Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
5.007 views

Keresahan Warga Non-Muslim di Papua Terhadap Miras (Bagian I)

PAPUA (VoA-Islam) – Pejabat di Papua mengatakan, tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Merauke sebagian besar disebabkan oleh miras. Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Merauke, selama tahun 2011 terdapat 64 kasus KDRT serta kekerasan dan pelecehan terhadap hak perempuan. Banyak warga membuat miras sebagai mata pencarian.

Ternyata, masyarakat Merauke pun membutuhkan peraturan daerah yang mengatur tentang pembuatan dan peredaran minuman keras. Perda dibutuhkan untuk menekan angka kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap perempuan.

Menarik untuk disimak, seorang warga Papua bernama Yermias Degei dalam sebuah blog pribadinya (www.ferifile.co.cc)menyatakan keresahan dan kegalauannya terhadap minuman keras (miras). Menurutnya miras itu adalah candu masyarakat, yang bisa merusak moral masyarakat Papua.

Seperti diketahui, minuman keras tradisional yang disebut sofi banyak dibuat oleh warga dari meniris bunga kelapa. Bahkan, membuat sofi sudah menjadi mata pencarian yang sulit ditinggalkan karena keuntungan dan kemudahan membuat. Sofi biasa dijual seharga Rp 30.000 per botol minuman kemasan ukuran 600 mililiter.

Dikatakan Yermias, miras menjadi salah satu masalah di antara banyak masalah di tanah Papua. Miras telah menjadi kepala batu dan membunuh orang Papua. Angka kematian orang Papua saat ini semakin tinggi. Sementara itu, angka kelahiran sungguh sedikit. Hampir setiap saat orang Papua banyak yang mati, diantaranya mati karena alcohol. Pokoknya, mati banyak!

Realitasnya alkohol memang membunuh. Tetapi, pemerintah bilang miras itu untuk Pendapatan Asli Daerah. Hingga saat ini, miras terus didatangkan ke Papua dengan perlindungan hukum dari pemerintah daerah setempat. Pelarangan miras hanya terkesan retorika belaka.

Jika membuka lembaran sejarah Papua, kebiasaan minum alkohol muncul di kalangan orang Papua, menurut Yermias, adalah melalui kontak orang-orang kulit putih dari Eropa, Melayu dan orang Timor dari Tidore Ternate. Orang pegunungan di Papua, sama sekali tidak mengenal minuman beralkohol. Tidak ada tradisi pesta minuman keras, karena tidak ada baku untuk produksi alkohol.

Daerah pesisir pantai Papua lebih dahulu sudah melakukan kontak dengan orang luar Papua dan telah mengenal minuman beralkhohol dari pohon kelapa ataupun aren yang disebut sagero(saguer/bobo). Namun, minuman keras tradisional itu tidak membunuh seorang aktivis Aborigin. Charles Perkin menuliskan, bahwa orang Aborigin sering minum dalam pertemuan-pertemuan tradisional.

Bahaya Miras

Di kalangan para pecandu alkohol di Papua. Kadang minum hanya untuk mencari perhatian, ataupun untuk melampiaskan emosi. Dengan demikian mereka terlihat sebagai manusia yang tidak dewasa menyelesaikan masalah.

Beberapa teman mengakui bahwa, dengan minum alkohol (mabuk) membuat mereka percaya diri, berani tampil di depan umum untuk mengekspresikan diri tentang bakatnya yang terpendam. Ataupun berani untuk membuat kegaduhan, bahkan ada yang menjadi berani untuk terlibat dalam kasus pemerkosaan, perkelahian dan pembuhuhan. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Drs. Daud Sihombing SH.

“Dari catatan polisi setiap laporan akhir tahun, semua kejadian kriminal seperti pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, pencurian, penipuan, pemerasan, teror dan seterusnya berawal dari miras. Miras ini membuat orang menjadi pemalas, bermental santai tetapi ingin mendapat untung besar, dan semangat belajar para siswa sekolah pun menurun. Ini terjadi, karena nalar seorang alkoholik sudah tidak berfungsi sebagai manusia normal, bahkan seperti orang kelainan jiwa alias gila,” kata petinggi polisi tersebut.

