Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.927 views

Umat Islam Jangan Sampai Diracuni Dengan Budaya Natal

JAKARTA (voa-islam.com) - Hari raya natal yang diperingati umat Kristiani sudah menjadi budaya di negeri-negeri mayoritas Kristen. Natal yang tidak pernah ada contohnya dan diperintahkan dalam bible ini oleh Herbert W. Amstrong dalam bukunya The Plain Truth about Christmas terang-terangan dikritik lantaran budaya natal ini berasal dari budaya pagan.

Masih dalam buku tersebut, atribut-atribut natal seperti pohon cemara juga merupakan budaya pagan kuno, pohon itu disebut "Mistletoe" yang dipakai pada saat perayaan musim panas, karena mereka harus memberikan persembahan suci kepada matahari, yang telah memberikan mukjizat penyembuhan.

Sementara kisah Sinterklas atau Santa Claus asalnya adalah Santo Nicolas seorang pendeta yang diagung-agungkan oleh bangsa Yunani dan Latin.

Dari sinilah kemudian budaya natal mendunia di tengah-tengah kaum kristiani dengan atribut-atribut pohon natal dan Sinterklas. Budaya ini pun lama kelamaan menjalar ke berbagai negeri muslim seperti di Indonesia. Ironisnya yang ikut meramaikan syiar agama Kristen ini adalah umat Islam sendiri baik secara sukarela maupun terpaksa. Fakta ini bisa kita lihat di berbagai perusahaan ataupun  ritail-ritail di mal di mana mereka yang mengenakan atribut natal seperti Sinterklas adalah karyawan-karyawan muslim.

Melihat fenomena tersebut Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) pusat KH. Ahmad Cholil Ridwan, Lc. mengungkapkan bahwa bagaimana pun perayaan natal merupakan bagian dari perang budaya yang dilancarkan oleh barat terhadap Islam. Lebih lanjut ia mengibaratkan budaya seperti bunga dalam satu pohon sedangkan rantingnya adalah syari’at dan akarnya adalah ‘aqidah.

“Natalan itu saya kira budaya, di mana sekarang itu sedang perang budaya Islam  dengan budaya barat. Budaya itu ibarat bunga bagi pohon, batangnya dengan rantingnya itu kan syari’at ibadah, ‘aqidahnya itu akar. Seperti pakaian menutup aurat itu syari’at tapi bentuk warna, bahan, corak pakaian yang menutup aurat itu budaya. Seperti di timur tengah, orang laki-laki Indonesia pecinya hitam, syari’atnya adalah menutup kepala, cara menutup kepala apakah pakai peci atau blangkon itu budaya,” jelasnya kepada voa-islam.com Senin (19/12).

Budaya menurut ulama yang juga pimpinan SKPPMI (Syabakah Konsumen Pengusaha Produsen Muslim Indonesia) ini bukanya tidak berbahaya, justru menurutnya jika budaya ini telah terkontaminasi maka laksana pestisida yang ditaburkan, meski awalnya hanya mengenai daun nantinya ranting hingga akarnya pun juga akan kering bahkan mati.

“Budaya ini bukan tidak berbahaya justru sangat berbahaya. Apabila pohon itu daunnya disemprot dengan racun, maka nanti seminggu daunnya rontok sampai nanti kemudian anting dan cabangnya ikut kering, tiga minggu hingga sebulan nanti akarnya ikut kering lalu matilah pohon itu secara total, seperti petani kalau menghilangkan hama kan begitu,” paparnya.

Akhirnya pengasuh Ponpes Al Husnayain ini mengimbau agar umat Islam menolak budaya yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam seperti budaya mengucapkan selamat natal atau mengenakan atribut-atribut natal.

“Nah, budaya barat itu racun, kalau pohon Islam itu sudah diracuni dengan budaya barat dengan Sinterklas, ucapan selamat natal dan lain sebagainya, akarnya itu akan ikut rusak. Jadi umat Islam harus menyerukan bahwa budaya yang bertentangan dengan syari’at Islam itu harus ditolak karena budaya itu harus sesuai dan sejalan dengan syari’at Islam,” tutupnya. (Ahmed Widad)

Marakanya pegawai atau karyawab muslim yang mengenakan atribut natal di berbagai perusahaan, ritail di mal-mal hingga took-toko, membuat  KH. Cholil Ridwan ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) pusat prihatin.

