Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
14.874 views

Uskup Panik dengan Pemberitaan Kepala Suku Asmat Besar Masuk Islam

JAKARTA (VoA-Islam) – Pemberitaan syahadatnya “Kepala Suku Besar Asmat Masuk Islam, membuat Pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Agats-Asmat, Papua, Mgr Aloysius Murwito OFM, menjadi panik. Atas pemberitaan tersebut, Sang Uskup memberi tanggapan panjang lebar berupa bantahan melalui email Voa-Islam.

Menurut Uskup, yang masuk Islam di Suku Asmat bukanlah Kepala Suku Besar, melainkan hanya warga biasa. Ketika dikonfirmasi, Ustadz Fadzlan Garamatan yang turut mensyahadatkan Umar Abdullah, sang kepala suku, dengan enteng mengatakan, bantahan itu tak perlu ditanggapi.

Berikut ini tanggapan (klarifikasi) dari keuskupan tentang berita “Kepala Suku Besar Asmat Masuk Islam” yang ditujukan Pimpinan Majelis Ulama Islam Asmat dan Kepala Penyelenggara Islam Kantor Kementrian Agama Kab. Asmat di Agats – Asmat:

Menyimak pemberitaan yang dibuat oleh saudara-saudari muslim lewat media maya tentang “Kepala Suku Besar Asmat Masuk Islam” sungguh disayangkan karena tidak benar. Mungkin ada benarnya bahwa ada orang Asmat dari Kampung Per bersama keluarganya sebagaimana diberitakan masuk Islam, tetapi bahwa dia adalah seorang kepala suku besar Asmat sungguh suatu kekeliruan atau kesalahan. Pemberitaan sensasional yang keliru atau salah ini langsung mau pun tidak langsung memiliki dampak religius, sosial dan kultural dalam kehidupan bersama di Asmat.

Menyadari semua itu maka kami sebagai Uskup Keuskupan Agats yang adalah Pemimpin Tertinggi Gereja Keuskupan Agats – Asmat ingin menyampaikan beberapa klarifikasi dan harapan atau himbauan kepada kita semua khususnya MUI Asmat dan Kepala Penyelenggara Islam Kantor Kementrian Agama Kab. Asmat, demi terciptanya kerukunan, toleransi dan persaudaraan sejati dalam hidup bersama di tanah Asmat ini. Semoga klarifikasi dan himbauan ini menjadi masukan dan pertimbangan yang membantu kita semua dalam membangun komunikasi yang lebih benar dan objektif.

Klarifikasi : “Kepala Suku Besar Asmat”

Dalam klarifikasi lainnya, Sang Uskup menulis bantahannya:

- Pengakuan atau gelar Kepala Suku Besar Asmat yang diberikan kepada Sinansius Kayimter (Umar Abdullah Kayimter) tidak benar. Pernyataan atau pemberitaan itu adalah sebuah kebohongan public karena tidak pernah terjadi dan tidak pernah ada dalam kebudayaan suku Asmat sampai dengan saat ini. Gelar kepala suku hanya diberikan, berlaku dan terbatas dalam satu rumpun saja. Kepala suku ini pun bersifat warisan – diturunkan dari leluhur – ayah pada garis lurus dan langsung.

Secara structural adat / budaya Asmat, yang ada dan diakui adalah Kepala Perang dan bukan Kepala Suku apalagi Kepala Suku Besar Asmat. Kepala suku itu ada tetapi bersifat local dan terbatas; artinya tidak diakui dan berlaku untuk seluruh Asmat. Untuk saudara Sinansius, ia adalah warga biasa seperti saudara dan saudari lain yang ditinggal di kampung Peer, Distrik Agats. Dalam struktur social dan budaya/adat, dia tidak memiliki posisi, kedudukan atau pun jabatan (kekuasaan) apa pun. Bahwa media kemudian memberitakan dia sebagai Kepala Suku Besar Asmat, adalah bentuk kebohongan belaka.

- Setelah dicermati dengan saksama dan berdasarkan document resmi gereja Katolik Keuskupan Agats – Asmat, saudara Sinansius Kayimter (Umar Abdullah Kayimter) adalah warga biasa yang lahir di Per tanggal 13 Desember 1962 dan dibaptis dalam Gereja Katolik pada tanggal 31 Januari 1963 di Per oleh Pastor Miller, OSC. Sebagai saksi pembaptisan waktu itu adalah bapak Mikael Apakci. Data kelahiran dan baptisan ini tercatat dalam buku Baptis Paroki Ewer No. LB. IV. 5988, tahun 1963.

Masih dalam bantahan sang Uskup:

- Perlu diketahui pula bahwa dewasa ini masyarakat mengenal yang namanya ketua LMAA (Lembaga Masyarkat Adat Asmat). LMAA ini diakui bersama baik oleh masyarakat adat maupun pemerintah yang diketuai oleh Bapak Yuvensius Alvons Biakai, BA. SH. Jabatan ini ia emban sebelum menjadi bupati sampai sekarang ketika ia dipilih dan menjabat sebagai Bupati Asmat dalam periode kedua berjalan.

