Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.569 views

Kerja 'Samar-samar' dan Zalim, DPR Desak Bentuk Pansus Evaluasi Densus

Jakarta (voa-islam.com) - Mengatahui kinerja yang terkesan 'serabutan', dholim dan keji. Center for Indonesian Reform (CIR) mendesak DPR segera membentuk Pansus untuk memeriksa kinerja Densus 88 yang baru menangkap Abu Bakar Baasyir. Kinerja Densus 88 selama ini dianggap telah terdistorsi.

...Jangan sampai terjadi killling without trail, itu lebih jahat dari trial by the press...

"Selama ini terjadi distorsi dalam penegakan hukum. Presiden menyatakan terkejut dengan penangkapn Baasyir, padahal Densus berada di bawah kendali Polri dan Kapolri bertanggung jawab langsung kepada presiden. Jadi Densus bekerja untuk siapa?" ujar Direktur CIR, Sapto Waluyo di Jakarta, Selasa (10/8).

Menurutnya, sepanjng 2003 hingga 2009, Densus 88 telah menangkap 500-an tersangka terorisme, 40 di antaranya tertembak mati. Selama Januari hingga Mei saja sudah ditangkap 58 tersangka dan 13 di antaranya tewas.

"DPR hrs periksa apa itu semua sesuai prosedur hukum? Karena Densus 88 dan Polri aparat hukum. Jangan sampai terjadi killling without trail, itu lebih jahat dari trial by the press. Hasil pansus akan berguna sebagai masukan awal Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang baru saja terbentuk," jelas Sapto yg menulis buku 'KontraTerorisme: Dilema Indonesia di masa transisi' pada 2009.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR Nasir Jamil menyebutkan cukup tepat jika Komisi III DPR membentuk Panitia Khusus (Pansus) atau Panitia Kerja (Panja) terkait evaluasi kinerja Densus 88. Langkah ini ditempuh, sambung alumnus IAIN Ar-Raniry Aceh ini, sebagai upaya untuk mengetahui cara kerja Densus 88.

“Panja diharapkan sebagai upaya menjembatani keinginan publik untuk mendapatkan informasi tentang Densus 88. Jangankan publik, Kapolda saja juga tidak mengetahui kinerja Densus 88,” paparnya di Jakarta, Selasa (10/8).

Tuntutan pembentukan Panja atau Pansus Densus 88, sambung politikus PKS ini, untuk membuka tabir kinerja Densus 88 yang cenderung samar-samar di publik. Apalagi, menurut Nasir, Densus 88 yang ada di bawah Mabes Polri merupakan mitra Komisi III DPR.

“Jadi saya pikir masuk akal jika ada keinginan agar DPR membentuk Pansus atau Panja Densus 88, sehingga publik tidak samar-samar lagi dalam melihat kinerja Densus,” terangnya.

Ia menuturkan, tidak ada aturan khusus dalam UU terkait Densus 88. Karena, institusi Densus 88 langsung di bawah instrument Kepolisian RI. Oleh karenanya, Nasir menegaskan Komisi III DPR berhak melakukan pengawasan terhadap Densus 88 untuk menjalankan fungsi pengawasan.

“Panja ini akan mengaudit Densus 88, mulai dari dana hingga kinerja. Ini penting, agar pemberantasan terorisme berjalan serius karena mengancam kehidupan dan negara bukan karena pesanan negara tertentu,” cetusnya.

 

Densus 88 Rusak Citra Kepolisian

Pasca penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, Citra kepolisian khususnya satuan Densus 88 Antiteror akan menjadi pertaruhan dalam kasus penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, Bila pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu tidak terbukti terlibat dalam gerakan teroris, publik akan semakin tidak percaya dengan polisi.

“Karena Ustadz Abu sudah pernah diperlakukan seperti ini dan terbukti di pengadilan tidak bersalah. Bila ini terjadi lagi akan semakin menjatuhkan polri lagi,” ungkap pengamat teorisme Al Chaidar di Jakarta, Selasa (10/8/2010).

...“Ingat, polisi juga pernah menggerebek markas JAT di Pejaten dan menahan beberapa pengikut ustadz Abu, tapi kemudian dibebaskan karena terbukti tidak bersalah,”...

Al Chaidar melihat peluang Ba’asyir bebas besar mengingat tuduhan polisi tidak memiliki dasar yang kuat. Hanya berdasarkan pada pengakuan teroris Aceh yang ditahan serta asumsi ada keterkaitan antara penggerebekan terduga teroris di beberapa lokasi sebelumnya.

Yaitu di rumah kontrakan di Kampung Sukaluyu No 49D RT 11 RW 12 Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, serta tiga teroris di Subang, Padalarang, dan Cileunyi.

