Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
5.547 views

Keresahan Warga Non-Muslim di Papua Terhadap Miras (Bagian I)

PAPUA (VoA-Islam) – Pejabat di Papua mengatakan, tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Merauke sebagian besar disebabkan oleh miras. Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Merauke, selama tahun 2011 terdapat 64 kasus KDRT serta kekerasan dan pelecehan terhadap hak perempuan. Banyak warga membuat miras sebagai mata pencarian.

Ternyata, masyarakat Merauke pun membutuhkan peraturan daerah yang mengatur tentang pembuatan dan peredaran minuman keras. Perda dibutuhkan untuk menekan angka kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap perempuan.

Menarik untuk disimak, seorang warga Papua bernama Yermias Degei dalam sebuah blog pribadinya (www.ferifile.co.cc)menyatakan keresahan dan kegalauannya terhadap minuman keras (miras). Menurutnya miras itu adalah candu masyarakat, yang bisa merusak moral masyarakat Papua.

Seperti diketahui, minuman keras tradisional yang disebut sofi banyak dibuat oleh warga dari meniris bunga kelapa. Bahkan, membuat sofi sudah menjadi mata pencarian yang sulit ditinggalkan karena keuntungan dan kemudahan membuat. Sofi biasa dijual seharga Rp 30.000 per botol minuman kemasan ukuran 600 mililiter.

Dikatakan Yermias, miras menjadi salah satu masalah di antara banyak masalah di tanah Papua. Miras telah menjadi kepala batu dan membunuh orang Papua. Angka kematian orang Papua saat ini semakin tinggi. Sementara itu, angka kelahiran sungguh sedikit. Hampir setiap saat orang Papua banyak yang mati, diantaranya mati karena alcohol. Pokoknya, mati banyak!

Realitasnya alkohol memang membunuh. Tetapi, pemerintah bilang miras itu untuk Pendapatan Asli Daerah. Hingga saat ini, miras terus didatangkan ke Papua dengan perlindungan hukum dari pemerintah daerah setempat. Pelarangan miras hanya terkesan retorika belaka.

Jika membuka lembaran sejarah Papua, kebiasaan minum alkohol muncul di kalangan orang Papua, menurut Yermias, adalah melalui kontak orang-orang kulit putih dari Eropa, Melayu dan orang Timor dari Tidore Ternate. Orang pegunungan di Papua, sama sekali tidak mengenal minuman beralkohol. Tidak ada tradisi pesta minuman keras, karena tidak ada baku untuk produksi alkohol.

Daerah pesisir pantai Papua lebih dahulu sudah melakukan kontak dengan orang luar Papua dan telah mengenal minuman beralkhohol dari pohon kelapa ataupun aren yang disebut sagero(saguer/bobo). Namun, minuman keras tradisional itu tidak membunuh seorang aktivis Aborigin. Charles Perkin menuliskan, bahwa orang Aborigin sering minum dalam pertemuan-pertemuan tradisional.

Bahaya Miras

Di kalangan para pecandu alkohol di Papua. Kadang minum hanya untuk mencari perhatian, ataupun untuk melampiaskan emosi. Dengan demikian mereka terlihat sebagai manusia yang tidak dewasa menyelesaikan masalah.

Beberapa teman mengakui bahwa, dengan minum alkohol (mabuk) membuat mereka percaya diri, berani tampil di depan umum untuk mengekspresikan diri tentang bakatnya yang terpendam. Ataupun berani untuk membuat kegaduhan, bahkan ada yang menjadi berani untuk terlibat dalam kasus pemerkosaan, perkelahian dan pembuhuhan. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Drs. Daud Sihombing SH.

“Dari catatan polisi setiap laporan akhir tahun, semua kejadian kriminal seperti pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, pencurian, penipuan, pemerasan, teror dan seterusnya berawal dari miras. Miras ini membuat orang menjadi pemalas, bermental santai tetapi ingin mendapat untung besar, dan semangat belajar para siswa sekolah pun menurun. Ini terjadi, karena nalar seorang alkoholik sudah tidak berfungsi sebagai manusia normal, bahkan seperti orang kelainan jiwa alias gila,” kata petinggi polisi tersebut.

