Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.785 views

Dr. Badrul Munir Sp.S : Hikmah Islami & Neuroscience Membiasakan Diri Dalam Kebaikan

Oleh : Dr. Badrul Munir, Dokter Spesialis Saraf RSSA Malang

Sahabat Voa-Islam Shalih dan Shalihah yang dirahmati Allah,

Kita sering dibuat kagum dengan penampilan anak yang masih dibawah umur tetapi mahir dalam memainkan sesuatu, seperti memainkan alat musik biola atau piano dengan sangat memukau dengan nada-nada yang sulit. Atau menyanyikan lagu dengan oktaf tinggi dan bersuara merdu seperti dalam kontes pencarian bakat di beberapa stasiun televisi.

Atau kita terheran-heran saat menyaksikan anak usia 6-8 tahun tetapi sangat ahli memainkan sirkus dengan kesulitan yang cukup tinggi dan membahayakan, tetapi si anak dengan santai dan cekatan memainkannya tanpa melakukan kesalahan sedikit pun.

Bahkan banyak diantara  kita yang dibuat menetes air mata saat menyaksikan anak-anak yang baru berumur 7 -9 tahun tetapi sudah mampu menghafal beberapa Juz dalam Al- Qur’an dengan bacaan yang sempurna baik makhroj atau tajwidnya. Padahal kita yang sudah berumur jauh di atasnya jangankan menghafal, membaca saja kadang masih  salah dan kurang sempurna.

“Kehebatan” anak-anak tersebut bila ditinjau dari ilmu neurosains cukup beralasan, para ahli neurosains dalam beberapa tahun terakhir mengungkap penemuan medis yang menerangkan hai tersebut. Perlu kita ketahui bahwa di dalam otak anak yang baru lahir terdapat sekita 100 milyar sel otak (neuron) dan antar sel otak satu dengan sel otak lain dihubungankan dengan hubungan yang sangat istimewa yang bernama sinaps. Disini akan terjadi komunikasi baik secara listrik, kimia, maupun yang lainnya.

Perlu kita ketahui bahwa di dalam otak anak yang baru lahir terdapat sekita 100 milyar sel otak (neuron) dan antar sel otak satu dengan sel otak lain dihubungankan dengan hubungan yang sangat istimewa yang bernama sinaps

Saat bayi baru lahir sinaps belum terbentuk atau otak masih polos, neuron yang masih polos terletak di bagian otak di permukaan Bagian otak tersebut dalam bahasa kedokterannya diberi nama korteks, (lapisan luar otak). Korteks ini pada awalnya berwarna putih karena masih belum terpapar oleh stimulus dari luar, dan apabila sudah dewasa maka korteks ini akan berupa menjadi warna keabuan (grey matter) akibat paparan yang didapat selama hidupnya.

Pada saat lahir,  bayi dan anak anak maka apapun paparan yang masuk ke dalam otak baik yang melalui panca indra (penglihatan, indra penciuman, pendengaran, perabaan dan indra perasa lidah) maupun non panca indra akan mengubah struktur neuron dan sinaps di dalam korteks menjadi sesuatu yang sesuai dengan stimulus didapat.

Hal ini sudah dinyatakan oleh hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ

 هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَ

Dari Abu Hurairah berkata: Nabi SAW bersabda: setiap anak dilahiran dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?

Analisis hadist di atas menurut ilmu neurosains menunjukan hal yang sangat menakjubkan. 

Kita diingatkan untuk menjaga kefitrahan anak kita yang baru lahir, menjaga mereka dari pengaruh Yahudi dan Nasrani. Menjaga disini berarti berilah stimulus yang islami kepada anak anak kita sedini mungkin, bilamana tidak maka akan terstimulus negatif yakti stimulus dari agama (pemikiran)  Yahudi dan Nasrani.

