Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
24.774 views

Ta'ziyah dengan Pengajian dan Taushiyah, Sunnah atau Bid'ah?

Oleh: Badrul Tamam

Al-hamdulillah, kita bersyukur kepada Allah atas limpahan nikmat-nikmat-Nya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasul-Nya, keluarga dan para sahabatnya.

Selasa malam (4/01/2011) kemarin, saya diajak teman untuk ikut takziyah ke tempat seorang ikhwan yang anaknya meninggal. Kabar meninggal sang putra yang baru berumur satu tahun itu sampai kepada kami sesudah shalat Maghrib, sehingga kami tidak sempat ikut menyalatkan dan menguburkan.

Acara ta’ziyah dimulai selepas Isya’. Ketika saya sampai ke rumah ikhwan tersebut, ada acara taushiyah di sana. Seorang Ustadz muda sudah menyampaikan nasihatnya agar keluarga korban bersabar dan mengingatkan kepada seluruh hadirin akan dekatnya kematian.

Di tengah-tengah tausiyah yang disampaikan dengan suara cukup lantang itu, disinggung tentang sunnahnya mengadakan ta’ziyah selama tiga hari kepada keluarga yang berduka dan menghiburnya. Di antara yang disampaikan, bahwa mengadakan ta'ziyah dengan semacam ini, mengisinya dengan pengajian dan taushiyah adalah sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang asing. Dan boleh jadi model seperti ini akan menimbulkan tanda tanya di tengah-tengah masyarakat yang terbiasa mengadakan peringatan 1 sampi 7 hari dengan tahlilan dan mengirim pahala.

Mengadakan pengajian dan taushiyah selama tiga hari di tempat keluarga yang sedang berduka semacam di atas di Bekasi semakin marak, boleh jadi di tempat lain pun ada. Cara itu dipilih untuk menghindari amalan-amalan yang dianggap bid’ah dan tidak sesuai sunnah. Namun benarkah amalan tersebut tidak juga termasuk bid’ah yang diada-adakan di tempat kematian?

Sebuah pertanyaan serupa pernah diajukan kepada Syaikh Abdurrahman al-Sahim. “Ada satu perkara asing (aneh) yang sangat marak di negeri tempat tingal saya sejak beberapa tahun lalu. Dan perkara ini dari hari ke hari semakin berkembang.” Sebagian dari isi pertanyaan.

Yang dimaksud perkara asing pada pertanyaan di atas, yaitu apabila ada keluarga muslim yang komitmen mengalami musibah, ada salah seorang anggota keuarganya meninggal dunia, maka pengajian dan taushiyah di adakan di rumahnya sebagai bagian dari ta’ziyah. Kegiatan ta’ziyah ini berlanjut sampai tiga hari untuk menghibur keluarga tersebut. “Apakah ini bid’ah ataukah sunnah?” puncak dari pertanyaannya.

Syaikh Abdurrahman al-Sahim menjawab, bahwa amalan semacam ini tidak pernah didapatkan pada zaman ulama salaf. Tidak ada dalil yang memerintahkan untuk mengadakan perkumpulan di rumah keluarga simayit sesudah penguburan. Karena hal ini akan memperbaharui kesedihannya. Dan menghalangi keluarga si mayit untuk keluar rumah.

Tidak ada dalil yang memerintahkan untuk mengadakan perkumpulan di rumah keluarga simayit sesudah penguburan.

Karena hal ini akan memperbaharui kesedihannya dan menghalangi keluarga si mayit untuk keluar rumah.

Pelaksanaan ta’ziyah selama tiga hari juga tidak ada dasarnya. Sedangkan mengingatkan untuk sabar adalah perkara yang diperintahkan, hanya saja mengganti perkumpulan manusia (untuk berbincang dan bercengkrama) menjadi majelis nasihat, pengajian, dan taushiyah tidak ada dasarnya, baik pada moment berbahagia atau bersedih.

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata,

وَلَا أُلْفِيَنَّكَ تَأْتِي الْقَوْمَ وَهُمْ فِيْ حَدِيْثٍ مِنْ حَدِيْثِهِمْ، فَتَقُصُّ عَلَيْهِمْ، فَتَقْطَعُ عَلَيْهِمْ حَدِيْثَهُمْ فَتُمِلُّهُمْ، وَلَكِنْ أَنْصِتْ، فَإِذَا أَمَرُوْكَ فَحَدِّثْهُمْ وَهُمْ يَشْتَهُوْنَهُ

Janganlah aku mendapatkan kamu mendatangi suatu kaum sedang mereka dalam pembicaraannya, lalu kamu memberikan kisahmu pada mereka dan memotong pembicaraan mereka dengannya, maka kamu telah membuat mereka bosan. Tapi, duduk dan diamlah. Apabila mereka memintamu untuk berbicara, maka berbicaralah kepada mereka sedang mereka mendengarkannya.” (HR. al-Bukhari no. 6337)

Membatasi ta’ziyah hanya tiga hari, apakah itu sunnah?

