Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
14.512 views

Hukum Puasa Wanita Haid dan Nifas

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Bagi wanita haid dan nifas haram berpuasa. Keduanya wajib berbuka saat datang haid dan nifas. Selain tidak boleh berpuasa, juga tidak boleh mengerjakan shalat di saat sedang mengalami haid dan nifas. Bahkan ulama bersepakat, jika tetap mengerjakan keduanya maka tidak sah. Hanya saja dibedakan kewajiban  atas meninggalkan kedua ibadah tersebut. Wanita haid dan nifas wajib mengqadha' (mengganti) puasa yang ditinggalkannya dan tidak wajib mengqadha' shalatnya.

Diriwayatkan dari 'Aisah Radhiyallahu 'Anha, beliau pernah ditanya: "Kenapa wanita haid mengqadha' puasa dan tidak mengqadha' shalat?" Lalu beliau menjawab, "Kami mengalami hal itu (haid) pada masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, lalu kami diperintahkan mengqadha' puasa dan tidak diperintahkan mengqadha' shalat." (HR. Muslim dan lainnya)

Diriwayatkan pula dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِيْنِهَا

"Bukankah jika haid mereka tidak shalat dan tidak berpuasa? Itulah kekurangan agama mereka." (HR. Bukhari dan lainnya)

Para ulama telah sepakat atas jawaban 'Aisyah, wajibnya mengqadha' puasa dan tidak wajib mengqadha' shalat atas wanita haid dan nifas. Ini sebagai bentuk kasih sayang dan kemudahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk keduanya. Karena kewajiban shalat terulang lima kali dalam sehari sehingga mengqadha'nya menjadi sesuatu yang berat. Sementara puasa diwajibkan sekali dalam setahun, yakni puasa Ramadhan. Qadha' atasnya bukan sesuatu yang terlalu memberatkan.

Mengqadha' Puasa Tidak Wajib Segera

Mengqadha' puasa karena alasan syar'i tidak wajib segera dilakukan. Kewajibannya boleh dilakukan kapan saja ada kesempatan. Hal ini berdasarkan hadits 'Aisah Radhiyallahu 'Anha, "Aku memiliki hutang puasa Ramadhan, tetapi aku tidak sanggup menggantinya kecuali pada bulan Sya'ban." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Al-Hafidz Ibnul Hajar berkata, "Hadits ini menunjukkan dibolehkannya menunda qadha puasa Ramadhan, baik karena adanya udzur atau tidak." (Fathul Baari: IV/191)

Hanya saja dianjurkan untuk segera menyegerakannya. Ini didasarkan kepada firman Allah Ta'ala,

أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

"Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya." (QS. Al-Mukminun: 61)

Kemudian, siapa di antara keduanya yang menunda qadha' sampai datang Ramadhan berikutnya tanpa udzur Syar'i, maka wajib bertaubat kepada Allah atas keteledorannya tadi. Ia tetap wajib mengqadha' puasanya tersebut sesudah bulan Syawal. Sekelompok ulama menambahkan agar disamping qadha ia juga memberi makan seorang miskin dari setiap hari yang puasanya sebagai ta'zir atas keteledorannya. Sebagian yang lainnya tidak mengharuskannya dan mencukupkannya dengan shaum saja. Pendapat kedua ini adalah madhab Abu Hanifah dan Ibnu Hazm. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah: III/173)

. . . siapa di antara keduanya yang menunda qadha' sampai datang Ramadhan berikutnya tanpa udzur Syar'i, maka wajib bertaubat kepada Allah atas keteledorannya . . .

Ini juga berlaku bagi musafir dan orang sakit yang tidak berpuasa, apabila keduanya mengakhirkan qadha sampai tiba Ramadhan berikutnya tanpa udzur Syar'i. Jika mengakhirkannya karena uzur syar'i maka cukup menunaikan qadha puasa saja setelah datang dari safarnya dan sembuh dari sakitnya. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ibadah lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Latest News


Must Read!
X

Jum'at, 24/10/2014 14:15

Dikalahkan oleh Nyamuk