Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
19.140 views

Aparat Hanya Berdiri Menonton Saat Masjid & Ratusan Rumah Muslim Dibakar Salibis

AMBON (voa-islam.com) – Aparat keamanan baik TNI maupun Polri tidak melakukan pengamanan saat masjid dan ratusan rumah kampung Muslim dibakar perusuh Kristen pada insiden 9/11. Aparat hanya menonton meski warga sudah berteriak-teriak kepanikan.

Hal ini diungkapkan Ibu Sanni, bukan nama sebenarnya, saksi mata kerusuhan 9/11 (baca: 9 September 2011). Wanita berusia 40 tahun ini ini minta namanya dirahasiakan dengan alasan keamanan.

Bersama warga lainnya, Sanni pindah ke pengungsian karena rumahnya menjadi korban pembakaran Salibis dalam insiden 9/11. Bila sang suami yang menjabat sebagai Ketua RT di Kampung Warigin itu tidak berada di tempat pengungsian, Ibu Sanni menggantikan sang suami sebagai koordinator pengungsi.

Warga kampung Waringin, jelasnya, sudah lelah dan bosan jadi korban pembantaian para perusuh Salibis. “Kita sudah tiga kali, tidak tahu permasalahannya dari mana, kami jadi tumbal di situ,” ujarnya kepada voa-islam.com, Rabu (21/2011).

....Kita sampai berteriak-teriak di Mess TNI di depan Telkom itu, malah mereka berdiri dan cuma memandangi kami...

Ia menuturkan betapa susahnya berdampingan dengan kampung Kristen di Ambon. “Kita di sana itu kelurahan Wainitu kecamatan Nusaniwe,  itu berbatasan dengan Kudamati, Batu Gantong Dalam (desa Kristen), di sampingnya itu kan ada gereja Rehobot,” terangnya.

Sanni menuturkan, saat kejadian, warga Muslim sangat tidak siap bentrok. Berbeda dengan pihak Salibis yang sudah mempersiapkan diri untuk berperang. “Anak-anak (para pemuda, red.) banyak yang ditembak senapan cis (senapan angin, red). Seperti anak laki-laki saya juga kena di kaki dan kepalanya kena batu. Kita ini tidak ada persiapan apa-apa, berbeda dengan mereka (pihak Kristen, red),” paparnya. “Mereka pakai senapan cis, pakai sniper, tapi kalau kita? Kita tidak punya kekuatan. Dia bisa tembak dia punya persiapan, banyak itu anak-anak yang jadi korban,” tambahnya.

Warga Muslim, jelas Sanni, sangat menyesalkan tindakan aparat baik polisi maupun TNI yang tidak bertindak apapun untuk mengamankan warga dari serangan kelompok Kristen. Aparat hanya menjadi penonton yang baik saat insiden yang menghanguskan masjid dan ratusan rumah Muslim di Kampung Waringin.

“Sebenarnya saya bersama warga pengungsi di sini menyesalkan aparat, dari mulai Polisi atau TNI. Kita sudah berteriak-teriak tapi tak satu pun yang datang setelah berjam-jam kerusuhan terjadi,” kecamnya. “Kita sampai berteriak-teriak di Mess TNI di depan Telkom itu, malah mereka berdiri dan cuma memandangi kami. Kami sudah berteriak-teriak Pak, bagaimana Pak? Tapi tidak ada realisasi. Itu yang saya sesalkan,” imbuhnya.

...Sampai kapan pak timbul banyak korban. Saya hanya menggunakan baju yang menempel di badan saya saja, semuanya habis...

Ironinya, bantuan baru datang beberapa jam setelah kejadian. Tapi dua panser yang lewat, hanya lewat saja. Tak bisa berbuat apa-apa keluarga ketua RT itu pun hanya bisa menyelamatkan diri bersama baju satu-satunya yang menempel di badannya. “Kita sudah teriak, Pak. Sampai kapan pak timbul banyak korban. Saya hanya menggunakan baju yang menempel di badan saya saja, semuanya habis,” tuturnya geram.

