Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.262 views

Jadi Bom Waktu, Ulama Minta Gubernur Larang Syiah Berkembang di Jatim

Surabaya (Voa-Islam) - Ketua Bidang Organisasi Albayyinat Habib Achmad Zein Alkaf menegaskan, bahwa ajaran Syiah lebih berbahaya dibandingkan Ahmadiyah. Pihaknya meminta Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengeluarkan larangan Syiah berkembang di Jatim.

"Apa yang saya khawatirkan akhirnya benar-benar terjadi di Sampang. Cepat atau lambat pasti ada benturan Sunni-Syiah. Ini karena pengajian Syiah sering menghina pemimpin umat Islam," katanya kepada beritajatim.com di kediamannya kawasan Ampel Surabaya.

Habib Achmad yang juga pengamat ajaran Syiah di Surabaya ini sangat menyayangkan komentar beberapa tokoh yang isinya tidak mendinginkan suasana, malah memanaskan dan memperkeruh umat Islam di Madura.

"Sebelum ada Syiah, umat Islam di Madura hidup rukun. Ketika mulai berkembang di Madura, kekacauan terus terjadi. Seharusnya peristiwa di YAPI Bangil dahulu jadi pelajaran berharga bagi aparat," tegas A'wan Syuriah PWNU Jatim ini.

Menurut Achmad Zein yang juga anggota Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim ini, ajaran Syiah sangat berbahaya bagi agama, bangsa dan negara. Untuk itu, gubernur sudah waktunya melarang aliran Syiah di Jatim. "Kalau ingin Jatim aman dan damai, aparat kepolisian dan pemerintah jangan sekali-kali memberikan izin kegiatan bagi Syiah apapun bentuknya," pungkasnya.

Sementara itu dikatakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang. Ketua Tanfidz PCNU KH Muhaimin melihat bahwa keberadaan Syiah memang tidak dikehendaki mayoritas masyarakat Sampang.

Untuk itu, dia mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sampang mengeluarkan larangan bagi penyebarluasan ajaran Syiah. Larangan berbentuk Perda sehingga memiliki kekuatan hukum.
"Kami dari NU Kabupaten Sampang meminta kepada Bupati Sampang untuk segera membuat Perda larangan Syiah di Kabupaten Sampang," ujar pengasuh Pondok Pesantren Enjelan Desa Panggung Kecamatan Sampang ini, Selasa (3/1/2012).

Belum lama ini, KH Muhaimin bersama dengan ratusan kyai dan tokoh masyarakat mendatangi pendopo Kabupaten Sampang. Mereka menemui Bupati Noer Tjahja dan Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Hadiatmoko, SH.

Seperti diberitakan, konflik keberadaan Islam Syiah di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, memanas. Ratusan orang dari Islam Sunni yang dipimpin KH Rois, membakar pendopo milik tokoh Islam Syiah, KH Tajul Muluk, Kamis (29/12/2011). Demi keamanan, para jamaah Syiah akhirnya diungsikan ke GOR Jalan Wijaya Kusuma Sampang.

Syiah Menjadi Bom Waktu

Seperti diketahui, benturan Sunni-Syiah di Jawa Timur bukan kali pertama, sebelumnya benturan juga terjadi di Pasuruan, tepatnya pada 15 Februari 2011 lalu. Sekelompok massa melakukan penyerangan terhadap Ponpes Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Desa Kenep, Kecamatan Beji, Pasuruan, Jawa Timur, sekitar  pukul 14.30 WIB. Akibatnya, delapan santri terluka. Terbetik kabar, benturan di Pasuruan tersebut sudah terjadi tujuh kali. Selama tiga tahun terakhir, aksi penyerangan sudah pernah dilakukan pada 2006 dan 2007.

Rumor yang beredar, penyerangan dilakukan sekelompok massa sepulang dari mengikuti pengajian peringatan maulid Nabi Muhammad di Singosari, Kabupaten Malang. Kepolisian sudah mengonfirmasi bahwa dalam pengajian tersebut tidak ada instruksi untuk menyerang kelompok syiah."Saat pengajian memang menyinggung masalah Syiah. Tapi tidak ada perintah dari pimpinannya untuk melakukan penyerangan," tandas Kapolda Badrodin Haiti.

