Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
5.321 views

Keresahan Warga Non-Muslim di Papua Terhadap Miras (Bagian I)

PAPUA (VoA-Islam) – Pejabat di Papua mengatakan, tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Merauke sebagian besar disebabkan oleh miras. Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Merauke, selama tahun 2011 terdapat 64 kasus KDRT serta kekerasan dan pelecehan terhadap hak perempuan. Banyak warga membuat miras sebagai mata pencarian.

Ternyata, masyarakat Merauke pun membutuhkan peraturan daerah yang mengatur tentang pembuatan dan peredaran minuman keras. Perda dibutuhkan untuk menekan angka kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap perempuan.

Menarik untuk disimak, seorang warga Papua bernama Yermias Degei dalam sebuah blog pribadinya (www.ferifile.co.cc)menyatakan keresahan dan kegalauannya terhadap minuman keras (miras). Menurutnya miras itu adalah candu masyarakat, yang bisa merusak moral masyarakat Papua.

Seperti diketahui, minuman keras tradisional yang disebut sofi banyak dibuat oleh warga dari meniris bunga kelapa. Bahkan, membuat sofi sudah menjadi mata pencarian yang sulit ditinggalkan karena keuntungan dan kemudahan membuat. Sofi biasa dijual seharga Rp 30.000 per botol minuman kemasan ukuran 600 mililiter.

Dikatakan Yermias, miras menjadi salah satu masalah di antara banyak masalah di tanah Papua. Miras telah menjadi kepala batu dan membunuh orang Papua. Angka kematian orang Papua saat ini semakin tinggi. Sementara itu, angka kelahiran sungguh sedikit. Hampir setiap saat orang Papua banyak yang mati, diantaranya mati karena alcohol. Pokoknya, mati banyak!

Realitasnya alkohol memang membunuh. Tetapi, pemerintah bilang miras itu untuk Pendapatan Asli Daerah. Hingga saat ini, miras terus didatangkan ke Papua dengan perlindungan hukum dari pemerintah daerah setempat. Pelarangan miras hanya terkesan retorika belaka.

Jika membuka lembaran sejarah Papua, kebiasaan minum alkohol muncul di kalangan orang Papua, menurut Yermias, adalah melalui kontak orang-orang kulit putih dari Eropa, Melayu dan orang Timor dari Tidore Ternate. Orang pegunungan di Papua, sama sekali tidak mengenal minuman beralkohol. Tidak ada tradisi pesta minuman keras, karena tidak ada baku untuk produksi alkohol.

Daerah pesisir pantai Papua lebih dahulu sudah melakukan kontak dengan orang luar Papua dan telah mengenal minuman beralkhohol dari pohon kelapa ataupun aren yang disebut sagero(saguer/bobo). Namun, minuman keras tradisional itu tidak membunuh seorang aktivis Aborigin. Charles Perkin menuliskan, bahwa orang Aborigin sering minum dalam pertemuan-pertemuan tradisional.

Bahaya Miras

Di kalangan para pecandu alkohol di Papua. Kadang minum hanya untuk mencari perhatian, ataupun untuk melampiaskan emosi. Dengan demikian mereka terlihat sebagai manusia yang tidak dewasa menyelesaikan masalah.

Beberapa teman mengakui bahwa, dengan minum alkohol (mabuk) membuat mereka percaya diri, berani tampil di depan umum untuk mengekspresikan diri tentang bakatnya yang terpendam. Ataupun berani untuk membuat kegaduhan, bahkan ada yang menjadi berani untuk terlibat dalam kasus pemerkosaan, perkelahian dan pembuhuhan. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Drs. Daud Sihombing SH.

