Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
16.312 views

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Bermakna Tauhid atau Banyak Tuhan?

Jakarta (voa-islam) - Menurut Adian Husaini dalam sebuah seminar "Menelusuri Lika-liku Pancasila di Jakarta, semua pihak hendaknya menelusuri sejarah bagaimana Pancasila dijadikan slogan di masa Orde Lama dan Orde Baru, dan kemudian berakhir dengan tragis.

"Seperti diketahui, Pancasila telah diletakkan dalam perspektif sekuler,  namun lepas dari perspektif Islam (Islam worldview). Padahal, sejak kelahirannya, Pancasila merupakan bagian dari Pembukaan UUD 1945, sangat kental dengan nuansa Islam worldview." ujarn Ketua Program Studi Pendidikan Islam Pascar Sarjana Universitas Ibnu Khaldun-Bogor ini. 

Adian memberi contoh dari tafsir sekular Pancasila, misalnya, dilakukan oleh konsep Ali Moertopo, ketua kehormatan CSIS yang besar pengaruhnya dalam penataan kebijakan politik dan ideology dimasa awal Orde Baru. Ali Moertopo pernah merumuskan Pancasila sebagai “ideology Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Tentang Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, misalnya, Ali Moertopo merumuskan, bahwa diantara makna sila pertama Pancasila adalah hak untuk pindah agama.

Tokoh Katolik di era Orde Lama dan Orde Baru, Peter Beek S.J juga merumuskan makna sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai konsep yang netral agama dan tidak condong pada satu agama. Tetapi, sebagian kalangan ada juga yang memahami, bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa juga menjamin orang untuk tidak beragama.

Dikatakan Adian, jika dicermati dengan jujur, rumusan sila Ketuhanan Yang Maha Esa ada kaitannya dengan pencoretan tujuh kata dalam Piagam Jakarta: Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Bung Hatta yang aktif melobi tokoh-tokoh Islam agar rela menerima pencoretan tujuh kata itu, menjelaskan, bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah Allah, tidak lain kecuali Allah. Sebagai saksi sejarah, Prof. Kasman Singodimedjo menegaskan, “Segala tafsiran dari Ketuhanan Yang Maha Esa itu, baik tafsiran menurun historis maupun artinya serta pengertiannya, sesuai betul dengan tafsiran yang diberikan oleh Islam.”

Sebagaimana dituturkan Kasman Singodimedjo, Ki Bagus sangat alot dalam mempertahankan rumusan “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Sebab, rumusan itu dihasilkan dengan susah payah. Dalam sidang BPUPK, Ki Bagus dan sejumlah tokoh Islam lainnnya juga masih menyimpan ketidakpuasan terhasdap rumusan itu. Ia misalnya, setuju agar kata “bagi pemeluk-pemeluknya” dihapuskan.

Di dalam sidang MPR berikutnya, umat Islam memperjuangkan kembali masuknya tujuh kata tersebut. Ki Bagus mau menerima rumusan tersebut, dengan catatan, kata Ketuhanan ditambahkan dengan Yang Maha Esa, bukan sekedar “ketuhanan”, sebagai diusulkan Soekarno pada pidato tanggal 1 Juni 1945 di BPUPK.

Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif mencatat dalam bukunya “Islam dan Politik, Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin”, pada 18 Agustus 1945, Soekarno sebenarnya sangat kewalahan menghadapi Ki Bagus. Akhirnya melalui Hatta yang menggunakan jasa Teuku Mohammad Hasan, Ki Bagus dapat dilunakkan sikapnya, dan setuju mengganti “tujuh kata” dengan Yang Maha Esa.

Dengan fakta ini, tulis Syafii Maarif, tidak diragukan lagi, bahwa atribut Yang Maha Esa bagi sila Ketuhanan adalah sebagai peganti dari tujuh kata atau delapan perkataan yang dicoret, disamping juga melambangkan ajaran tauhid (monoteisme). Namun tidak berarti bahwa pemeluk agama lain tidak punya kebebasan dalam menafsirkan sila pertama menurut agama mereka masing-masing.”

