Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
18.122 views

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Bermakna Tauhid atau Banyak Tuhan?

Jakarta (voa-islam) - Menurut Adian Husaini dalam sebuah seminar "Menelusuri Lika-liku Pancasila di Jakarta, semua pihak hendaknya menelusuri sejarah bagaimana Pancasila dijadikan slogan di masa Orde Lama dan Orde Baru, dan kemudian berakhir dengan tragis.

"Seperti diketahui, Pancasila telah diletakkan dalam perspektif sekuler,  namun lepas dari perspektif Islam (Islam worldview). Padahal, sejak kelahirannya, Pancasila merupakan bagian dari Pembukaan UUD 1945, sangat kental dengan nuansa Islam worldview." ujarn Ketua Program Studi Pendidikan Islam Pascar Sarjana Universitas Ibnu Khaldun-Bogor ini. 

Adian memberi contoh dari tafsir sekular Pancasila, misalnya, dilakukan oleh konsep Ali Moertopo, ketua kehormatan CSIS yang besar pengaruhnya dalam penataan kebijakan politik dan ideology dimasa awal Orde Baru. Ali Moertopo pernah merumuskan Pancasila sebagai “ideology Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Tentang Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, misalnya, Ali Moertopo merumuskan, bahwa diantara makna sila pertama Pancasila adalah hak untuk pindah agama.

Tokoh Katolik di era Orde Lama dan Orde Baru, Peter Beek S.J juga merumuskan makna sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai konsep yang netral agama dan tidak condong pada satu agama. Tetapi, sebagian kalangan ada juga yang memahami, bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa juga menjamin orang untuk tidak beragama.

Dikatakan Adian, jika dicermati dengan jujur, rumusan sila Ketuhanan Yang Maha Esa ada kaitannya dengan pencoretan tujuh kata dalam Piagam Jakarta: Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Bung Hatta yang aktif melobi tokoh-tokoh Islam agar rela menerima pencoretan tujuh kata itu, menjelaskan, bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah Allah, tidak lain kecuali Allah. Sebagai saksi sejarah, Prof. Kasman Singodimedjo menegaskan, “Segala tafsiran dari Ketuhanan Yang Maha Esa itu, baik tafsiran menurun historis maupun artinya serta pengertiannya, sesuai betul dengan tafsiran yang diberikan oleh Islam.”

Sebagaimana dituturkan Kasman Singodimedjo, Ki Bagus sangat alot dalam mempertahankan rumusan “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Sebab, rumusan itu dihasilkan dengan susah payah. Dalam sidang BPUPK, Ki Bagus dan sejumlah tokoh Islam lainnnya juga masih menyimpan ketidakpuasan terhasdap rumusan itu. Ia misalnya, setuju agar kata “bagi pemeluk-pemeluknya” dihapuskan.

Di dalam sidang MPR berikutnya, umat Islam memperjuangkan kembali masuknya tujuh kata tersebut. Ki Bagus mau menerima rumusan tersebut, dengan catatan, kata Ketuhanan ditambahkan dengan Yang Maha Esa, bukan sekedar “ketuhanan”, sebagai diusulkan Soekarno pada pidato tanggal 1 Juni 1945 di BPUPK.

Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif mencatat dalam bukunya “Islam dan Politik, Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin”, pada 18 Agustus 1945, Soekarno sebenarnya sangat kewalahan menghadapi Ki Bagus. Akhirnya melalui Hatta yang menggunakan jasa Teuku Mohammad Hasan, Ki Bagus dapat dilunakkan sikapnya, dan setuju mengganti “tujuh kata” dengan Yang Maha Esa.

Dengan fakta ini, tulis Syafii Maarif, tidak diragukan lagi, bahwa atribut Yang Maha Esa bagi sila Ketuhanan adalah sebagai peganti dari tujuh kata atau delapan perkataan yang dicoret, disamping juga melambangkan ajaran tauhid (monoteisme). Namun tidak berarti bahwa pemeluk agama lain tidak punya kebebasan dalam menafsirkan sila pertama menurut agama mereka masing-masing.”

Penyimpangan Tafsir Pancasila

Dengan demikian, tafsir Ketuhanan Yang Maha Esa yang tepat adalah bermakna Tauhid. Itu artinya, di Indonesia haram hukumnya disebarkan paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Tauhid. Tauhid maknanya, men-Satukan Allah. Bahkan kata Allah juga muncul di alinia ketiga Pembukaan UUD 1945: “Atas berkat rahmat Allah…”. Bukankah satu-satunya agama di Indonesia yang nama Tuhannya “Allah” hanyalah Islam? Bagi kaum Kristen, kata Allah bukanlah nama Tuhan, tetapi hanya sebutan untuk Tuhan di Indonesia. Karena itu, kaum Kristen di Barat tidak menyebut Tuhan mereka dengan nama Allah.

