Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
4.994 views

Buku Berkedok Pendidikan Karakter: Dari Syiah, Inklusif, hingga Gender

JAKARTA (VoA-Islam) – Masih membedah buku Materi Pangayaan Pendidikan Karakter untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Tingkat SMA yang diterbitkan oleh Maarif Institute. Pada Bab 3 tentang Hak Menjalankan Praktik Keagamaan, memuat peristiwa yang disadur dari pemberitaan di media massa, terkait soal kekerasan terhadap kaum Syiah di Sampang, Madura.

Berikut sepenggal cerita yang bertajuk Gali Ide:

“Kebhinekaan di Tanah Air kembali dinodai. Kekerasan atas nama agama kembali terjadi. Menjelang pergantian tahun, Kamis, 29 Desember sekitar pukul 9:15, pesantren milik warga Syiah di Nangkernang, Sampang, Madura, dibakar massa. Meski tidak menimbulkan korban, aksi ini menghanguskan tiga rumah dan satu musholla….”

Dalam peristiwa itu juga mengutip pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif yang mengutuk aksi kekerasan terhadap Syiah. Juga disinggung soal pengusiran terhadap aliran Ahmadiyah.

Ternyata, oh ternyata, beberapa lembaga non pemerintah juga turut berperan dalam mengkampanyekan wacana dan praktek pendidikan karakter seperti yang dilakukan oleh Sekolah Plus Muthahari, Bandung yang punya kepentingan untuk membela dirinya sebagai warga Syiah.  

Dari berita tersebut, siswa diminta untuk merenungkan dan menjawab pertanyaan, salah satunya: Bagaimana pandanganmu terhadap beberapa perda, kebijakan dan tindakan diskriminatif pihak berwajib yang berisi pelarangan pendirian tempat ibadah bagi agama tertentu?

Kemudian dalam pengayaan dibuku tersebut, dijelaskan: Mari kita coba menelaah dan memahami isi SKB 3 Menteri tentang pembangunan rumah ibadah dengan logika.

Ada ketidakjujuran penulis buku tersebut dalam mengurai fakta. Kenapa tidak disinggung pihak gereja yang telah menyalahi aturan SKB 3 Menteri. Seolah problema toleransi itu ada di kalangan umat Islam. Juga tidak dsebut, apakah ajaran Syiah itu? Bagaimana kesesatannya? Seharusnya, buku Materi Pendidikan Agama Islam (PAI) seperti ini menjelaskan tentang bagaimana kesesatan Syiah, dan pelanggaran yang dilakukan pihak gereja liar yang menyalahi aturan pemerintah setempat.

Lucunya lagi, dalam Bab 7, buku ini juga membahas soal Demokrasi. Seolah demokrasi berasal  dari Islam. Dengan mencomot dalil Al Qur’an (QS. Ali Imran: 159 dan As-Syura: 28), dijelaskan, tujuan pembelajaran  diharapkan agar peserta didik dapat berperilaku hidup demokratis dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih aneh lagi, sistem pemilihan dengan suara terbanyak (votting) dianggap sebagai bagian dari ajaran Islam. Bahkan, Nabi Muhammad dinilai sebagai sosok pribadi yang demokratis dalam kehidupan social.

Inklusif & Kesetaraan Gender

Terdapat dua bab (Bab 13 dan Bab 14) yang memasukkan pesan inklusif dalam buku pendidikan karakter Pendidikan Agama Islam tersebut. Dalam Bab 13, dijelaskan tujuan pembelajaran dari topic “Inklusif sebagai Semangat Peradaban Islam”, yakni peserta didik dapat memahami contoh-contoh terbaik praktek kehidupan social-keagamaan yang inklusif pada masa abad pertengahan.

Sedangkan pada Bab 14 berjudul Karakter Inklusif Islam Nusantara. Dijelaskan dalam ringkasan materi: “…Islam telah memberi warna kebudayaan bagi sejarah bangsa ini. Maka Islam tidak seharusnya dipisahkan atau dipertentangkan dengan budaya Nusantara.”

Tujuan pembelajaran adalah agar peserta didik memahami dan menerapkan upaya dakwah di Indonesia yang dilakukan dengan damai tanpa kekerasan ataupun peperangan.

Yang jelas, buku ini tidak memuat sejarah secara utuh. Ketahuilah, bahwa Islam menghadapi ujiannya ketika dihadang dan dikibiri oleh bangsa penjajah. Dengan dakwah dan jihad, Islam tegak di muka bumi Indonesia.

