Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.715 views

Sidang Ciketing: Terdakwa Penusuk Jemaat HKBP Tak Memenuhi Unsur Pidana

BEKASI (voa-islam.com) – Aji Muhammad Faisal, terdakwa penusukan jemaat HKBP Ciketing tak memenuhi unsur pidana, karena perbuatan itu dilakukan tanpa sengaja dalam rangka membela diri dari keroyokan jemaat HKBP. Visum dokter yang dimasukan jaksa dalam berkas perkara dinilai tidak relevan, karena melanggar KUHP pasal 133.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus HKBP Ciketing di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Senin (7/2/2010), dengan terdakwa Aji Muhammad Faisal yang didakwa sebagai pelaku penusukan Asia Lumbantoruan, Sekretaris gereja HKBP Ciketing pada 9 September 2010 silam. Dalam sidang kesepuluh tersebut, Kuasa Hukum terdakwa menghadirkan Saksi Ahli Hukum Pidana dari Universitas Islam Asy-Syafi’iyah, Prof M Taufik Makarao, SH, MH.

Terhadap proses penusukan jemaat HKBP Asian Lumbantoruan, sesuai dengan keterangan di persidangan, Prof  Taufik berpendapat bahwa terdakwa Aji tidak memenuhi unsur pidana. Karena dalam insiden tersebut, Aji melakukan dalam keadaan terancam jiwanya. Saat itu, Aji dikeroyok puluhan jemaat HKBP. Dalam situasi genting dan nyawanya terancam, Aji mendapat pisau lipat dari orang lain untuk membela diri.

Aji pun mengacung-acungkan pisau kepada jemaat HKBP, untuk menakut-nakuti agar mereka tidak melakukan pengeroyokan. Karena situasi panik, maka tanpa sengaja Asian Lumbantoruan pun tertusuk.

....Terdakwa Aji melakukan penusukan tanpa sengaja dan dalam rangka membela diri karena nyawanya terancam, maka kasus ini tidak memenuhi unsur pidana....

“Salah satu unsur pidana adalah adanya unsur niat atau kesengajaan. Karena terdakwa Aji melakukan penusukan tanpa sengaja dan dalam rangka membela diri karena nyawanya terancam, maka kasus ini tidak memenuhi unsur pidana,” ujar Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Islam Asy-Syafi’iyah itu.

Mengenai visum dokter umum dari RS Mitra Keluarga yang dimasukkan dalam Berkas Perkara, sesuai dengan keahliannya dalam hukum pidana, Prof Taufik menjelaskan bahwa ada kesalahan berkas dalam berkas dawaan terhadap terdakwa Aji.

Kesalahan yang paling fatal, jaksa memasukkan visum dari dokter yang bukan ahli ke dalam Berkas Perkara atas nama Aji Muhammad Faisal.

“Visum itu harus tetap, et repertum dari awal. Karena pasal 133 KUHP tidak dikenal istilah ‘visum sementara’ dan ‘visum lanjutan,” tegasnya. “Karenanya, visum lanjutan yang dibawa ke pengadilan setelah persidangan berlangsung, tidak bisa dijadikan bukti dan tidak relevan,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan voa-islam dotcom sebelumnya, dalam persidangan lanjutan kedelapan kasus HKBP Ciketing, Senin (24/1/2011), JPU menghadirkan dokter Boby Sugiharto sebagai saksi yang melakukan visum terhadap saksi korban HKBP.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tertera visum et repertum Asia Lumbuntoruan dan Pendeta Luspida Simanjuntak, yang ditandatangani oleh dr Bobby Sugiharto. Hasil visum menyebutkan, terdapat luka memar di dahi atas alis mata dan luka memar di bokong kanan Luspida Simanjuntak. Sedangkan pada tubuh Asia Lumbun Toruan ditemukan luka diperut kanan akibat benda tajam.

....Karenanya, visum lanjutan yang dibawa ke pengadilan setelah persidangan berlangsung, tidak bisa dijadikan bukti dan tidak relevan....

