Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.838 views

Peringatan UNICEF: Lebih dari 200 Juta Anak di Dunia Mengalami Obesitas atau Kurang Gizi

JAKARTA (voa-islam.com)--Ada banyak anak yang menderita akibat dari diet yang buruk dan sistem makanan yang gagal membawa manfaat bagi mereka, demikian peringatan UNICEF dalam sebuah laporan global baru tentang anak-anak, makanan dan nutrisi. 

Laporan bertajuk State of the World’s Children 2019: Children, food and nutrition menemukan bahwa setidaknya 1 dari 3 anak balita secara global - atau lebih dari 200 juta - menderita kekurangan gizi atau kelebihan berat badan. Hampir 2 dari 3 anak berusia antara enam bulan dan dua tahun tidak diberi makan makanan yang mendukung tubuh dan otak mereka yang tumbuh pesat. Ini menempatkan mereka pada risiko perkembangan otak yang buruk, lemah dalam belajar, kekebalan rendah, peningkatan infeksi dan, dalam banyak kasus, kematian. 

Laporan ini memberikan penilaian paling komprehensif tentang malnutrisi anak abad ke-21 dalam semua bentuknya di seluruh dunia. Laporan State of the World Children menggambarkan tiga beban gizi buruk: kurang gizi, kelaparan tersembunyi yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi penting, dan kelebihan berat badan di antara anak-anak di bawah usia lima tahun.

Di Indonesia, baik indikator dan target kelebihan mau pun kekurangan gizi sudah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Pemerintah juga telah menunjukkan komitmen politik yang kuat dalam mengatasi beban ganda gizi buruk untuk anak perempuan dan laki-laki. 

Angka-angka terbaru yang tersedia menunjukkan bahwa di Indonesia:

• Lebih dari 7 juta anak balita menderita stunting, atau terlalu pendek untuk usia mereka.

• Lebih dari 2 juta anak balita kekurangan berat badannya, atau terlalu kurus untuk tinggi badan mereka.

• 2 juta anak balita kelebihan berat badan atau obesitas.

• Sekitar 1 dari 4 remaja menderita anemia, kemungkinan besar karena kekurangan vitamin esensial dan nutrisi seperti zat besi, asam folat dan vitamin A.

 Laporan ini memperingatkan bahwa praktik makan dan pemberian asupan makanan yang buruk dimulai dari hari-hari awal kehidupan seorang anak. Seiring bertambahnya usia anak-anak, paparan mereka terhadap makanan tidak sehat menjadi mengkhawatirkan, sebagian besar didorong oleh pemasaran dan iklan yang tidak tepat, banyaknya makanan olahan di kota-kota tetapi juga di daerah-daerah terpencil, dan peningkatan akses ke makanan cepat saji dan minuman yang sangat manis. 

Akibatnya, tingkat kelebihan berat badan dan obesitas di masa kanak-kanak dan remaja meningkat di seluruh dunia. Secara global, dari tahun 2000 hingga 2016, proporsi anak-anak yang kelebihan berat badan antara 5 dan 19 tahun bertambah dua kali lipat dari 1 dari 10 menjadi hampir 1 dari 5. Di Indonesia, lebih dari sepuluh persen remaja kelebihan berat badan, dengan tingkat setinggi 1 dari 3 oleh saat mereka mencapai dewasa. 

Data yang tersedia menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga remaja Indonesia mengkonsumsi buah kurang dari sebulan sekali. Lebih dari setengah remaja tidak mengkonsumsi sarapan di rumah, dan sebagian besar remaja melewatkan sarapan. Selain itu, remaja Indonesia tidak seaktif usia mereka, dengan sekitar setengah dari remaja diklasifikasikan sebagai kurang bergerak. 

Laporan State of the World's Children tahun ini menampilkan dua remaja Indonesia: Rafsi, siswa sekolah menengah yang secara sadar berusaha untuk tetap sehat dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur; dan Zahfa, yang menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan kegiatan sekolah dengan olahraga. 

Laporan tersebut juga mencatat bahwa bencana terkait iklim menyebabkan krisis pangan yang parah. Kekeringan, misalnya, bertanggung jawab atas 80 persen kerusakan dan kerugian di pertanian, dan secara dramatis mengubah makanan apa yang tersedia untuk anak-anak dan keluarga, serta kualitas dan harga makanan itu. 

Untuk mengatasi krisis malnutrisi ini dalam segala bentuknya, UNICEF mengeluarkan seruan mendesak kepada pemerintah, sektor swasta, donor, orang tua, keluarga dan bisnis untuk membantu anak-anak tumbuh sehat dengan: 

1. Memberdayakan keluarga, anak-anak dan remaja untuk menuntut makanan bergizi, termasuk dengan meningkatkan pendidikan gizi dan menggunakan undang-undang yang terbukti - seperti pajak gula - untuk mengurangi permintaan makanan tidak sehat.