Bukan main, ternyata di Jatim, sekte Syiah tersebar di Bangil, Pasuruan, Bondowoso, Madura, dan beberapa di daerah timur Jatim. Aliran Syi’ah ternyata bermacam-macam. Mulai yang ekstrim, sampai yang hampir menyerupai Sunni.

Kebanyakan ulama di Madura, tak terkecuali warga, merasa terusik dengan kegiatan pesantren Syi’ah. Padahal pesantren itu, sebelumnya sudah diingatkan untuk tidak mengotori akidah umat di Madura. Keberadaan Syiah di Madura sudah muncul sejak tahun 1980-an. Para ulama sudah mewanti-wanti keberedaan Syiah. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 M sudah merekomendasikan tentang sekte Syiah yang memberikan perbedaan-perbedaan dengan ajaran Ahlu Sunnah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, KH Abdusshomad Buchori menyebut peristiwa pembakaran mushalla dan rumah penganut Syi’ah di Dusun Nangkrenang, Sampang, Madura, Jawa Timur sebagai bom waktu yang telah meledak.

Karenanya, MUI Jatim menyarankan agar pengikut kelompok itu dilokalisir atau dipindahkan ke tempat khusus. Selain untuk menghindari konflik berkepanjangan, juga karena kelompok itu mempunyai keyakinan berbeda yang mudah menyulut kemarahan warga. “Konflik itu akan terus terjadi, jalan keluarnya kelompok itu harus dipindah,” kata KH Abdusshomad Buchori.

Menurutnya, sudah sejak lama warga Madura menginginkan agar penganut Syi’ah hijrah, tidak berdiam di sana. Mengembangkan Syi’ah di Madura memang berat dibandingkan dengan daerah lain. Sebab, mayoritas warga tidak menyetujuinya. Selama Syi’ah masih ada di Sampang, kata Abdusshomad, maka akan terus menimbulkan masalah. “Sebaiknya, Syi’ah yang tahu diri,” imbuhnya.

KH Abdusshomad menuturkan, faham Syi’ah di Indonesia tidak berkembang besar. Sebab, katanya, kalau Syi’ah kuat ada kemungkinan akan merebut kekuasaan. Kekuasaan, ditambahkannya, memang menjadi program dan faham Syi’ah di seluruh dunia. “Seperti yang terjadi di Iran. Di sana Syi’ah dan Sunni sama-sama besar sehingga sering terjadi konflik,” urainya.

Sebelumnya, MUI Jatim telah mengeluarkan saran kepada pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai keberadaan Syi’ah. “Sebaiknya penganut Syi’ah dilokalisir saja. Tidak bermasyarakat dengan warga lain yang berfaham beda. Dan ini menjadi tugas pemerintah,” tegasnya.

Dari sisi ajaran, urai KH Abdusshomad, Islam dan Syi’ah memiliki banyak perbedaan, di antaranya sistem ibadah yang tidak sama, doktrin nikah mut’ah (kawin kontrak), azan dan iqamat yang ditambah. “Azan mereka itu ditambahi dengan kalimat ‘hayya ala khoiril amal,’ ‘asyhadu anna ‘aliyyan waliyullah’ dan ‘asyhadu anna ‘aliyyan hujjatullah’. Bagi masyarakat non Syi’ah, sudah tentu ini melenceng,” ujarnya. (Desastian/dbs)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News
Ekonomi Membaik, Legislator Minta Pemerintah Jangan Naikan Harga-harga

Ekonomi Membaik, Legislator Minta Pemerintah Jangan Naikan Harga-harga

Kamis, 19 May 2022 21:44

Pemerintah Prancis Tentang Langkah Kota Grenoble Yang Mengizinkan Pemakaian Burkini Di Kolam Renang

Pemerintah Prancis Tentang Langkah Kota Grenoble Yang Mengizinkan Pemakaian Burkini Di Kolam Renang