Penyimpangan Tafsir Pancasila

Dengan demikian, tafsir Ketuhanan Yang Maha Esa yang tepat adalah bermakna Tauhid. Itu artinya, di Indonesia haram hukumnya disebarkan paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Tauhid. Tauhid maknanya, men-Satukan Allah. Bahkan kata Allah juga muncul di alinia ketiga Pembukaan UUD 1945: “Atas berkat rahmat Allah…”. Bukankah satu-satunya agama di Indonesia yang nama Tuhannya “Allah” hanyalah Islam? Bagi kaum Kristen, kata Allah bukanlah nama Tuhan, tetapi hanya sebutan untuk Tuhan di Indonesia. Karena itu, kaum Kristen di Barat tidak menyebut Tuhan mereka dengan nama Allah.

Adian Husaini menyesalkan terjadinya penyimpangan penafsiran Pancasila yang pernah dilakukan dengan proyek indoktrinisasi melalui Program P-4. Pancasila bukan hanya hanya dijadikan sebagai dasar negara. Tetapi, lebih dari itu, Pancasilan dijadikan landasan moral yang dijadikan sebagai wilayah agama. Penempatan Pancasila semacam ini sudah berlebihan.

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Situbondo, Jawa Timur, memutuskan sebuah Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam, antara lain menegaskan: 1) Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara RI bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama.  2) Sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebaga dasar negara RI menurut pasal 29 ayat 1 UUD 1945, yang menjiwai sila lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam. 4) Penerimaan dan pengamalam Pancasila merupakan perwujudan dan upaya umat Islam untuk menjalankan syariat agamanya.

Kata Adian, tidak salah sama sekali, jika para cendekiawan dan politisi islam berani menyatakan, bahwa sila pertama Pancasila bermakna Tauhid sebagaimana dalam konsepsi Islam. “Jadi siapapun orang Indonesia yang bersungguh-sungguh dan ingin menegakkan Pancasila, tentunya mereka harus siap menegakkan Tauhid dan adab di bumi Indonesia. ● Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Terlahir dengan penyakit gangguan fungsi empedu, kondisi balita Anindya Mujahidah sangat memprihatinkan: perut membesar, mata dan tubuhnya menguning. Ia harus menjalani transplantasi hati...

Ustadz Ba'asyir: Kita Berdosa Jika Ada Yatim Syuhada Terlantar Akibat Ketidakpedulian Kita

Ustadz Ba'asyir: Kita Berdosa Jika Ada Yatim Syuhada Terlantar Akibat Ketidakpedulian Kita

Kaum muslimin wajib menyantuni anak-anak yatim para syuhada dan mujahidin. Jangan sampai kita semua berdosa karena ada anak Yatim Syuhada yang terlantar akibat ketidakpedulian kita...

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Dicari Shadaqah Jariyah untuk Pengadaan Kulkas dan Mesin Cuci di Pondok Penghafal Qur'an

Dicari Shadaqah Jariyah untuk Pengadaan Kulkas dan Mesin Cuci di Pondok Penghafal Qur'an

Pondok Tahfizh yang mencetak kader daiyah dan penghafal Al-Qur'an memerlukan fasilitas kulkas dan mesin cuci untuk menunjang maksimalisasi proses belajar mengajar....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

Latest News
 Kadensus Beri Uang  Rp 100 Juta kepada Keluarga Siyono, Komisi III: Ada Upaya Gratifikasi

Kadensus Beri Uang Rp 100 Juta kepada Keluarga Siyono, Komisi III: Ada Upaya Gratifikasi

Ahad, 01 May 2016 21:05

Ingin Bubarkan Acara HTI, GP Ansor-Banser Jember Bentrok dan Dibubarkan Paksa Polisi

Ingin Bubarkan Acara HTI, GP Ansor-Banser Jember Bentrok dan Dibubarkan Paksa Polisi

Ahad, 01 May 2016 19:46

Bilang Hak Asasi Monyet, Ternyata Ruhut Sitompul Bolos di RDP Komisi III

Bilang Hak Asasi Monyet, Ternyata Ruhut Sitompul Bolos di RDP Komisi III

Ahad, 01 May 2016 19:23

Laporan: Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan 10 Warga Indonesia yang Mereka Sandera

Laporan: Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan 10 Warga Indonesia yang Mereka Sandera