Ta’ziyah yang bahasa kita dikenal dengan melayat kepada ahlul mayyit untuk menghibur mereka supaya bisa bersabar, dan sekaligus mendo’akanya.

Menurut Imam Al-Khirasyi di dalam syarahnya menulis, “Ta’ziyah, yaitu menghibur orang yang tertimpa musibah dengan pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah, sekaligus mendo’akan mereka dan mayitnya” (Syarh Al-Khirasyi Ala Mukhtashar Khalil: 2/129)

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Yaitu memotivasi orang yang tertimpa musibah agar lebih bersabar, dan meghiburnya supaya melupakannya, meringankan tekanan kesedihan dan himpitan musibah yang menimpanya” (Al-Adzkar An Nawawiyah, hlm 126. Lihat juga Al-Majmu 5/304)

Berta’ziyah kepada saudara muslim yang tertimpa musibah disunnahkan berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,

مَنْ عَزَّى مُصَابًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

Siapa yang berta’ziyah kepada orang yang ditimpa musibah, maka baginya pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Menurut Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-Abbad dalam islamway.com, tidak ada dalil yang menunjukkan pembatasan ta’ziyah hanya tiga hari, bahwa tidak berta’ziyah kecuali pada batas tiga hari. Tetapi berta’ziyah dilangsungkan selama masa masih dekat, walaupun lebih dari tiga hati. Ketika kesedihan masih menyelimuti keluarga si mayit maka datang menghibur mereka dan mendoakan masih diperbolehkan, walupun sudah berlalu satu pekan. Namun, jika kesedihan sudah hilang maka berta’ziyah sesudah itu tidak sesuai dengan fungsi.

. . tidak ada dalil yang menunjukkan pembatasan ta’ziyah hanya tiga hari, bahwa tidak berta’ziyah kecuali pada batas tiga hari. (Abdul Muhsin al-'Abbad)

Syaikh bin Bazz dalam Nur ‘ala al-Darb (2/1127) menjelaskan bahwa tidak ada batasan pasti bagi para penta’ziyah, baik tiga hari atau lebih. Jika mereka berta’ziyah sesudah tiga, empat, atau lima hari –kapan saja berita sampai padanya- maka tidak mengapa.

Sedangkan batasan tiga hari dikhususkan bagi wanita yang berkabung atas orang dekatnya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam Shahihain, “Tidaklah dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat, untuk berkabung lebih dari tiga hari.” Maka berkabung lebih dari tiga hari bagi wanita yang kehilangan orang dekatnya tidak dibolehkan. Sedangkan bagi yang berta’ziyah, tidak ada batasan dengan tiga hari. Begitu juga membuatkan makanan bagi keluarga mayit, tidak terbatas hanya sampai tiga hari. Jika tetangganya masih memasakkan untuk keluarga mayit sesudah tiga hari karena mereka masih disibukkan dengan musibah, maka tidak apa-apa.

Selayaknya tetangga atau orang yang berta’ziyah membuat atau membawakan makanan untuk keluarga mayit, karena mereka tidak sempat masak dan mengurusi dapur.

Membuat dan menyediakan makanan oleh ahlil mayit untuk para penta’ziyah tidak dibolehkan. Karena keluarga tersebut sedang berduka dan disibukkan dengan musibah tersebut. Selayaknya tetangga atau orang yang berta’ziyah membuat atau membawakan makanan untuk keluarga mayit, karena mereka tidak sempat masak dan mengurusi dapur. Inilah yang dijelaskan oleh sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam kisah Ja’far, beliau bersabda: “Buatlah makanan untuk keluarga Ja’far, karena telah datang kepada mereka duka yang menyibukkan mereka-dari menyiapkan makanan-.” Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ibadah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Latest News
Setya Novanto Sengaja Dibidik, Skenario Bubarkan Golkar?

Setya Novanto Sengaja Dibidik, Skenario Bubarkan Golkar?