Adian Husaini menyesalkan terjadinya penyimpangan penafsiran Pancasila yang pernah dilakukan dengan proyek indoktrinisasi melalui Program P-4. Pancasila bukan hanya hanya dijadikan sebagai dasar negara. Tetapi, lebih dari itu, Pancasilan dijadikan landasan moral yang dijadikan sebagai wilayah agama. Penempatan Pancasila semacam ini sudah berlebihan.

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Situbondo, Jawa Timur, memutuskan sebuah Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam, antara lain menegaskan: 1) Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara RI bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama.  2) Sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebaga dasar negara RI menurut pasal 29 ayat 1 UUD 1945, yang menjiwai sila lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam. 4) Penerimaan dan pengamalam Pancasila merupakan perwujudan dan upaya umat Islam untuk menjalankan syariat agamanya.

Kata Adian, tidak salah sama sekali, jika para cendekiawan dan politisi islam berani menyatakan, bahwa sila pertama Pancasila bermakna Tauhid sebagaimana dalam konsepsi Islam. “Jadi siapapun orang Indonesia yang bersungguh-sungguh dan ingin menegakkan Pancasila, tentunya mereka harus siap menegakkan Tauhid dan adab di bumi Indonesia. ● Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Mukena Bordir Mewah Harga Murah

Sambut Ramadhan dengan mukena bordir berkualitas, nyaman, adem dan harga terjangkau. Reseller welcome!
http://mukenariri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Kecelakaan, Lidahnya Sobek Butuh Biaya Operasi 5 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Anak Mujahid Kecelakaan, Lidahnya Sobek Butuh Biaya Operasi 5 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Lidah Fauzan sobek 2 cm karena terjatuh dari sepeda. Harus segera dioperasi dengan biaya Rp 5 juta. Ayahnya mujahid aktivis nahi munkar dan dakwah tauhid waljihad sedang kesulitan ekonomi....

Sekujur Tubuh Khubaib Melepuh Tersiram Air Panas Saat Ayah dan Ibunya Shalat. Ayo Bantu.!!

Sekujur Tubuh Khubaib Melepuh Tersiram Air Panas Saat Ayah dan Ibunya Shalat. Ayo Bantu.!!

Bocah ini tersiram air teh mendidih hingga 50 persen tubuhnya melepuh. Selama 6 hari ia hanya dirawat di rumah hingga lukanya membusuk....

Bantuan 3,5 Juta Rupiah Diserahkan, Balita Hidrosefalus Mulai Jalani Pengobatan. Ayo Bantu.!!!

Bantuan 3,5 Juta Rupiah Diserahkan, Balita Hidrosefalus Mulai Jalani Pengobatan. Ayo Bantu.!!!

Amanah donasi 3,5 juta rupiah sudah disalurkan untuk biaya pengobatan Sofia. Balita malang ini bisa melanjutkan pengobatan hydrocephalus, tapi masih butuh bantuan pengobatan rutin...

Bantuan Biaya Persalinan Sudah Diserahkan,  Istri Mujahid Aktivis Nahi Munkar Pulang ke Rumah

Bantuan Biaya Persalinan Sudah Diserahkan, Istri Mujahid Aktivis Nahi Munkar Pulang ke Rumah

Sepekan usai operasi persalinan caesar, Ummi Keysan dan bayinya membaik dan diizinkan pulang meninggalkan rumah sakit. Amanah bantuan dari donatur IDC telah diserahkan. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

Latest News
Menuju Tanjung Perak, Kontainer Kapal Kemanusiaan Berangkat!

Menuju Tanjung Perak, Kontainer Kapal Kemanusiaan Berangkat!

Ahad, 30 Apr 2017 07:25

Wakil Ketua DPR RI Minta Wartawan Panjimas Dibebaskan

Wakil Ketua DPR RI Minta Wartawan Panjimas Dibebaskan

Ahad, 30 Apr 2017 06:21

KSRelief: Arab Saudi Juga Kirim Bantuan ke Wilayah yang Diperintah Pemberontak Syi'ah Houtsi

KSRelief: Arab Saudi Juga Kirim Bantuan ke Wilayah yang Diperintah Pemberontak Syi'ah Houtsi

