Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.134 views

CSRC Tuding Takmir Masjid Penebar Benih Radikalis

Beberapa waktu lalu Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta melaporkan hasil penelitian tendensius yang menyebutkan masjid sebagai sarang radikalisme, Rabu (26/1/2011). Sebelumnya (2009) LSM komparador ini juga menuding takmir masjid di DKI Jakarta, berpotensi menebar benih-benih radikalis.

Hal itu terungkap dalam seminar sosialisasi hasil temuan riset “Pemetaan Ideologi terhadap 250 takmir masjid di lima wilayah DKI Jakarta”, Kamis, 29 Januari 2009, di Jakarta Media Center (JMC) Jakarta Pusat. Bukti, penelitian itu bertujuan untuk membuat stigma buruk terhadap takmir masjid.

Menurut CSRC, mayoritas masjid-masjid di DKI Jakarta masih menyuarakan gagasan dan pemikiran Islam moderat. Pandangan mayoritas takmir masjid yang moderat ini tercermin dari pandangan mereka atas lima gagasan yang ditanyakan. Lima gagasan tersebut adalah mengenai sistem pemerintahan, formalisasi syariat Islam, jihad, kesetaraan jender, dan pluralisme. Meski demikian, sebagian kecil takmir juga menyatakan setuju dengan gagasan pendirian negara Islam dan khilafiah Islamiyah (20 persen).

Terkait sistem pemerintahan, 88,8 persen responden menyetujui Pancasila dan UUD 1945 sebagai model terbaik bagi Indonesia. Sebanyak 78,4 persen takmir setuju bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang terbaik bagi Indonesia. “Secara umum, masjid-masjid di DKI Jakarta masih moderat. Walaupun masih ada yang setuju dengan konsep negara Islam. Moderatnya takmir masjid ini, selain tentang pandangan terhadap sistem pemerintahan, juga dari pandangannya mengenai pluralisme khususnya civic pluralism, mereka sangat moderat,” ujar Koordinator Program Penelitian Ridwan Al Makassary.

Survei juga menunjukkan, terkait isu formalisasi syariat Islam, 60 persen takmir setuju tentang kewenangan negara mengatur umat Islam. Kemudian, sebanyak 31,2 persen setuju negara wajib memberlakukan pidana Islam. Dari hasil survei ini, CSRC mengimbau pemerintah, organisasi massa seperti NU dan Muhammadiyah bisa mencermati temuan ini, untuk mempertahankan masjid sebagai corong Islam moderat. “Misalnya, mengadakan training untuk khatib dengan nilai-nilai pluralisme. Meski demikian, patut diwaspadai juga kecenderungan penguatan gagasan Islam radikal,” kata Ridwan.

Survei ini dilakukan November 2008-Januari 2009 dengan metode wawancara dan questioner. Pemilihan responden takmir masjid karena dianggap sebagai pihak yang memiliki otoritas untuk menentukan arah dan dinamika masjid. Sebagai gambaran, dari 250 masjid yang disurvei, tersebar di Jakarta Selatan (56 masjid), Jakarta Timur (72 masjid), Jakarta Pusat (38 masjid), Jakarta Barat (45 masjid), dan Jakarta Utara (39 masjid). Pemilihan masjid-masjid ini dilakukan secara random.

Masjid Benih Radikalisme?

Koordinator CSRC UIN Jakarta, Ridwan Al Makassary, menjelaskan, penelitian ini menjadi perlu untuk kepentingan penguatan gagasan Islam moderat di tanah air. Penelitian ini didukung oleh LSM Komprador, seperti: Konrad Adenauer Stiftung, The Asia Foundation – Indonesia, The Ford Foundation,  The Japan Foundation, Tifa Foundation. Hadir dalam pembahasan penelitian tersebut: Dr. Sukron Kamil, MA,  Prof Dr. Abdul Munir Mulkhan (PP Muhammadiyah), dan KH. Masdar F. Mas’udi (Perhimpunan Pengembangan Pesantren & Masyarakat). Semuanya adalah para tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL).

Dikatakan Ridwan Al Makkasary, riset ini dilatari oleh fenomena penyusupan kelompok-kelompok tertentu terhadap masjid-masjid milik NU dan hasil amal usaha Muhammadiyah yang memperjuangkan agenda dan ideologi yang berbeda, yaitu khilafah Islamiyah dan negara Islam. Untuk memagari masjid-masjid milik NU, maka Bahtsul Masail PB NU tahun 2007 merekomendasikan perlunya sertifikasi masjid-masjid NU.

Sementara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan Surat Keputusan No.149 (1 Desember 2006) yang bertujuan menjaga hasil amal usaha Muhammadiyah (sekolah, panti asuhan, rumah sakit dan universitas) agar tidak disusupi oleh kelompok dakwah dan partai politik tertentu yang memperjuangkan agenda dan ideologi yang berbeda.

