Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.329 views

RUU Intelijen: Kalimat 'Musuh Dalam Negeri' Perlu Dikritisi

Jakarta (voa-islam) - Ada beberapa pasal yang harus dikritisi dalam penyusunan RUU Intelijen, diantaranya: Pasal 1 ayat 4, pasal 1 ayat 2, pasal 1 ayat 9, pasal 4, pasal 31 ayat 1, pasal 37, pasal 39, pasal 41.

Ada beberapa catatan kritis yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan RUU Intelejen: Pertama, ada kalimat atau frase yang tidak didefinisikan dengan jelas, sehingga berpeluang menjadi pasal karet, seperti kalimat “ancaman nasional” , “keamanan nasional”, dan “musuh dalam negeri” yang sangat kabur , siapa dan apa kriterianya.

Rumusan itu terkesan multitafsir, sehingga sangat mungkin disalahgunakan. Bisa jadi, sikap kritis masyarakat atas kebijakan pemerintah akan dibungkam dengan dalih mengancam “keamanan nasional” dan stabilitas, serta diangga musuh dalam negeri.

Kedua, di Pasal 31 disebutkan bahwa Lembaga Intelijen memiliki wewenang untuk melakukan intersepsi (penyadapan) terhadap komunikasi atau dokumen elektronik, serta pemeriksaan aliran dana yang diduga terkait dengan kegiatan terorisme, separatism, spionase, subversi, sabotase, dan kegiatan atau yang mengancam keamanan nasional.

Di dalam penjelasan, dikatakan penyadapan itu bisa dilakukan tanpa ketetapan Ketua Pengadilan. Bahkan,m di ayat 4 pasal yang sama, Bank Indonesia (BI), bank, PPATK, lembaga keuangan bukan bank, dan lembaga jasa pengiriman uang, wajib memberikan informasi kepada LKIN (Lembaga Kordinasi Intelijhen Negara) atau BIN.

Pemberian wewenang penyadapan tanpa izin pengadilan, akan menjadi pintu penyalahgunaan kekuasaan. Apalagi penyasdapan itu didasarkan pada alasan, yang definisi, criteria, dan tolok ukurnya tidak dijelaskan alias kabur dan multitafsir, sehingga bisa bersifat subyektif dan tergantung selera.

Lebih berbahaya lagi, tidak disebutkan siapa yang berwenang memutuskan penyadapan itu. Akibatnya, secara implisit setiap personal intelijen berhak melakukannya. Pemberian wewenang penyadapan tanpa izin pengadilan ini akan bisa menyebabkan terjadinya penyadapan secara liar. Akibatnya warga akan terancam hak privasinya.

Ketiga, dalam RUU itu diusulkan pemberian wewenang kepada BIN untuk melakukan penangkapan dan pemeriksaan intensif (interogasi) paling lama 7x24 jam. Usulan itu sama saja member wewenang intel BIN untuk “mengambil” orang yang dicurigai, tanpa surat perintah, tanpa diberitahu tempat dan materi interigasi, tanpa pengacara dan tanpa diberitahukan kepada keluarganya. Lalu apa bedanya dengan penculikan? Jika usulan itu digolkan, maka akan lahir kembali rezim represif.

Keempat, di dalam RUU tidak ada mekanisme pengaduan dan gugatan bagi individu yang merasa dilanggar haknya oleh lembaga intelijen. Rakyat berpotensi menjadi korban tanpa ruang untuk mendapatkan keadilan. Disinilah terlihat jelas potensi lahirnya “rezim intel”.

Kelima, RUU Intelijen tidak mengatur dengan jelas mekanisme kontrol dan pengawasan yang tegas, kuat dan permanen terhadap semua aspek dalam ruang lingkup fungsi dan kerja intelijen (termasuk penggunaan anggaran). Akibatnya, intelijen akan menjadi “superbody” yang bisa melakukan apapun tanpa kendali dan bisa dijadikan alat kepentingan politik status quo.

Keenam, RUU ini bisa menjadi preseden buruk bagi jurnalis, khususnya jurnalis investigative. RUU ini berpotensi untuk membungkam suara-suara kritis. Dengan delik kelalaian di pasal 39 bisa menjadi ancaman bagi sikap kritis dan keterbukaan para jurnalis.

Sejumlah Ormas Islam berpendapat, memang benar intelijen diperlukan oleh sebuah negara. Tapi, mestinya bukan untuk memusuhi rakyat. Juga tidak boleh menjadi alat kekuasaan untuk kepentingan mengamankan status quo, apalagi jika intelijen digunakan untuk memberangus setiap usaha memperjuangkan syariat Islam. Masa rezim Orde Baru dengan intelijennya, cukuplah menjadi pengalaman pahit bagi rakyat, khususnya umat Islam.