Pecandu alkohol di Papua terus bertambah. Sudah menjarah di kalangan muda dan tua. Miras menyebakan meningkatnya tingkat kriminalitas di kota maupun di perkampungan. Dan saat ini, pembunuhan bermotif alkohol semakin gencar untuk melakukan tindakan genosida di Papua.

Ada beberapa kasus, misalkan pada tahun 1999, seorang intelek Papua, Obet Badii, Dosen Filsafat Fajar Timur yang dibunuh oknum tertentu. Untuk menghilangkan jejak, pembunuh lalu menumpahi minuman beralkohol di bagian mulutnya. Padahal yang sebenarnya ia tidak biasa mengonsumsi minuman beralkohol.

Salah satu masalah utama yang saat ini sedang dihadapi orang Papua adalah alkoholisme atau sering disebut kecanduan alkohol (alkoholik). Ini tidak berarti semua anggota masyarakat Papua alkoholik, tetapi alkohol sudah meradang bagaikan penyakit kanker yang lama kelamanan membunuh.

Banyak orang Papua mati karena mengonsumsi miras. Miras telah membunuh, baik membunuh secara fisik maupun karakter sebagai orang Papua. Membunuh secara fisik karena (1) miras bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, liver dsb; (2) Seorang bisa membunuh setelah dia minum sampai mabuk. (Desastian/blog)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Balita Penderita Tumor Mata dari Jambi Butuh Bantuan Biaya Pengobatan. Ayo Bantu!!!

Balita Penderita Tumor Mata dari Jambi Butuh Bantuan Biaya Pengobatan. Ayo Bantu!!!

Sudah dua tahun balita Irgi Perdana menderita tumor mata. Untuk menjalani pengobatan di RSCM Jakarta, ia butuh uluran tangan kaum Muslimin...

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Amanah Bedah Rumah Keluarga Mujahid di Bogor telah ditunaikan. Total dana Rp 7.300.000 telah disalurkan untuk perbaikan rumah korban puting beliung ini...

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Kondisi atap Rumah Singgah ini sudah tidak layak. Gentingnya banyak yang pecah, kayu atap dan plafonnya pun sudah rapuh. Butuh dana sekitar 7 juta rupiah untuk perbaikan....

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Adrian Saputra penderita hepatitis dan gagal hati harus operasi cangkok (transplantasi) hati. Upah sang ayah sebagai buruh tani dan upah sang ibu sebagai TKW tak cukup untuk biaya pengobatan....

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Meski tak ada biaya, muallaf Abdurrahman Liunima diizinkan pulang dari rumah sakit dengan jaminan Direktur IDC, seluruh biaya rumah sakit harus dilunasi selambat-lambatnya 31 Desember...

Latest News
Pejuang Oposisi Suriah Pukul Mundur Serangan Pasukan Assad di Daraa

Pejuang Oposisi Suriah Pukul Mundur Serangan Pasukan Assad di Daraa

Jum'at, 12 Feb 2016 19:00

Turki Akhiri Operasi Kontra Teror di Kota Tenggara Cizre

Turki Akhiri Operasi Kontra Teror di Kota Tenggara Cizre

Jum'at, 12 Feb 2016 18:00

Pasukan Pro-Pemerintah Yaman Rebut Kamp Militer Farhat Nahm dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Pasukan Pro-Pemerintah Yaman Rebut Kamp Militer Farhat Nahm dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Jum'at, 12 Feb 2016 17:00

Saudi: Keputusan Mengirimkan Pasukan ke Suriah sudah 'Final'

Saudi: Keputusan Mengirimkan Pasukan ke Suriah sudah 'Final'

