Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.109 views

Keresahan Warga Non-Muslim di Papua Terhadap Miras (Bagian I)

PAPUA (VoA-Islam) – Pejabat di Papua mengatakan, tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Merauke sebagian besar disebabkan oleh miras. Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Merauke, selama tahun 2011 terdapat 64 kasus KDRT serta kekerasan dan pelecehan terhadap hak perempuan. Banyak warga membuat miras sebagai mata pencarian.

Ternyata, masyarakat Merauke pun membutuhkan peraturan daerah yang mengatur tentang pembuatan dan peredaran minuman keras. Perda dibutuhkan untuk menekan angka kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap perempuan.

Menarik untuk disimak, seorang warga Papua bernama Yermias Degei dalam sebuah blog pribadinya (www.ferifile.co.cc)menyatakan keresahan dan kegalauannya terhadap minuman keras (miras). Menurutnya miras itu adalah candu masyarakat, yang bisa merusak moral masyarakat Papua.

Seperti diketahui, minuman keras tradisional yang disebut sofi banyak dibuat oleh warga dari meniris bunga kelapa. Bahkan, membuat sofi sudah menjadi mata pencarian yang sulit ditinggalkan karena keuntungan dan kemudahan membuat. Sofi biasa dijual seharga Rp 30.000 per botol minuman kemasan ukuran 600 mililiter.

Dikatakan Yermias, miras menjadi salah satu masalah di antara banyak masalah di tanah Papua. Miras telah menjadi kepala batu dan membunuh orang Papua. Angka kematian orang Papua saat ini semakin tinggi. Sementara itu, angka kelahiran sungguh sedikit. Hampir setiap saat orang Papua banyak yang mati, diantaranya mati karena alcohol. Pokoknya, mati banyak!

Realitasnya alkohol memang membunuh. Tetapi, pemerintah bilang miras itu untuk Pendapatan Asli Daerah. Hingga saat ini, miras terus didatangkan ke Papua dengan perlindungan hukum dari pemerintah daerah setempat. Pelarangan miras hanya terkesan retorika belaka.

Jika membuka lembaran sejarah Papua, kebiasaan minum alkohol muncul di kalangan orang Papua, menurut Yermias, adalah melalui kontak orang-orang kulit putih dari Eropa, Melayu dan orang Timor dari Tidore Ternate. Orang pegunungan di Papua, sama sekali tidak mengenal minuman beralkohol. Tidak ada tradisi pesta minuman keras, karena tidak ada baku untuk produksi alkohol.

Daerah pesisir pantai Papua lebih dahulu sudah melakukan kontak dengan orang luar Papua dan telah mengenal minuman beralkhohol dari pohon kelapa ataupun aren yang disebut sagero(saguer/bobo). Namun, minuman keras tradisional itu tidak membunuh seorang aktivis Aborigin. Charles Perkin menuliskan, bahwa orang Aborigin sering minum dalam pertemuan-pertemuan tradisional.

Bahaya Miras

Di kalangan para pecandu alkohol di Papua. Kadang minum hanya untuk mencari perhatian, ataupun untuk melampiaskan emosi. Dengan demikian mereka terlihat sebagai manusia yang tidak dewasa menyelesaikan masalah.

Beberapa teman mengakui bahwa, dengan minum alkohol (mabuk) membuat mereka percaya diri, berani tampil di depan umum untuk mengekspresikan diri tentang bakatnya yang terpendam. Ataupun berani untuk membuat kegaduhan, bahkan ada yang menjadi berani untuk terlibat dalam kasus pemerkosaan, perkelahian dan pembuhuhan. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Drs. Daud Sihombing SH.

“Dari catatan polisi setiap laporan akhir tahun, semua kejadian kriminal seperti pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, pencurian, penipuan, pemerasan, teror dan seterusnya berawal dari miras. Miras ini membuat orang menjadi pemalas, bermental santai tetapi ingin mendapat untung besar, dan semangat belajar para siswa sekolah pun menurun. Ini terjadi, karena nalar seorang alkoholik sudah tidak berfungsi sebagai manusia normal, bahkan seperti orang kelainan jiwa alias gila,” kata petinggi polisi tersebut.

Pecandu alkohol di Papua terus bertambah. Sudah menjarah di kalangan muda dan tua. Miras menyebakan meningkatnya tingkat kriminalitas di kota maupun di perkampungan. Dan saat ini, pembunuhan bermotif alkohol semakin gencar untuk melakukan tindakan genosida di Papua.

Ada beberapa kasus, misalkan pada tahun 1999, seorang intelek Papua, Obet Badii, Dosen Filsafat Fajar Timur yang dibunuh oknum tertentu. Untuk menghilangkan jejak, pembunuh lalu menumpahi minuman beralkohol di bagian mulutnya. Padahal yang sebenarnya ia tidak biasa mengonsumsi minuman beralkohol.

Salah satu masalah utama yang saat ini sedang dihadapi orang Papua adalah alkoholisme atau sering disebut kecanduan alkohol (alkoholik). Ini tidak berarti semua anggota masyarakat Papua alkoholik, tetapi alkohol sudah meradang bagaikan penyakit kanker yang lama kelamanan membunuh.