Ia mengatakan bahwa jika umat Islam saja haram mengikuti perayaan natal bersama apalagi mengenakan atribut-atribut natal sebab itu sama saja mendukung perayaan nata.

“Sebenarnya sudah ada fatwa MUI, di zaman Buya HAMKA itu telah dikeluarkan fatwa MUI bahwa natalan bersama itu haram, kalau kemudian kita sendiri menggunakan atribut-atribut natalan berarti kan kita bukan hanya ikut tapi mendukung apalagi berhari-hari kan, sebelum tanggal 25 sudah pakai,” kata Kyai Cholil, sapaan akrabnya kepada voa-islam.com Senin (19/12/2011).

Ulama asli Betawi itu juga menyayangkan sikap pemerintah yang tidak mengawal fatwa MUI dan tidak melindungi ‘aqidah umat sehingga membiarkan umat Islam melawan arus kristenisasi.

“Dari situ memang teruji iman seseorang, bahwa ia harus bekerja apalagi kalau tidak pakai atribut natal dipecat. Inilah karena tidak ada proteksi dari pemerintah, pemerintah kan mestinya memproteksi fatwa MUI supaya jalan kemudian memelihara ‘aqidah umat seperti di Malaysia, bedanya dengan Indonesia d Malaysia itu Islam agama negara sehingga diproteksi baik Islamnya maupun umatnya, nah kita ini tidak umat dibiarkan saja untuk berhadapan saja dengan arus ‘kristenisasi’” jelasnya.

Lebih lanjut KH. Cholil Ridwan mengungkapkan bahwa akibat kelemahan dari pemerintah dan ketidak pedulian ulama untuk melindungi ‘aqidah umat, maka fatwa haram mengikuti natal bersama yang pernah difatwakan Prof. Dr. Buya HAMKA akhirnya hanya menjadi fosil.

“Walaupun natalan itu budaya tapi itukan kristenisasi juga kalau kita ikuti kita akan terpengaruh. Ini saya pikir kelemahan pemerintah dan ulama-ulama juga membiarkan. Fatwa haramnya natal bersama itu kan sekarang tidak ada suaranya lagi, fatwa itu jadi fosil di museum yang tidak efektif lagi digunakan,” ungkapnya.

Pengasuh Ponpes Al Husnayain ini mengisahkan bagaimana Buya HAMKA dengan berani harus mengorbankan jabatannya sebagai ketua umum MUI dari pada harus mencabut fatwa haramnya natal bersama. Lebih lanjut ia kembali menegaskan yang membuat Buya HAMKA teguh mempertahankan fatwa tersebut sehingga masih berlaku hingga saat ini adalah larangan dalam hadits untuk menyerupai suatu kaum.

“Kalau saya sudah sendiri sudah ngomong di mana-mana kalau natalan itu haram, sampai saya bilang Buya HAMKA itu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua umum MUI karena disuruh mencabut fatwa itu dan sampai sekarang fatwa itu tidak pernah dicabut, artinya fatwa itu masih berlaku  bahwa  haram ikut natalan bersama apalagi dia aktif sebagai orang yang menggunakan atribut Sinterklas. Dasarnya itu kan ada sebuah hadits;

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa ‘ala aalihi wasallam bersabda: ”Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).”  Kenapa masjid tidak pakai bel karena itu kan milik gereja karena itulah turun syari’at adzan, jadi tidak boleh kita menggunakan atribut mereka,” kisah KH. Cholil.

Pengurus Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) ini menilai, jika selama ini sikap lembaga-lembaga Kristen saja selalu tidak mengindahkan aturan-aturan yang berlaku, apalagi sekedar himbauan untuk tidak memerintahkan karyawan atau pegawai muslim menggunakan atribut natal.  

“Dia sendiri merasa menjalankan perntah agama untuk mendakwahi agamanya, ada kesempatan di mana pemerintah dan ulamanya tidak ketat, ya dia ambil kesempatan itu. Jadi himbauan itu tidak ada artinya bagi mereka, undang-undang yang mengatakan bahwa sekolah-sekolah wajib menyediakan buku-buku agama untuk mengajarkan agama yang sama dengan anak didik itu kan tidak dilakukan oleh lembaga-lembaga Kristen. Kalau muridnya Islam kan wajib menyediakan guru agama Islam, tapi itu tidak dilakukan apalagi soal perusahaan yang pegawainya Islam,” tuturnya.