Ahad, 01 May 2016 17:57

Seorang Komandan Senior Milisi Syi'ah Pro-Assad Tewas Misterius di Damaskus

Seorang Komandan Senior Milisi Syi'ah Pro-Assad Tewas Misterius di Damaskus

Ahad, 01 May 2016 13:30

Serangan Bom Jibaku Islamic State (IS) Tewaskan Puluhan Tentara Syi'ah Irak di Anbar

Serangan Bom Jibaku Islamic State (IS) Tewaskan Puluhan Tentara Syi'ah Irak di Anbar

Ahad, 01 May 2016 11:00

FBI Tankap 3 Anggota Keluarga Pelaku Penembakan San Benardino

FBI Tankap 3 Anggota Keluarga Pelaku Penembakan San Benardino

Ahad, 01 May 2016 09:30

PSPI: Kolonial yang Memisahkan Budaya Jawa dengan Islam

PSPI: Kolonial yang Memisahkan Budaya Jawa dengan Islam

Sabtu, 30 Apr 2016 22:04

Rezim Biadab Assad Kembali Targetkan Pusat Kesehatan di Kota Aleppo Suriah

Rezim Biadab Assad Kembali Targetkan Pusat Kesehatan di Kota Aleppo Suriah

Sabtu, 30 Apr 2016 22:00

Donal Trum Berjanji Simpan 10.000 Pasukan AS di Afghanistan Jika Terpilih Jadi Presiden Amerika

Donal Trum Berjanji Simpan 10.000 Pasukan AS di Afghanistan Jika Terpilih Jadi Presiden Amerika

Sabtu, 30 Apr 2016 21:37

Umat Islam yang Tidak Suka Politik Dihimbau untuk Peduli dengan Pilih Pemimpin Muslim

Umat Islam yang Tidak Suka Politik Dihimbau untuk Peduli dengan Pilih Pemimpin Muslim

Sabtu, 30 Apr 2016 19:23

Penegak Hukum Menjadi Terhukum; Akibat Hukum Sekuler

Penegak Hukum Menjadi Terhukum; Akibat Hukum Sekuler

Sabtu, 30 Apr 2016 18:15

Ikutilah! Training Akbar Rehab Hati Jawa Tengah di Kudus

Ikutilah! Training Akbar Rehab Hati Jawa Tengah di Kudus

Sabtu, 30 Apr 2016 18:00

Kesombongan Ahok Akhirnya Tumbang oleh Warga

Kesombongan Ahok Akhirnya Tumbang oleh Warga

Sabtu, 30 Apr 2016 16:23

Sejuta Cinta untuk Indonesia, 'Mendidik dengan Cinta, Membangun Generasi Terbaik Bangsa'

Sejuta Cinta untuk Indonesia, 'Mendidik dengan Cinta, Membangun Generasi Terbaik Bangsa'

Sabtu, 30 Apr 2016 15:55

Agar Umat Islam Terbiasa Berwacana Ilmiah, INSIST dan PIMPIN Adakan Kuliah 'Bandung Berfilsafat'

Agar Umat Islam Terbiasa Berwacana Ilmiah, INSIST dan PIMPIN Adakan Kuliah 'Bandung Berfilsafat'

Sabtu, 30 Apr 2016 15:40

Syariat Islam Menjaga Keturunan: Menindak Tegas Seks Bebas dan Homoseks

Syariat Islam Menjaga Keturunan: Menindak Tegas Seks Bebas dan Homoseks

Sabtu, 30 Apr 2016 15:35

Jalan Taubat Kawanan Begal di Kampung Bugis

Jalan Taubat Kawanan Begal di Kampung Bugis

Sabtu, 30 Apr 2016 15:30

Karena Ulah Cina, Medan pun Sama Memanasnya dengan Jakarta

Karena Ulah Cina, Medan pun Sama Memanasnya dengan Jakarta

Sabtu, 30 Apr 2016 13:23

Dokumen Bocor Ungkap Data Pribadi dan Keahlian Khusus Ratusan Pejuang Islamic State (IS)

Dokumen Bocor Ungkap Data Pribadi dan Keahlian Khusus Ratusan Pejuang Islamic State (IS)

Sabtu, 30 Apr 2016 13:22


Must Read!
X