Selain itu, warga merasa dianaktirikan aparat dalam konflik di Ambon. Pasalnya, aparat hanya siaga menjaga pihak Kristen. “Kenapa waktu bentrok di Batu Gantong Dalam dan Kudamati lima menit aparat langsung datang?” tukasnya.

Mewakili warganya, wanita koordinator pengungsi ini menuntut aparat agar mendirikan pos keamanan di Kampung Waringin. Karena tanpa adanya pos keamanan, sudah tiga kali warga Muslim jadi tumbal penyerbuan kelompok perusuh Kristen. “Kita sudah minta sejak tahun 1999 (konflik Ambon pertama, red), lalu minta lagi tahun 2004 (kerusuhan kedua, red) sampai ke 2011 ini tanpa ada realisasi,” jelasnya. “Jangan cuma di Wai (desa Kristen, red) saja  yang bisa bikin permanen, sementara kita (Waringin) tidak bisa bikin Pos.”

Sebagai solusi agar tidak menjadi korban pembantaian lagi, warga juga meminta tembok pembatas antara kampung Muslim dengankampung Kristen. “Pemerintah harus buat tembok pemisah. Terus kita juga minta sertifikat tanah sejak tahun 1999 itu tanpa penyelesaian sampai sekarang,” desaknya. [cuk/ahmed widad]

KLIK DISINI!! Untuk melihat Gallery foto kondisi kampung Muslim Ambon Pasca Penyerangan 9/11.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
 Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Ahad, 12 Jul 2020 07:18

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Ahad, 12 Jul 2020 06:51

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

Ahad, 12 Jul 2020 06:16

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Ahad, 12 Jul 2020 05:56

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Ahad, 12 Jul 2020 05:35

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Ahad, 12 Jul 2020 02:27

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

Ahad, 12 Jul 2020 01:04

 Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Sabtu, 11 Jul 2020 23:56

Mahasiswa Geruduk DPR,  Ah yang Bener?

Mahasiswa Geruduk DPR, Ah yang Bener?

Sabtu, 11 Jul 2020 22:50

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Sabtu, 11 Jul 2020 21:35

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 21:28

Laporan: Serangan Drone Misterius Tewaskan 2 Pemimpin Jihadis Senior Ansar Al-Tawhid di Idlib

Laporan: Serangan Drone Misterius Tewaskan 2 Pemimpin Jihadis Senior Ansar Al-Tawhid di Idlib

Sabtu, 11 Jul 2020 21:05

RUU Denominasi Masuk Prolegnas, Anis Minta Pemerintah Dahulukan Program Prioritas Lain

RUU Denominasi Masuk Prolegnas, Anis Minta Pemerintah Dahulukan Program Prioritas Lain

Sabtu, 11 Jul 2020 20:46

Jubir Presiden Turki Bantah Tuduhan Negaranya Mengukuti Kebijakan 'Ikhwan Atau Neo-Ottoman'

Jubir Presiden Turki Bantah Tuduhan Negaranya Mengukuti Kebijakan 'Ikhwan Atau Neo-Ottoman'

Sabtu, 11 Jul 2020 20:45

Lebih 1.500 Rumah yang Hancur dalam Serangan Israel di Gaza 2014 Belum Dibangun Kembali Sejak Itu

Lebih 1.500 Rumah yang Hancur dalam Serangan Israel di Gaza 2014 Belum Dibangun Kembali Sejak Itu

Sabtu, 11 Jul 2020 20:20

Perluas Gerakan Penolakan Aneksasi Tepi Barat, Adara Gandeng AIPI, ISOIC dan FISIP UMJ

Perluas Gerakan Penolakan Aneksasi Tepi Barat, Adara Gandeng AIPI, ISOIC dan FISIP UMJ

Sabtu, 11 Jul 2020 20:18

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Sabtu, 11 Jul 2020 09:20

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 07:04

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

Sabtu, 11 Jul 2020 06:37

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

Sabtu, 11 Jul 2020 05:37


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X