD ada 5 sekolah, SMP ada 2 sekolah, ya tadi karena ada gurunya yang positif covid-19,” ujar Kepala Disdikbud Kota Balikpapan Muhaimin, Rabu (16/12).

Rangkaian simulasi PTM yang telah digelar akan menjadi bahan evaluasi terkait kesiapan Pembelajaran Tatap Muka di bulan Januari nanti. Keputusan akhir jadi atau tidaknya PTM akan di putuskan oleh Wali kota setempat dengan mempertimbangkan hasil evaluasi. (Inibalikpapan.com)

Jujur saja, dilihat dari sudut pandang manapun wacana PTM tetaplah sangat berpotensi meningkatkan kasus Covid-19. Walaupun klaim akan membuat siswa kembali bergairah untuk belajar ataupun mengurangi stres kaum ibu karena daring. Namun tetap saja urgensi kesehatan untuk anak jauh lebih penting.

Ditambah lagi dengan banyaknya potensi keramaian di bulan Desember mulai dari pilkada, libur panjang hingga Natal dan Tahun Baru yang biasanya dijadikan momentum berkumpul oleh masyarakat. Belum lagi kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan yang masih sangat kurang. Ini saja sudah sangat mengkhawatirkan, apalagi harus ditambah dengan PTM setelahnya.

Selain itu, jika di tinjau dari strategi Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Timur yang mencanangkan 80% upaya pencegahan dan 20% penanganan kesehatan. Tentu pelaksanaan PTM ini sangat jauh bertolak belakang dengan strategi penanganan yang telah dibuat. Jangankan mencapai indikator zona hijau, berlepas dari zona oranye saja tidak mampu.

 

PTM Buah Hasil Kegagalan PJJ

Di ketahui sebelumnya, PJJ (Pelajaran Jarak Jauh) menjadi metode yang dirumuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersama instansi terkait. Namun realisasi di lapangan banyak menimbulkan kendala. Bahkan setelah berjalan 8 bulan lamanya masalah-masalah baru timbul seperti ancaman putus sekolah, kurangnya tumbuh kembang anak serta meningkatnya potensi kekerasan pada anak.

Melihat fakta tersebut, pemerintah kembali mencanangkan PTM sebagai pengganti PJJ. Namun apakah kebijakan lanjutan ini akan memberikan efek yang lebih baik?. Tentu saja tidak, seperti yang dipaparkan di atas PTM bahkan menjadi kebijakan coba-coba dengan mempertaruhkan nyawa generasi kita. Dari sini nampak jelas bahwa kebijakan PTM merupakan kebijakan tambal sulam akibat gagalnya PJJ dalam memenuhi hak belajar anak. Terlihat bahwa pemerintah hanya sekedar menutup masalah yang ada dengan masalah yang baru.

Selain itu, dampak yang diklaim timbulkan akibat PJJ dalam aplikasinya merupakan masalah klasik. Masalah tersebut sudah ada sebelum PJJ di berlakukan, bahkan sebelum pandemi ada. Kekerasan pada anak telah sering kita temui bahkan angka kasus kian meningkat tiap tahunnya. Pun ancaman putus sekolah merupakan masalah yang tak pernah selesai karena ini berkaitan dengan ekonomi masyarakat. Alhasil adanya pandemi hanya semakin memperlihatkan kepada kita bahwa pemerintah gagal menyelesaikan permasalahan pendidikan dan anak.

 

Harus Tuntas Dahulu!

Hak belajar bagi anak memang merupakan hal yang harus dipenuhi bahkan dijamin sepenuhnya oleh negara. Namun urgenitas kesehatan di kala pandemi tentu menjadi indikator yang paling diperhatikan. Hak belajar anak yang teramputasi karena pandemi sejatinya murni kesalahan dalam menentukan arah kebijakan penanganan pandemi sedari awal.