2. Mendorong pemasok makanan untuk melakukan hal yang benar untuk anak-anak, dengan memberikan insentif penyediaan makanan sehat, nyaman dan terjangkau.

3. Membangun lingkungan makanan yang sehat untuk anak-anak dan remaja dengan menggunakan pendekatan yang terbukti, seperti pelabelan yang akurat dan mudah dipahami dan kontrol yang lebih kuat pada pemasaran makanan yang tidak sehat.

4. Memobilisasi sistem pendukung - kesehatan, air dan sanitasi, pendidikan dan perlindungan sosial - untuk meningkatkan hasil nutrisi untuk semua anak.

5. Mengumpulkan, menganalisis, dan menggunakan data dan bukti berkualitas baik untuk memandu tindakan dan melacak kemajuan.*

Sumber: Unicef.org

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Dukungan kepada MUI Jatim, Cukup Satu Salam

Dukungan kepada MUI Jatim, Cukup Satu Salam

Selasa, 19 Nov 2019 02:44

Fatwa MUI Bukan Hukum Positif?

Fatwa MUI Bukan Hukum Positif?

Selasa, 19 Nov 2019 01:54

Kebijakan Publik yang Tepat untuk SDA

Kebijakan Publik yang Tepat untuk SDA

Selasa, 19 Nov 2019 00:42

Menolak Deislamisasi

Menolak Deislamisasi

Senin, 18 Nov 2019 23:51

Gotaba Rajapaksa Disumpah Sebagai Presiden Baru Sri Lanka

Gotaba Rajapaksa Disumpah Sebagai Presiden Baru Sri Lanka

Senin, 18 Nov 2019 22:35

MUI Mulai Lakukan Standarisasi Dai

MUI Mulai Lakukan Standarisasi Dai

Senin, 18 Nov 2019 22:32

12 Anggota Milisi Syi'ah Dukungan Iran Tewas dalam Ledakan Ranjau di Suriah Tengah

12 Anggota Milisi Syi'ah Dukungan Iran Tewas dalam Ledakan Ranjau di Suriah Tengah

Senin, 18 Nov 2019 22:15

Sedikitnya 40 Orang Tewas Sejak Protes Anti Pemerintah Meletus di Iran Akibat Kenaikan BBM

Sedikitnya 40 Orang Tewas Sejak Protes Anti Pemerintah Meletus di Iran Akibat Kenaikan BBM

Senin, 18 Nov 2019 21:46

Muhadjir Effendy: Pemerintah Akan Tingkatkan Kualitas Pembekalan Pranikah

Muhadjir Effendy: Pemerintah Akan Tingkatkan Kualitas Pembekalan Pranikah

Senin, 18 Nov 2019 21:36

Pemerintah Libya GNA Tidak Akan Serahkan Saif Khadafi ke Pengadilan Kriminal Internasional

Pemerintah Libya GNA Tidak Akan Serahkan Saif Khadafi ke Pengadilan Kriminal Internasional

Senin, 18 Nov 2019 21:03

Bandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad, Sukmawati Diminta Belajar Agama Lagi

Bandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad, Sukmawati Diminta Belajar Agama Lagi

Senin, 18 Nov 2019 20:30

Desa Siluman, Tanda Negeri Tanpa Jati Diri

Desa Siluman, Tanda Negeri Tanpa Jati Diri

Senin, 18 Nov 2019 19:30

BPJS Merugi dan Premi Tinggi, Rakyat Jadi Korban Lagi

BPJS Merugi dan Premi Tinggi, Rakyat Jadi Korban Lagi

Senin, 18 Nov 2019 18:44

Stop Pengucapan Salam Lintas Agama

Stop Pengucapan Salam Lintas Agama

Senin, 18 Nov 2019 17:51

Pendidikan Agama yang Tersandera

Pendidikan Agama yang Tersandera

Senin, 18 Nov 2019 16:36

Dinilai Sukses pada Periode Pertama, Nasrullah Larada Kembali Pimpin KBPII

Dinilai Sukses pada Periode Pertama, Nasrullah Larada Kembali Pimpin KBPII

Senin, 18 Nov 2019 16:12

Harap-harap Cemas BPJS

Harap-harap Cemas BPJS

Senin, 18 Nov 2019 15:39

Anggota DPD RI: Sertifikasi Pernikahan Tidak Boleh Beratkan Calon Pengantin

Anggota DPD RI: Sertifikasi Pernikahan Tidak Boleh Beratkan Calon Pengantin

Senin, 18 Nov 2019 12:18

Gadis Ternoda, Salah Siapa?

Gadis Ternoda, Salah Siapa?

Ahad, 17 Nov 2019 23:24

Gaza Butuh Persatuan Kaum Muslim

Gaza Butuh Persatuan Kaum Muslim

Ahad, 17 Nov 2019 23:12


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X