Setelah dicecar berbagai pertanyaan oleh Penasihat Hukum, dr Boby Sugiharto yang bekerja di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur sejak tahun 2008, mengaku bahwa dirinya adalah dokter umum, bukan dokter ahli forensik.

Atas dasar itu, Kuasa Hukum Terdakwa, Shalih Mangara Sitompul menjelaskan bahwa Bobby Sugiharto tak berkompeten melakukan visum, karena ia bukan dokter kehakiman dan bukan ahlinya. Padahal, jelas Shalih, menurut pasal 133 KHUP, visum dibuat oleh ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. Karena dokter Bobby bukan dokter ahli dari kehakiman dan bukan dokter forensik, maka dia tidak berhak melakukan visum.

Sebagai konsekuensinya, karena visum dari RS Mitra Keluarga yang dimasukkan dalam berkas dakwaan terhadap terdakwa Aji Faisal dan Ade Firman tidak sah dan melanggar hukum. Sebagai konsekuensinya, dakwaan terhadap Aji Faisal dan Ade Firman harus batal demi hukum.

Shalih pun menuding kejaksaan melakukan kesalahan, karena jaksa bertindak tidak profesional dan cacat hukum dengan memasukkan surat keterangan yang melanggar hukum.

Menanggapi itu, pada sidang kesembilan, (27/1/2011), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi ahli yang lain, yaitu Dr Djaja S Atmadja. Di persidangan, dokter Djaja menyampaikan visum et repertum tertanggal 22 Januari 2011. Dr Djaja menjelaskan bahwa visum pertama yang dibuat oleh dr Boby dari RS Mitra Keluarga itu adalah visum sementara. Sedang visum kedua yang dibawanya adalah visum lanjutan.

Terhadap penjelasan ini, Kuasa Hukum Terdakwa, Shalih Mangara Sitompul menilai banyak kejanggalan terhadap visum dari RS Mitra Keluarga. Seharusnya, visum dokter ahli forensik itulah dimasukkan dalam Berkas Perkara. Kenapa visum dokter ahli baru disampaikan ke pengadilan ketika persidangan sudah hampir memasuki babak pembacaan vonis? [taz]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Rabu, 17 Jul 2019 23:17

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Rabu, 17 Jul 2019 23:07

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Rabu, 17 Jul 2019 22:48

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Rabu, 17 Jul 2019 22:17

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Rabu, 17 Jul 2019 21:00

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Rabu, 17 Jul 2019 20:41

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

Rabu, 17 Jul 2019 20:30

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

Rabu, 17 Jul 2019 20:08

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Rabu, 17 Jul 2019 19:30

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Rabu, 17 Jul 2019 18:15

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Rabu, 17 Jul 2019 11:00

Inggris Akan Kirim Kapal Perang ketiga ke Teluk Persia

Inggris Akan Kirim Kapal Perang ketiga ke Teluk Persia

Rabu, 17 Jul 2019 10:15

Potret Kekinian Generasi Minus Edukasi

Potret Kekinian Generasi Minus Edukasi

Rabu, 17 Jul 2019 08:36

Forum Dakwah Perbatasan Sekolahkan 20 Anak Kurang Mampu dari Pulau Banyak dan Kutacane

Forum Dakwah Perbatasan Sekolahkan 20 Anak Kurang Mampu dari Pulau Banyak dan Kutacane

Rabu, 17 Jul 2019 07:58

Mardani Kritisi Pidato Misi Visi Jokowi

Mardani Kritisi Pidato Misi Visi Jokowi

Rabu, 17 Jul 2019 05:56

Muhammadiyah Maluku Utara Terjunkan Tim Asistensi ke Lokasi Gempa Halmahera Selatan

Muhammadiyah Maluku Utara Terjunkan Tim Asistensi ke Lokasi Gempa Halmahera Selatan

Rabu, 17 Jul 2019 04:50

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Rabu, 17 Jul 2019 03:53

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Rabu, 17 Jul 2019 02:59


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X