Kamis, 19 May 2022 19:22

Mesir Rekrut Anak-anak Untuk Perangi Islamic State Di Sinai Utara

Mesir Rekrut Anak-anak Untuk Perangi Islamic State Di Sinai Utara

Kamis, 19 May 2022 18:00

Pejabat Keamanan Yordania Sebut Militer Suriah Terlibat Penyeludupan Narkoba Ke Yordania

Pejabat Keamanan Yordania Sebut Militer Suriah Terlibat Penyeludupan Narkoba Ke Yordania

Kamis, 19 May 2022 17:00

Fenomena Bocah Pejuang Subuh di Garut

Fenomena Bocah Pejuang Subuh di Garut

Kamis, 19 May 2022 12:57

Dai Muda Muhammadiyah Silaturahmi dengan Ustaz Bachtiar Nasir

Dai Muda Muhammadiyah Silaturahmi dengan Ustaz Bachtiar Nasir

Kamis, 19 May 2022 08:59

Jangan Heran Ustad Somad Dideportasi, Singapura Sudah Lama Anti-Islam

Jangan Heran Ustad Somad Dideportasi, Singapura Sudah Lama Anti-Islam

Rabu, 18 May 2022 20:51

Tegas, Legislator PKS Minta Pemerintah Singapura Minta Maaf

Tegas, Legislator PKS Minta Pemerintah Singapura Minta Maaf

Rabu, 18 May 2022 20:39

Welkam Hom, Pak

Welkam Hom, Pak

Rabu, 18 May 2022 17:51

Ruhut Makin Kacrut

Ruhut Makin Kacrut

Rabu, 18 May 2022 15:50

Mengejar Medali Surgawi, Bagaimanakah?

Mengejar Medali Surgawi, Bagaimanakah?

Rabu, 18 May 2022 15:43

Semakin Hemat! Bikin Desain atau Video Marketing Yuk

Semakin Hemat! Bikin Desain atau Video Marketing Yuk

Rabu, 18 May 2022 15:40

Pengadilan India Larang Muslim Shalat Jamaah Di Masjid Gyanvapi Setelah Klaim Penemuan Berhala Hindu

Pengadilan India Larang Muslim Shalat Jamaah Di Masjid Gyanvapi Setelah Klaim Penemuan Berhala Hindu

Rabu, 18 May 2022 15:37

Corbuzier Main LGBT

Corbuzier Main LGBT

Rabu, 18 May 2022 13:44

Deportasi UAS, Singapura Sebut Ustadz Abdul Shomad Ditolak Masuk Karena Sebarkan 'Ekstrimisme'

Deportasi UAS, Singapura Sebut Ustadz Abdul Shomad Ditolak Masuk Karena Sebarkan 'Ekstrimisme'

Rabu, 18 May 2022 08:45

Ramadhan Yang Membekas

Ramadhan Yang Membekas

Selasa, 17 May 2022 22:10

JITU Mengutuk Keras Penembakan Terhadap Jurnalis Al-Jazeera

JITU Mengutuk Keras Penembakan Terhadap Jurnalis Al-Jazeera

Selasa, 17 May 2022 22:06

Pembongkaran Tiang Masjid Muhammadiyah di Aceh Menyakiti Umat Islam

Pembongkaran Tiang Masjid Muhammadiyah di Aceh Menyakiti Umat Islam

Selasa, 17 May 2022 21:52

Laporan Baru PBB Sebut Taliban Dan Al-Qaidah 'Tetap Sekutu Dekat'

Laporan Baru PBB Sebut Taliban Dan Al-Qaidah 'Tetap Sekutu Dekat'

Selasa, 17 May 2022 21:02

Mahasiswa sebagai Sasaran Sekaligus Ujung Tombak dalam Menangkal Paham LGBT

Mahasiswa sebagai Sasaran Sekaligus Ujung Tombak dalam Menangkal Paham LGBT

Selasa, 17 May 2022 12:01


MUI

Must Read!
X