Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
179.519 views

Sidang HKBP Ciketing: Berikan Kesaksian Palsu, Pendeta HKBP Harus Ditahan!!

JAKARTA (voa-islam.com) – Dinilai memberikan kesaksian palsu di persidangan, Kuasa Hukum KH Murhali Barda cs meminta kepada majelis hakim agar Pendeta Luspida Simanjuntak, Pendeta Pieterson Purba ditahan. Kedua pendeta HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) itu diancam dengan hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Setelah beberapa kali mangkir dari persidangan kasus insiden HKBP Ciketing, akhirnya pihak HKBP hadir sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Senin 10 Januari 2011.

Empat orang pendeta dan jemaat HKBP yang memberikan kesaksian dalam persidangan tersebut antara lain: Pendeta Luspida Simanjuntak, Pendeta Pieterson Purba, Hasian Lumbantoruan, Rosalina Nainggolan dan Jefry Simorangkir.

Dalam pemeriksaan para saksi tersebut, terungkap bahwa semua saksi dari pihak HKBP itu, tak satupun yang mengenal ke-13 terdakwa. Baik Luspida, Purba, Hasian, Rosalina maupun Jeffry, semuanya sepakat menyatakan bahwa KH Murhali Barda tidak berada di lokasi saat insiden Ciketing terjadi. Kelima saksi dari HKBP ini juga mengakui bahwa mereka tidak melihat KH Murhali Barda melakukan ceramah, orasi, pidato atau seruan untuk melakukan penusukan, pemukulan, maupun perkelahian dengan jemaat HKBP.

Karenanya, kuasa hukum terdakwa, Salih Mangara Sitompul, menyatakan sampai persidangan keempat, dakwaan terhadap KH Murhali Barda cs belum terbukti. Salih menilai tiga pasal KUHP yang didakwakan terhadap KH Murhali terlalu dipaksaan. Tiga pasal yang didakwakan kepada Murhali, antara lain pasal 160 tentang penghasutan, pasal 170 tentang kekerasan terhadap orang dan barang, dan 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan.

“Sampai saat ini penuntut umum belum bisa membuktikan dakwaan pasal 160, 170 dan 335,” ujar pengacara yang akrab disapa Bang SMS itu.  “Ini perkara yang dipaksakan.”

....Sampai saat ini penuntut umum belum bisa membuktikan dakwaan pasal 160, 170 dan 335. Ini perkara yang dipaksakan....

Karenanya, dalam persidangan tersebut Salih memohon kepada majelis hakim agar memindahkan penahanan KH Murhali menjadi tahanan luar.

“KH Murhali hanyalah seorang ustadz dan guru ngaji yang punya tanggungjawab keummatan. Saya jamin, sebagai orang yang bertanggungjawab dan mengerti hukum, Ustadz Murhali tidak akan melarikan diri dan bersedia menghadiri setiap persidangan,” ujar Salih dalam persidangan.

Lebih lanjut, penasihat hukum Murhali Barda menilai Pendeta Luspida Simanjuntak dan Pendeta Pieterson Purba telah memberikan kesaksian palsu di persidangan. Padahal sebelum memberikan kesaksian, kedua pendeta HKBP itu telah disumpah. Akibat kesaksian palsu yang disampaikan di persidangan tersebut, penasihat hukum meminta hakim agar mengeluarkan perintah penahanan terhadap kedua pendeta tersebut, karena melanggar pasal 242 KUHP tentang tindak pidana pemberian keterangan palsu.

“Saksi Luspida Simanjuntak dan Pieterson Purba adalah saksi yang telah disumpah di dalam persidangan. Setelah disumpah, mereka memberikan keterangan palsu di atas sumpahnya, maka yang bersangkutan bisa dipidanakan karena melanggar pasal 242 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun. Maka penasihat hukum meminta kepada majelis hakim agar mengeluarkan penetapan agar saksi Luspida Simanjuntak dan Pieterson Purba ditahan karena telah melanggar pasal 242 KUHP,” jelas Salih yang juga ketua Peradi Bekasi itu.

Beberapa kesaksian palsu Pendeta Luspida Simanjuntak dan Pendeta Pieterson Purba, menurut Salih, adalah kesaksian pendeta bahwa HKBP mendapat perintah dari Sekretaris Daerah (SETDA) Kota Bekasi untuk beribadah di tanah kosong Ciketing. Padahal kenyataannya SETDA Kota tidak pernah memerintahkan kebaktian di tanah kosong Ciketing tersebut.

Kesaksian palsu lainnya adalah keterangan bahwa mereka tidak melihat kejadian apapun sebelum terjadinya insiden Ciketing antara 200 jemaat HKBP dengan 13 pemuda muslim.

....Setelah disumpah, Pendeta Luspida Simanjuntak dan Pendeta Pieterson Purba memberikan keterangan palsu di atas sumpahnya. Maka yang bersangkutan bisa dipidanakan karena melanggar pasal 242 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun....

Kedua saksi mengaku pada saat insiden Ciketing berlangsung, mereka berjalan di barisan paling depan. Lalu mereka menyatakan sebelum insiden tidak terjadi apa-apa. Padahal mereka menurut kesaksian warga setempat pada persidangan sebelumnya, sebelum insiden terjadi pemukulan terhadap wartawan oleh jemaat HKBP.

“Ini kan keterangan palsu. Semestinya, Pendeta Luspida harus tahu itu, karena dia berjalan paling depan. Tidak mungkin dia tidak tahu,” tegas Salih.