Kemudian, inti pelajaran yang dipetik dari siswa (menurut buku tersebut) adalah umat Islam sebagai penduduk mayoritas Nusantara, semestinya tidak lagi mempersoalkan hubungan Islam, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Ketiga konsep itu haruslah senafas agar Islam yang berkembang di Indonesia merupakan agama yang ramah, inklusif dan terbuka terhadap keragaman budaya.

Lalu disimpulkan, budaya Nusantara tersebut tidak semestinya dipertentangkan dengan Islam, sebab justru akan menambah khasanah dan kekayaan Islam yang rahmatan lil alamin.

Yang menjadi pertanyaan, apakah semua keragaman budaya bisa diterima oleh Islam? Tentu saja tidak. Budaya yang mengandung kemusyrikan sangat bertentangan dengan Islam itu sendiri. Dan satu hal, Islam itu bukanlah budaya, sehingga harus dipisah antara Islam sebagai agaman dan budaya itu sendiri.

Selanjutnya dalam Buku Materi Pengayaan Pendidikan Karakter untuk Mata Pelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) dalam Bab I (Bhineka Tunggal Ika) diajarkan soal nilai-nilai pluralism. Sedangkan dalam Bab 2 dijelaskan soal Kesetaraan Gender.

Dijelaskan, Bhineka Tunggal Ika itu berisi konsep pluralitas dan multikulturalitas dalam kesatuan kehidupan yang utuh. Salah satu prinsip yang terkandung dalam Bhineka Tunggal Ika yang bersifat inklusif dimaknai bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dibenarkan merasa dirinya yang paling benar, paling hebat, dan tidak mengakui harkat dan martabat pihak lain..”

Bagi yang kurang cermat membaca buku ini, akan terjebak dengan hal-hal yang kelihatannya normatif dan universal. Padahal dibalik itu terselubung kesesatan yang terbungkus oleh nilai-nilai. Sepertinya, kaum liberal dan Syiah bersatu untuk menyesatkan umat Islam melalui buku pelajaran yang menjadi bahan belajar mengajar di sekolah.

Bagi para guru PAI da PKn, berhati-hatilah. Jika tidak mau tersesat, abaikan buku materi pengayaan berkedok Pendidikan Karakter yang diterbitkan Maarif Institute itu. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Preman Leo menghabiskan hidupnya dalam kerasnya kehidupan dan gelapnya kehidupan malam. Dengan dakwah Relawan IDC, ia bertaubat dan banyak beristigfar menjelang ajal, meninggalkan dua anak yatim....

IDC Bantu Persalinan Anak Mujahid Asir, Ayo Bantu Program Solidaritas Keluarga Mujahidin

IDC Bantu Persalinan Anak Mujahid Asir, Ayo Bantu Program Solidaritas Keluarga Mujahidin

IDC salurkan bantuan Rp 3.500.000 untuk biaya persalinan bayi Mujahid Asir (terpenjara). Mari bantu pendidikan, kesejahteraan dan kebutuhan darurat keluarga mujahidin....

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, IDC menerima order 56 juta rupiah untuk masuk sekolah dan pesantren, jadi tanggungjawab kaum muslimin....

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Terlahir dengan penyakit gangguan fungsi empedu, kondisi balita Anindya Mujahidah sangat memprihatinkan: perut membesar, mata dan tubuhnya menguning. Ia harus menjalani transplantasi hati...

Latest News
Mantap! Wali Kota Malang Perintahkan Shalat Berjamaah Awal Waktu

Mantap! Wali Kota Malang Perintahkan Shalat Berjamaah Awal Waktu

Kamis, 26 May 2016 19:26

Ketua Umum Dewan Da'wah Hadiri Pembukaan Sidang Tahunan Dewan Gubernur IDB ke-41

Ketua Umum Dewan Da'wah Hadiri Pembukaan Sidang Tahunan Dewan Gubernur IDB ke-41

Kamis, 26 May 2016 19:25

Indonesia Darurat Kekerasan Seksual, Bagaimana Solusi Jitunya?

Indonesia Darurat Kekerasan Seksual, Bagaimana Solusi Jitunya?

