Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.162 views

Miris!! KPAI Temui Siswa SD Berprofesi sebagai Penyanyi Kelab Malam

JAKARTA (VoA-Islam) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan tim dari Kementerian Sosial menemui kediaman SA, murid kelas VI Sekolah Dasar (SD) di Jakarta Utara, yang bekerja di kelab malam. SA yang masih berusia 14 tahun (sebelumnya ditulis 12 tahun) itu harus menanggung beban berat. Setiap malam, dia bernyanyi di kafe-kafe atau kelab malam.

SA yang berperawakan mungil ini tinggal di gang-gang sempit di kawasan Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara, Selasa malam 24 April 2012. Saat menyambangi rumah SA, Tim dari KPAI dan Kemensos harus bernegosiasi terlebih dahulu di ujung gang dengan kedua orang tua SA, Taman dan Aminah. Saat tim tiba, Taman langsung menutup pintu rumah dan mengusir rombongan. Sekretaris KPAI M. Ikhsan dan tim lapangan Kemensos, Richardo, turut dalam rombongan ini.

Akhirnya tim dari KPAI dan Kemensos diizinkan bertemu SA. Tiba di dalam rumah, suasana sangat penuh sesak. Rumah non-permanen yang berpapan triplek itu dijejali rombongan dan para tetangga.

KPAI mengingatkan, bahwa SA tidak boleh bekerja karena usianya masih di bawah umur. Apalagi, kalau SA seperti menjadi tulang punggung keluarga. Kedua orangtua tidak membantah bahwa mereka meminta putri kecilnya itu untuk bekerja. "Iya, kami memang suruh dia bekerja di situ untuk bantu-bantu keluarga," kata Aminah, sang ibu.

Menemani Pelanggan

Malang bagi SA, murid kelas VI Sekolah Dasar (SD) berusia sekitar 12 tahun itu kini harus menjalani hari yang semakin berat. Setiap malam, sekitar pukul 21.00 WIB, SA harus sudah masuk kerja di sebuah klub malam. Malam pergi kerja sampai dini hari. Pagi harinya masuk sekolah dan mengikuti Ujian Nasional.

KPAI mendapat laporan dari warga sekitar tempat tinggal SA. Tim KPAI langsung turun melakukan komunikasi intensif dengan keluarga SA. Di klub malam. SA menemani pelanggan yang memesan minuman. "Dia menemani pelanggan-pelanggan yang pesan minum. Dia penjaja di kafe.  SA bekerja untuk membantu kebutuhan keluarga. Orangtuanya pemulung.
," kata Ikhsan.

KPAI akhirnya menurunkan tim untuk berkomunikasi dengan keluarga. Menurut Ikhsan, permasalahan ini bukan hal baru di Tanah Air. Banyak kasus sejenis, anak-anak di bawah umur yang membanting tulang mencari nafkah untuk menopang hidup keluarga."Di daerah Jatinegara, Kali Jodoh, Priok, itu banyak mas. Ini semua karena persoalan kemiskinan yang struktural. Tidak ada kerjaan lain demi mencari uang," kata Ikhsan. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Diawali dengan berniat karena Allah, berperan aktif menebarkan amal sholeh dan turut serta membantu pemerintah memberikan kemudahan kepada umat mendapatkan pelayanan kesehatan, maka Ulurtangan...

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X