Stimulus yang terpapar sejak lahir sampai dewasa dapat berupa apa yang dilihat, didengar dan dirasa bahkan apa yang dimakan sehari hari dan ini sangat berperan dalam perilaku hidup sehari-hari. Maka langkah terbaik adalah memberi stimulus positif terhadap anak kita sejak dini. Dengan kata lain membiasakan diri dengan memberi pendidikan anak sedini mungkin sangat diperlukan untuk membentuk korteks otak agar dibentuk pola struktur otak yang islami

Dengan kata lain membiasakan diri dengan memberi pendidikan anak sedini mungkin sangat diperlukan untuk membentuk korteks otak agar dibentuk pola struktur otak yang islami

Bilamana sejak dari bayi kita membiasakan diri mendengarkan ayat suci Al-Qur’an dan bayi melihat sendiri orang tuanya membaca Al Qur'an setiap hari maka akan terbentuk memori permanen di otak bayi tentang Al-Qur’an secara otomatis, sehingga dia akan lebih cepat akrab dengan ayat al-Qur’an dan bila anak diberi pelajaran yang baik tentang membaca dan menghafal Al-Qur,an maka dia akan dengan mudah menjadi penghafal (Hafid) seperti yang kita saksikan anak umur 7 tahun sudah hafal 30 Juz Al-Qur,an

Begitu juga bilamana setiap hari bayi dan anak dibiasakan sholat berjamaah baik di rumah dan di majid maka di dalam sistem memori akan terbentuk sinap (hubungan antar neuron satu dengan neuron lain) yang bersifat “sholat”. Bila paparan tersebut berlangsung terus menerus maka kelak saat tumbuh remaja dan dewasa dia akan secara rutin mengerjakan sholat dan sangat takut meninggalkan sholat walaupun tanpa pengawasan orang tua. Hal ini bisa diterangkan dengan ilmu perilaku (neurobehavior) dimana paparan tersebut akan mengubah struktur anatomi dan neurotransmiter (zat kimia otak) di daerah otak yang mengatur gerakan dan bacaan sholat.

Begitu juga sebaliknya bila anak kita terpapar dengan lagu lagu “jelek” atau lagu cinta yang tidak sesuai dengan umurnya baik didapat dari media eletronik maupun dalam pergaulan sehari-hari maka dia akan dengan mudah menghafal lagu tersebut dan menjadi memori permanen juga

Pendek kata apapun “kehebatan” anak sangat tergantung dari paparan yang diterima mulai dia lahir sampai dewasa. Sehingga sering kita lihat bilamana anak seorang pedagang maka saat dewasa dia cenderung menjadi pedagang, anak musisi menjadi musisi, akan anak seorang dokter menjadi dokter, guru menjadi guru dan lain sebagainya.

Maka dari itu berilah paparan yang baik pada anak dengan membiasakan diri menjalankan kebaikan dan mengajak anak aktif dalam kebaikan tersebut.

Contoh lain  bilamana kita sering bersedekah maka ajarilah anak kita bersedekah, biarkan mata mereka melihat kita bersedekah, kemudian saat mereka sudah bisa diajak komunikasi (umur 7 9 tahun) beri tahu manfaat sedekah dan fadhilah orang bersedah. Maka bilamana kegiatan tersebut berjalan rutin maka otomatis kelak anak tersebut menjadi ahli sedekah.

Dan ternyata ilmu neurosains membuktikan bahwa memberi contoh secara langsung (rule models) jauh lebih membekas dalam memori anak dari pada menyuruh. Artinya sebelum mengharap anak kita melakukan sesuatu sesuai harapan kita maka kita sebagai orang tua harus terbiasa melakukan kebaikan secara terus menerus dan menampakan ke anak kita.

Pelatihan kognisi

“Suruhlah anak-anak kalian untuk bersholat bila mereka telah berumur 7 tahun.

Pukulah mereka karena tidak sholat bila telah berumur 10 tahun.