Kamis, 26 May 2016 19:20

KH Syuhada Bahri: Hukuman Kebiri Justru Membuat Pelaku Semakin Biadab

KH Syuhada Bahri: Hukuman Kebiri Justru Membuat Pelaku Semakin Biadab

Kamis, 26 May 2016 18:54

KPK Tunggu Demonstrasi Besar Tersangkakan Ahok/Tunggu Perang Badar Antar Warga dengan DKI?

KPK Tunggu Demonstrasi Besar Tersangkakan Ahok/Tunggu Perang Badar Antar Warga dengan DKI?

Kamis, 26 May 2016 17:45

Mantan Panglima Perang Era Sovyet Desak Taliban Bergabung dalam Rekonsiliasi di Afghanistan

Mantan Panglima Perang Era Sovyet Desak Taliban Bergabung dalam Rekonsiliasi di Afghanistan

Kamis, 26 May 2016 17:15

Membedah Kasus Halal di Bali HAS Training

Membedah Kasus Halal di Bali HAS Training

Kamis, 26 May 2016 16:47

Swiss Akan Denda 5000 USD bagi Siswa Muslim yang Menolak Jabat Tangan dengan Lawan Jenis

Swiss Akan Denda 5000 USD bagi Siswa Muslim yang Menolak Jabat Tangan dengan Lawan Jenis

Kamis, 26 May 2016 16:00

Di Forum Doha, Ustadz Zaitun Lantang Kritik Inggris Soal ISIS dan PBB Soal Palestina

Di Forum Doha, Ustadz Zaitun Lantang Kritik Inggris Soal ISIS dan PBB Soal Palestina

Kamis, 26 May 2016 11:45

Redakan Stres pada Pasangan dengan Menggenggam Tangannya

Redakan Stres pada Pasangan dengan Menggenggam Tangannya

Kamis, 26 May 2016 10:41

Persis Khawatirkan Tingginya Angka Perceraian Pasangan Muslim di Indonesia

Persis Khawatirkan Tingginya Angka Perceraian Pasangan Muslim di Indonesia

Kamis, 26 May 2016 10:30

Banyaknya Penganut Sunda Wiwitan Harus Jadi Fokus Ulama Bekasi

Banyaknya Penganut Sunda Wiwitan Harus Jadi Fokus Ulama Bekasi

Kamis, 26 May 2016 09:47

Pesawat Tempur Zionis Israel Luncurkan 2 Serang udara ke Jalur gaza

Pesawat Tempur Zionis Israel Luncurkan 2 Serang udara ke Jalur gaza

Kamis, 26 May 2016 09:32

Ahok: Gue Kasih Tahu ke Lu, Bir Itu Bukan Miras

Ahok: Gue Kasih Tahu ke Lu, Bir Itu Bukan Miras

Kamis, 26 May 2016 08:24

Soal Miras, Persis: Pemerintah Harusnya Utamakan Moralitas, Jangan  Non-Islam dan Wisatawan

Soal Miras, Persis: Pemerintah Harusnya Utamakan Moralitas, Jangan Non-Islam dan Wisatawan

Kamis, 26 May 2016 07:16

Pengamat Ini Berharap Gerindra Tetap Menjadi Oposisi Hingga 2019

Pengamat Ini Berharap Gerindra Tetap Menjadi Oposisi Hingga 2019

Kamis, 26 May 2016 07:01

Presiden Jokowi Umumkan Hukuman Kebiri bagi Pemerkosa

Presiden Jokowi Umumkan Hukuman Kebiri bagi Pemerkosa

Kamis, 26 May 2016 06:23

Gerindra Dihimbau Jangan Andalkan Konferensi Pers Saat Mengkritik Kebijakan Jokowi

Gerindra Dihimbau Jangan Andalkan Konferensi Pers Saat Mengkritik Kebijakan Jokowi

Kamis, 26 May 2016 05:01

Partai Oposisi Dihimbau Maksimalkan Perlawanan terhadap Kebijakan Anti Rakyat dari Pemerintah

Partai Oposisi Dihimbau Maksimalkan Perlawanan terhadap Kebijakan Anti Rakyat dari Pemerintah

Rabu, 25 May 2016 23:33

Kivlan Zein:  Kalau Pemerintah Sampai Laksanakan Rekomendasi Simposium 65, Kita akan Perang

Kivlan Zein: Kalau Pemerintah Sampai Laksanakan Rekomendasi Simposium 65, Kita akan Perang

Rabu, 25 May 2016 22:27


Must Read!
X