Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
13.983 views

Doa Saat Keluar Dari Rumah

Oleh: Badrul Tamam

Dalam keseharian kita, aktifitas keluar rumah untuk bekerja, usaha, belajar, ibadah, dan lainnya menjadi rutinitas. Hampir setiap kita melakukannya. Banyak tujuan baik yang kita inginkan saat keluar dari rumah, namun tidak sedikti bahaya yang mengintai kita ketika berada di sana. Berikut ini kami tuliskan dzikir dan doa yang dibaca saat keluar rumah, supaya kegiatan di luar menjadi lebih barakah, mengahasilkan banyak kebaikan dan pahala serta terhindar dari berbagai keburukan.

 

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bismillaahi Tawakkaltu ‘Alallaah Laa Haula wa Laa Quwwata Illaa Billaah

Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya.

Dasar Dzikir

Dzikir/doa di atas diriwayatkan dari Anas bin Malik, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, “Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca,

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya.

Beliau bersabda, Dikatakan pada saat itu, “Engkau telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dijaga. Maka Syetan menjauh darinya sehingga syetan yang lain berkata kepadanya, “Kaifa laka birajulin? (Apa yang bisa engkau lakukan terhadap seseorang) yang telah diberi petunjuk , telah dicukupkan, dan telah dijaga?” (HR. Abu Dawud no. 4431, al-Tirmidzi no. 3348, Ibnu Hibban no. 823, dan Ibnu Sunni dalam ‘Amal  al-yaum wa al-Lailah, no. 177. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi no. 3426, Al-Misykah no. 2443, juga dalam Al-Kalim al-Thayyib)

Manfaat dan Faidahnya

Dzikir ini penuh dengan kebaikan, keberkahan, dan manfaat yang diinginkan setiap muslim. Karenanya seorang muslim hendaknya senantiasa merutinkan dzikir ini ketika keluar rumah untuk memenuhi hajat duniawi atau ukhrawinya. Seperti pergi ke masjid, ke pasar, bersafar, ke tempat kerja, atau dalam melaksanakan ibadah haji.

Dengan senantiasa merutinkan dzikir ini dan juga dzikir-dzikir lainnya, seorang hamba akan memiliki hubungan yang baik dan erat dengan Rabbnya. Dengan membaca doa ini seorang hamba mengingatkan dirinya akan kuasa Allah Subhanahu wa Ta'ala, bahwa tidak ada daya dan upaya kecuali dari-Nya dan dengan izin-Nya. Bahkan dia meyakini tidak ada kejadian di muka bumi ini kecuali dengan izin dan kehendak-Nya. Sehingga hamba tersebut akan merasa butuh dengan Rabb-nya untuk mendapatkan berbagai kebaikan bagi dirinya, sehingga dia akan selalu bertawakkal kepada-Nya.

Sebagai balasannya, seorang hamba yang membaca dzikir ini akan mendapat penjagaan, pertolongan, dan bimbingan dari Allah dalam menunaikan hajat dunia maupun agamanya. Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik penjaga, penolong dan pemberi petunjuk.

Manfaat lain yang akan diperoleh hamba, dia akan terjaga dari godaan dan gangguan syetan. Syetan akan menjauhinya. Bahkan syetan merasa berputus asa dari menggodanya, sehingga salah satu mereka akan berkata kepada yang lainnya, “(Apa yang bisa engkau lakukan terhadap seseorang) yang telah diberi petunjuk, telah dicukupkan, dan telah dijaga?”

Secara ringkas, bahwa doa ini memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Akan senantiasa mendapat petunjuk ke jalan yang benar. Orang yang bergantung kepada Allah melalui doa ini maka Allah akan senantiasa membimbingnya ke jalan yang benar. Dan barangsiapa yang dibimbing oleh Allah, tidak mungkin ada yang dapat menyesatkannya.
  2. Akan dibantu dalam menjalankan tugas dan hajatnya, baik yang bersifaf duniawi atau ukhrawi. Sehingga dia akan mendapatkan hasil yang baik dan berbarakah.
  3. Akan terlindung dari gangguan musuh dari kalangan jin ataupun menusia.
  4. Orang yang berdzikir dengan doa ini akan memiliki benteng dari syetan sehingga syetan akan menjauh darinya. Bahkan jika ada syetan lain yang ingin menimpakan kemudharatan kepadanya, maka syetan lainya akan mengingatkannya, “Apa yang bisa kamu lakukan terhadap orang yang sudah diberi petunjuk, diberi kecukupan, dan dilindungi.”

Adakah Dzikir Keluar Rumah Lainnya?

Masih ada dzikir lain yang disyariatkan untuk dibaca saat keluar rumah. Yaitu:

 

اللّهُـمَّ إِنِّـي أَعـوذُ بِكَ أَنْ أَضِـلَّ أَوْ أُضَـل ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَل ، أَوْ أَظْلِـمَ أَوْ أَُظْلَـم ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُـجْهَلَ عَلَـيّ

Allaahumma Innii A’udzubika an Adhilla au Udhalla, au Azilla au Uzalla, au Azlima Au Uzlama, au Ajhala au Yujhal ‘Alayya

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan diriku atau disesatkan orang lain, dari ketergelinciran diriku atau digelincirkan orang lain, dari menzhalimi diriku atau dizhalimi orang lain, dari berbuat bodoh atau dijahilin orang lain.”

Dasar riwayatnya  

Dari Ummu Salamah radhiyallaahu 'anha berkata, “Tidak pernah sekalipun Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam keluar dari rumahku kecuali beliau mengangkat pandangannya ke langit, lalu beliau membaca:

اللّهُـمَّ إِنِّـي أَعـوذُ بِكَ أَنْ أَضِـلَّ أَوْ أُضَـل ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَل ، أَوْ أَظْلِـمَ أَوْ أَُظْلَـم ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُـجْهَلَ عَلَـيّ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan diriku atau disesatkan orang lain, dari ketergelinciran diriku atau digelincirkan orang lain, dari menzhalimi diriku atau dizhalimi orang lain, dari berbuat bodoh atau dijahilin orang lain.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Misykatul Mashabih no. 2442)

Kandungannya

Doa ini merupakan doa yang agung, senantiasa dibaca oleh Nabi kita yang mulia pada setiap beliau keluar rumah, sebagaimana yang dinyatakan Ummu Salamah dalam hadits di atas.

Beliau membaca doa ini sambil menghadapkan pandangannya ke langit menunjukkan akan keimanan terhadap sifat tinggi Allah Ta’ala dan keberadaan di atas makhluk-makhluk-Nya. Dia bersemayam di ‘Arsy-Nya. Senantiasa mengawasi hamba-hamba-Nya dan menyertai mereka dengan ilmu, pengawasan, dan pertolongan-Nya. Tidak ada sesuatu yang tersembunyi dari-Nya, baik yang di bumi maupun di langit. Tidak ada perbuatan kecuali Dia menyaksikan. Dan tidak ada satu ucapan kecuali Dia mendengar-Nya. Karenanya seorang hamba hendaknya sadar akan ke-mahakuasaan Allah Ta’ala ini dengan merasa dilihat, didengar, dan diawasi oleh-Nya. Lalu diikuti dengan keyakinan bahwa Dia Maha mendengar panjatan doa, melihat keadaan hamba, dan Kuasa mengabulkan doa.

Karenanya seorang hamba hendaknya sadar akan ke-mahakuasaan Allah Ta’ala ini dengan merasa dilihat, didengar, dan diawasi oleh-Nya.