Jum'at, 12 Feb 2016 13:15

Soal Waria, Ini Pandangan Doktor Ahli Fikih

Soal Waria, Ini Pandangan Doktor Ahli Fikih

Jum'at, 12 Feb 2016 11:04

Diklaim Beda dengan LGBT, Komunitas Waria Segera Susun Fikih Waria

Diklaim Beda dengan LGBT, Komunitas Waria Segera Susun Fikih Waria

Jum'at, 12 Feb 2016 10:40

Beginilah Pandangan Para Ulama tentang Ruqyatuz Zina

Beginilah Pandangan Para Ulama tentang Ruqyatuz Zina

Jum'at, 12 Feb 2016 10:29

Pilkada Bukan Hanya Sekedar Ganti Kepala Daerah tapi Juga Ganti Sistemnya

Pilkada Bukan Hanya Sekedar Ganti Kepala Daerah tapi Juga Ganti Sistemnya

Jum'at, 12 Feb 2016 10:19

Pengasuh Al-Mukmin Ngruki: BNPT Gagal Lakukan Program Deradikalisasi

Pengasuh Al-Mukmin Ngruki: BNPT Gagal Lakukan Program Deradikalisasi

Jum'at, 12 Feb 2016 10:06

Lebih 470.000 Orang Telah Tewas Akibat 5 Tahun Perang Agama di Suriah

Lebih 470.000 Orang Telah Tewas Akibat 5 Tahun Perang Agama di Suriah

Jum'at, 12 Feb 2016 10:00

LGBT Alias  Lu Gak Bakal Tobat?

LGBT Alias Lu Gak Bakal Tobat?

Jum'at, 12 Feb 2016 09:36

Mendukung LGBT, Starbucks Indonesia Pastikan Sejalan dengan Manajemen Pusat

Mendukung LGBT, Starbucks Indonesia Pastikan Sejalan dengan Manajemen Pusat

Jum'at, 12 Feb 2016 09:29

Laporan: AQAP Rebut 5 Kota di Yaman Selatan dalam 2 Pekan Terakhir

Laporan: AQAP Rebut 5 Kota di Yaman Selatan dalam 2 Pekan Terakhir

Jum'at, 12 Feb 2016 09:15

Rakyat Miskin Sudah Kurus, Tidak Perlu Diet

Rakyat Miskin Sudah Kurus, Tidak Perlu Diet

Jum'at, 12 Feb 2016 08:09

Selain Hasilkan Utang Tinggi, Indonesia Bantu Cina Kurangi Angka Pengangguran

Selain Hasilkan Utang Tinggi, Indonesia Bantu Cina Kurangi Angka Pengangguran

Jum'at, 12 Feb 2016 07:13

Harusnya Bisa Di Bawah 5.000/Liter, Turunnya Harga BBM Hanya Isapan Jempol

Harusnya Bisa Di Bawah 5.000/Liter, Turunnya Harga BBM Hanya Isapan Jempol

Jum'at, 12 Feb 2016 06:05

Kampanye Melawan LGBT di CFD Bandung

Kampanye Melawan LGBT di CFD Bandung

Kamis, 11 Feb 2016 23:53

Gaji Dibawah UMK, Puluhan Buruh CS IAIN Surakarta Mengadu ke Rektorat dan akan Surati Jokowi

Gaji Dibawah UMK, Puluhan Buruh CS IAIN Surakarta Mengadu ke Rektorat dan akan Surati Jokowi

Kamis, 11 Feb 2016 23:16

Benarkah Dana Desa Kurangi Pengangguran dan Tingkatkan Perekonomian?

Benarkah Dana Desa Kurangi Pengangguran dan Tingkatkan Perekonomian?

Kamis, 11 Feb 2016 23:11

Asing (Cina) Lakukan Penjajahan Melalui Kereta Cepat?

Asing (Cina) Lakukan Penjajahan Melalui Kereta Cepat?

Kamis, 11 Feb 2016 23:09



Must Read!
X