Pecandu alkohol di Papua terus bertambah. Sudah menjarah di kalangan muda dan tua. Miras menyebakan meningkatnya tingkat kriminalitas di kota maupun di perkampungan. Dan saat ini, pembunuhan bermotif alkohol semakin gencar untuk melakukan tindakan genosida di Papua.

Ada beberapa kasus, misalkan pada tahun 1999, seorang intelek Papua, Obet Badii, Dosen Filsafat Fajar Timur yang dibunuh oknum tertentu. Untuk menghilangkan jejak, pembunuh lalu menumpahi minuman beralkohol di bagian mulutnya. Padahal yang sebenarnya ia tidak biasa mengonsumsi minuman beralkohol.

Salah satu masalah utama yang saat ini sedang dihadapi orang Papua adalah alkoholisme atau sering disebut kecanduan alkohol (alkoholik). Ini tidak berarti semua anggota masyarakat Papua alkoholik, tetapi alkohol sudah meradang bagaikan penyakit kanker yang lama kelamanan membunuh.

Banyak orang Papua mati karena mengonsumsi miras. Miras telah membunuh, baik membunuh secara fisik maupun karakter sebagai orang Papua. Membunuh secara fisik karena (1) miras bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, liver dsb; (2) Seorang bisa membunuh setelah dia minum sampai mabuk. (Desastian/blog)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalamandan dan rawan pemurtadan. ...

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Ia menjadi tulang punggung bagi keenam anak yatimnya, sejak sang suami gugur dalam amaliah jihadnya 6 tahun silam. Kritis di rumah sakit, tagihan sudah mencapai 14 juta rupiah....

Istri Mujahidin Asir Jalani Operasi Pengangkatan Kelenjar di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Istri Mujahidin Asir Jalani Operasi Pengangkatan Kelenjar di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Saat sang suami menjalani ujian penjara, Ummu Muhammad mendapat ujian penyakit kelenjar. Di leher dan beberapa bagian tubuhnya tumbuh benjolan yang harus dioperasi....

Gadis Remaja Ini Menderita Kanker Tulang yang Ganas, Harus Segera Diamputasi. Ayo Bantu!!

Gadis Remaja Ini Menderita Kanker Tulang yang Ganas, Harus Segera Diamputasi. Ayo Bantu!!

Gadis ini hanya bisa tergolek lemah, merintih menahan sakitnya tumor ganas. Pahanya membesar seukuran bola basket. Ayahnya kuli bangunan, tidak bisa mencari nafkah karena harus menunggunya di...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Latest News
Spanduk Penolakan Beredar, Habib Rizieq Justru Disambut Antusias Puluhan Ribu Masyarakat Tasikmalaya

Spanduk Penolakan Beredar, Habib Rizieq Justru Disambut Antusias Puluhan Ribu Masyarakat Tasikmalaya

Senin, 29 Aug 2016 13:33

Pejuang Oposisi Tewaskan Komandan Akademi Artileri Ramoushe Brigjen Asif Kheirbek

Pejuang Oposisi Tewaskan Komandan Akademi Artileri Ramoushe Brigjen Asif Kheirbek

