Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.311 views

MIUMI Keluarkan Hasil Riset Gerakan Syiah di Sampang-Madura

JAKARTA (VoA-Islam) – Pasca pecah peristiwa Sampang Jilid pertama, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) telah melakukan berbagai riset yang kemudian disusun dalam sebuah buku kecil berjudul: “Syiah di Sampang” (penerbit MIUMI PRESS). Penelitian ini mencoba menguak akar masalah yang sesungguhnya mengapa peristiwa pembakaran itu terjadi, tidak saja diteliti dari permukaan peristiwa, tapi lebih kepada penelusuran akar permasalahan sesungguhnya.

Mengingat data yang diperlukan lebih banyak berbentuk verbal, bukan angka, maka metodelogi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dimana wawancara dengan berbagai pihak dan data-data tertulis menjadi instrument utama.

Sebelumnya, MIUMI  telah menyerahkan empat hasil riset tentang Syi’ah kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam di Jalan MH Thamrin 6 Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, (16/04/2012). Delegasi MIUMI diwakili oleh Bachtiar Nasir (Sekjen) didampingi Fahmi Salim Zubair MA (Wasekjen), Dr Muchlis Hanafi (Wakil Ketua), dan M Zaitun Rasmin MA (Wakil Ketua).

Empat hasil penelitian yang diserahkan MIUMI tersebut berisi, Pertama, buku tentang penelitian lapangan berjudul “Syiah di Sampang” ditulis oleh Ahmad Rafi’i Damyanti. Kedua, buku “Himpunan Fatwa dan Pernyataan Tokoh dan Ulama Indonesia” tentang Syiah. Ketiga, kumpulan dokumentasi (kliping) buku-buku Syiah Indonesia yang mencerca Sahabat dan istri Nabi SAW. Keempat, terbaru “Himpunan Fatwa Dr. Yusuf Al Qaradhawi tentang Syiah”, terbitan tahun 2009.

Riset yang ditulis oleh Akhmad Rofii Damyati, MA (salah satu anggota MIUMI) itu mengungkap akar persoalan masalah Syiah di Sampang Madura, diantaranya meneliti biografi Tajuk Muluk, kronologi kejadian, sebelum kejadian, dan pasca kejadian 29 Desember 2011. Juga diungkap ihwal pemicu utama aksi pembakaran oleh massa, ajaran Tajul yang tersebar di masyarakat, dampak kasus terhadap masyarakat, upaya ulama dan pemerintah, dan rekomendasi.

Pembakaran “Pesantren Syiah” di Sampang Madura, pada hari Kamis, 29 Desember 2011, secara sepintas, seolah-olah memberikan stigma negatif pada masyakarat, ulama dan pemerintah. Orang Madura lalu dipersepsikan tidak bisa hidup dengan berbagai perbedaan pemahaman. Ulama dianggap tidak mampu meredam watak kasarnya masayarakat dan tidak bisa membimbing umatnya ke arah yang lebih toleran. Intinya, ulama Madura dianggao tidak bisa mengajarkan sikap toleransi.  

Sedangkan, pemerintah dianggap lamban dan gagal menangani kasus sosial ini. Bahkan dinilai ada pembiaran terhadap peristiwa ini. Sejumlah media massa sudah terlanjur melokalisir masalah itu kepada perang kepentingan dan rebutan pengaruh antara Tajul Muluk, tokoh ulama ajaran Syiah, dengan Roies al-Hukama, adik Tajul.

Lebih-lebih dihembuskan kabar yang menyatakan, bahwa peristiwa itu merupakan buntut dari konflik kasus asmara antara Roies dan santrinya yang melibatkan Tajul Muluk di dalamnya.

Selengkapnya, VoA-Islam akan melaporkan hasil penelitian MIUMI tersebut dalam beberapa tulisan.

Sikap Sekjen MIUMI

Dalam kata pengantarnya, Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan, sekelompok kecil kaum Syiah hingga saat ini terus melakukan  gerakan Syiahnisasi di Indonesia. Provokasi kelompok Syiah Tajul Muluk di Madura (Sampang) sampai gerakan taqiyyah yang menginfiltrasi pengajian kaum urban di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia.

Gelombang pensyiahan Indonesia juga terlihat dari gerakan akademik, dimana iming-iming beasiswa bagi kaum terdidik Indonesia untuk belajar di Iran setelah sebelumnya mengadakan pojok-pojok Iran (Iran Corners) di berbagai kampus di Indonesia. Akibatnya sepulang dari Iran, para penganjur Syiah tersebut semakin gencar menyebarkan fahamnya di lingkungan Sunni Indonesia.

Dari aspek ibadah, kata Ustadz Bachtiar, kaum Syiah Indonesia semakin vulgar merayakan hari Asyura versi Syiah di tempat umum, bahkan ada oknum yang bisa mengumrahkan jamaah dari Indonesia plus ziarah ke Iran dengan biaya sangat murah dan bersubsidi tentunya. Doktrin penistaan para sahabat dan keluarga Nabi yang dimuliakan kaum Sunni lewat media-media massa cetak atau elektronik dan online juga sangat nampak serangannya.

“Hal ini harus mendapat perhatian serius dari para pemimpin dan tokoh umat untuk menjaga kedamaian dan ketentraman umat dan bangsa. Sayangnya kaum Syiah menggunakan jargon-jargon persatuan dan kerukunan umat dalam menyebarkan fahamnya, padahal pada saat yang sama penghinaan, bahkan penistaan terhadap keluarga dan para sahabat Nabi terus mereka lakukan,” ungkapnya. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Agar Ibadah Kita Diterima

Agar Ibadah Kita Diterima

Jum'at, 21 Feb 2020 22:52

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Jum'at, 21 Feb 2020 21:46

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Jum'at, 21 Feb 2020 21:07

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Jum'at, 21 Feb 2020 20:38

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Jum'at, 21 Feb 2020 19:30

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Jum'at, 21 Feb 2020 17:59

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Jum'at, 21 Feb 2020 17:51

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Jum'at, 21 Feb 2020 16:00

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Jum'at, 21 Feb 2020 15:15

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Jum'at, 21 Feb 2020 14:30

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Jum'at, 21 Feb 2020 13:45

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 21 Feb 2020 11:45

Saudi Cegat Rudal Balistik  Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Saudi Cegat Rudal Balistik Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Jum'at, 21 Feb 2020 11:15

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Jum'at, 21 Feb 2020 10:56

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Jum'at, 21 Feb 2020 09:53

Waspada Jebakan 2024

Waspada Jebakan 2024

Kamis, 20 Feb 2020 23:47

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI:  Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI: Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Kamis, 20 Feb 2020 22:09

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Kamis, 20 Feb 2020 21:20

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Kamis, 20 Feb 2020 21:12

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Kamis, 20 Feb 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X