Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.818 views

Sidang Ciketing: Terdakwa Penusuk Jemaat HKBP Tak Memenuhi Unsur Pidana

BEKASI (voa-islam.com) – Aji Muhammad Faisal, terdakwa penusukan jemaat HKBP Ciketing tak memenuhi unsur pidana, karena perbuatan itu dilakukan tanpa sengaja dalam rangka membela diri dari keroyokan jemaat HKBP. Visum dokter yang dimasukan jaksa dalam berkas perkara dinilai tidak relevan, karena melanggar KUHP pasal 133.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus HKBP Ciketing di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Senin (7/2/2010), dengan terdakwa Aji Muhammad Faisal yang didakwa sebagai pelaku penusukan Asia Lumbantoruan, Sekretaris gereja HKBP Ciketing pada 9 September 2010 silam. Dalam sidang kesepuluh tersebut, Kuasa Hukum terdakwa menghadirkan Saksi Ahli Hukum Pidana dari Universitas Islam Asy-Syafi’iyah, Prof M Taufik Makarao, SH, MH.

Terhadap proses penusukan jemaat HKBP Asian Lumbantoruan, sesuai dengan keterangan di persidangan, Prof  Taufik berpendapat bahwa terdakwa Aji tidak memenuhi unsur pidana. Karena dalam insiden tersebut, Aji melakukan dalam keadaan terancam jiwanya. Saat itu, Aji dikeroyok puluhan jemaat HKBP. Dalam situasi genting dan nyawanya terancam, Aji mendapat pisau lipat dari orang lain untuk membela diri.

Aji pun mengacung-acungkan pisau kepada jemaat HKBP, untuk menakut-nakuti agar mereka tidak melakukan pengeroyokan. Karena situasi panik, maka tanpa sengaja Asian Lumbantoruan pun tertusuk.

....Terdakwa Aji melakukan penusukan tanpa sengaja dan dalam rangka membela diri karena nyawanya terancam, maka kasus ini tidak memenuhi unsur pidana....

“Salah satu unsur pidana adalah adanya unsur niat atau kesengajaan. Karena terdakwa Aji melakukan penusukan tanpa sengaja dan dalam rangka membela diri karena nyawanya terancam, maka kasus ini tidak memenuhi unsur pidana,” ujar Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Islam Asy-Syafi’iyah itu.

Mengenai visum dokter umum dari RS Mitra Keluarga yang dimasukkan dalam Berkas Perkara, sesuai dengan keahliannya dalam hukum pidana, Prof Taufik menjelaskan bahwa ada kesalahan berkas dalam berkas dawaan terhadap terdakwa Aji.

Kesalahan yang paling fatal, jaksa memasukkan visum dari dokter yang bukan ahli ke dalam Berkas Perkara atas nama Aji Muhammad Faisal.

“Visum itu harus tetap, et repertum dari awal. Karena pasal 133 KUHP tidak dikenal istilah ‘visum sementara’ dan ‘visum lanjutan,” tegasnya. “Karenanya, visum lanjutan yang dibawa ke pengadilan setelah persidangan berlangsung, tidak bisa dijadikan bukti dan tidak relevan,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan voa-islam dotcom sebelumnya, dalam persidangan lanjutan kedelapan kasus HKBP Ciketing, Senin (24/1/2011), JPU menghadirkan dokter Boby Sugiharto sebagai saksi yang melakukan visum terhadap saksi korban HKBP.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tertera visum et repertum Asia Lumbuntoruan dan Pendeta Luspida Simanjuntak, yang ditandatangani oleh dr Bobby Sugiharto. Hasil visum menyebutkan, terdapat luka memar di dahi atas alis mata dan luka memar di bokong kanan Luspida Simanjuntak. Sedangkan pada tubuh Asia Lumbun Toruan ditemukan luka diperut kanan akibat benda tajam.

....Karenanya, visum lanjutan yang dibawa ke pengadilan setelah persidangan berlangsung, tidak bisa dijadikan bukti dan tidak relevan....

Setelah dicecar berbagai pertanyaan oleh Penasihat Hukum, dr Boby Sugiharto yang bekerja di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur sejak tahun 2008, mengaku bahwa dirinya adalah dokter umum, bukan dokter ahli forensik.

Atas dasar itu, Kuasa Hukum Terdakwa, Shalih Mangara Sitompul menjelaskan bahwa Bobby Sugiharto tak berkompeten melakukan visum, karena ia bukan dokter kehakiman dan bukan ahlinya. Padahal, jelas Shalih, menurut pasal 133 KHUP, visum dibuat oleh ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. Karena dokter Bobby bukan dokter ahli dari kehakiman dan bukan dokter forensik, maka dia tidak berhak melakukan visum.

Sebagai konsekuensinya, karena visum dari RS Mitra Keluarga yang dimasukkan dalam berkas dakwaan terhadap terdakwa Aji Faisal dan Ade Firman tidak sah dan melanggar hukum. Sebagai konsekuensinya, dakwaan terhadap Aji Faisal dan Ade Firman harus batal demi hukum.

Shalih pun menuding kejaksaan melakukan kesalahan, karena jaksa bertindak tidak profesional dan cacat hukum dengan memasukkan surat keterangan yang melanggar hukum.

Menanggapi itu, pada sidang kesembilan, (27/1/2011), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi ahli yang lain, yaitu Dr Djaja S Atmadja. Di persidangan, dokter Djaja menyampaikan visum et repertum tertanggal 22 Januari 2011. Dr Djaja menjelaskan bahwa visum pertama yang dibuat oleh dr Boby dari RS Mitra Keluarga itu adalah visum sementara. Sedang visum kedua yang dibawanya adalah visum lanjutan.

Terhadap penjelasan ini, Kuasa Hukum Terdakwa, Shalih Mangara Sitompul menilai banyak kejanggalan terhadap visum dari RS Mitra Keluarga. Seharusnya, visum dokter ahli forensik itulah dimasukkan dalam Berkas Perkara. Kenapa visum dokter ahli baru disampaikan ke pengadilan ketika persidangan sudah hampir memasuki babak pembacaan vonis? [taz]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Jum'at, 17 Jan 2020 21:22

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Jum'at, 17 Jan 2020 18:45

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Jum'at, 17 Jan 2020 18:15

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

Jum'at, 17 Jan 2020 17:45

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Jum'at, 17 Jan 2020 17:19

Ketika KPK Sudah Jinak

Ketika KPK Sudah Jinak

Jum'at, 17 Jan 2020 15:25

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

Jum'at, 17 Jan 2020 08:55

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Jum'at, 17 Jan 2020 08:36

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Jum'at, 17 Jan 2020 08:24

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

Jum'at, 17 Jan 2020 07:18

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Kamis, 16 Jan 2020 23:27

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Kamis, 16 Jan 2020 22:42

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Kamis, 16 Jan 2020 22:00

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Kamis, 16 Jan 2020 21:35

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

Kamis, 16 Jan 2020 21:15

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Kamis, 16 Jan 2020 21:06

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Kamis, 16 Jan 2020 20:39

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Kamis, 16 Jan 2020 20:34

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Kamis, 16 Jan 2020 20:00

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

Kamis, 16 Jan 2020 19:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X