Senin, 29 Aug 2016 13:00

Ada Dugaan Skenario Identitas Dua Negara Dimainkan Pemerintah

Ada Dugaan Skenario Identitas Dua Negara Dimainkan Pemerintah

Senin, 29 Aug 2016 12:59

Teror di Gereja Medan, MUI: Ada Upaya Merusak Citra Islam

Teror di Gereja Medan, MUI: Ada Upaya Merusak Citra Islam

Senin, 29 Aug 2016 11:58

Inilah Prestasi Kelas Dunia Ahok Menurut Habib Rizieq

Inilah Prestasi Kelas Dunia Ahok Menurut Habib Rizieq

Senin, 29 Aug 2016 11:35

Islamic State Serang Markas Militer Rezim Suriah di Palmyra, Tewaskan 7 Tentara

Islamic State Serang Markas Militer Rezim Suriah di Palmyra, Tewaskan 7 Tentara

Senin, 29 Aug 2016 11:30

Kekayaan dan Kedaulatan Indonesia Dijadikan Rebutan Cina dan AS

Kekayaan dan Kedaulatan Indonesia Dijadikan Rebutan Cina dan AS

Senin, 29 Aug 2016 10:59

Bubarkan Pengajian, Warga Ternate Kesal Pengikut Syiah Jafariah Tidak Taati Fatwa MUI

Bubarkan Pengajian, Warga Ternate Kesal Pengikut Syiah Jafariah Tidak Taati Fatwa MUI

Senin, 29 Aug 2016 10:34

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Senin, 29 Aug 2016 10:14

Anak Madrasah Indonesia Mengalahkan Israel dan Amerika dalam kompetisi Robot di Korea

Anak Madrasah Indonesia Mengalahkan Israel dan Amerika dalam kompetisi Robot di Korea

Senin, 29 Aug 2016 09:33

Shalat Tiga Waktu, MUI Fatwakan Sesat Syiah Jafariah di Ternate

Shalat Tiga Waktu, MUI Fatwakan Sesat Syiah Jafariah di Ternate

Senin, 29 Aug 2016 07:53

Dwikewarganegaraan, sebuah Konsep Khianat terhadap Nasionalisme dan Sejarah Indonesia

Dwikewarganegaraan, sebuah Konsep Khianat terhadap Nasionalisme dan Sejarah Indonesia

Senin, 29 Aug 2016 06:09

Beginilah Seharusnya Akhlak Siswa terhadap Gurunya!

Beginilah Seharusnya Akhlak Siswa terhadap Gurunya!

Senin, 29 Aug 2016 03:08

Nasionalisme Itu Lahir dari Kesamaan Nasib & Sejarah

Nasionalisme Itu Lahir dari Kesamaan Nasib & Sejarah

Ahad, 28 Aug 2016 22:47

Banyak Imigran Syiah di Pekanbaru, DPRD Khawatirkan Remaja Putri Menjadi Korban Nikah Mut'ah

Banyak Imigran Syiah di Pekanbaru, DPRD Khawatirkan Remaja Putri Menjadi Korban Nikah Mut'ah

Ahad, 28 Aug 2016 22:11

Rahmawati: Indonesia Liberal-Kapitalis adalah Hasil Karya Megawati

Rahmawati: Indonesia Liberal-Kapitalis adalah Hasil Karya Megawati

Ahad, 28 Aug 2016 20:47

Indikasi Ahok Korupsi Sumber Waras, Ka'ban: Benarkah Istana Tekan KPK?

Indikasi Ahok Korupsi Sumber Waras, Ka'ban: Benarkah Istana Tekan KPK?

Ahad, 28 Aug 2016 18:47

Aktivis Anti-Islam Jerman Lakukan Unjuk Rasa Di Atas Gerbang Brandenburg Berlin

Aktivis Anti-Islam Jerman Lakukan Unjuk Rasa Di Atas Gerbang Brandenburg Berlin

Ahad, 28 Aug 2016 12:45

Wasekjen MUI: Imigran Syiah dan China Bahayakan Indonesia

Wasekjen MUI: Imigran Syiah dan China Bahayakan Indonesia

Ahad, 28 Aug 2016 09:57

Peraturan Baru Izinkan Polisi Wanita Turki untuk Kenakan Jilbab

Peraturan Baru Izinkan Polisi Wanita Turki untuk Kenakan Jilbab

Ahad, 28 Aug 2016 09:15


Must Read!
X