Saat Pikiran Buntu dan Bingung, Coba ''Reset'' dengan IstighfarKamis, 18 Jun 2026 13:29 |
|
Abdurrahman Al-Sumait: Sang Dokter, Dai Penuntun 11 Juta Orang Afrika BersyahadatKamis, 18 Jun 2026 13:25 |
|
Setan Bisu: Tidak Menyuarakan Kebenaran dan Diam Terhadap KemungkaranRabu, 17 Jun 2026 13:35 |
|
Diakui Dunia, Kepala BPJPH Raih Gelar Profesor Emeritus dari Korea SelatanSelasa, 16 Jun 2026 15:01 |
|
Audit Diri Sebelum “Game Over”: 4 Pertanyaan Besar yang Bakal Mengunci Langkah Kita di AkhiratSelasa, 16 Jun 2026 13:26 |
|
Ketum Al Washliyah: Persatuan Ormas Islam Kebutuhan Mendesak di Tengah Tantangan ZamanSelasa, 16 Jun 2026 10:04 |
|
Mengoreksi Kekeliruan Doa Khusus Akhir dan Awal Tahun Hijriah: Benarkah Ada Dalilnya?Senin, 15 Jun 2026 11:20 |
|
''Kalian Takut Angin, Kami Takut Allah!'' – Keteguhan Iman Pelatih Senegal Guncang Piala DuniaSenin, 15 Jun 2026 10:17 |
|
Tyo Ardiyanto, Adyaksa Dault, Pengkritik & Penjilat PrabowoSenin, 15 Jun 2026 09:58 |


Khilafah, lanjut Rahmat, adalah satu-satunya institusi negara yang legal dalam Islam yang tugasnya menyebarluaskan keadilan, menghilangkan kezaliman dan menjaga ketenteraman hidup kaum Muslim maupun non Muslim.
Selain di Jakarta, HTI pun menggelar aksi Solidaritas untuk Umat Islam Suriah, “Tumbangkan Thaghut Basyar Al-Asad, Tegakkan Khilafah” ini di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk di Medan, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makassar dan Kendari.
Aksi solidaritas tersebut dilakukan dengan diiringi doa kepada Allah SWT agar rakyat Suriah bisa meraih kesuksesan dengan dua kemuliaan, di dunia dan akhirat. “Di dunia dengan tegaknya kembali syariah dalam bingkai khilafah dan di akhirat dapat pahala yang berlimpah,” pungkasnya. [Abu Fadhilah]



