Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.963 views

Buku Berkedok Pendidikan Karakter: Dari Syiah, Inklusif, hingga Gender

JAKARTA (VoA-Islam) – Masih membedah buku Materi Pangayaan Pendidikan Karakter untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Tingkat SMA yang diterbitkan oleh Maarif Institute. Pada Bab 3 tentang Hak Menjalankan Praktik Keagamaan, memuat peristiwa yang disadur dari pemberitaan di media massa, terkait soal kekerasan terhadap kaum Syiah di Sampang, Madura.

Berikut sepenggal cerita yang bertajuk Gali Ide:

“Kebhinekaan di Tanah Air kembali dinodai. Kekerasan atas nama agama kembali terjadi. Menjelang pergantian tahun, Kamis, 29 Desember sekitar pukul 9:15, pesantren milik warga Syiah di Nangkernang, Sampang, Madura, dibakar massa. Meski tidak menimbulkan korban, aksi ini menghanguskan tiga rumah dan satu musholla….”

Dalam peristiwa itu juga mengutip pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif yang mengutuk aksi kekerasan terhadap Syiah. Juga disinggung soal pengusiran terhadap aliran Ahmadiyah.

Ternyata, oh ternyata, beberapa lembaga non pemerintah juga turut berperan dalam mengkampanyekan wacana dan praktek pendidikan karakter seperti yang dilakukan oleh Sekolah Plus Muthahari, Bandung yang punya kepentingan untuk membela dirinya sebagai warga Syiah.  

Dari berita tersebut, siswa diminta untuk merenungkan dan menjawab pertanyaan, salah satunya: Bagaimana pandanganmu terhadap beberapa perda, kebijakan dan tindakan diskriminatif pihak berwajib yang berisi pelarangan pendirian tempat ibadah bagi agama tertentu?

Kemudian dalam pengayaan dibuku tersebut, dijelaskan: Mari kita coba menelaah dan memahami isi SKB 3 Menteri tentang pembangunan rumah ibadah dengan logika.

Ada ketidakjujuran penulis buku tersebut dalam mengurai fakta. Kenapa tidak disinggung pihak gereja yang telah menyalahi aturan SKB 3 Menteri. Seolah problema toleransi itu ada di kalangan umat Islam. Juga tidak dsebut, apakah ajaran Syiah itu? Bagaimana kesesatannya? Seharusnya, buku Materi Pendidikan Agama Islam (PAI) seperti ini menjelaskan tentang bagaimana kesesatan Syiah, dan pelanggaran yang dilakukan pihak gereja liar yang menyalahi aturan pemerintah setempat.

Lucunya lagi, dalam Bab 7, buku ini juga membahas soal Demokrasi. Seolah demokrasi berasal  dari Islam. Dengan mencomot dalil Al Qur’an (QS. Ali Imran: 159 dan As-Syura: 28), dijelaskan, tujuan pembelajaran  diharapkan agar peserta didik dapat berperilaku hidup demokratis dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih aneh lagi, sistem pemilihan dengan suara terbanyak (votting) dianggap sebagai bagian dari ajaran Islam. Bahkan, Nabi Muhammad dinilai sebagai sosok pribadi yang demokratis dalam kehidupan social.

Inklusif & Kesetaraan Gender

Terdapat dua bab (Bab 13 dan Bab 14) yang memasukkan pesan inklusif dalam buku pendidikan karakter Pendidikan Agama Islam tersebut. Dalam Bab 13, dijelaskan tujuan pembelajaran dari topic “Inklusif sebagai Semangat Peradaban Islam”, yakni peserta didik dapat memahami contoh-contoh terbaik praktek kehidupan social-keagamaan yang inklusif pada masa abad pertengahan.

Sedangkan pada Bab 14 berjudul Karakter Inklusif Islam Nusantara. Dijelaskan dalam ringkasan materi: “…Islam telah memberi warna kebudayaan bagi sejarah bangsa ini. Maka Islam tidak seharusnya dipisahkan atau dipertentangkan dengan budaya Nusantara.”

Tujuan pembelajaran adalah agar peserta didik memahami dan menerapkan upaya dakwah di Indonesia yang dilakukan dengan damai tanpa kekerasan ataupun peperangan.

Yang jelas, buku ini tidak memuat sejarah secara utuh. Ketahuilah, bahwa Islam menghadapi ujiannya ketika dihadang dan dikibiri oleh bangsa penjajah. Dengan dakwah dan jihad, Islam tegak di muka bumi Indonesia.

Kemudian, inti pelajaran yang dipetik dari siswa (menurut buku tersebut) adalah umat Islam sebagai penduduk mayoritas Nusantara, semestinya tidak lagi mempersoalkan hubungan Islam, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Ketiga konsep itu haruslah senafas agar Islam yang berkembang di Indonesia merupakan agama yang ramah, inklusif dan terbuka terhadap keragaman budaya.

Lalu disimpulkan, budaya Nusantara tersebut tidak semestinya dipertentangkan dengan Islam, sebab justru akan menambah khasanah dan kekayaan Islam yang rahmatan lil alamin.

Yang menjadi pertanyaan, apakah semua keragaman budaya bisa diterima oleh Islam? Tentu saja tidak. Budaya yang mengandung kemusyrikan sangat bertentangan dengan Islam itu sendiri. Dan satu hal, Islam itu bukanlah budaya, sehingga harus dipisah antara Islam sebagai agaman dan budaya itu sendiri.

Selanjutnya dalam Buku Materi Pengayaan Pendidikan Karakter untuk Mata Pelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) dalam Bab I (Bhineka Tunggal Ika) diajarkan soal nilai-nilai pluralism. Sedangkan dalam Bab 2 dijelaskan soal Kesetaraan Gender.

Dijelaskan, Bhineka Tunggal Ika itu berisi konsep pluralitas dan multikulturalitas dalam kesatuan kehidupan yang utuh. Salah satu prinsip yang terkandung dalam Bhineka Tunggal Ika yang bersifat inklusif dimaknai bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dibenarkan merasa dirinya yang paling benar, paling hebat, dan tidak mengakui harkat dan martabat pihak lain..”

Bagi yang kurang cermat membaca buku ini, akan terjebak dengan hal-hal yang kelihatannya normatif dan universal. Padahal dibalik itu terselubung kesesatan yang terbungkus oleh nilai-nilai. Sepertinya, kaum liberal dan Syiah bersatu untuk menyesatkan umat Islam melalui buku pelajaran yang menjadi bahan belajar mengajar di sekolah.

Bagi para guru PAI da PKn, berhati-hatilah. Jika tidak mau tersesat, abaikan buku materi pengayaan berkedok Pendidikan Karakter yang diterbitkan Maarif Institute itu. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Sabtu, 24 Feb 2018 22:30

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

Sabtu, 24 Feb 2018 22:15

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Sabtu, 24 Feb 2018 21:45

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Sabtu, 24 Feb 2018 21:25

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Sabtu, 24 Feb 2018 18:31

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Sabtu, 24 Feb 2018 17:31

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Sabtu, 24 Feb 2018 16:31

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Sabtu, 24 Feb 2018 15:21

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Sabtu, 24 Feb 2018 13:09

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Sabtu, 24 Feb 2018 13:06

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Sabtu, 24 Feb 2018 12:21

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Sabtu, 24 Feb 2018 11:21

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X