“Dari catatan polisi setiap laporan akhir tahun, semua kejadian kriminal seperti pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, pencurian, penipuan, pemerasan, teror dan seterusnya berawal dari miras. Miras ini membuat orang menjadi pemalas, bermental santai tetapi ingin mendapat untung besar, dan semangat belajar para siswa sekolah pun menurun. Ini terjadi, karena nalar seorang alkoholik sudah tidak berfungsi sebagai manusia normal, bahkan seperti orang kelainan jiwa alias gila,” kata petinggi polisi tersebut.

Pecandu alkohol di Papua terus bertambah. Sudah menjarah di kalangan muda dan tua. Miras menyebakan meningkatnya tingkat kriminalitas di kota maupun di perkampungan. Dan saat ini, pembunuhan bermotif alkohol semakin gencar untuk melakukan tindakan genosida di Papua.

Ada beberapa kasus, misalkan pada tahun 1999, seorang intelek Papua, Obet Badii, Dosen Filsafat Fajar Timur yang dibunuh oknum tertentu. Untuk menghilangkan jejak, pembunuh lalu menumpahi minuman beralkohol di bagian mulutnya. Padahal yang sebenarnya ia tidak biasa mengonsumsi minuman beralkohol.

Salah satu masalah utama yang saat ini sedang dihadapi orang Papua adalah alkoholisme atau sering disebut kecanduan alkohol (alkoholik). Ini tidak berarti semua anggota masyarakat Papua alkoholik, tetapi alkohol sudah meradang bagaikan penyakit kanker yang lama kelamanan membunuh.

Banyak orang Papua mati karena mengonsumsi miras. Miras telah membunuh, baik membunuh secara fisik maupun karakter sebagai orang Papua. Membunuh secara fisik karena (1) miras bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, liver dsb; (2) Seorang bisa membunuh setelah dia minum sampai mabuk. (Desastian/blog)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, IDC menerima order 56 juta rupiah untuk masuk sekolah dan pesantren, jadi tanggungjawab kaum muslimin....

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Terlahir dengan penyakit gangguan fungsi empedu, kondisi balita Anindya Mujahidah sangat memprihatinkan: perut membesar, mata dan tubuhnya menguning. Ia harus menjalani transplantasi hati...

Ustadz Ba'asyir: Kita Berdosa Jika Ada Yatim Syuhada Terlantar Akibat Ketidakpedulian Kita

Ustadz Ba'asyir: Kita Berdosa Jika Ada Yatim Syuhada Terlantar Akibat Ketidakpedulian Kita

Kaum muslimin wajib menyantuni anak-anak yatim para syuhada dan mujahidin. Jangan sampai kita semua berdosa karena ada anak Yatim Syuhada yang terlantar akibat ketidakpedulian kita...

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Latest News
BNPT Sebut 500 WNI Gabung Islamic State di Suriah

BNPT Sebut 500 WNI Gabung Islamic State di Suriah

Jum'at, 06 May 2016 13:22

Islamic State (IS) Luncurkan Ofensif Besar Terhadap Militer Suriah di Homs

Islamic State (IS) Luncurkan Ofensif Besar Terhadap Militer Suriah di Homs

Jum'at, 06 May 2016 13:00

Hadapi Perang Pemikiran dan Kembalikan Kejayaan Islam, Umat Diminta Utamakan Ukhuwah

Hadapi Perang Pemikiran dan Kembalikan Kejayaan Islam, Umat Diminta Utamakan Ukhuwah

Jum'at, 06 May 2016 12:03

Persatuan Islam Serukan Umat Islam Indonesia Beri Bantuan Kemanusiaan kepada Korban Aleppo

Persatuan Islam Serukan Umat Islam Indonesia Beri Bantuan Kemanusiaan kepada Korban Aleppo

Jum'at, 06 May 2016 11:49

Jenderal AS: Al-Qaidah dan Taliban Tingkatkan Hubungan di Afghanistan

Jenderal AS: Al-Qaidah dan Taliban Tingkatkan Hubungan di Afghanistan

Jum'at, 06 May 2016 11:30

Jaisyul Fath Tewaskan Puluhan Milisi Syi'ah Bayaran Pro-Assad di Pedesaan Selatan Aleppo

