Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.738 views

Intelektual Muslim Patahkan Gelombang Liberalisasi dan Westernisasi

JAKARTA (VoA-Islam) – Kehadiran INSIST dan MIUMI ternyata membuat kaum liberal menjadi gerah. Karena para intelektual dan ulama muda, seperti Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, Dr. Adian Husaini, Dr. Adnin Armas, Dr. Fahmy Salim, Dr. Henry Muhammad dan peneliti muda lainnya, sangat concern dalam menekuni bidang filsafat dan pemikiran, sehingga dengan sangat mudah mematahkan pemikiran batil kelompok liberal yang selama ini kerap memarginalkan Islam.

Dalam konferensi pers di Gedung Bukopin, Jakarta Timur, sebelum launching buku berjudul “Misykat: Refleksi tentang Islam, Westernisasi & Liberalisasi”, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi mengatakan, seiring akan disahkannya Rancangan Undang-undang Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG) oleh DPR, tanpa disadari telah terjadi gelombang liberalisasi dalam segala hal. Sosok feminis seperti Irshad Manji yang membawa ide lesbianisme dan Lady Gaga yang mempertontonkan kevulgaran dan ritual setan dalam setiap panggungnya terus mencoba “mengotori” bumi yang dihuni umat Islam terbesar di dunia ini, Indonesia.

Munculnya kelompok pembela Irshad Manji dan Lady Gaga membuat kita bertanya, ada apa ini? Dikatakan Gus Hamid, begitu ia akrab disapa, gelombang westernisasi dan liberalisasi begitu deras menginvansi negeri ini, sehingga umat Islam Indonesia selalu dibuat cemas. “Kita prihatin, ada tokoh Komnas HAM yang ternyata seorang homo. Setelah Irshad Manji dan Lady Gaga, tokoh homo dan lesbi siapa lagi yang akan didatangkan kelompok liberal ke Tanah Air?”.

Dari fenomena liberalisasi dan westernisasi ini, buku berjudul Misykat ditulis oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, menjadi jawaban untuk mencounter penyesatan yang dilakukan kelompok liberal, meski ia tidak menjawabnya secara spesifik. “Saya hanya menjawa dari aspek pemikiran,” ujar Gus Hamid.  

Ada lima gelombang yang selama ini menjadi doktrin kaum liberal kepada umat Islam, yakni: 1) Nihilisme (menihilkan nilai-nilai) 2) Pluralisme 3) Desakralisasi 4) Equality, 5) Demokratisasi. Ke semua gelombang itu akan bermuara pada marginalisasi agama dan nilai-nilai luhur suatu bangsa. Ini berbahaya bagi generasi muda, khususnya generasi muda Islam.

Ketika kaum liberal mengkampanyekan, bahwa kebenaran menjadi relatif, akhirnya kita tidak boleh lagi bicara baik dan buruk. Pada saat “kekerasan atas nama agama” dianggap suatu hal yang serius, tapi giliran kekerasan seperti mutilasi, yang dilakukan bukan dari kalangan agama, seolah dianggap biasa, bahkan dinilai sebagai bentuk kekerasan yang bisa ditolerir.Ada apa ini? Kenapa agama dianggap jahat, sedangkan mutilasi dianggap biasa? Inilah era liberalisasi dan globalisasi.

Kata-kata yang sering dilontarkan seperti: jangan bawa-bawa agama ke ranah politik, jangan merasa benar sendiri, sesungguhnya ini pernyataan yang menyudutkan agama. Gelombang deskralisasi atau dekonstruksi  menyebabkan hilangnya nilai-nilai dan tidak ada lagi yang sakral. Gedung Gelora Bung Karno (GBK) yang selama ini dijadikan “tempat yang sakral” untuk menggelar sebuah event religius dan hal-yang bersifat nasional, bergeser menjadi panggung yang bernuansakan porno.

“Ini adalah pengghinaan sebuah tempat yang agung dan sacral, seolah sudah tidak ada lagi budaya yang luhur di negeri ini. Indonesia yang katanya berideologi Pancasila, justru dilabrak oleh aktivitas yang mengatasnamakan kebebasan berekspresi. Agama tidak diberi tempat untuk menyikapi suatu masalah, ini akibat liberalisasi dan westernisasi telah mengepung kita,” kata Gus Hamid

FPI dianggap sebagai simbol kekerasan, padahal elemen bangsa lain seperti MIUMI, Muhammadiyah, MUI, INSIST juga melakukan penolakan  terhadap Lady Gaga tanpa melakukan kekerasan.

Penyebaran Liberalisasi

Yang lebih memprihatinkan adalah wacana sekularisme, liberalisme dan pluralism kini telah memasuki ranah perguruan tinggi. Hari ini pendidikan di negeri ini telah terkontaminasi pemikiran liberal, pluralisme agama, dan relativisme. “Soal toleransi, umat Islam tak perlu diajari. Saya sudah keliling Eropa, ternyata toleransi yang terbaik adalah di Indonesia. Toleransi tidak akan ditemui di Barat.”