Sabtu, 29 Apr 2017 20:00

Islamic Book Fair Kembali Hadir, Berikut Jadwal Acaranya

Islamic Book Fair Kembali Hadir, Berikut Jadwal Acaranya

Sabtu, 29 Apr 2017 19:39

Pentagon Klaim Bunuh Pemimpin Afiliasi Islamic State (IS) Afghanistan Abdul Muhib

Pentagon Klaim Bunuh Pemimpin Afiliasi Islamic State (IS) Afghanistan Abdul Muhib

Sabtu, 29 Apr 2017 19:35

Kelompok Pemantau Sebut Turki Blokir Akses ke Situs Wikipedia

Kelompok Pemantau Sebut Turki Blokir Akses ke Situs Wikipedia

Sabtu, 29 Apr 2017 17:35

Zionis Israel Akan Bangun 15.000 Unit Pemukiman Ilegal Baru di Al-Quds Yerusalem

Zionis Israel Akan Bangun 15.000 Unit Pemukiman Ilegal Baru di Al-Quds Yerusalem

Sabtu, 29 Apr 2017 16:24

Sebagai Ketum, Yusril ingin PBB Bangkit menjadi Partai Islam dengan Jalan Islami

Sebagai Ketum, Yusril ingin PBB Bangkit menjadi Partai Islam dengan Jalan Islami

Sabtu, 29 Apr 2017 15:35

Warga Papua: Kalau Warga DKI Gak Mau, Kami Siap Terima Ahok Jadi Gubernur

Warga Papua: Kalau Warga DKI Gak Mau, Kami Siap Terima Ahok Jadi Gubernur

Sabtu, 29 Apr 2017 13:20

Soal Kasus Ahok, FPI Sragen Minta Aparat Hukum Jangan Budek

Soal Kasus Ahok, FPI Sragen Minta Aparat Hukum Jangan Budek

Sabtu, 29 Apr 2017 12:54

Tokoh/Kelompok Bela Penista & Perilaku Buruknya Lainnya bagi Bangsa mesti Dibuang Tahun 2019

Tokoh/Kelompok Bela Penista & Perilaku Buruknya Lainnya bagi Bangsa mesti Dibuang Tahun 2019

Sabtu, 29 Apr 2017 12:35

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta Sesalkan Luhut Panjaitan Mangkir dalam Sidang Lanjutan KIP

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta Sesalkan Luhut Panjaitan Mangkir dalam Sidang Lanjutan KIP

Sabtu, 29 Apr 2017 11:49

Menjadikan Realitas Sebagai Obyek Pemikiran, Bukan Sebagai Subyek Pemikiran

Menjadikan Realitas Sebagai Obyek Pemikiran, Bukan Sebagai Subyek Pemikiran

Sabtu, 29 Apr 2017 11:27

Komnas HAM Segera Bentuk Tim Investigasi Kasus Kriminalisasi dan Teror kepada Ulama

Komnas HAM Segera Bentuk Tim Investigasi Kasus Kriminalisasi dan Teror kepada Ulama

Sabtu, 29 Apr 2017 10:43

Zionis Israel Gunakan Algoritma Komputer untuk Tahan Para Warga Palestina

Zionis Israel Gunakan Algoritma Komputer untuk Tahan Para Warga Palestina

Sabtu, 29 Apr 2017 10:30

Sejak Bongkar Ahok Kutip al-Maidah & Diproses Hukum, Umat Islam Diminta Peduli dengan Buni Yani

Sejak Bongkar Ahok Kutip al-Maidah & Diproses Hukum, Umat Islam Diminta Peduli dengan Buni Yani

Sabtu, 29 Apr 2017 09:37

Kafilah MTQ Pelajar Surakarta Diharapkan Dapat Bersaing di Tingkat Provinsi

Kafilah MTQ Pelajar Surakarta Diharapkan Dapat Bersaing di Tingkat Provinsi

Sabtu, 29 Apr 2017 09:35

BTM: Kami Siap Implementasi Kongres Ekonomi Umat

BTM: Kami Siap Implementasi Kongres Ekonomi Umat

Sabtu, 29 Apr 2017 08:31

Hanya Bhineka yang Digaungkan, Tungga Ika Tidak, Alfian Tandjung: Negeri Aneh

Hanya Bhineka yang Digaungkan, Tungga Ika Tidak, Alfian Tandjung: Negeri Aneh

Sabtu, 29 Apr 2017 06:35

Profit Oriented  Dunia Pendidikan: Wani Piro?

Profit Oriented Dunia Pendidikan: Wani Piro?

Sabtu, 29 Apr 2017 00:04


Mukena bordir mewar harga murah
Must Read!
X

Kamis, 27/04/2017 04:53

Hentikan Penjarahan SDA Kami