- Kami sangat menyesal dan menyayangkan berita yang sensasional itu. Berita ini hemat kami sangat tendensius dan provokatif, dimana dengan mengatakan bahwa Kepala Suku Besar Asmat masuk Islam seolah-olah semua orang Asmat telah masuk atau menjadi islam. Kami mau mengatakan bahwa berita soal Sinansius dan keluarganya menjadi Islam mungkin benar tetapi bahwa dia seorang Kepala Suku Besar Asmat adalah suatu yang tidak benar, tidak objektif dan merupakan suatu kebohongan public yang direkayasa oleh orang tertentu, kelompok tertentu dan media yang memberitakannya.

- Tanpa kita sadari bahwa dampak dari pemberitaan yang tidak objektif ini dapat menciptakan keresahan dan konflik internal – konflik saudara – konflik keluarga antara masyarakat di kampung Per maupun kampung lain yang ada di Asmat ini.

Keuskupan pun memberi himbauan bersama:

- Kami mengharapkan agar pimpinan MUI dan Ketua Penyelenggara Agama Islam di Kantor Kementrian Agama Islam Kab. Asmat bisa meneruskan dan mengklarifikasi berita ini kepada sumber-sumber media on line sebagaimana beberapa Website dan Koran yang telah membuat pemberitaan yang tidak benar itu. Intinya bahwa Sinansius Kayimter (Umar Abdullah Kayimter) yang telah menjadi islam setelah melalui upacara pengukuhan pada tanggal 19 Pebruari 2012 di Masjid Darussalam, Jati Bening – Bekasi, Jawa Barat dengan didampingi oleh ustadz Fadhlan Garamatan dan Imam Masjid Istiqlal – Ali Hanayiah, sesungguhnya bukan Kepala Suku Besar Asmat. Yang bersangkutan hanyalah masyarakat biasa di kampung Per distrik Agats, Kabupaten Asmat.

- Kami meminta kepada saudara-saudari muslimin dan muslimah agar tetap menjaga toleransi, kerukunan dan persaudaraan antara umat beragama dan masyarakat di Asmat dengan menyampaikan, menyiarkan, mengajarkan, memberitakan segala sesuatu dan khususnya berkaitan dengan agama atau iman kepercayaan yang bersentuhan dengan agama atau kepercayaan lain secara objektif dan akurat. Jangan kita hanya menyebarkan berita bersifat isapan jempol, sensasional dan tendensius yang bisa berdampak pada disharmonitas dan konflik sosial di kalangan masyarakat Asmat dan Papua pada umumnya.

- Perlu diketahui dan disadari bersama bahwa semua masyarakat di Asmat telah memiliki iman dan menganut agama atau kepercayaan tertentu (tidak ada yang khafir). Untuk itu mari kita saling menghargai dan mendukung satu sama lain dalam ranah hidup bersama dengan semangat persaudaraan dan toleransi.

Demikian klarifikasi dan himbauan dari kami Uskup Keuskupan Agats (Pemimpin Gereja Katolik Agats-Asmat) semoga dapat menjadi masukan dan pertimbangan bagi kita semua. Atas perhatian dan tanggapan baik dari semua pihak saya sampaikan banyak terima kasih.

Agats, 9 Maret 2012

Hormat kami,

† Mgr. Aloysius Murwito, OFM
Uskup Keuskupan Agats

Seperti itulah bentuk ketakutan (paranoid) Sang Uskup. Tentu saja pemberitaan media Islam tentang masuknya Kepala Suku Besar Asmat itu sangat membuat resah para missionaris di Nuuwar (Papua). Mereka khawatir jika banyak pengikut Kepala Suku Asmat Besar itu akan berbondong-bondong masuk Islam. Allahu Akbar!!

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Ustadz Mulyadi tak bisa bekerja dan berdakwah. Dengan kaki membusuk, ia tinggal di rumah petak yang tak layak huni. Biaya hidup, pengobatan dan pendidikan anak-anak di pesantren terus menumpuk...

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Dalam kondisi terpuruk, sang anak patah tangan dan kaki jadi korban tabrak lari. Saat sulit, gereja menawarkan bantuan asal kembali Kristen. Ia butuh dana 19 juta untuk pengobatan dan modal usaha....

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Menjalani vonis 3 tahun penjara karena aktivitas jihad, Abu Umar menjalani operasi usus buntu. Istri dan keenam anaknya yang masih sekolah menumpang di rumah kerabatnya. Ayo Bantu!!!...

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah dua tahun lebih berjuang melawan penyakit kanker ganas, Ummu Fatimah meninggal dengan baik. Ia menghadap Rabbnya usai sedekah, memohon maaf dan ditalqin dua kalimat syahadat....

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan modal usaha warung makan untuk muallaf Siska Masyitoh telah diserahkan. Mudah-mudahan bisa hidup mandiri dan menatap masa depan dengan mulia tanpa jadi peminta-minta...