Pisahkanlah mereka dari tempat tidur kalian”

(Hadist)

Umur 7-10 tahun atau pada saat anak mulai sekolah dasar, maka sel otak sudah mulai matang, terutama lobus frontalis (otak bagian depan, pelipis), hal ini kemudian fungsi berfikir (kognisi) sudah mulai berkembang. Ajaran nabi untuk menganjurkan umat muslim agar “menyuruh” anaknya mengerjakan sholat dapat dimaknai memberi pembelajaran kognisi dalam syariat islam,

Anak diberikan pemahaman tentang perintah dan larangan agama, bukan hanya diberi contoh tetapi diberi tahu dasar dan alasan mengapa syariat ini harus dilakukan.

Dan pada saat usia 10 tahun atau kelas 5-6 SD, adalah masa akil baliq telah datang, maka mereka sudah diberi kewajiban dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Kalimat “pukulah” kita artikan betapa kewajiban orang tua semakin  keras pendidikan demi terbentuk perilaku yang mulia dalam hal ini syariat sholat.

Perintah memukul bukan diartikan kekerasan terhadap anak, tetapi lebih dimaksudkan pertanggungjawaban orang tua terhadap anaknya. Tentunya memukul disini bukan dalam rangka melepaskan amarah tetapi lebih ke arah membuat anak jera bila tidak melaukan sholat, dan perintah memukul didahului oleh perintah memberi contoh dan mengajak berdiskusi (kognisi) sejak lahir sampai 10 tahun kehidupannya. Artinya proses belajar kebaikan sudah berjalan 10 tahun baru proses reward and punishment

Pelatihan kebaikan Masa remaja dewasa

Di dalam Ilmu neurosains yang menarik dikaji adalah neuroplastisiti, (suatu kemampuan otak memperbaiki diri setelah mendapatkan paparan postif), saat remaja dan dewasa kita masih bisa memberi stimulus positif artinya membiasakan diri dengan mengerjakan kebaikan akan tetap terekam kuat dalam otak manusia, bilamana kita terbiasa sholat berjamaah ke masjid dalam setiap sholat fardhu maka otak akan selalu memerintahkan tubuh untuk segera datang ke masjid manakala terdengar suara adzan, dan tanpa diperintah kaki terus melangkah memenuhi panggilan tersebut karena sudah ada memori  sholat berjamaah di otak kita.

Begitu juga sebaliknya bilamana saat dewasa kita sering berbuat maksiat maka setiap ada kesempatan maka secara otomatis akan berbuat maksyiat, hal ini  bisa dijelaskan sebagai berikut. Ada sekresi  neurotransmiter di bagian otak tertentu bilamana kita melakukan pekerjaan yang berulang. Sehingga stimulus tersebut secara otomatis  dan berkala. Maka salah satu cara adalah memaksakan diri untuk membiasakan kebaikan dalam kehidupan kita sehari-hari secara istiqomah untuk membentuk sirkuit positif di otak kita yang mengatur perilaku (akhlaq).

Bulan puasa yang sudah kita lakukan beberapa bulan yang lalu pada hakekatnya melatih kita untuk senantiasa berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya biasakanlah diri kita dalam berbuat kebaikan baik saat bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan masa tua dan berilah lingkungan yang baik agar otak menjadi terbiasa dan memberi stimulus kepada anggota tubuh kita untuk senantiasa berbuat kebaikan secara istiqomah sampai maut menjemput kita dan kita berharap dalam keadaan husnul khotimah...


اليوم نختم على أفواههم وتكلمنا أيديهم وتشهد أرجلهم بماكانوأ يكسبون

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. Yasin : 65)

[adivammar/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Sabtu, 16 Jan 2021 07:51

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Sabtu, 16 Jan 2021 07:37

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Sabtu, 16 Jan 2021 06:27

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Jum'at, 15 Jan 2021 00:10

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Kamis, 14 Jan 2021 21:05

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Kamis, 14 Jan 2021 20:45

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Kamis, 14 Jan 2021 18:54

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Kamis, 14 Jan 2021 16:21

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Kamis, 14 Jan 2021 14:45

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Kamis, 14 Jan 2021 14:36


MUI

Must Read!
X