“Ingat, polisi juga pernah menggerebek markas JAT di Pejaten dan menahan beberapa pengikut ustadz Abu, tapi kemudian dibebaskan karena terbukti tidak bersalah,” tegasnya.

Tuduhan bahwa Ba’syir mendanai camp militer teroris di Aceh, menurut Al Chaidar, juga sumir. Itu karena
Ustadz Abu Bakar Ba'asyir tidak memiliki sumber pendanaan yang kuat pasca terbelahnya organisasi Jemaah Islamiyah. Para pengikutnya sekarang merupakan para loyalis yang sudah terpinggirkan dari peta gerakan teroris. “Dia hanya berada di antara orang-orang yang terbatas (ekonominya) yang masih setia,” tandasnya.

Haram Kooperatif Terhadap Densus 88

Sementara itu, setelah diperiksa oleh tim penyidik Mabes Polri, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membuat pernyataan penolakan penahanan terhadap dirinya.

...Penangkapan dan pemeriksaan ini tidak lebih dari komoditas politik untuk menyenangkan musuh-musuh Islam serta antek-anteknya di Indonesia,”...

“Dengan izin Allah, saya menolak dengan tegas tentang penangkapan dan pemeriksaan saya karena saya yakin penangkapan dan pemeriksaan ini tidak lebih dari komoditas politik untuk menyenangkan musuh-musuh Islam serta antek-anteknya di Indonesia,” ujar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dalam pernyataan yang dibacakan Ketua TPM Mahendradatta di Mabes Polri, Senin (9/8/2010) malam.

Selain itu,
Ustadz Abu Bakar Ba'asyir juga menolak sejumlah 41 pertanyaan yang diajukan oleh tim penyidik karena menurutnya tidak perlu adanya kerjasama. "Atas izin Allah saya menolak untuk diperiksa oleh Densus 88,” ujarnya.

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir menyakini sikap kooperatif dengan polisi bersifat haram. Itu karena Densus 88 dalam pandangan pendiri Jamaan Asharut Tauhid (JAT) tersebut merupakan kepanjangan tangan dari musuh-musuh Islam.

“Dalam hal ini AS dan Israel yang masuk dalam kategori kafir harbi. Untuk itu, haram memberikan keterangan dalam pemeriksaan oleh Densus 88,” ujarnya. (Ibnudzar/dbs)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Sabtu, 27 Nov 2021 12:42

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Sabtu, 27 Nov 2021 11:32

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

Sabtu, 27 Nov 2021 11:27

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

Sabtu, 27 Nov 2021 10:19

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Sabtu, 27 Nov 2021 00:06

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Jum'at, 26 Nov 2021 22:28

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Jum'at, 26 Nov 2021 21:25

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Jum'at, 26 Nov 2021 17:20

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Jum'at, 26 Nov 2021 17:15

Aliansi Cerahkan Negeri Kembali Melakukan Aksi Penolakan RUU TPKS di DPR

Aliansi Cerahkan Negeri Kembali Melakukan Aksi Penolakan RUU TPKS di DPR

Jum'at, 26 Nov 2021 16:54

Guru Wahdah Islamiyah Juara 1 Guru Inspiratif Kategori Non ASN

Guru Wahdah Islamiyah Juara 1 Guru Inspiratif Kategori Non ASN

Jum'at, 26 Nov 2021 16:41

Partai Gelora Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Berikan Literasi Perubahan Iklim kepada Masyarakat

Partai Gelora Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Berikan Literasi Perubahan Iklim kepada Masyarakat

Jum'at, 26 Nov 2021 16:29

Sektor Kesehatan, Industri Menggiurkan Bagi Pejabat?

Sektor Kesehatan, Industri Menggiurkan Bagi Pejabat?

Jum'at, 26 Nov 2021 09:45

Bila Terus Menentang Firman Allah, Apa Jadinya Kita?

Bila Terus Menentang Firman Allah, Apa Jadinya Kita?

Jum'at, 26 Nov 2021 09:08

Malang Berduka, Ustadz Azhar Reza Wafat Dalam Touring Malang-Lombok

Malang Berduka, Ustadz Azhar Reza Wafat Dalam Touring Malang-Lombok

Kamis, 25 Nov 2021 23:45

Bagaimana Perlawanan Bersenjata Palestina Bertahan Di Tepi Barat Utara

Bagaimana Perlawanan Bersenjata Palestina Bertahan Di Tepi Barat Utara

Kamis, 25 Nov 2021 22:53

Songsong 2022, IHATEC Luncurkan Program Pelatihan dan Konsultasi Halal

Songsong 2022, IHATEC Luncurkan Program Pelatihan dan Konsultasi Halal

Kamis, 25 Nov 2021 16:59


MUI

Must Read!
X