Latest News
10 Manfaat Menyusui pada Malam Hari

10 Manfaat Menyusui pada Malam Hari

Rabu, 29 Apr 2015 01:13

Terkait Miras, Indonesia Dianggap Lebih Liberal dari Barat

Terkait Miras, Indonesia Dianggap Lebih Liberal dari Barat

Selasa, 28 Apr 2015 23:09

FPKS Ecky Mucharam : Jokowi Lari Dari Mulut Buaya ke Mulut Naga?

FPKS Ecky Mucharam : Jokowi Lari Dari Mulut Buaya ke Mulut Naga?

Selasa, 28 Apr 2015 22:16

Anggota DPR RI: Legalkan Prostitusi, Ahok Rendahkan Wanita

Anggota DPR RI: Legalkan Prostitusi, Ahok Rendahkan Wanita

Selasa, 28 Apr 2015 22:10

Jokowi Menyerahkan Indonesia  Kepada Cina Secara Total

Jokowi Menyerahkan Indonesia Kepada Cina Secara Total

Selasa, 28 Apr 2015 22:03

Beri Legal Pelacuran, Ahok Penentang Agama, Moral, dan Budaya

Beri Legal Pelacuran, Ahok Penentang Agama, Moral, dan Budaya

Selasa, 28 Apr 2015 21:36

Sehari Bersama Perempuan Edisi IX: Menjadi Muslimah Penginspirasi

Sehari Bersama Perempuan Edisi IX: Menjadi Muslimah Penginspirasi

Selasa, 28 Apr 2015 21:34

Wapres RI: Prostitusi, Online Atau Tidak, Tetap Melanggar

Wapres RI: Prostitusi, Online Atau Tidak, Tetap Melanggar

Selasa, 28 Apr 2015 21:10

PBNU: Tidak Ada Toleransi Dalam Prostitusi

PBNU: Tidak Ada Toleransi Dalam Prostitusi

Selasa, 28 Apr 2015 20:35

Nama Sekolah Dicatut, EO Pesta Bikini Dilaporkan Polisi

Nama Sekolah Dicatut, EO Pesta Bikini Dilaporkan Polisi

Selasa, 28 Apr 2015 20:05

Fakta Mengejutkan Hubungan Demam Batu Akik Antara Hobbi, Syirk dan Syiah

Fakta Mengejutkan Hubungan Demam Batu Akik Antara Hobbi, Syirk dan Syiah

Selasa, 28 Apr 2015 18:57

Ini Keunikan dan Resiko Panggilan 'Gus' kepada Seseorang

Ini Keunikan dan Resiko Panggilan 'Gus' kepada Seseorang

Selasa, 28 Apr 2015 18:10

Saad Hariri Sebut Keterlibatan Syi'ah Hizbullat di Suriah Mengimpor 'Terorisme' ke Libanon

Saad Hariri Sebut Keterlibatan Syi'ah Hizbullat di Suriah Mengimpor 'Terorisme' ke Libanon

Selasa, 28 Apr 2015 17:32

Benarkah Nama Malaikat Pencabut Nyawa itu

Benarkah Nama Malaikat Pencabut Nyawa itu

Selasa, 28 Apr 2015 17:00

Kerjasama Antar-Masjid Mengendur, Dewan Da'wah Gelar Workshop Optimalisasi Peran dan Fungsi Masjid

Kerjasama Antar-Masjid Mengendur, Dewan Da'wah Gelar Workshop Optimalisasi Peran dan Fungsi Masjid

Selasa, 28 Apr 2015 17:00

Satu Tentara Saudi Tewas dalam Baku Tembak dengan Syi'ah Houtsi di Perbatasan Yaman

Satu Tentara Saudi Tewas dalam Baku Tembak dengan Syi'ah Houtsi di Perbatasan Yaman

Selasa, 28 Apr 2015 16:30

Kapolri Tegaskan Bahwa Jenggot dan Celana Cingkrang Bukan Identitas Teroris

Kapolri Tegaskan Bahwa Jenggot dan Celana Cingkrang Bukan Identitas Teroris

Selasa, 28 Apr 2015 16:00

500 Pasukan Keamanan Afghanistan Hilang Setelah Bentrokan Senjata dengan Mujahidin di Kunduz

500 Pasukan Keamanan Afghanistan Hilang Setelah Bentrokan Senjata dengan Mujahidin di Kunduz

Selasa, 28 Apr 2015 12:30

Bocor : Ternyata Media Tempo Hanyalah Kacungnya Rezim Jokowi

Bocor : Ternyata Media Tempo Hanyalah Kacungnya Rezim Jokowi

Selasa, 28 Apr 2015 11:17

Ahok Bakal Kualat Dengan Bikin Sertifikat Pelacuran Jakarta dan Apartemen Jakarta Sex Commercial Estate

Ahok Bakal Kualat Dengan Bikin Sertifikat Pelacuran Jakarta dan Apartemen Jakarta Sex Commercial Estate

Selasa, 28 Apr 2015 11:12



Must Read!
X