Gus Hamid berharap buku “Misykat” yang bernuasakan filosofis ini memberi kontribusi pemikiran yang mencerahkan, sehingga identitas bangsa Indonesia dapat dipertahankan. Kita dihadapi oleh tantangan dari luar. Gelombang pemikiran dan kebudayaan harus dihadapi dengan cara yang sama.

“Itulah sebabnya, invansi pemikiran liberalisasi dan westernisasi sebagai lifestyle harus dihadapi dan diselesaikan dengan cara intelektual dan pemikiran juga. Ketika kaum liberal hendak memarginalkan agama, maka kita patahkan mereka dengan intelektual dan keimanan yang kokoh. Sehingga ke depan Indonesia menjadi bermartabat,” jelas Gus Hamid yang juga Ketua Umum MIUMI.  Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Kamis, 18 Jul 2019 22:33

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Kamis, 18 Jul 2019 22:26

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Kamis, 18 Jul 2019 21:18

Kelompok Bersenjata Culik Anggota Parlemen Libya di Benghazi

Kelompok Bersenjata Culik Anggota Parlemen Libya di Benghazi

Kamis, 18 Jul 2019 20:26

Mantan PM Pakistan Ditangkap atas Tuduhan Korupsi

Mantan PM Pakistan Ditangkap atas Tuduhan Korupsi

Kamis, 18 Jul 2019 20:17

Wow! 21.000 Orang dari 162 Negara Mendaftar dalam Lomba Hapalan Al-Qur'an dan Adzan di Arab Saudi

Wow! 21.000 Orang dari 162 Negara Mendaftar dalam Lomba Hapalan Al-Qur'an dan Adzan di Arab Saudi

Kamis, 18 Jul 2019 20:15

Ini Poin-poin Penting Hasil Rakornas Bidang Infokom MUI 2019

Ini Poin-poin Penting Hasil Rakornas Bidang Infokom MUI 2019

Kamis, 18 Jul 2019 19:53

Pejuang Islamic State Penggal 4 Orang Mata-mata Pasukan Keamanan di Sinai Utara

Pejuang Islamic State Penggal 4 Orang Mata-mata Pasukan Keamanan di Sinai Utara

Kamis, 18 Jul 2019 19:15

Rusia Terjunkan Pasukan Khusus ke Idlib untuk Bantu Rezim Assad Rebut Benteng Terakhir Oposisi

Rusia Terjunkan Pasukan Khusus ke Idlib untuk Bantu Rezim Assad Rebut Benteng Terakhir Oposisi

Kamis, 18 Jul 2019 18:15

Pemimpin Senior Hamas Sebut Hubungan Mereka dengan Rezim Suriah Telah Putus Sejak 2012

Pemimpin Senior Hamas Sebut Hubungan Mereka dengan Rezim Suriah Telah Putus Sejak 2012

Kamis, 18 Jul 2019 17:15

Gerakan Bersenjata di Sudan: Deklarasi Politik Tidak Akan Mencapai Perdamaian

Gerakan Bersenjata di Sudan: Deklarasi Politik Tidak Akan Mencapai Perdamaian

Kamis, 18 Jul 2019 16:15

Pengamat: Idealnya Partai Pendukung Prawobo Menjadi Oposisi Pemerintah

Pengamat: Idealnya Partai Pendukung Prawobo Menjadi Oposisi Pemerintah

Kamis, 18 Jul 2019 15:27

AS 'Depak' Turki dari Program Jet Tempur F-35 Setelah Ankara Terima Rudal S-400 Rusia

AS 'Depak' Turki dari Program Jet Tempur F-35 Setelah Ankara Terima Rudal S-400 Rusia

Kamis, 18 Jul 2019 14:45

Drama MRT dan ''Undertable Transaction''

Drama MRT dan ''Undertable Transaction''

Kamis, 18 Jul 2019 14:05

Partai Pendukung Prabowo-Sandi Sebaiknya jadi Oposisi dan Siapkan Pemimpin untuk 5 Tahun Mendatang

Partai Pendukung Prabowo-Sandi Sebaiknya jadi Oposisi dan Siapkan Pemimpin untuk 5 Tahun Mendatang

Kamis, 18 Jul 2019 13:30

Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kamis, 18 Jul 2019 06:38

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Kamis, 18 Jul 2019 05:33

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Kamis, 18 Jul 2019 04:47

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kamis, 18 Jul 2019 03:56

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Kamis, 18 Jul 2019 02:51


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 16/07/2019 15:00

Tatkala Peran Media Dipertanyakan?