Jaisyul Fath Tewaskan Puluhan Milisi Syi'ah Bayaran Pro-Assad di Pedesaan Selatan Aleppo

Jum'at, 06 May 2016 10:00

Pedihnya Cinta Tak Berbalas, Meneladani Bunda Asma binti Abu Bakar dengan Ketulusannya

Pedihnya Cinta Tak Berbalas, Meneladani Bunda Asma binti Abu Bakar dengan Ketulusannya

Jum'at, 06 May 2016 09:49

Humas Polri: Dua Anggota Densus 88 Penjemput Siyono Tidak Akan Dipidanakan

Humas Polri: Dua Anggota Densus 88 Penjemput Siyono Tidak Akan Dipidanakan

Jum'at, 06 May 2016 09:36

Soal Bebasnya Tawanan Abu Sayyaf, Pengamat: Bukan Operasi Intelijen & Militer, tapi Operasi Pasar

Soal Bebasnya Tawanan Abu Sayyaf, Pengamat: Bukan Operasi Intelijen & Militer, tapi Operasi Pasar

Jum'at, 06 May 2016 09:03

Semasa Hidup, Kombes Riad Dikabarkan Pernah Jadi Penyidik Perkara Ustadz Abu Bakar Baasyir

Semasa Hidup, Kombes Riad Dikabarkan Pernah Jadi Penyidik Perkara Ustadz Abu Bakar Baasyir

Jum'at, 06 May 2016 08:35

Rezim Assad Langgar Gencatan Senjata, Lanjutkan Bombardir Kota Aleppo yang Dikuasai Oposisi

Rezim Assad Langgar Gencatan Senjata, Lanjutkan Bombardir Kota Aleppo yang Dikuasai Oposisi

Jum'at, 06 May 2016 08:20

API: Ratusan Warga Sipil Tewas di Aleppo, Dunia Internasional Membisu

API: Ratusan Warga Sipil Tewas di Aleppo, Dunia Internasional Membisu

Jum'at, 06 May 2016 07:11

Di Balik Isu Desakan Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia

Di Balik Isu Desakan Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia

Jum'at, 06 May 2016 06:56

Kisah Mualaf Paul dari Austin, Ingin Menyangkal Al Quran Membawanya pada Islam

Kisah Mualaf Paul dari Austin, Ingin Menyangkal Al Quran Membawanya pada Islam

Jum'at, 06 May 2016 06:30

Kecurigaan Pengamat ke Pemerintah Terkait Buru-burunya RUU Tax Amnesty

Kecurigaan Pengamat ke Pemerintah Terkait Buru-burunya RUU Tax Amnesty

Jum'at, 06 May 2016 06:03

Ketua ICMI Jawa Barat Ingatkan Bahaya Kapitalisme

Ketua ICMI Jawa Barat Ingatkan Bahaya Kapitalisme

Kamis, 05 May 2016 23:32

Perlawanan Umat Islam? Ah Kecil...

Perlawanan Umat Islam? Ah Kecil...

Kamis, 05 May 2016 22:59

Menurut HTI, Ada Dua Kunci Bagi Tegaknya Khilafah

Menurut HTI, Ada Dua Kunci Bagi Tegaknya Khilafah

Kamis, 05 May 2016 22:20

Hadirilah! Tabligh Akbar 'Fitnah Akhir Zaman' di Bogor

Hadirilah! Tabligh Akbar 'Fitnah Akhir Zaman' di Bogor

Kamis, 05 May 2016 21:44

Banyak Permasalahan & Kontroversi Sejak Jokowi Memimpin, Berikut Infonya

Banyak Permasalahan & Kontroversi Sejak Jokowi Memimpin, Berikut Infonya

Kamis, 05 May 2016 21:41


Must Read!
X