Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.385 views

Keresahan Warga Non-Muslim di Papua Terhadap Miras (Bagian I)

PAPUA (VoA-Islam) – Pejabat di Papua mengatakan, tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Merauke sebagian besar disebabkan oleh miras. Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Merauke, selama tahun 2011 terdapat 64 kasus KDRT serta kekerasan dan pelecehan terhadap hak perempuan. Banyak warga membuat miras sebagai mata pencarian.

Ternyata, masyarakat Merauke pun membutuhkan peraturan daerah yang mengatur tentang pembuatan dan peredaran minuman keras. Perda dibutuhkan untuk menekan angka kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap perempuan.

Menarik untuk disimak, seorang warga Papua bernama Yermias Degei dalam sebuah blog pribadinya (www.ferifile.co.cc)menyatakan keresahan dan kegalauannya terhadap minuman keras (miras). Menurutnya miras itu adalah candu masyarakat, yang bisa merusak moral masyarakat Papua.

Seperti diketahui, minuman keras tradisional yang disebut sofi banyak dibuat oleh warga dari meniris bunga kelapa. Bahkan, membuat sofi sudah menjadi mata pencarian yang sulit ditinggalkan karena keuntungan dan kemudahan membuat. Sofi biasa dijual seharga Rp 30.000 per botol minuman kemasan ukuran 600 mililiter.

Dikatakan Yermias, miras menjadi salah satu masalah di antara banyak masalah di tanah Papua. Miras telah menjadi kepala batu dan membunuh orang Papua. Angka kematian orang Papua saat ini semakin tinggi. Sementara itu, angka kelahiran sungguh sedikit. Hampir setiap saat orang Papua banyak yang mati, diantaranya mati karena alcohol. Pokoknya, mati banyak!

Realitasnya alkohol memang membunuh. Tetapi, pemerintah bilang miras itu untuk Pendapatan Asli Daerah. Hingga saat ini, miras terus didatangkan ke Papua dengan perlindungan hukum dari pemerintah daerah setempat. Pelarangan miras hanya terkesan retorika belaka.

Jika membuka lembaran sejarah Papua, kebiasaan minum alkohol muncul di kalangan orang Papua, menurut Yermias, adalah melalui kontak orang-orang kulit putih dari Eropa, Melayu dan orang Timor dari Tidore Ternate. Orang pegunungan di Papua, sama sekali tidak mengenal minuman beralkohol. Tidak ada tradisi pesta minuman keras, karena tidak ada baku untuk produksi alkohol.

Daerah pesisir pantai Papua lebih dahulu sudah melakukan kontak dengan orang luar Papua dan telah mengenal minuman beralkhohol dari pohon kelapa ataupun aren yang disebut sagero(saguer/bobo). Namun, minuman keras tradisional itu tidak membunuh seorang aktivis Aborigin. Charles Perkin menuliskan, bahwa orang Aborigin sering minum dalam pertemuan-pertemuan tradisional.

Bahaya Miras

Di kalangan para pecandu alkohol di Papua. Kadang minum hanya untuk mencari perhatian, ataupun untuk melampiaskan emosi. Dengan demikian mereka terlihat sebagai manusia yang tidak dewasa menyelesaikan masalah.

Beberapa teman mengakui bahwa, dengan minum alkohol (mabuk) membuat mereka percaya diri, berani tampil di depan umum untuk mengekspresikan diri tentang bakatnya yang terpendam. Ataupun berani untuk membuat kegaduhan, bahkan ada yang menjadi berani untuk terlibat dalam kasus pemerkosaan, perkelahian dan pembuhuhan. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Drs. Daud Sihombing SH.

“Dari catatan polisi setiap laporan akhir tahun, semua kejadian kriminal seperti pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, pencurian, penipuan, pemerasan, teror dan seterusnya berawal dari miras. Miras ini membuat orang menjadi pemalas, bermental santai tetapi ingin mendapat untung besar, dan semangat belajar para siswa sekolah pun menurun. Ini terjadi, karena nalar seorang alkoholik sudah tidak berfungsi sebagai manusia normal, bahkan seperti orang kelainan jiwa alias gila,” kata petinggi polisi tersebut.

Pecandu alkohol di Papua terus bertambah. Sudah menjarah di kalangan muda dan tua. Miras menyebakan meningkatnya tingkat kriminalitas di kota maupun di perkampungan. Dan saat ini, pembunuhan bermotif alkohol semakin gencar untuk melakukan tindakan genosida di Papua.

Ada beberapa kasus, misalkan pada tahun 1999, seorang intelek Papua, Obet Badii, Dosen Filsafat Fajar Timur yang dibunuh oknum tertentu. Untuk menghilangkan jejak, pembunuh lalu menumpahi minuman beralkohol di bagian mulutnya. Padahal yang sebenarnya ia tidak biasa mengonsumsi minuman beralkohol.

Salah satu masalah utama yang saat ini sedang dihadapi orang Papua adalah alkoholisme atau sering disebut kecanduan alkohol (alkoholik). Ini tidak berarti semua anggota masyarakat Papua alkoholik, tetapi alkohol sudah meradang bagaikan penyakit kanker yang lama kelamanan membunuh.