Karantina wilayah harusnya menjadi titik poin kebijakan agar wabah tidak ke mana-mana. Sehingga pendidikan, sosial dan ekonomi di wilayah lain tidak akan terganggu dan tetap bisa berjalan. Masyarakat masih bisa mencari nafkah. Anak-anak masih bisa bersekolah sedang pemerintah cukup mengarahkan perhatian penuh untuk mengurus daerah yang terdampak wabah dengan menanggung sepenuhnya biaya kesehatan serta ekonomi masyarakat di sana sehingga warga yang sakit bisa fokus dengan proses penyembuhannya tanpa khawatir soal ekonomi dan lain-lain.

Inilah yang dicontohkan oleh Islam dalam menanggulangi pandemi atau wabah. Komprehensif dan tepat sasaran sehingga pandemi yang dirasakan masyarakat tak akan berkepanjangan layaknya sekarang. Jika kebijakan PTM memang diarahkan untuk memenuhi hak belajar anak maka sudah seharusnya pemerintah menuntaskan permasalahan pandemi dahulu. Tidak ada option lain. Tetap memaksakan PTM di tengah pandemi, hanya akan memperkeruh keadaan. Wallahu a’lam bishawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Hari Jum’at Tiba, Rasulullah Menunggu Shalawat Kita!

Hari Jum’at Tiba, Rasulullah Menunggu Shalawat Kita!

Kamis, 25 Feb 2021 22:26

Jeratan Pornografi Kian Mencengkeram Dunia Remaja

Jeratan Pornografi Kian Mencengkeram Dunia Remaja

Kamis, 25 Feb 2021 21:43

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

Kamis, 25 Feb 2021 21:27

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Kamis, 25 Feb 2021 21:26

Doa Agar Amal Ibadah Diterima

Doa Agar Amal Ibadah Diterima

Kamis, 25 Feb 2021 21:10

Rakyat Tuban, Dulu Ditolak Kini Kaya Mendadak

Rakyat Tuban, Dulu Ditolak Kini Kaya Mendadak

Kamis, 25 Feb 2021 20:35

Turki Akan Balas Dendam Atas Pembantaian 13 Warga Turki Ditangan Teroris PKK

Turki Akan Balas Dendam Atas Pembantaian 13 Warga Turki Ditangan Teroris PKK

Kamis, 25 Feb 2021 20:05

Militer Armenia Serukan Pengunduran Diri PM Nikol Pashinyan

Militer Armenia Serukan Pengunduran Diri PM Nikol Pashinyan

Kamis, 25 Feb 2021 19:45

Laporan: Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Terbang Ke Turki Dengan Jet Pribadi Sitaan MBS

Laporan: Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Terbang Ke Turki Dengan Jet Pribadi Sitaan MBS

Kamis, 25 Feb 2021 19:15

Polisi Turki Tangkap Anggota IS Yang Tengah Memata-matai Pos Militer Di Istannbul

Polisi Turki Tangkap Anggota IS Yang Tengah Memata-matai Pos Militer Di Istannbul

Kamis, 25 Feb 2021 18:48

Yuk Bikin Logo atau Brosur Keren Infaq Seikhlasnya

Yuk Bikin Logo atau Brosur Keren Infaq Seikhlasnya

Kamis, 25 Feb 2021 12:42

Tolak Zuhairi Misrawi

Tolak Zuhairi Misrawi

Kamis, 25 Feb 2021 11:20

Pimpinan Majelis Tafsir Al-Qur'an Ustadz Ahmad Sukina Meninggal Dunia

Pimpinan Majelis Tafsir Al-Qur'an Ustadz Ahmad Sukina Meninggal Dunia

Kamis, 25 Feb 2021 11:15

Wajah Cerah dengan Face Mist Halal Berbahan Saffron Afghanistan

Wajah Cerah dengan Face Mist Halal Berbahan Saffron Afghanistan

Kamis, 25 Feb 2021 08:54

Kekeliruan Paradigma Emosi

Kekeliruan Paradigma Emosi

Rabu, 24 Feb 2021 23:00

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Rabu, 24 Feb 2021 22:44

Bekerja untuk Akhirat

Bekerja untuk Akhirat

Rabu, 24 Feb 2021 22:12

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Rabu, 24 Feb 2021 21:39

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Rabu, 24 Feb 2021 21:38

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Rabu, 24 Feb 2021 21:17


MUI

Must Read!
X