Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
87 views

Bawa 3 Kaidah Fikih, MAI Dukung RUU Perampasan Aset di DPR

JAKARTA (Voa-Islam.com) – Kalangan ulama dan cendekiawan Muslim yang tergabung dalam Majelis Arah Indonesia (MAI) menyatakan dukungan terhadap penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Namun, MAI mengingatkan agar penguatan kewenangan negara dalam merampas aset hasil tindak pidana tetap disertai kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak warga negara.

Pandangan tersebut disampaikan anggota Presidium MAI, KH Thoha Yusuf Zakariya, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Thoha mengatakan, MAI mendukung pembentukan dan penyelesaian RUU Perampasan Aset sebagai instrumen khusus untuk meningkatkan efektivitas pemulihan aset yang berasal dari tindak pidana.

Menurutnya, dukungan tersebut juga memiliki landasan syariat Islam. Islam melarang mengambil atau menggunakan harta orang lain dengan cara yang batil. Karena itu, upaya negara mengembalikan harta yang terbukti berasal dari tindak pidana dinilai sejalan dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan.

Dalam melihat urgensi RUU tersebut, MAI setidaknya menggunakan tiga kaidah fikih.

Pertama, الضَّرَرُ يُزَالُ(ad-dhararu yuzāl), yakni kemudaratan harus dihilangkan.

Kedua, دَرْءُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ الْمَصَالِحِ, yaitu mencegah kerusakan didahulukan daripada meraih kemaslahatan.

Ketiga, تَصَرُّفُ الْإِمَامِ عَلَى الرَّعِيَّةِ مَنُوطٌ بِالْمَصْلَحَةِ, yakni kebijakan pemimpin terhadap rakyat harus berorientasi pada kemaslahatan.

Pidana Harus Menjadi Mekanisme Utama

Meski mendukung RUU Perampasan Aset, MAI meminta agar hubungan antara aset dan tindak pidana ditegaskan secara jelas sebagai persyaratan fundamental sebelum dilakukan perampasan.

Thoha mengusulkan agar proses pidana tetap menjadi mekanisme utama. Sementara mekanisme Non-Conviction Based Asset Forfeiture (NCB) atau perampasan aset tanpa didahului putusan pidana digunakan secara terbatas dan hanya dalam keadaan tertentu yang dirumuskan secara ketat.

“Menempatkan proses pidana sebagai mekanisme utama, sedangkan Non-Conviction Based Asset Forfeiture (NCB) digunakan secara terbatas untuk keadaan tertentu yang dirumuskan secara ketat,” kata Thoha dalam RDPU tersebut.

MAI juga menilai perlu ada kontrol pengadilan terhadap setiap tindakan pemblokiran, penyitaan, maupun perampasan aset yang menyentuh hak kepemilikan warga negara.

Selain itu, standar pembuktian harus dirumuskan secara jelas agar perampasan aset tidak dilakukan hanya berdasarkan dugaan atau kecurigaan.

Jangan Abaikan Asas Praduga Tak Bersalah

Menurut MAI, RUU Perampasan Aset juga perlu mengatur mekanisme pembalikan beban pembuktian secara proporsional, tetapi tidak boleh menghilangkan asas praduga tak bersalah dan prinsip due process of law.

Hal ini penting agar kewenangan negara dalam mengejar aset hasil kejahatan tidak berubah menjadi kewenangan yang dapat digunakan secara sewenang-wenang terhadap harta milik warga.

MAI juga mengusulkan adanya perlindungan dan mekanisme keberatan yang efektif bagi pihak ketiga yang beritikad baik apabila aset yang mereka miliki ikut terseret dalam proses pemblokiran, penyitaan, atau perampasan.

Di sisi lain, pengawasan terhadap aparat penegak hukum juga harus diperkuat. RUU perlu mengatur pertanggungjawaban dan sanksi terhadap aparat yang menyalahgunakan kewenangannya.

Pengelolaan Aset Harus Transparan

Tidak berhenti pada proses perampasan, MAI juga menyoroti bagaimana aset yang telah dirampas negara dikelola.

Thoha mendorong dibangunnya sistem pengelolaan aset yang profesional, transparan, dan dapat diaudit, termasuk kemampuan menjaga nilai aset produktif maupun aset digital.

Hasil perampasan, lanjutnya, semestinya tidak sekadar masuk ke kas negara tanpa arah yang jelas. MAI mengusulkan agar hasil tersebut diprioritaskan untuk pemulihan korban, pengembalian kerugian negara, dan kepentingan publik.

Sementara itu, pembahasan RUU Perampasan Aset terus dikebut oleh Komisi III DPR RI. Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menyatakan pihaknya menargetkan RUU tersebut dapat disahkan sebelum Desember 2026 atau paling lama dalam dua masa sidang.

Menurut Habiburokhman, pembahasan RUU Perampasan Aset membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan sejumlah undang-undang lain karena konsep dan kerangka hukum mengenai perampasan aset merupakan hal yang relatif baru dalam sistem hukum Indonesia.

Dengan demikian, dukungan MAI terhadap RUU tersebut sekaligus disertai pesan agar pemberantasan kejahatan dan pemulihan aset tetap berjalan dalam koridor keadilan, kepastian hukum, perlindungan hak warga, dan kemaslahatan masyarakat.

Intinya, negara harus memiliki kekuatan untuk merampas harta hasil kejahatan, tetapi kekuatan tersebut harus dibatasi oleh hukum agar tidak berubah menjadi kesewenang-wenangan. [PurWD/voa-islam.com]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ghazwul Fikri lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Nasib masjid di Kampung Cilumbu ini sungguh mengenaskan. Lima tahun mangkrak, kini nyaris tak berbentuk masjid, dipenuhi rumput liar, berlumut, dan menghitam terpapar panas dan hujan....

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Sahabat, Ulurtangan mari kirimkan dukungan terbaikmu untuk warga Palestina di Gaza demi menguatkan mereka menghadapi situasi mencekam ini. Mari dukung mereka dengan berdonasi dengan cara:...

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Saat ini, Ulurtangan bersama Yayasan An Najjahtul Islam Jonggol sedang merintis pembangunan Rumah Qur’an dan Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) An Najjah dan Gedung Majelis Taklim di Jonggol,...

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Mari bergabung dalam memperkuat jaringan kebaikan di pelosok negeri dengan Wakaf Al-Qur'an. Jangan ragu untuk menjadi bagian dari kebaikan ini. Abadikan harta dengan wakaf Al-Qur'an dan saksikan...

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Hidup Naura Salsabila dipenuhi dengan rintangan yang sangat berat. Meskipun baru berusia sepuluh bulan, bayi yang imut ini harus menghadapi penyakit yang dahsyat, yaitu tumor pembuluh darah berukuran...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X