Ulama yang aktif di DDII ini pun menyarankan sebuah solusi yang komprehensif mulai dari toleransi para pengusaha Kristen, Pemerintah juga perlu membuat undang-undang yang mengaturnya hingga kekompakan umat Islam untuk tidak ikut merayakan natal bersama.

“Mestinya dia kalau mau hidup rukun beragama dengan pemeluk Islam pegawai dia yang Islam itu tidak perlu menggunakan atribut natal. Pemerintah juga mestinya membuat aturan, Perda atau apa pun bahwa perusahaan yang memiliki pegawai yang muslim dan bukan beragam Kristen tidak boleh diperintah untuk menggunakan atribut-atribut natalan itu seperti Sinterklas dan lain sebagainya. Tapi umat Islamnya juga mesti harus kompak tidak ikut merayakan natalan,” tandasnya.

Terakhir, pengurus SKPPMI (Syabakah Konsumen Pengusaha Produsen Muslim Indonesia) ini memaparkan bahwa meski natal adalah sebatas budaya namun tetap berbahaya lantaran bisa menyebabkan tercabutkan ‘aqidah seorang muslim.

“Natalan itu saya kira budaya, di mana sekarang itu sedang perang budaya Islam  dengan budaya barat. Budaya itu ibarat bunga bagi pohon, batangnya dengan rantingnya itu kan syari’at ibadah, ‘aqidahnya itu akar. Seperti pakaian menutup aurat itu syari’at tapi bentuk warna, bahan, corak pakaian yang menutup aurat itu budaya. Seperti di timur tengah, orang laki-laki Indonesia pecinya hitam, syari’atnya adalah menutup kepala, cara menutup kepala apakah pakai peci atau blangkon itu budaya.

Budaya ini bukan tidak berbahaya justru sangat berbahaya. Apabila pohon itu daunnya disemprot dengan racun, maka nanti seminggu daunnya rontok sampai nanti kemudian anting dan cabangnya ikut kering, tiga minggu hingga sebulan nanti akarnya ikut kering lalu matilah pohon itu secara total, seperti petani kalau menghilangkan hama kan begitu. Nah, budaya barat itu racun, kalau pohon Islam itu sudah diracuni dengan budaya barat dengan Sinterklas, ucapan selamat natal dan lain sebagainya, akarnya itu akan ikut rusak. Jadi umat Islam harus menyerukan bahwa budaya yang bertentangan dengan syari’at Islam itu harus ditolak karena budaya itu harus sesuai dan sejalan dengan syari’at Islam,” tutupnya          

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Pasca meninggalnya anak kedua, Ummi Keysan kembali diuji Allah Ta'ala. Ia harus harus menjalani persalinan bedah cessar, padahal kondisi ekonominya sedang dalam masa sulit....

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Malang betul nasib Sofia Putri. Ia bertarung nyawa tanpa didampingi orang tua. Setelah operasi bedah kepala dua kali, pengobatan terhenti terbentur biaya, dan kepala terus membesar....

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Komunitas saling berbagi nasihat, ilmu dan update informasi dunia Islam. Semua dibagikan langsung ke HP anggota, 100% Free/Gratis..!!!...

Latest News
Saksi Ahli Ringankan Tedakwa Ahok, Ishomudin Katakan Al-Maidah Tidak Bicarakan Gubernur

Saksi Ahli Ringankan Tedakwa Ahok, Ishomudin Katakan Al-Maidah Tidak Bicarakan Gubernur

Sabtu, 25 Mar 2017 10:01

Orang Bersenjata Tembak Mati Seorang Pejabat Senior Hamas di Jalur Gaza

Orang Bersenjata Tembak Mati Seorang Pejabat Senior Hamas di Jalur Gaza

Sabtu, 25 Mar 2017 09:00

Saksi Ahli Ringankan Ahok di Kasus Penodaan Agama Mengaku Belum Bergelar Haji dan Doktor

Saksi Ahli Ringankan Ahok di Kasus Penodaan Agama Mengaku Belum Bergelar Haji dan Doktor

