Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.312 views

Simpan Janin di Kotak Makan, Kebebasan Kebablasan?

 

Oleh: Vani Nurlita Santi

Baru-baru ini jagad media sosial kita dihebohkan dengan penemuan 7 jasad janin yang tersimpan dalam kotak makan di sebuah indekost di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Menurut keterangan dari kepolisian alasan perempuan yang menyimpan ketujuh janinnya di kotak makan ini lantaran ia tidak kunjung dinikahi oleh kekasihnya. Sang perempuan NM (29) dan pasangannya SP telah berhubungan suami istri hingga hamil kemudian diaborsi sejak tahun 2012. NM melakukan aborsi hampir setiap tahun sejak 2012 hingga 2017 sampai pada akhirnya aksinya terungkap pada Sabtu, 4 Juni 2022.

Direktur Siyasah Institute Iwan Januar mengatakan jika temuan tujuh janin di kota Makassar tersebut adalah buah dari kerusakan pergaulan bebas. Hal ini adalah hasil dari masyarakat yang sangat menjunjung tinggi liberalisme. Liberalisme yang dijunjung tinggi masyarakat ini mendorong rusaknya sistem pergaulan Antara laki-laki dan perempuan di era kapitalis yang menjunjung tinggi kebebasan. Pada sistem liberalisme yang tengah tumbuh subur di tengah-tengah umat saat ini kebebasan adalah hal yang sangat dijunjung tinggi dan diagung-agungkan.

Kebebasan dinilai sebagai hak asasi manusia yang harus di penuhi tanpa tapi. Bahkan pemerintah di negara ini pun tidak peduli dengan kerusakan pergaulan yang saat ini menjajah anak mudah yang notabene sebagai generasi penerus bangsanya. Pacaran sebagai salah satu aktivitas yang didalamnya terdapat banyak sekali bibit zina bertebaran di anggap biasa dan tidak termasuk hal yang harus segera diberi tindakan tegas. Padahal jelas, terdapat banyak sekali kasus perzinahan, pelecehan seksual, aborsi dan segala tindak kejahatan lain yang timbul karena adanya kegiatan pacaran.

Bahkan Indonesia pernah mencatat terdapat dua juta kasus aborsi setiap tahun di Indonesia yang dilakukan perempuan yang lebih dari setengah kasusnya masih berusia dibawah dari 25 tahun. Hal ini menunjukkan buruknya, rusaknya, pergaulan remaja di sistem kapitalisme yang menjunjung tinggi kebebasan. Namun apa yang bisa kita lakukan jika pemerintahnya saja tidak menyikapi hal ini dengan tegas? Terbukti pada RUU TPKSnya yang hanya mengatur tindak kekerasan seksual tanpa mengatur hukum berhubungan seksual diluar pernikahan.

Tidak adanya hukum yang mengatur hubungan seksual Antara laki-laki dan perempuan yang belum menikah ini membuat anak-anak mudah zaman sekarang semakin berani bermain dengan zina. Karena tidak ada hukuman yang diberikan negara jika mereka melakukan hubungan tersebut atas dasar suka sama suka. Sungguh nasib generasi penerus bangsa ini, terutama perempuan sangat mengkhawatirkan jika tidak segera dihadirkan sebuah sistem yang mengatur hubungan Antara laki-laki dan perempuan. Di era akhir zaman seperti ini, di saat kemaksiatan dinormalisasi, sungguh negeri ini membutuhkan sistem Islam untuk memperbaiki apa yang sudah terjadi.

Sistem Islam kaffah memiliki sumber hukum yang berasal dari sang pencipta manusia, yang terbukti sistemnya mampu mengatur manusia agar menjadi manusia yang sesungguhnya. Dalam pergaulan remaja sistem islam yang melampaui batas, sistem islam memiliki hukum yang tegas yang bisa menimbulkan efek jera bagi yang menyaksikannya dan menjadi bentuk taubatan nasuha bagi yang melakukannya. Sepintas bagi orang yang tidak mau melihat islam dengan benar akan melihat hukum tersebut terlihat kejam. Namun mari kita lihat lebih teliti lagi.

Jika seseorang tengah melakukan zina dan dihukum cambuk atau rajam, orang tersebut sedang melakukan penebusan dosa dengan melakukan taubatan nasuha atas dosa yang telah diperbuatnya. Hukuman yang dilakukan tersebut dilaksanakan di tanah lapang dan disaksikan oleh masyarakat banyak. Hal ini dilakukan agar masyarakat jera dan tidak melakukan hal yang sama. Taubatan nasuha yang dilakukan oleh pelaku zina tadi insyaallah akan diterima allah sehingga kelak di akhirat nanti orang tersebut tidak akan ditanyai lagi perihal zina yang pernah dilakukannya di dunia. Bukankah lebih baik dihukum di dunia daripada di akhirat? Jika sudah diteliti lagi apakah hukum yang diberikan oleh islam kepada pelaku zina termasuk hal yang tidak adil dan kejam lagi?

Sistem kapitalis yang sudah menunjukkan ketidak mampuannya melindungi pergaulan bebas remaja saat ini. Sistem kapitalisme ini harus segera digantikan dengan sistem islam yang kaffah. Sudah terdapat banyak bukti jika sistem islam yang kaffah mampu melindungi remaja dari pergaulannya yang bebas. Sistem Islam yang kaffah juga sudah membuktikan jika sistemnya mampu menciptakan generasi muda terbaik yang pernah ada di muka bumi. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Anies Sebut Formula E Diaudit BPK Tiga Kali, Hasilnya Tidak Ada Masalah

Anies Sebut Formula E Diaudit BPK Tiga Kali, Hasilnya Tidak Ada Masalah

Kamis, 06 Oct 2022 11:13

Dampak Inflasi, PKS Minta Pemerintah Kaji Ulang Batas Garis Kemiskinan

Dampak Inflasi, PKS Minta Pemerintah Kaji Ulang Batas Garis Kemiskinan

Kamis, 06 Oct 2022 10:23

Rekonstruksi Kanjuruhan: Suruh 40 Ribu Polisi Duduk di Stadion, Tembakkan Gas Air Mata

Rekonstruksi Kanjuruhan: Suruh 40 Ribu Polisi Duduk di Stadion, Tembakkan Gas Air Mata

Kamis, 06 Oct 2022 09:57

Saudi Jadi Negara Arab Paling Banyak Dikunjungi Turis Sepanjang Tahun 2022

Saudi Jadi Negara Arab Paling Banyak Dikunjungi Turis Sepanjang Tahun 2022

Kamis, 06 Oct 2022 09:27

Politisi Sayap Kanan Marine Le Pen Tuntut Lebih Banyak Penutupan Masjid Di Prancis

Politisi Sayap Kanan Marine Le Pen Tuntut Lebih Banyak Penutupan Masjid Di Prancis

Rabu, 05 Oct 2022 16:24

Menuju Madrasah Unggulan, Pondok Ngruki Study Banding ke MAN IC Serpong

Menuju Madrasah Unggulan, Pondok Ngruki Study Banding ke MAN IC Serpong

Rabu, 05 Oct 2022 13:11

Sahabat Taat, Only Label atau Benar-Benar Available?

Sahabat Taat, Only Label atau Benar-Benar Available?

Rabu, 05 Oct 2022 10:15

Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Rabu, 05 Oct 2022 07:47

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 05 Oct 2022 07:41

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Rabu, 05 Oct 2022 05:38

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Selasa, 04 Oct 2022 10:51

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Selasa, 04 Oct 2022 09:12

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30


MUI

Must Read!
X