Banyak orang Papua mati karena mengonsumsi miras. Miras telah membunuh, baik membunuh secara fisik maupun karakter sebagai orang Papua. Membunuh secara fisik karena (1) miras bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, liver dsb; (2) Seorang bisa membunuh setelah dia minum sampai mabuk. (Desastian/blog)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Usai shalat asar dalam perjalanan pulang, pria ini dituduh mencuri ampli mushalla. Tanpa pembuktian dan pengadilan, ia dianiaya, dikepruk, ditelanjangi dan dibakar hingga tewas....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim putra Makassar ini mendapatkan beasiswa program S1 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, tapi terkendala biaya transport. Ayahnya sudah wafat, ibunya seorang guru ngaji....

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Anak mujahid ini tergolek di rumah sakit, sementara sang ayah sedang menjalani ujian penjara akibat amaliah jihad bersama Kafilah Mujahidin Aceh beberapa tahun silam. ...

Latest News
Riba Dosanya Gede Banget, Mending Ikut Solusi Pikulbareng.com

Riba Dosanya Gede Banget, Mending Ikut Solusi Pikulbareng.com

Kamis, 24 Aug 2017 13:07

135 Anggota Sayap Kanan Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

135 Anggota Sayap Kanan Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Kamis, 24 Aug 2017 12:30

Jokowi Temui Sekjen Partai Komunis Vietnam, DSKS: Seharusnya Pemerintah Selektif Jalin Kerjasama

Jokowi Temui Sekjen Partai Komunis Vietnam, DSKS: Seharusnya Pemerintah Selektif Jalin Kerjasama

Kamis, 24 Aug 2017 11:52

Rincian Puasa di Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Rincian Puasa di Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Kamis, 24 Aug 2017 11:49

Menghentikan Ketergantungan Impor Garam

Menghentikan Ketergantungan Impor Garam

Kamis, 24 Aug 2017 11:27

Soal Perppu Ormas, Perhimpunan Al Irsyad: Pemerintah Perlu Kaji Ulang

Soal Perppu Ormas, Perhimpunan Al Irsyad: Pemerintah Perlu Kaji Ulang

Kamis, 24 Aug 2017 10:52

Kuasa Hukum Nilai Dakwaan JPU terhadap Alfian Tanjung Tidak Jelas

Kuasa Hukum Nilai Dakwaan JPU terhadap Alfian Tanjung Tidak Jelas

Kamis, 24 Aug 2017 10:41

Tim Advokasi Alfian Tanjung Ajukan Penangguhan Penahanan

Tim Advokasi Alfian Tanjung Ajukan Penangguhan Penahanan

Kamis, 24 Aug 2017 10:29

Keren! Universitas Indonesia temukan tablet berbahan rumput laut

Keren! Universitas Indonesia temukan tablet berbahan rumput laut

Kamis, 24 Aug 2017 10:23

Ini 10 Fakta Soal Murtadin 'Penghina Nabi' Fadil Mulya yang Mengaku Ustadz

Ini 10 Fakta Soal Murtadin 'Penghina Nabi' Fadil Mulya yang Mengaku Ustadz

Kamis, 24 Aug 2017 10:22

Vaksin Rubella Disebut Halal, Indonesia Halal Watch: Kemenkes Lakukan Kebohongan Publik

Vaksin Rubella Disebut Halal, Indonesia Halal Watch: Kemenkes Lakukan Kebohongan Publik

Kamis, 24 Aug 2017 10:11

Ustadz Bey

Ustadz Bey "Pendeta Islam" Naik Haji

Kamis, 24 Aug 2017 09:29

Duta Besar Rusia untuk Sudan Ditemukan Tewas di Kediamannya di Khartoum

Duta Besar Rusia untuk Sudan Ditemukan Tewas di Kediamannya di Khartoum

Kamis, 24 Aug 2017 06:45

Pelakor, Saat Perempuan Hobi Menyakiti Sesamanya

Pelakor, Saat Perempuan Hobi Menyakiti Sesamanya

Kamis, 24 Aug 2017 00:14

Niatkan Lelahmu karena Lillah, Wahai Para Ikhwah!

Niatkan Lelahmu karena Lillah, Wahai Para Ikhwah!

Rabu, 23 Aug 2017 22:01

Yusril: Sebagai Pewaris Pemikiran Masyumi, PBB Tegas Tidak Kompromi dengan Komunis!

Yusril: Sebagai Pewaris Pemikiran Masyumi, PBB Tegas Tidak Kompromi dengan Komunis!

Rabu, 23 Aug 2017 21:43

Chad Tutup Kedubes Qatar, Beri Tenggat Waktu 10 Hari Pada Seluruh Staf Untuk Pergi

Chad Tutup Kedubes Qatar, Beri Tenggat Waktu 10 Hari Pada Seluruh Staf Untuk Pergi

Rabu, 23 Aug 2017 21:33

Sindikat Pemain Isu SARA Diduga Bermain di DKI dan Jabar, Andi: Di DKI Sudah Keok

Sindikat Pemain Isu SARA Diduga Bermain di DKI dan Jabar, Andi: Di DKI Sudah Keok

Rabu, 23 Aug 2017 20:43

Sambutan Jokowi ke Sekjen Partai Komunis Vietnam seperti Kepala Negara Dinilai Berlebihan?

Sambutan Jokowi ke Sekjen Partai Komunis Vietnam seperti Kepala Negara Dinilai Berlebihan?

Rabu, 23 Aug 2017 19:49

Jika Tampilkan Pramugari Berbikini, FAUIB Magelang Minta Pemerintah Batalkan Izin Vietjet Air

Jika Tampilkan Pramugari Berbikini, FAUIB Magelang Minta Pemerintah Batalkan Izin Vietjet Air

Rabu, 23 Aug 2017 19:30


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X