Dipilihnya DKI Jakarta sebagai fokus penelitian, oleh karena kota ini adalah ibukota dengan pusat dinamika sosial, politik, ekonomi dan budaya yang tinggi. Selain itu, tingkat kekerasan atas nama agama di Jakarta cukup merisaukan, terutama sejak 1998. “Secara umum terdapat kecenderungan penguatan ideologi radikal dengan upaya beberapa kelompok Islam tertentu memasyarakatkan isu-isu khilafah Islamiyah dan negara Islam, pentingnya formalisasi syari’at Islam melalui lembing-lembing kekuasaan negara, dan jihad yang dipahami semata-mata sebagai perang,” kata Ridwan.

Selain itu, isu gender equity, lanjut Ridwan, masih dihadang oleh kuatnya kultur patriarki dan dominasi penafsiran yang konservatif atas kedudukan perempuan. Sementara nasib pluralisme di ujung bahaya, misalnya, dengan peristiwa insiden Monas pada Juni 2008 yang melibatkan bentrokan antara Front Pembela Islam (FPI) dan “Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB)”, yang menimbulkan sejumlah korban.

Survei Pesanan

Berikut ini adalah hasil survei “pesanan” atas persepsi takmir masjid terhadap sistem pemerintahan (khilfah Islamiyah - negara Islam), formalisasi syariat Islam, jihad dan kesetaraan gender dan pluralisme:

Untuk isu sistem pemerintahan, mayoritas takmir masjid memiliki pandangan yang moderat, terkait dengan sistem pemerintahan dalam arti mendukung keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Meskipun demikian, sebagian kecil takmir masjid juga menyetujui gagasan tentang pendirian negara Islam dan khilafah Islamiyah. Survei menunjukkan bahwa sebagian besar (88.8%) takmir masjid menyetujui Pancasila dan UUD 1945 sebagai model terbaik bagi Indonesia.

Selain itu, sebanyak 78.4% takmir masjid setuju bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang terbaik bagi Indonesia. Namun, survei juga menunjukkan bahwa 20.8% takmir masjid setuju bahwa umat Islam wajib mendirikan negara Islam. Selain itu, sebanyak tiga dari sepuluh (32%) takmir masjid setuju bahwa umat Islam wajib memperjuangkan tegaknya khilafah Islamiyah.

Terkait isu formalisasi syari’at Islam, temuan menunjukkan bahwa untuk beberapa derajat sebagian takmir masjid dapat menerima gagasan formalisasi tersebut. Survei menunjukkan bahwa sebagian besar (60%) takmir masjid setuju tentang kewenangan negara mengatur dress code umat Islam.  Selain itu,  sebanyak  empat dari sepuluh (41.2%) takmir masjid setuju bahwa negara berwenang mengatur persoalan ibadah melalui perundang-undangan.

Sebanyak 31.2% takmir masjid setuju  negara wajib memberlakukan pidana Islam (misalnya hukuman cambuk dan potong tangan) di Indonesia. Sementara itu, sebanyak 44.8% takmir masjid setuju bahwa umat Islam wajib memperjuangkan  berlakunya kembali Piagam Jakarta. Secara khusus, satu dari sepuluh (14.4%) takmir masjid setuju bahwa pemerintah yang tidak menerapkan syari’ah wajib diperangi.

Terkait isu kesetaraan gender temuan menunjukkan bahwa takmir masjid tidak mempersoalkan perempuan untuk bekerja di ranah publik, namun dipandang tidak dapat menjadi presiden. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar (87.6%) takmir masjid setuju  perempuan bekerja di ruang publik. Namun, sebagian besar (56.4%) takmir masjid tidak setuju perempuan untuk menjadi presiden.

Temuan survei itu menunjukkan  jihad sebagai perang dan penggunaan kekerasan pada umumnya tidak disetujui oleh sebagian besar takmir masjid. Meskipun segelintir kecil takmir masjid berpandangan sebaliknya. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar (73,6%) takmir masjid menyatakan tidak setuju dengan pandangan bahwa jihad yang paling utama adalah perang, dan selebihnya 15.2% takmir masjid setuju. Sementara sebagian besar (88.8%) takmir masjid menyatakan tidak setuju bahwa untuk menegakkan amar ma’ruf nahyi munkar  diperbolehkan melakukan tindak kekerasan. Hanya sejumlah 8.8% takmir masjid yang setuju.

Terhadap isu terorisme agama (religious terrorism), pandangan mayoritas takmir masjid adalah moderat, meskipun untuk beberapa derajat sebagian kecil berpandangan radikal. Data menunjukkan bahwa mayoritas (83,6%) takmir masjid setuju bahwa terorisme bertentangan dengan ajaran Islam, dan sebagian besar (78,4%) takmir masjid setuju pelaku terorisme harus dihukum seberat-beratnya. Demikian pula lebih dari separuh (56,4%) takmir masjid setuju bahwa hukuman mati terhadap pelaku bom Bali sudah tepat.

