Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
5.900 views

Muhammadiyah: Larang Cadar Muslimah, Prancis Tak Hargai Kebebasan Beragama

JAKARTA (voa-islam.com) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsuddin menyampaikan penyesalannya terhadap kebijakan Prancis yang melarang penggunaan cadar dan burqa bagi muslimah di negara itu.

“Saya menyesal bahwa Prancis melarang penggunaan burqa dan cadar yang dinilai tidak menghargai kebebasan beragama yang merupakan bagian dari demokrasi,” kata Din saat berbincang dengan Direktur Jenderal Urusan Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Prancis, Charles Henri Brossoeau, Rabu (22/12/2010).

Menurut dia, terdapat banyak kesalahpahaman yang terjadi antara Barat dan Islam sehingga menimbulkan pandangan Islamofobia di Barat.

Islam merupakan agama yang mengajarkan kedamaian bukan kekerasan, dan oleh karena itu amat penting dilakukan kerja sama dan penguatan hubungan antara Indonesia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim dengan negara-negara Barat dalam memperbaiki pandangan tersebut, kata Din.

“Indonesia dan Prancis memang memiliki pemahaman yang berbeda mengenai negara dan agama. Indonesia bukan negara sekuler, namun merupakan negara Pancasila dengan unsur Ketuhanan di dalamnya,” ujarnya.

...."Saya menyesal bahwa Prancis melarang penggunaan burqa dan cadar yang dinilai tidak menghargai kebebasan beragama,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin....

Ia mengajak Prancis untuk melakukan kerja sama dengan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan bagi pelajar Muslim sebagai jalan untuk mengubah pandangan buruk terhadap Islam sehingga Prancis dapat memaknai Islam yang sesungguhnya.

Menurut dia, saat ini dibutuhkan kerja sama yang bukan hanya antara pemerintah dengan pemerintah tetapi juga kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat sebagai upaya mewujudkan kedamaian dan keadilan global.

“Sejumlah negara seperti Jepang, Australia, dan Rusia telah melakukan kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan dengan Indonesia dan direncanakan Amerika Serikat juga mengadakan hubungan menguntungkan tersebut,” kata Din.

Dikatakannya, kerja sama itu bertujuan agar sejumlah negara di dunia dapat mengetahui Islam yang sebenarnya melalui jalan pendidikan dan kebudayaan.

Dalam menanggapi tawaran itu, Brossoeau akan mempertimbangkannya dan pada awal 2011 utusan Prancis dalam bidang agama direncanakan datang ke Indonesia sehingga Muhammadiyah dapat bertukar pikiran lebih banyak dengan mereka. [taz/ant]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Latest News


Must Read!
X