Pada keterangan saksi sebelumnya, Senin (3/1/2011), Edi Suryo Purnomo, seorang warga Mustika Jaya Ciketing sebagai saksi mata saat insiden berlangsung, menjelaskan bahwa ia melihat ada dua insiden di Ciketing. Insiden pertama, jemaat HKBP mengeroyok seorang wartawan yang diteriaki maling. Tak berselang lama, disusul dengan insiden kedua, bentrokan jemaat HKBP dengan belasan remaja Muslim yang mengakibatkan jatuhnya korban luka di kedua belah pihak. Insiden tersebut, menurut Edi, bermula ketika motor seorang wartawan ditendang, lalu diteriaki maling oleh seorang perempuan dari jemaat HKBP.

“Itulah keterangan palsu yang disampaikan dalam persidangan ini. Karenanya yang bersangkutan telah melanggar pasal 242 KUHP. Atas dasar itulah, maka penasihat hukum meminta agar Luspida Simanjuntak dan Pieterson Purba agar ditahan oleh hakim,” jelas Salih.

Untuk memproses kasus kesaksian palsu ini, jelas Shalih, pada persidangan berikutnya Asda II Pemkot Bekasi akan dihadirkan untuk diperiksa dan dikroscek.

“Nanti akan kita kroscek. Kalau keterangan Asda II berbeda dengan keterangan kedua pendeta, maka Majelis Hakim harus segera mengeluarkan ketetapan agar kedua pendeta itu ditahan,” jelasnya. “Kita mengajukan permohonan kepada hakim, karena yang memiliki kewenangan adalah hakim,” pungkasnya.

Sidang kasus HKBP Ciketing ini dilanjutkan pada Kamis, (13/1/2011) dengan menghadirkan saksi dari HKBP lainnya, antara lain Jonggur Sihite, dan Risomas Karolina  Nainggolan. [taz]

Baca berita terkait:

  1. Inilah Kasus-kasus Kristenisasi di Balik Insiden Ciketing Bekasi.
  2. Maunya HKBP, Kerukunan Atau Kerusuhan?
  3. Sidang HKBP Ciketing: Berikan Kesaksian Palsu, Pendeta HKBP Harus Ditahan!!
  4. Puisi Ketegaran Aji Faisal, Terdakwa Pemukulanan Jemaat HKBP Ciketing
  5. Dede Tri Sutrisna: Korbankan Bulan Madu untuk Jihad di Ciketing Bekasi
  6. Ustadz Abdul Qadir AKA: Jika HKBP Kurang Ajar, Pantas diusir dari Bekasi
  7. Muhammad Jibril Ar-Riziq: Kemana Abi, Kapan Abi Pulang? Abi Sedang Jihad!
  8. Terungkap Jemaat HKBP Keroyok Wartawan dan Serang Pemuda Muslim
  9. Insiden Ciketing Dipicu Pemalsuan Data dan Kasus Suap Pendirian Gereja HKBP
  10. Sidang Kedua KH Murhali Cs: Tak Ada Saksi yang Memberatkan.
  11. Saksi Korban HKBP Pengecut, Mangkir dari Persidangan
  12. Sidang Kasus HKBP Ciketing Bekasi: Para Mujahid Dizalimi, HKBP Putarbalikkan Fakta.
  13. Kisruh Pendirian Gereja HKBP: Untuk Apa Gereja Didirikan?
  14. Mereka bukan Hadang Kebaktian, Tapi Protes Gereja Ilegal.
  15. Heboh!! Pendeta HKBP Dibui Lima Tahun, Kasus Zina dengan 19 Mahasiswi.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Sampaikan Informasi BIN, Mahfud MD: Wahdah Islamiyah Ormas yang Setia kepada NKRI

Sampaikan Informasi BIN, Mahfud MD: Wahdah Islamiyah Ormas yang Setia kepada NKRI

Sabtu, 20 Aug 2022 10:06

Australia Kecewa Indonesia Kurangi Hukuman Pelaku Bom Bali

Australia Kecewa Indonesia Kurangi Hukuman Pelaku Bom Bali

Jum'at, 19 Aug 2022 18:00

Supermodel Bella Hadid Sering Kehilangan Pekerjaan Karena Dukungannya Terhadap Palestina

Supermodel Bella Hadid Sering Kehilangan Pekerjaan Karena Dukungannya Terhadap Palestina

Jum'at, 19 Aug 2022 17:00

Seorang Remaja Israel Terancam Dipenjara Karena Menolak Ikut Wajib Militer

Seorang Remaja Israel Terancam Dipenjara Karena Menolak Ikut Wajib Militer

Jum'at, 19 Aug 2022 10:07

Legislator: Reformasi Fiskal Belum Terlihat Hasil

Legislator: Reformasi Fiskal Belum Terlihat Hasil

Jum'at, 19 Aug 2022 08:16

 Partai Gelora Ingatkan Pentingnya Tegak Negara Hukum dan Supremasi Hukum

Partai Gelora Ingatkan Pentingnya Tegak Negara Hukum dan Supremasi Hukum

Jum'at, 19 Aug 2022 07:50

Khotbah Jumat: Kemenangan Hanya Milik Allah SWT

Khotbah Jumat: Kemenangan Hanya Milik Allah SWT

Jum'at, 19 Aug 2022 07:04

Kado Istimewa di Hari Kemerdekaan, Anies Gratiskan PBB Rumah NJOP Dibawah Rp2 Miliar

Kado Istimewa di Hari Kemerdekaan, Anies Gratiskan PBB Rumah NJOP Dibawah Rp2 Miliar

Jum'at, 19 Aug 2022 06:55

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

UBN Pimpin Upacara Kemerdekaan di Purwakarta

UBN Pimpin Upacara Kemerdekaan di Purwakarta

Kamis, 18 Aug 2022 14:14

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30


MUI

Must Read!
X