Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.718 views

Kalung Antivirus Corona Tak Solutif!

 

Oleh: Risnawati, S.Tp

Ramai kontroversi kalung antivirus Kementerian Pertanian, dokter Tirta ingatkan jangan membuat statement berdasarkan asumsi. Kementan berencana membuat antivirus corona yang dibuat dari bahan eucalyptus (kayu putih) pada Agustus 2020. Antivirus tersebut akan dibuat dalam beberapa produk seperti kalung aromatherapy, minyak roll on, balsen, diffuser oil, dan inhaler. Sederet produk berwarna hijau dan bertuliskan Antivirus Corona ini mengandung tanaman Atsiri (eucalyptus). Kandungan kayu putih inilah yang dipercaya dapat digunakan sebagai antivirus corona.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa produk ini telah melalui uji lab peneliti pertanian terhadap virus influenza, serta beta dan gamma corona.

"Ini antiVirus Corona, dari hasil penelitian dari litbang Kementerian Pertanian. Berasal dari pohon kayu putih. Dari 700 jenis pohon kayu putih satu yang bisa mematikan Virus Corona. Ini hasil laboratorium kita, dan bulan depan akan kami produksi," kata Syahrul dikutip dari kompas.com saat ditanya wartawan.

Klaim atas kalung antivirus corona ini tentu justru meresahkan di tengah masyarakat dan kontra produktif. Bagaimana tidak, saat ini dunia sains tengah berjibaku menemukan vaksin covid-19, Kementan telah mempelopori resep baru pencegahan virus berbasis herba, yaitu tanaman eucalyptus. Salah satu produk yang dihasilkan berupa kalung aroma terapi. Dikhawatirkan kalung ini justru melenakan masyarakat dari rambu-rambu pencegahan virus Covid-19 sehingga masyarakat mengabaikan protokol kesehatan atas diri mereka karena telah merasa aman dari covid 19.

Teori Kementan ini sungguh bertolak belakang dengan penelitian para ahli vaksin. Karena itu masyarakat berhak mempertanyakan relevansi dan kelayakan kalung antivirus versi Kementan tersebut. Mengingat core competent lembaga ini semestinya di seputar pengelolaan pertanian, peternakan seperti panduan bertani & beternak yang aman, pengelolaan hasil ternak agar tidak jadi rantai penularan virus, dan pemberian subsidi bagi petani-peternak yang terdampak. Bukan malah latah mengurusi virus Corona yang itu bukan bidangnya.

Namun, bila dilihat dengan kaca pembesar, motif bisnis di balik wacana produksi massal kalung antivirus versi Kementan ini akan terlihat jelas. Pihak Kementan telah mendaftarkan hak paten kalung antivirus corona dari eucalyptus tersebut. Untuk produksinya, Kementan menggandeng PT Eagle Indo Pharma yang terkenal sebagai produsen minyak kayu putih Cap Lang. Bahkan Kementan juga sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta dan mereka sepakat untuk memproduksi produk tersebut secara massal. Pemasaran akan menggunakan tampilan lainnya yang memang sesuai dengan ijin edar BPOM.

Seharusnya Pemerintah dalam hal ini memberi solusi serius untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19, bukan malah disikapi dengan main-main. Langkah Kementan ini dapat menimbulkan bahaya salah persepsi di tengah-tengah masyarakat. Pemakaian kalung ini hanya akan memberikan "pseudosafety" dan mengendurkan upaya pencegahan.

Beginilah jika suatu negeri masih menerapkan sistem kapitalisme, orientasinya adalah bisnis. Tugas mereka adalah menciptakan pasar dan berkompetisi di pasar. Namun, jika mental kapitalis ini menjelma menjadi penguasa, yang mana selalu menggunakan prinsip bisnis dalam melayani kepentingan rakyat, hal ini patut dipertanyakan. Terlebih di saat kondisi ekonomi serba sulit seperti sekarang. Alhasil klaim menyelesaikan masalah dengan kalung antivirus justru tambah mengundang masalah baru yang dihadapi oleh rakyat. 

Dalam hal menghadapi wabah, Islam memberikan tuntunan kepada individu umatnya yaitu tawakal kepada Allah Ta'ala. Dalam kasus covid-19 seperti sekarang, jelas dibutuhkan ikhtiar dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan, sebisa mungkin stay at home dan physical dan social distancing, mengonsumsi makanan yang bersih dan bergizi, dll. Dalam skala individu, ini adalah cara sederhana yang minimal setiap orang harus mengupayakannya saat ini.