Banyak orang Papua mati karena mengonsumsi miras. Miras telah membunuh, baik membunuh secara fisik maupun karakter sebagai orang Papua. Membunuh secara fisik karena (1) miras bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, liver dsb; (2) Seorang bisa membunuh setelah dia minum sampai mabuk. (Desastian/blog)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Latest News
Pengamat Ini Sebut Pengaruh Iriawan tergantung Warga: Apakah Tunduk dengan Skenario Penguasa?

Pengamat Ini Sebut Pengaruh Iriawan tergantung Warga: Apakah Tunduk dengan Skenario Penguasa?

Rabu, 20 Jun 2018 17:57

Mantan Hakim Syariah Jaisyul Islam Berkhianat Membelot ke Rezim Assad

Mantan Hakim Syariah Jaisyul Islam Berkhianat Membelot ke Rezim Assad

Rabu, 20 Jun 2018 17:22

Terkait Iriawan, Ka'ban Usul ke DPR RI untuk Impeachment Jokowi

Terkait Iriawan, Ka'ban Usul ke DPR RI untuk Impeachment Jokowi

Rabu, 20 Jun 2018 16:57

Gold G Gamat Selain Baik untuk Sembuhkan Luka, Ada 22 Manfaat lainnya...

Gold G Gamat Selain Baik untuk Sembuhkan Luka, Ada 22 Manfaat lainnya...

Rabu, 20 Jun 2018 16:44

Polling: Hanya 7 Persen Responden Sebut Arus Mudik dan Balik Lebaran 2018 Lancar

Polling: Hanya 7 Persen Responden Sebut Arus Mudik dan Balik Lebaran 2018 Lancar

Rabu, 20 Jun 2018 16:40

Yuk Hijrahkan Ponsel dengan Ring Back Tone Dakwah Islam

Yuk Hijrahkan Ponsel dengan Ring Back Tone Dakwah Islam

Rabu, 20 Jun 2018 16:40

Video Hot Interview (3): Kisah Hijrah Dibalik Viral Lagu 'Rakyat' Sang Alang #2019 Ganti Presiden

Video Hot Interview (3): Kisah Hijrah Dibalik Viral Lagu 'Rakyat' Sang Alang #2019 Ganti Presiden

Rabu, 20 Jun 2018 16:40

[VIDEO] Pandora (6): Mardigu Ungkap State Terrorism hingga Soekarno Barter Emas dengan Komunis

[VIDEO] Pandora (6): Mardigu Ungkap State Terrorism hingga Soekarno Barter Emas dengan Komunis

Rabu, 20 Jun 2018 16:35

Allah akan Hinakan Pemimpin yang Menipu Rakyatnya

Allah akan Hinakan Pemimpin yang Menipu Rakyatnya

Rabu, 20 Jun 2018 16:03

Ketika Loyalis Jokowi Singgung Korupsi, Fahri: Juara Korupsi Partai Siapa, Mas?

Ketika Loyalis Jokowi Singgung Korupsi, Fahri: Juara Korupsi Partai Siapa, Mas?

Rabu, 20 Jun 2018 15:57

 WHO : Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental. Ini 3 Sebabnya

WHO : Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental. Ini 3 Sebabnya

Rabu, 20 Jun 2018 15:23

Video Hot Interview (2): Lagu #2019 Ganti Presiden Pesanan ParPol & Plagiat Robbie Williams?

Video Hot Interview (2): Lagu #2019 Ganti Presiden Pesanan ParPol & Plagiat Robbie Williams?

Rabu, 20 Jun 2018 15:20

Video Hot Interview (1): Sang Alang Pencipta Lagu #2019 Ganti Presiden yang Fenomenal

Video Hot Interview (1): Sang Alang Pencipta Lagu #2019 Ganti Presiden yang Fenomenal

Rabu, 20 Jun 2018 13:47

Video Hot Interview (8): Mustofa Nahra Sentil Pihak yang Larang Lagu #2019 Ganti Presiden

Video Hot Interview (8): Mustofa Nahra Sentil Pihak yang Larang Lagu #2019 Ganti Presiden

Rabu, 20 Jun 2018 13:09

[VIDEO] Islam Minoritas Alor (4): Alasan Unik Inilah Alor Meraih Kota Paling Toleran di Indonesia

[VIDEO] Islam Minoritas Alor (4): Alasan Unik Inilah Alor Meraih Kota Paling Toleran di Indonesia

Rabu, 20 Jun 2018 12:18

[Video] Masya Allah, Ini Hotel Syariah di Bogor yang bisa ditawar

[Video] Masya Allah, Ini Hotel Syariah di Bogor yang bisa ditawar

Rabu, 20 Jun 2018 12:02

Rezim Assad dan Pasukan Iran Bersiap Gelar Operasi Militer di Daraa

Rezim Assad dan Pasukan Iran Bersiap Gelar Operasi Militer di Daraa

Rabu, 20 Jun 2018 09:27

Kiper Mesir Tolak Terima Trofi yang Disponsori Minuman Keras Budweiser

Kiper Mesir Tolak Terima Trofi yang Disponsori Minuman Keras Budweiser

Rabu, 20 Jun 2018 09:12

Kekayaan Orang Kaya di Dunia Melonjak di Tahun 2017

Kekayaan Orang Kaya di Dunia Melonjak di Tahun 2017

Rabu, 20 Jun 2018 09:08

Panahan Tradisional Turki Jadi Kurikulum Sebuah Sekolah di Malaysia

Panahan Tradisional Turki Jadi Kurikulum Sebuah Sekolah di Malaysia

Rabu, 20 Jun 2018 08:59


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X