Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.466 views

Bagaimana Mengatasi Begal dalam Islam?

 

Oleh: Ratna Mufidah, SE

 

Murtede alias Amaq Shinta (34tahun) boleh bernafas lega, pasalnya dia sudah dibebaskan dari penahanan atas status tersangka yang hendak menjeratnya dengan pasal pembunuhan. Hal ini setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka setelah membunuh dua begal dari empat begal yang hendak membegalnya di Jalan Raya Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (10/4/2022) sekitar pukul 24.00 Wita.

Penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas status tersangka Amaq Sinta dilakukan setelah Polda NTB melakukan gelar perkara. Tak hanya itu, berbagai perbincangan publik termasuk puluhan warga yang menggeruduk Polres Lombok Tengah tampaknya menjadi dorongan tersendiri atas munculnya keputusan pembebasan tersebut.

Pengamat Hukum Mulyadi menegaskan bahwa apa yang dilakukan korban adalah untuk membela diri karena nyawanya merasa terancam. Tindakan tersebut dikenal dengan overmacht atau keadaan memaksa yang membuat bersangkutan melakukan kegiatan luar biasa dan tak bisa dihindarkan. "Keputusan tepat. Harus dibebaskan," katanya (Kompas.com, 18/04/2022).

Kasus yang menimpa Amaq Shinta sudah jelas bahwa ia mengalami pembegalan, karena ke empat orang begal tersebut selain menyerempet motornya juga membawa dan menyabetkan samurai padanya beberapa kali. Dalam kondisi seperti itu tak ada pilihan lain selain membunuh atau dibunuh. Apalagi terdapat dua begal yang masih hidup yang bisa memberikan kesaksian terhadap peristiwa tersebut.

Dalam Islam, kasus pembegalan masuk dalam ranah kriminalitas yang diistilahkan ulama dengan quttha’ at-thariq [arab: قطاع الطريق] yaitu penyerangan jiwa, atau perampasan harta dengan senjata, atau merusak kehormatan wanita dengan ancaman senjata. Islam sebagai sistem kehidupan yang lengkap telah mempunyai aturan-aturan dalam mengatasi kasus pembegalan ini.

Dalam ranah individu, apa yang dilakukan Amaq Shinta sudah tepat, yaitu melawan demi mempertahankan diri. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ جَاءَ رَجُلٌ يُرِيدُ أَخْذَ مَالِى قَالَ « فَلاَ تُعْطِهِ مَالَكَ ». قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَاتَلَنِى قَالَ « قَاتِلْهُ ». قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلَنِى قَالَ « فَأَنْتَ شَهِيدٌ ». قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُهُ قَالَ: هُوَ فِى النَّارِ

Ada seseorang yang datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ya Rasulullah, bagaimana jika ada orang yang hendak merampas hartaku.’ “Jangan kau serahkan hartamu.” Jawab baliau. ‘Bagaimana jika dia melawan?’ tanya orang itu. “Lawan balik dia.” ‘Bagaimana jika dia membunuhku?’ tanya orang itu. “Engkau syahid.” Jawab beliau. ‘Lalu bagaimana jika aku berhasil membunuhnya?’ “Dia di neraka.” Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim 377)

Tak sebatas perlawanan individu saja, dalam mengatasi masalah begal, harus dicari akar masalahnya, apakah itu persoalan ekonomi, atau kondisi jiwa yang labil atau gabungan keduanya sebagai faktor yang saling mendukung. Islam sebagai agama yang datang dari Rabb semesta alam tentu sudah pasti cocok diterapkan untuk seluruh umat manusia dalam rangka mengatasi segala permasalahannya.

Dalam persoalan ekonomi, penerapan sistem ekonomi yang digali dari nash-nash syara’ akan mampu mewujudkan keadilan, kesejahteraan dan pemerataan. Ini bisa dilihat dari standar Islam dalam mengurusi warganya adalah sampai tidak ada lagi orang yang merasa kelaparan, tidak punya tempat tinggal maupun pakaian. Semua itu bisa diwujudkan dengan mekanisme penerapan syariat Islam dalam mengatur perekonomian atau bisa juga mekanisme pemberian langsung berupa kebutuhan pokok maupun lainnya dari negara kepada rakyat.

Penerapan syariat dalam bidang Pendidikan menjadikan warga berhak memperoleh Pendidikan yang gratis dan bermutu sampai yang setinggi-tingginya. Karena negara berkewajiban memfasilitasi segala hal yang berkaitan dengan pengembangan ilmu dan teknologi demi tercapainya perkembangan dakwah Islam. Hal ini tentu saja otomatis akan semakin meninggikan taraf berfikir dalam masyarakat sehingga penanaman dan pengokohan ideologi Islam akan membuat makin sedikit orang yang memilih jalan kriminal untuk mencapai tujuannya.

Negara yang menerapkan syariat Islam juga akan menerapkan hukuman yang sesuai nash dalam menghukum pelaku pembegalan. Pembegal jalanan, penyerang masyarakat, perampok dan perampas harta dan penghilang nyawa terkategori sebagai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (QS. Al Maidah: 33)

Sebagaimana ketentuan dalam ayat, siapa yang memunuh dan tidak mengambil harta, maka ia dijatuhi sanksi dengan dibunuh dan tidak disalib. Siapa yang mengambil harta dan tidak membunuh, maka akan dijatuhi sanksi dengan dipotong tangan dan kakinya secara bersilangan dan tidak dibunuh. Siapa yang menodongkan senjata, menakut-nakuti orang tetapi tidak membuhuh dan mengambil harta, maka ia tidak dibunuh, tidak disalib dan tidak dipotong tangan dan kakinya secara bersilangan namun hanya dibuang dengan diasingkan dari negerina ke negeri lain yang jauh dari negara.

Semua itu tentu saja bila diterapkan akan membuat pelaku pembegalan takut, kapok dan berfikir-fikir lagi untuk melakukan hal serupa. Demikianlah gambaran syariat Islam dalam mengatasi maraknya kasus pembegalan. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Sabtu, 04 Feb 2023 21:15

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Sabtu, 04 Feb 2023 20:50

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Sabtu, 04 Feb 2023 20:35

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Sabtu, 04 Feb 2023 17:36

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Sabtu, 04 Feb 2023 16:45

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Sabtu, 04 Feb 2023 12:12

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Jum'at, 03 Feb 2023 21:25

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jum'at, 03 Feb 2023 21:12

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Jum'at, 03 Feb 2023 20:37

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Jum'at, 03 Feb 2023 17:45

Astronot UEA Pertimbangkan Cara Berpuasa Selama Ramadhan Di Ruang Angkasa

Astronot UEA Pertimbangkan Cara Berpuasa Selama Ramadhan Di Ruang Angkasa

Jum'at, 03 Feb 2023 13:45

Partai Republik Copot Ilhan Omar Dari Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Karena Kritik Israel

Partai Republik Copot Ilhan Omar Dari Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Karena Kritik Israel

Jum'at, 03 Feb 2023 10:02

Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Kamis, 02 Feb 2023 16:14

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

Kamis, 02 Feb 2023 14:35

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Kamis, 02 Feb 2023 12:37

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Kamis, 02 Feb 2023 11:45

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Kamis, 02 Feb 2023 10:42

Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Rabu, 01 Feb 2023 16:03

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Rabu, 01 Feb 2023 13:36

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Rabu, 01 Feb 2023 10:25


MUI

Must Read!
X