Dalam hubungan yang bersifat sosial kemanusiaan atau pluralime kewargaan (civic pluralism) cukup tegas terlihat bahwa mayoritas takmir masjid memiliki pandangan yang positif, namun hal itu tidak berlaku dalam hubungan yang bersifat teologis atau pluralisme ketuhanan (theology pluralism). Umumnya fenomena penonjolan klaim kebenaran (truth claim) masih sangat kuat terlihat dalam pandangan takmir masjid. Data menyatakan mayoritas (88%) takmir masjid setuju Muslim wajib menghormati keyakinan agama lain.

Selanjutnya, sebagian besar (56.4%) takmir tidak setuju non-Muslim boleh masuk masjid untuk mengkaji Islam. Sementara itu sebanyak 24.8% takmir masjid setuju terdapat kebenaran dalam agama lain. Selain itu, lebih sedikit lagi (2%) takmir masjid setuju terhadap pandangan bahwa non-Muslim bisa masuk surga.

Dalam persoalan hak minoritas, temuan menunjukkan bahwa hak-hak minoritas dipandang sesuatu yang penting dan harus dihormati. Namun, hak tersebut tidak mencakup hak untuk menjadi presiden. Survey menunjukkan bahwa sebagian besar (86,8 %) takmir masjid berpandangan adanya kesetaraan hak antara Muslim dan non-Muslim dalam hal kewarganegaraan (citizenship right). Namun, sebagian besar (85,2%) takmir masjid tidak setuju jika Indonesia diperintah oleh presiden non-Muslim.

Sebagai kesimpulan, secara umum mayoritas masjid di DKI Jakarta masih menyuarakan gagasan dan pemikiran Islam moderat. Ini tercermin dari pandangan mayoritas takmir masjid yang moderat terhadap lima isu yang dipaparkan di atas. Meskipun demikian, dalam jumlah yang kecil terdapat kecenderungan penguatan gagasan Islam radikal. Misalnya, sebagian kecil takmir masjid setuju terhadap gagasan pendirian khilafah Islamiyah dan negara Islam. [Desastian]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Senin, 03 Aug 2020 22:09

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Senin, 03 Aug 2020 20:31

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Senin, 03 Aug 2020 19:59

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Senin, 03 Aug 2020 19:49

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Senin, 03 Aug 2020 19:36

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Senin, 03 Aug 2020 19:26

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Senin, 03 Aug 2020 16:00

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Senin, 03 Aug 2020 15:15

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Senin, 03 Aug 2020 14:28

Pengangguran 10 Juta! Ikuti Training & Praktek 5 hari di RM Padang Express

Pengangguran 10 Juta! Ikuti Training & Praktek 5 hari di RM Padang Express

Senin, 03 Aug 2020 09:46

Djoko S Tjandra Tertangkap Setelah 3 Jenderal Dicopot

Djoko S Tjandra Tertangkap Setelah 3 Jenderal Dicopot

Senin, 03 Aug 2020 08:32

AS Usulkan Agar Para Pejuang Taliban Berbahaya Ditempatkan Dalam Tahanan Rumah

AS Usulkan Agar Para Pejuang Taliban Berbahaya Ditempatkan Dalam Tahanan Rumah

Ahad, 02 Aug 2020 23:15

Warga Israel Lakukan Demonstrasi Anti-Netanyahu Terbesar di Al-Quds Yerusalem

Warga Israel Lakukan Demonstrasi Anti-Netanyahu Terbesar di Al-Quds Yerusalem

Ahad, 02 Aug 2020 22:55

Arti Cinta

Arti Cinta

Ahad, 02 Aug 2020 21:52

Menjaga yang Berharga

Menjaga yang Berharga

Ahad, 02 Aug 2020 21:46

Bumi Pertiwi Disapa Resesi

Bumi Pertiwi Disapa Resesi

Ahad, 02 Aug 2020 21:46

7 Tentara Suriah Tewas 9 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Dengan Pejuang Oposisi Suriah di Idlib

7 Tentara Suriah Tewas 9 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Dengan Pejuang Oposisi Suriah di Idlib

Ahad, 02 Aug 2020 21:44

Terimakasih Nak, Kau Ajarkan Ibumu Beretika

Terimakasih Nak, Kau Ajarkan Ibumu Beretika

Ahad, 02 Aug 2020 21:39

Idul Adha: Refleksi Pengorbanan dan Ketaatan Berbuah Keridhaan

Idul Adha: Refleksi Pengorbanan dan Ketaatan Berbuah Keridhaan

Ahad, 02 Aug 2020 21:32

Badan Intelijen Afghanistan Klaim Tewaskan Seorang Pemimpin Senior Islamic State

Badan Intelijen Afghanistan Klaim Tewaskan Seorang Pemimpin Senior Islamic State

Ahad, 02 Aug 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X