Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.791 views

Tanaman Herbal, Covid-19 dan Peran Negara

 

Oleh. Afiyah Kharomah., STr. Battra

Pemerintah Indonesia kembali mengumumkan 35 kasus baru virus corona Covid-19 pada Jumat (13/3/2020). Pengumuman ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto di dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan. Dengan bertambahnya kasus baru tersebut, total kasus virus corona Covid-19 di Indonesia menjadi berjumlah 69 orang. 4 orang diantaranya telah meninggal dunia (kompas.com 13/3/2020)

Tentu saja ini membuat kepanikan tersendiri bagi warga negara Indonesia. Apalagi ditengah upaya pemerintah yang cenderung lamban. Akhirnya, masyarakat berupaya secara individu untuk menangkal virus tersebut. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi jamu dan obat-obatan herbal. Namun, timbul masalah, apakah benar jamu atau obat-obatan herbal dapat menangkal virus tersebut?

Hal ini telah dijelaskan oleh Guru Besar Ilmu Biologi Molekuler Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Chaerul Anwar Nidom bahwa antivirus yang terbuat dari zat cucumin, yang selama ini bisa menangkal virus hepatitis C dan flu brung (H5N1), juga bisa digunakan untuk menangkal virus corona (Covid-19). Beliau menjelaskan bahwa virus corona memiliki kemiripan genetik dengan virus jenis lainnya. Untuk membuktikan itu, beliau harus melewati serangkaian penelitian.

Curcumin adalah zat yang ada di dalam empon-empon Indonesia. Empon-empon tersebut adalah jahe, temulawak, kunyit, kencur, serai dan kayu manis. Obat yang mengandung Curcumin dapat mengatasi infeksi berbagai virus yang menyerang organ paru-paru dalam tubuh manusia. Salah satunya adalah virus flu burung.

Beliau juga menjelaskan bahwa minum tanaman herbal yang banyak mengandung curcumin, dapat digunakan untuk mencegah dari efek infeksi yang akan ditimbulkan. Bukan untuk mencegah virus. Pada akhirnya, beliau berhasil menemukan ramuan herbal untuk mencegah virus Corona. Ini menjadi alasan masyarakat Indonesia meningkatkan konsumsi terhadap empon-empon sebagai preventif Covid 19. Beliaupun mendorong pemerintah untuk membentuk komisi nasional mitigasi bencana penyakit. Beliau juga sudah meminta sample virus corona kepada pemerintah. Namun belum mendapatkan jawabannya. Beliau menyayangkan apa yang dilakukan oleh pemerintah berpijak pada kesimpang siuran.

Tak hanya curcumin, ternyata Indonesia sangat kaya akan tanaman obatnya. Indonesia memiliki 30.000 spesies tanaman. Sebanyak 7.000 spesies merupakan tanaman obat. Sekitar 1.250 jenis digunakan untuk produksi obat-obatan herbal dan jamu. Leih dari 40% populasi mengandalkan khasiat dari jamu untuk menjaga kesehatan. Akan tetapi baru sekitar 26% yang telah dibudidayakan. Meskipun Indonesia menjadi lahan subur bagi tanaman obat, sangat disayangkan pemanfaatannya masih terbatas.

69 orang yang terkonfirmasi terinfeksi virus Corona, menjadi ironi negara Indonesia yang membudayakan minum jamu sebagai kearifan lokal. Indonesia, sebagai negara yang memiliki kekayaan tanaman herbal yang melimpah, haruslah menjadi negara rujukan bagi negara lain. Apalagi Indonesia kaya akan ilmuwan jeniusnya. Bercermin dari upaya menteri kesehatan terdahulu dalam penanganan kasus virus flu burung. Indonesia bahkan mampu menemukan struktur virus dan berjaya dalam mengatasi flu burung.

Negara lebih dari cukup untuk mengkomando semua perangkatnya untuk mengatasi covid-19. Dengan kekayaan tanaman obat yang luar biasa, para ilmuwan berbakat, laboratorium yang mumpuni dan kekayaan alam yang luar biasa, harusnya mampu menciptakan vaksin covid-19. Beserta obat dan pencegahannya. Bahkan lebih dari itu, harus ada upaya politik dan keamanan yang dilakukan oleh pemerintah. Contohnya pemerintah harus mencabut visa bebas kunjung bagi warga negara yang terdampak virus Corona, tak terkecuali Cina.

Pemerintah dengan perangkat kesehatannya harus benar-benar sigap, memberikan informasi yang benar terkait herbal mana yang bisa digunakan untuk mencegah dan mengurangi efek infeksi virus. Agar masyarakat juga segera melakukan aksi preventif terhadap virus tersebut. Sehingga bisa menekan angka kasus Covid-19. Bukannya sigap, pemerintah justru membiarkan pendapat-pendapat saling silang liar dipermukaan.

