Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.692 views

MIUMI: Penyebaran Aliran Sesat Syiah di Indonesia Picu Perpecahan Umat

JAKARTA (VoA-Islam) – Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Hamid Fahmy Zarkasy menilai, bentrok massa yang terjadi di Sampang pada Ahad (26/8/2012) kemarin disebabkan adanya perbedaan aliran."Kerusuhan di Sampang bukan hanya karena kesukuan. Yang mendasar adalah akibat adanya perbedaan aliran, " ujarnya.

Gus Hamid, begitu ia akrab disapa, menilai aliran Syiah yang ada di Indonesia termasuk di Sampang merupakan aliran sesat. Selain itu, juga tidak layak dan tidak cocok diterapkan di Indonesia.

Gus Hamid mengungkapkan mayoritas umat Islam di Indonesia sudah jelas menganut paham Sunni. "Jadi kalau aliran ini masih juga disebarkan di Indonesia ini sudah jelas akan membawa risiko serta memicu perpecahan umat,'' lanjut pimpinan Pondok Modern Gontor itu.

Dia menambahkan seorang muslim di Iran juga sudah pernah menasehati untuk tidak menyebarkan aliran syiah ini ke Indonesia. Namun faktanya, lanjut Gus Hamid, kelompok syiah ini aktif sekali menyebarkan ajarannya.

Sebagaimana diketahui Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sampang sebenarnya juga telah mengeluarkan Fatwa No. A-035/MUI/Spg/I/2012 tentang Ajaran yang Disebarluaskan Tajul Muluk di Kecamatan Omben Kabupaten Sampang sebagai aliran sesat.

Begitu juga, MUI Propinsi Jawa Timur menindaklanjuti dan memperkuatnya dengan Keputusan Fatwa MUI Jawa Timur No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang Kesesatan Ajaran Syi'ah pada 21 Januari 2012 lalu.

MIUMI, kata Gus Hamid, tegas mendukung fatwa MUI tersebut. MIUMI menilai Syiah mempunyai perbedaan akidah dari segi imamah. "Mereka mempercayai 12 imam. Jika umat Islam tidak percaya pada imam ke-12 maka dianggap kafir. Dan ajaran ini termasuk dalam rukun iman mereka. Aliran ini dianggap sesat karena dalam ajaran Islam tidak ada rukun iman seperti itu," terang Gus Hamid.

Sikap Mendagri

Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi menilai tragedi kerusuhan di Kabupaten Sampang yang melibatkan kelompok Syiah hanyalah persoalan kriminal biasa. Sehingga, bentrok dua kelompok warga ini tidak ada sangkut pautnya dengan masalah Sunni dan Syiah.
 
"Jadi kejadian ini (bentrok di Kabupaten Sampang) lebih pada kriminal biasa yang akan ditangani oleh Polri secara cepat dan profesional," kata Gamawan usai melakukan rapat terbatas di Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (27/8/2012) malam.
 
Dia mengaku, rombangan menteri bersama dengan Kapolri dan Panglima TNI ini telah meninjau lokasi kejadian di Desa Karang Gayam Kecamatan Omben dan Desa Bluuran Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang. Setelah dari lokasi kejadian itu, rombongan tim dari Jakarta ini menggelar rapat dengan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Jatim.
 
Dari rapat terbatas ini, lanjut Gamawan, diambil sejumlah kebijakan untuk penyelesaian persoalan di Sampang, Madura itu. Pertama, kata Gamawan, Kapolri akan mengambil tindakkan tegas terhadap pelaku-pelaku kriminal. Kemudian penanganan masalah kemanusian terutama warga Syiah yang kehilangan tempat tinggal pasca kasus bentrok ini. Termasuk nasib sejumlah anak-anak di pengungsian yang terganggu masa sekolahnya.
 
"Permaslahan-permaslahan ini akan ditangani Pemerintah Pusat bersama Pemprov Jatim yang dibantu oleh Pemda setempat," ujarnya.
 
Tak hanya itu, dalam rapat yang digelar sekitar dua jam lebih ini juga memikirkan solusi untuk jangka panjang. Sehingga kejadian bentrok ini tidak terjadi lagi. "Yang terpenting, persoalan ini bukan antarpaham atau keyakinan tapi pada persoalan agama," tandasnya.
 
Mendagri juga meminta semua pihak untuk turut membantu meredam konflik agar suasana Indonesia tetap kondusif. Artinya, yang mendapat peranan penting adalah media. "Kami minta bantuan media untuk menjelaskan kepada publik. Termasuk memberikan bantuan pemahaman kepada masyarakat luas, terutama media dalam negeri," katanya.
 
Setelah meninjau lokasi, diketahui bahwa daerah tersebut memang terpencil. Bahkan akses masuk ke tempat tersebut memang sulit serta jauh dari jalan raya. "Di daerah memang tidak ada jalan raya. Medannya sulit. Kondisi seperti itu bukan lantaran disebut negara tidak memperhatikan masyarakat di kawasan ini. Tidak benar jika pemerintah tidak memperhatikan," tukasnya. Desastian/SI/ant

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Jum'at, 17 Jan 2020 21:22

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Jum'at, 17 Jan 2020 18:45

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Jum'at, 17 Jan 2020 18:15

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

Jum'at, 17 Jan 2020 17:45

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Jum'at, 17 Jan 2020 17:19

Ketika KPK Sudah Jinak

Ketika KPK Sudah Jinak

Jum'at, 17 Jan 2020 15:25

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

Jum'at, 17 Jan 2020 08:55

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Jum'at, 17 Jan 2020 08:36

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Jum'at, 17 Jan 2020 08:24

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

Jum'at, 17 Jan 2020 07:18

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Kamis, 16 Jan 2020 23:27

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Kamis, 16 Jan 2020 22:42

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Kamis, 16 Jan 2020 22:00

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Kamis, 16 Jan 2020 21:35

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

Kamis, 16 Jan 2020 21:15

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Kamis, 16 Jan 2020 21:06

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Kamis, 16 Jan 2020 20:39

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Kamis, 16 Jan 2020 20:34

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Kamis, 16 Jan 2020 20:00

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

Kamis, 16 Jan 2020 19:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X