Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
23.106 views

Warga Mesuji: Demi Allah Video Penyembelihan Kepala itu Bukan Rekayasa

Jakarta (Voa-Islam) – Warga Mesuji yang ditemui Voa-Islam di sebuah tempat yang disembunyikan di Jakarta memastikan, video yang memperlihatkan gambar penyembelihan kepala warga oleh oknum aparat keparat itu betul-betul terjadi, dan bukan hal yang direkayasa.

“Demi Allah, dunia-akhirat, pembunuhan keji itu betul-betul terjadi. Saya bisa membantah bukti video yang menunjukkan gambar pemotongan kepala warga. Tapi yang jelas, video itu bukan rekayasa. Penyembelihan kepala itu memang benar ada,” kata Abdul Madjid atau yang akrab di sapa Trubus menanggapi pemberitaan yang menyebutkan bahwa video yang menggambarkan pemenggalan kepala itu rekayasa. Trubus adalah salah seorang korban dan bekas Pam Swakarsa yang ditemui di Jakarta, Sabtu (17/11) lalu.

Menurut Trubus, warga Mesuji yang asli Solo itu, dua kepala manusia yang dipenggal, lalu diletakkan di atas kap mobil itu adalah kepala warga Mesuji bernama Kalung dan Macan (nama panggilan, bukan nama asli). Keduanya adalah cucu dari Haji Jalang, salah seorang tokoh masyarakat yang berpengaruh di Mesuji, Lampung.

Seperti diberitakan media massa, ada dugan tayangan gambar kekerasan di Mesuji yang diputar di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (14/12) lalu telah ditambahi materi yang tidak relevan dengan kasus Mesuji. Diduga, sebagian materi video itu berasal dari Thailand Selatan.

“Pembantaian di Mesuji memang ada. Kami mendapat laporan itu sejak sebelum 2009. Hal itu diketahui, ketika perwakilan warga Mesuji memutar kembali video yang berisi rekaman pembantaian di kantor Kontras, Jumat lalu. Film ini diputar setelah warga mengadkan jumpa pers. Ketika diminta menerjemahkan kata-kata yang terekam dalam beberapa bagian video, beberapa warga Mesuji tampak bingung,” kata Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar.

Kuasa hukum warga Mesuji, Bob Hasan, tak membantah ada bagian video yang bukan dari Mesuji. Tapi Bob memastikan sebagian besar isi video itu benar. Misalnya, gambar penggalan kepala yang ditaruh di atas mobil merah dan mayat yang digantung. Juga perusakan rumah dan penembakan terhadap warga. “Kami berharap pemerintah tetap focus menyelesaikan persoalan warga Mesuji dengan perusahaan perkebunan,” kata Bob Hasan.

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana menyatakan segera memverifikasi video yang diduga dari kawasan Pattani, Thailand Selatan itu. Ia juga menjamin akan meminta pertanggungjawaban semua pihak yang bersalah dalam kasus ini. Jangan sampai tragedy ini terulang.

Video Paling Biadab

Sangat mengerikan menyaksikan video penyembelihan yang diputar di Komisi III dan kantor Komnas HAM belum lama ini di Jakarta. Ada dua video yang merekam proses pemenggalan dua kepala pria. Terlihat, satu pria bersenjata api laras panjang dengan penutup kepala warna hitam memegang kepala yang telah terpenggal. Selain merekam pembunuh keji, video lain memperlihatkan kerusakan rumah penduduk. Video ini direkam oleh seorang saksi insiden ini yang kabarnya seorang mantan Pam Swakarsa yang membelot. Gambar dalam video tersebut merupakan pembunuhan yang terjadi mulai dari Kabupaten Mesuji sampai wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumabgsel).

Di dalam video tersebut, seseorang berpakaian gelap sedang menyembelih seorang petani di tengah teriakan dan tembakan, kemudian potongan kepala itu dipertontonkan dan di rekam dan difoto dengan telepon seluler. Ditunjukkan pula dua petani yang mati berlumuran darah di tengah lapangan terbuka, di kelilingi aparat berseragam hijau dan hitam. Di akhir pemutaran video, tampak dua kepala diletakkan di atas kap truk, sementara puluhan warga tampak melihat dari kejauhan,

Foto dan video yang berhasil didapatkan voa-islam, juga memperlihatkan dua orang korban yang ditembak aparat keparat di sebuah kampung yang bernama Kampung Pekat atau Nanasan, kawasan Pelita Jaya. Diketahui, kedua korban warga Pelita Jaya, Mesuji, itu bernama Komang dan Made. Adapun Komang ditembak kakinya, saat ini masih hidup dan siap menjadi saksi. Sedangkan Made tertembak mengenai pantat hingga menembus kemaluannya. Made mati di tempat karena kehabisan darah.

Penembakan ini terjadi karena tidak adanya kejelasan mengenai areal yang dihuni warga. Ironisnya, kejadian ini disaksikan langsung oleh Kapolsek setempat dari jarak dekat. Bahkan juga disaksikan oleh para Muspida,Camat, dan Bupati di  wilayah itu. Anehnya, tidak ada laporan apapun dari pimpinan daerah tersebut.

Ada dua perusahaan yang ingin memperluas lahan di atas tanah milik warga, yakni PT. Silva Inhutani dan PT. Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI). Masing-masing berada di wilayah yang berbeda. Adapun perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Silva Inhutani adalah milik warga negara Malaysia bernama Benny Sutanto alias Abeng. Investasi pengusaha Malaysia ini dilakukan sejak tahun 2003, namun upaya PT. Silva Inhutani membuka lahan untuk menanam kelapa sawit dan karet selalu ditentang penduduk setempat.

“Para pengusaha ini meminta bantuan kepada aparat keamanan untuk mengusir penduduk karena tidak mampu mengusir, disamping itu perusahaan ini membentuk Pam Swakarsa yang membenturkan rakyat dengan rakyat. Tetapi di belakangnya adalah aparat kepolisian,” katan Bob Hasan, pengacara warga Mesuji, Lampung. Desastian

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Alhamdulillah, bantuan untuk Ummu Zakiyah, istri mujahid tertawan telah diserahkan dalam bentuk mesin jahit, santunan rutin bulanan dan beasiswa anaknya di pesantren. Semoga bermanfaat untuk...

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Abu Akhtar ditangkap Densus, sepeda motornya pun hilang. Untuk menafkahi balita kembarnya hanya mengandalkan penghasilan ayahnya, kuli batu bata dengan penghasilan yang pas-pasan....

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Alhamdulillah donasi Rp 40.143.000,- sudah disalurkan kepada muallaf Nurul Hutabarat, dimanfaatkan untuk melunasi hutang biaya kuliah dan modal usaha....

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Latest News


Must Read!
X