Selasa, 21 Nov 2017 04:51

Demi Selamatkan Uang Negara (PLN), Pemerintah Dituding Kelabui Rakyat

Demi Selamatkan Uang Negara (PLN), Pemerintah Dituding Kelabui Rakyat

Senin, 20 Nov 2017 23:27

Tidak Konstitusional, Mahkamah Agung Irak Batalkan Referendum Kemerdekaan Kurdi

Tidak Konstitusional, Mahkamah Agung Irak Batalkan Referendum Kemerdekaan Kurdi

Senin, 20 Nov 2017 22:18

Utang PLN hampir 200 Triliun, Pemerintah Berencana Hapus Pelanggan Listrik 900 VA

Utang PLN hampir 200 Triliun, Pemerintah Berencana Hapus Pelanggan Listrik 900 VA

Senin, 20 Nov 2017 21:27

Turki Tangkap 51 Mantan Guru Diduga Terkait Organisasi Teroris Fethullah

Turki Tangkap 51 Mantan Guru Diduga Terkait Organisasi Teroris Fethullah

Senin, 20 Nov 2017 21:26

Rencana Pemerintah Jokowi Ini Dianggap Terselubung dan Jahat kepada Rakyat

Rencana Pemerintah Jokowi Ini Dianggap Terselubung dan Jahat kepada Rakyat

Senin, 20 Nov 2017 19:27

Sukses Buru Setya Novanto, KPK Ditantang Buru Sumber Waras, Reklamasi, dan BLBI

Sukses Buru Setya Novanto, KPK Ditantang Buru Sumber Waras, Reklamasi, dan BLBI

Senin, 20 Nov 2017 17:27

Gratis KONSULTASI Dokter! Yuk Terapi Pengobatan ala Nabi di Rumah Sehat Taqiya

Gratis KONSULTASI Dokter! Yuk Terapi Pengobatan ala Nabi di Rumah Sehat Taqiya

Senin, 20 Nov 2017 15:31

Voa-Islam & Pikulbareng HADIRKAN Rumah Sehat TAQIYA di Bekasi

Voa-Islam & Pikulbareng HADIRKAN Rumah Sehat TAQIYA di Bekasi

Senin, 20 Nov 2017 15:30

Nasib Ekonomi Masyarakat Papua Dianggap Stagnan, DPR RI akan Audit Dana Otsus

Nasib Ekonomi Masyarakat Papua Dianggap Stagnan, DPR RI akan Audit Dana Otsus

Senin, 20 Nov 2017 15:27

Herbal Ini Kembalikan Gairah Suami Istri Bak Pengantin Baru

Herbal Ini Kembalikan Gairah Suami Istri Bak Pengantin Baru

Senin, 20 Nov 2017 15:01

Penuhi Target 30 Ribu Dai, PARMUSI Gelar Pelatihan Dai di Sulsel

Penuhi Target 30 Ribu Dai, PARMUSI Gelar Pelatihan Dai di Sulsel

Senin, 20 Nov 2017 13:48

Pemerintah Dihimbau jangan Lengah Soal Papua jika Tidak Ingin seperti Timor Timur

Pemerintah Dihimbau jangan Lengah Soal Papua jika Tidak Ingin seperti Timor Timur

Senin, 20 Nov 2017 13:27

Apresiasi Kerja TNI-Polri, Fadli: Kian Jelas Kelompok Teroris dengan Semangat Separatis

Apresiasi Kerja TNI-Polri, Fadli: Kian Jelas Kelompok Teroris dengan Semangat Separatis

Senin, 20 Nov 2017 11:27

Reuni Akbar 212 Diharap Menangkan Kekuasaan Umat

Reuni Akbar 212 Diharap Menangkan Kekuasaan Umat

Senin, 20 Nov 2017 10:58

Pasang Iklan di web dan Facebook Voa-Islam dilihat 500 RIbu fans!

Pasang Iklan di web dan Facebook Voa-Islam dilihat 500 RIbu fans!

Senin, 20 Nov 2017 10:55

Doa Paul Pogba untuk 'Budak' Afrika di Libya; Semoga Allah di Sisimu dan Kekejaman Ini Berakhir

Doa Paul Pogba untuk 'Budak' Afrika di Libya; Semoga Allah di Sisimu dan Kekejaman Ini Berakhir

Senin, 20 Nov 2017 10:06

Pejuang Islamic State Tewaskan Seorang Komandan Senior IRGC di Al-Bukamal Suriah

Pejuang Islamic State Tewaskan Seorang Komandan Senior IRGC di Al-Bukamal Suriah

Senin, 20 Nov 2017 08:15

'The Untouchable Papah', Korupsi dan Solusi Islam Mengatasinya

'The Untouchable Papah', Korupsi dan Solusi Islam Mengatasinya

Ahad, 19 Nov 2017 22:30

300 Istri Pejuang Islamic State (IS) Menolak Pergi dari Al-Bukamal, Siap Lawan Pasukan Assad

300 Istri Pejuang Islamic State (IS) Menolak Pergi dari Al-Bukamal, Siap Lawan Pasukan Assad

Ahad, 19 Nov 2017 18:28


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X