
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan pada hari Rabu kemarin (4/5) bahwa satu polisi tewas dan lainnya mengalami luka-luka ketika konvoinya diserang dalam perjalanan untuk melakukan kampanye.
Erdogan sendiri tidak berada dalam konvoi pada saat serangan itu terjadi dan langsung diterbangkan ke perhentian berikutnya dengan menggunakan helikopter, kantor berita NTV melaporkan.
Serangan itu terjadi di Turki utara, antara kota Kastamonu dan Cankiri, tempat perdana menteri Erdogan melakukan acara kampanye.
Sebuah bom meledak di depan konvoi polisi yang mengawal bus penguasa dari partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) setelah sebelumnya berhenti di Kastamonu.
Dalam pidatonya di Amasya, Erdogan menyatakan kesedihan tentang kematian seorang polisi akibat serangan tersebut, dan menyalahkan serangan terhadap kelompok separatis.
"Ini pikiran yang gelap yang tidak percaya dalam perjuangan demokrasi, para teroris dari kekuatan-kekuatan separatis percaya bahwa mereka hanya dapat mencapai hasil perjuanan dengan cara ini bukan melalui kotak suara," kata perdana menteri.
Erdogan tetap melanjutkan tur kampanyenya untuk pemilu parlemen nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni.(fq/cnn)