Babi Dikompetisi MaterChef Spanyol, Soko: Agama Saya Lebih Penitng Dari ApapunKamis, 30 Apr 2026 19:47 |
|
Memberi Nama Anak ''Abdul Mu’thi'' Bolehkah?Kamis, 30 Apr 2026 16:52 |
|
Istri Minta Suami Cukur Jenggot, Haruskah Dituruti?Kamis, 30 Apr 2026 14:20 |
|
Innalillahi, Korban Wafat dalam Musibah Kereta di Bekasi Timur Menjadi 16 OrangRabu, 29 Apr 2026 16:36 |
|
Tragedi Bekasi Timur: Saat Nyawa Rakyat Tergadai di Antara Regulasi dan PencitraanRabu, 29 Apr 2026 11:10 |
|
Suspend Mayor SPPG Dipastikan Tak Terima InsentifRabu, 29 Apr 2026 11:08 |
|
Ust. Anwar Anshari Mahdum Ajak Warga Bekasi Ramaikan Aksi ''Bekasi Bersama Palestina Jilid 6''Selasa, 28 Apr 2026 16:55 |
|
Adzan dan Iqomah di Telinga Bayi yang Baru LahirSelasa, 28 Apr 2026 16:10 |
|
Memboikot Produk Yahudi Tapi Menelan Kurikulum YahudiSelasa, 28 Apr 2026 10:28 |


Sebagai gantinya, lanjut Roni, migas dan SDA lainnya dikelola dengan sistem yang sejalan dengan religiusitas umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk negeri, yaitu syariah Islam. “Menurut syariah, migas harus dikelola oleh negara yang hasilnya diperuntukkan bagi sebesar-besarnya kemakmuran seluruh rakyat!” pekiknya di depan sekitar seribu peserta aksi.
Maka HTI pun menyeru kepada umat Islam untuk lebih giat dalam perjuangan mewujudkan kehidupan Islam, yakni kehidupan yang di dalamnya diterapkan syariah Islam secara kaffah dalam naungan khilafah. “Hanya dengan cara itu kerahmatan Islam yang dijanjikan Allah SWT, termasuk pengelolaan SDA khususnya migas, insya Allah akan terwujud!” simpulnya.