Sabtu, 25 Mar 2017 08:01

Di Negeri Kaya Raya, Rakyat Malah Sengsara

Di Negeri Kaya Raya, Rakyat Malah Sengsara

Sabtu, 25 Mar 2017 08:00

BMH Upayakan Terus Dampingi Kemandirian Umat

BMH Upayakan Terus Dampingi Kemandirian Umat

Sabtu, 25 Mar 2017 07:33

Tingkatkan Wawasan Keislaman, KAMMI  Singaraja Adakan Dapur Peradaban Muslim

Tingkatkan Wawasan Keislaman, KAMMI Singaraja Adakan Dapur Peradaban Muslim

Sabtu, 25 Mar 2017 07:31

Seribu Pejuang Oposisi Suriah dari Ruang Operasi Perisai Efrat Bergabung dalam Ofensif di Hama

Seribu Pejuang Oposisi Suriah dari Ruang Operasi Perisai Efrat Bergabung dalam Ofensif di Hama

Sabtu, 25 Mar 2017 07:00

Hujan, Selalu Menjadi Nikmat bagi Hamba yang Taat

Hujan, Selalu Menjadi Nikmat bagi Hamba yang Taat

Sabtu, 25 Mar 2017 06:53

Benarkah Umat Islam Sudah Lelah & Habis Energi Kawal Penodaan Agama yang Dilakukan oleh Ahok?

Benarkah Umat Islam Sudah Lelah & Habis Energi Kawal Penodaan Agama yang Dilakukan oleh Ahok?

Sabtu, 25 Mar 2017 06:01

Lebih Utama, Shalat Sunnah Rawatib Dikerjakandi Rumah atau Masjid?

Lebih Utama, Shalat Sunnah Rawatib Dikerjakandi Rumah atau Masjid?

Sabtu, 25 Mar 2017 05:26

MUI Fatwakan Halal Vaksin Flu dari China

MUI Fatwakan Halal Vaksin Flu dari China

Jum'at, 24 Mar 2017 23:58

Cegah Tawuran, Anak Muda Bisa Tiru Pasangan Anies-Uno dalam Menghadapi Provokasi, Ini Caranya

Cegah Tawuran, Anak Muda Bisa Tiru Pasangan Anies-Uno dalam Menghadapi Provokasi, Ini Caranya

Jum'at, 24 Mar 2017 23:09

Pejuang Kendeng Meninggal, Aliansi Mahasiswa Solo Shalat Gaib

Pejuang Kendeng Meninggal, Aliansi Mahasiswa Solo Shalat Gaib

Jum'at, 24 Mar 2017 22:48

Enam UIN Baru Segera Diresmikan Presiden Joko Widodo

Enam UIN Baru Segera Diresmikan Presiden Joko Widodo

Jum'at, 24 Mar 2017 21:39

Peran Wanita dalam Membentuk Kemajuan Peradaban

Peran Wanita dalam Membentuk Kemajuan Peradaban

Jum'at, 24 Mar 2017 21:23

Banyak Tweet Jahat Menimpa Anies-Sandi, Pendukung: Dijawab dengan Jenaka & Tidak Membalas

Banyak Tweet Jahat Menimpa Anies-Sandi, Pendukung: Dijawab dengan Jenaka & Tidak Membalas

Jum'at, 24 Mar 2017 21:09

Mantan Diktator Mesir Hosni Mubarak Akhirnya Dibebaskan dari Penjara

Mantan Diktator Mesir Hosni Mubarak Akhirnya Dibebaskan dari Penjara

Jum'at, 24 Mar 2017 20:36

Soal Larangan Shalat Tahanan dengan Celana Panjang, FUI: Itu Pelanggaran Berat Tidak Bisa Ditolerir

Soal Larangan Shalat Tahanan dengan Celana Panjang, FUI: Itu Pelanggaran Berat Tidak Bisa Ditolerir

Jum'at, 24 Mar 2017 20:28

Jokowi Kutuk Serangan Bersenjata di London

Jokowi Kutuk Serangan Bersenjata di London

Jum'at, 24 Mar 2017 19:21

Menjadi Petani Modern untuk Masa Depan

Menjadi Petani Modern untuk Masa Depan

Jum'at, 24 Mar 2017 19:10


Must Read!
X