Dalam padangan syariah Islam, negara haram memata-matai rakyat. Allah Swt  berfirman dalam Al Qur’an: “Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.” (QS al Hujurat: 12). Dan Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya seorang amir itu, jika mencari keragu-raghuan (sehingga mencari-cari kesalahan) dari rakyatnya, berarti ia telah merusak mereka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, al Hakim dan al Baihaqi) Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Mati-matian Bela Demokrasi, Di Akhirat Ternyata Demokrasi Tak Memberi Syafaat

Mati-matian Bela Demokrasi, Di Akhirat Ternyata Demokrasi Tak Memberi Syafaat

Kamis, 29 Oct 2020 05:04

Kecam Presiden Prancis Macron, Ribuan Umat Islam di Solo Gelar Aksi Unjuk Rasa

Kecam Presiden Prancis Macron, Ribuan Umat Islam di Solo Gelar Aksi Unjuk Rasa

Kamis, 29 Oct 2020 04:22

Presiden Prancis Macron Dituntut Meminat Maaf Kepada Umat Islam Di Seluruh Dunia

Presiden Prancis Macron Dituntut Meminat Maaf Kepada Umat Islam Di Seluruh Dunia

Kamis, 29 Oct 2020 04:10

Penghinaan Macron terhadap Islam dan Rosulullah SAW Lukai Nalar dan Hati Nurani Muslim Sedunia

Penghinaan Macron terhadap Islam dan Rosulullah SAW Lukai Nalar dan Hati Nurani Muslim Sedunia

Rabu, 28 Oct 2020 23:46

Mati Ketawa Ala Indonesia

Mati Ketawa Ala Indonesia

Rabu, 28 Oct 2020 23:00

Soal Vaksin Covid-19, Legislator: Utamakan Keselamatan Rakyat dan Harus Transparan Uji Klinisnya

Soal Vaksin Covid-19, Legislator: Utamakan Keselamatan Rakyat dan Harus Transparan Uji Klinisnya

Rabu, 28 Oct 2020 21:38

Netanyahu Doakan Sembuh Bloger Saudi Pro-Israel yang Terinfeksi Virus Corona

Netanyahu Doakan Sembuh Bloger Saudi Pro-Israel yang Terinfeksi Virus Corona

Rabu, 28 Oct 2020 21:20

Jokowi Akan Dikudeta?

Jokowi Akan Dikudeta?

Rabu, 28 Oct 2020 20:33

Majelis Mujahidin Indonesia Mengutuk Islamofobia Presiden Perancis Emmanuel Macron

Majelis Mujahidin Indonesia Mengutuk Islamofobia Presiden Perancis Emmanuel Macron

Rabu, 28 Oct 2020 20:28

Munas V Hidayatullah Teguhkan Komitmen Keummatan Menuju Indonesia Bermartabat

Munas V Hidayatullah Teguhkan Komitmen Keummatan Menuju Indonesia Bermartabat

Rabu, 28 Oct 2020 20:10

Peran Herbal dalam Pencegahan Covid-19

Peran Herbal dalam Pencegahan Covid-19

Rabu, 28 Oct 2020 19:55

Komandan Pasukan Armenia Dipecat Menyusul Kekalahan Besar Dalam Perang Melawan Azerbaijan

Komandan Pasukan Armenia Dipecat Menyusul Kekalahan Besar Dalam Perang Melawan Azerbaijan

Rabu, 28 Oct 2020 15:30

UEA AKan Jual Wine Israel yang Diproduksi di Dataran Tinggi Golan Suriah Yang Diduduki

UEA AKan Jual Wine Israel yang Diproduksi di Dataran Tinggi Golan Suriah Yang Diduduki

Rabu, 28 Oct 2020 13:45

Orang Bersenjata Tak Dikenal Tembak Mati Menpora Pemerintahan Syi'ah Houtsi di Sana'a

Orang Bersenjata Tak Dikenal Tembak Mati Menpora Pemerintahan Syi'ah Houtsi di Sana'a

Rabu, 28 Oct 2020 12:00

Polemik Pernyataan Presiden Prancis, Legislator: Sudah Sepatutnya Umat Islam Marah!

Polemik Pernyataan Presiden Prancis, Legislator: Sudah Sepatutnya Umat Islam Marah!

Rabu, 28 Oct 2020 11:54

Ganjar Kerja Keras Singkirkan Puan dan Budi Gunawan

Ganjar Kerja Keras Singkirkan Puan dan Budi Gunawan

Rabu, 28 Oct 2020 10:46

Ilmuwan Temukan Bukti Hubungan Bakteri Usus dan Autisme

Ilmuwan Temukan Bukti Hubungan Bakteri Usus dan Autisme

Selasa, 27 Oct 2020 23:02

Inilah 6 Langkah Mendidik Anak Pandai Bersyukur

Inilah 6 Langkah Mendidik Anak Pandai Bersyukur

Selasa, 27 Oct 2020 22:57

Peneliti LIPI: Pemerintah Perlu Perbaiki Cara Komunikasi Publik

Peneliti LIPI: Pemerintah Perlu Perbaiki Cara Komunikasi Publik

Selasa, 27 Oct 2020 22:57

Wapres Tegaskan Cita-Cita Indonesia Menjadi Pusat Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres Tegaskan Cita-Cita Indonesia Menjadi Pusat Produk Halal Terbesar di Dunia

Selasa, 27 Oct 2020 22:50


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X