Sangat disesalkan, terbukti pemerintah lalai. Ini tampak dari kecerobohan pemerintah tidak adanya larangan untuk melarang pendatang dari Cina masuk ke Indonesia, sejak terjadinya wabah di Wuhan hingga saat ini. Selain itu, tidak terlihat kesungguhan pemerintah dalam upaya pencegahan dengan peningkatan imunitas masyarakat melalui asupan bergizi. Pemerintah juga belum membentuk tim khusus yang concern untuk riset dan mencari obat dan vaksin Covid-19.

Sangat berbeda dengan masa kejayaan Islam. Negara mengerahkan segenap daya upaya untuk mengatasi wabah. Umat Islam terdahulu mengembangkan ikhtiar baru mengatasi pandemi dengan vaksinasi. Cikal bakal vaksinasi dari dokter-dokter muslim zaman Khilafah Turki Utsmani. Dalah seorang dokter Turki yang memperkenalkan metode ini kepada bangsa Eropa. Emmanuel Timmonius adalah dokter Turki keturunan Yunani yang bekerja untuk Kesultanan pada awal abad ke-18 terjangkit wabah smallpox. Beliau menggunakan metode variolation untuk menekan jumlah penyakit tersebut.

Lady Mary Wortley Montagu (1689-1762), istri dari duta besar inggris untuk Turki saat itu, membawa ilmu vaksinasi ke Inggris untuk memerangi cacar. Namun Inggris perlu menunggu setengah abad, sampai tahun 1769 Edward Jenner mencoba teknik tersebut dan berhasil. Cacar yang pernah membunuh puluhan juta manusia hingga awal abad-20, akhirnya benar-benar berhasil dimusnahkan di seluruh dunia dengan vaksinasi yang massif. Kaus cacar ganas terakhir tercatat 1978.

“Setiap penyakit pasti ada obatnya.”, begitulah sabda Rasulullah yang menjadi motivasi para ilmuwan dan sarjan a di era kekhalifahan untuk berlomba meracik dan menciptkan beragam obat-obatan. Pencapaian umat Islam yang begitu gemilang dalam bidang kedokteran dan kesehatan di masa keemasan tak lepas dari keberhasilan di bidang farmakologi dan farmasi.

Menurut Howard R Turner dalam bukunya Science in Medievel Islam mengatakan umat Islam mulai menguasai farmakologi dan farmasi setelah melakukan gerakan penerjemahan secara besar-besaran di era Kekhalifahan Abbasiyah. Salah satu karya penting yang diterjemahkan adalah De Materia Medica karya Dioscorides. Karya-karya terdahulu itu membuat para ilmuwan Islam terinspirasi untuk melahirkan berbagai inovasi dalam bisang farmakologi. Ia mengatakan bahwa Kaum Muslimin menyumbang banyak hal dalam bidang Farmasi dan pengaruhnya sangat luar biasa terhadap Barat.

Betapa tidak, para ilmuwan di masa keemasan telah memperkenalkan adas manis, kayu manis, cengkeh, kamper, sulfur serta merkuri sebagai unsur atau bahan racikan obat-obatan. Islam-lah yang mendirikan warung pengobatan pertama. Para ahli farmakologi Islam juga termasuk yang pertama dalam mengembangkan dan menyempurnakan pembuatan sirup dan julep.

Sebagai muslim, kita semestinya optimis bahwa untuk setiap penyakit, Allah pasti juga menurunkan obatnya. Dengan keoptimisan tersebut, maka itu yang akan mendorong para ilmuwan muslim untuk berlomba-lomba menciptakan vaksin Covid-19, mencari formularium terbaik dari tanaman obat untuk mengatasi ledakan sitokin storm dan pneumonia yang ditimbulkan akibat serangan virus tersebut, juga bagaimana melakukan pencegahan agar wabah tak semakin meluas. Tentu saja, hal diatas membutuhkan peran intensif negara.

Seperti sabda Rasulullah SAW:

“Imam (Khalifah) yang menjadi pemimpin manusia, adalah (laksana) penggembala. Dan hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap (urusan) rakyatnya.” Wallahu’alam Bisshawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Selasa, 02 Mar 2021 19:05

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Selasa, 02 Mar 2021 18:35

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

Selasa, 02 Mar 2021 17:45

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Selasa, 02 Mar 2021 17:05

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Selasa, 02 Mar 2021 16:35

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Selasa, 02 Mar 2021 07:48

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Selasa, 02 Mar 2021 07:11

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Selasa, 02 Mar 2021 06:54

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Selasa, 02 Mar 2021 06:39

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Senin, 01 Mar 2021 20:35

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Senin, 01 Mar 2021 20:01

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Senin, 01 Mar 2021 17:03

Politik Mabuk Jokowi

Politik Mabuk Jokowi

Senin, 01 Mar 2021 14:54

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Senin, 01 Mar 2021 14:28

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

Senin, 01 Mar 2021 13:48

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Senin, 01 Mar 2021 12:15

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Senin, 01 Mar 2021 12:05

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Ahad, 28 Feb 2021 22:36

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

Ahad, 28 Feb 2021 21:06

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

Ahad, 28 Feb 2021 18:52


MUI

Must Read!
X