Di sisi lain, negara menjamin kebutuhan pokok masyarakat, seperti sandang, pangan, dan tempat tinggal. Fasilitas kesehatan dikelola di atas prinsip sosial dan unit teknis pelaksana fungsi negara. Sistem pendidikan sebagai pilar dari fungsi negara yang sehat, politik riset, dan industri dilandaskan pada paradigma sahih Islam, sementara pembiayaan berbasis baitulmal diambilkan dari anggaran bersifat mutlak.

Taruhlah contoh keharusan melakukan screening epidemiology berupa pemeriksaan yang cepat dan akurat terhadap semua orang dengan gejala klinis. Semua orang berdasarkan contact tracing (penelusuran kontak) yang berisiko terinfeksi dan sudah terinfeksi namun belum menunjukkan gejala (suspect), dalam waktu 12 jam bahkan kurang sudah bisa diketahui siapa yang positif dan negatif. Selanjutnya semua yang positif terinfeksi segera diobati hingga benar-benar sembuh. Pemerintah wajib menempuh jalur sains/ilmiah dengan melibatkan para ahli yang didanai baitul mal untuk melakukan strategi testing, tracing, isolated, hingga penemuan vaksin.

Alhasil Islam menuntun upaya yang lebih mendalam dan luas, yakni dimensi sains dan dimensi agama. Dalam dimensi sains, bisa jadi tak ada imunitas yang lebih hebat daripada vaksin untuk menangkal Covid-19. Karenanya, kehadiran Islam sebagai peradaban baru adalah kebutuhan mendesak bagi Indonesia dan dunia hari ini. Tidak hanya sebagai pembebas dari pandemi, namun juga dari semua kerusakan akibat komplikasi akut kelalaian rezim neoliberalisme dan cacat pemanen sistem kapitalisme. Sebagai keberkahan yang pasti ketika Islam diterapkan secara kafah di atas dorongan takwa.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Alquran Surah Al A’raf [7]:96. “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” Wallahu a'lam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Israel Larang Muslim Kumandangkan Adzan Di Masjid Ibrahimi Hebron

Israel Larang Muslim Kumandangkan Adzan Di Masjid Ibrahimi Hebron

Sabtu, 27 Feb 2021 15:15

Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Saudi MBS Setujui Operasi Pembunuhan Khashoggi

Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Saudi MBS Setujui Operasi Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 27 Feb 2021 13:42

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Sabtu, 27 Feb 2021 10:30

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Sabtu, 27 Feb 2021 10:29

Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Sabtu, 27 Feb 2021 01:20

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Jum'at, 26 Feb 2021 20:30

Mahkamah Agung Inggris Putuskan Shamima Beghum Tidak Bisa Kembali Ke Inggris

Mahkamah Agung Inggris Putuskan Shamima Beghum Tidak Bisa Kembali Ke Inggris

Jum'at, 26 Feb 2021 19:35

Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Jum'at, 26 Feb 2021 18:14

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

Jum'at, 26 Feb 2021 15:00

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Jum'at, 26 Feb 2021 11:47

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:54

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

Jum'at, 26 Feb 2021 06:49

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:36

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Jum'at, 26 Feb 2021 06:25

Hari Jum’at Tiba, Rasulullah Menunggu Shalawat Kita!

Hari Jum’at Tiba, Rasulullah Menunggu Shalawat Kita!

Kamis, 25 Feb 2021 22:26

Jeratan Pornografi Kian Mencengkeram Dunia Remaja

Jeratan Pornografi Kian Mencengkeram Dunia Remaja

Kamis, 25 Feb 2021 21:43

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

Kamis, 25 Feb 2021 21:27

Doa Agar Amal Ibadah Diterima

Doa Agar Amal Ibadah Diterima

Kamis, 25 Feb 2021 21:10

Rakyat Tuban, Dulu Ditolak Kini Kaya Mendadak

Rakyat Tuban, Dulu Ditolak Kini Kaya Mendadak

Kamis, 25 Feb 2021 20:35

Turki Akan Balas Dendam Atas Pembantaian 13 Warga Turki Ditangan Teroris PKK

Turki Akan Balas Dendam Atas Pembantaian 13 Warga Turki Ditangan Teroris PKK

Kamis, 25 Feb 2021 20:05


MUI

Must Read!
X

Rabu, 24/02/2021 15:11

Sosialisasi Eco Wahdah